Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 166. Kitab Naga Surgawi


__ADS_3

Sudah 6 minggu berlalu saat putri Zhou Lu Yun melakukan meditasi.


Suara dentuman yang kuat dari arah tempat dimana putri Zhou Lu Yun berada membuat para penghuni sekte Bambu Kuning merasa senang karena sudah ada lagi seorang pendekar yang menerobos menjadi pendekar suci.


Ma Guang yang mengetahui hal itu langsung pergi ketempat dimana putri Zhou Lu Yun bermeditasi.


Setelah dirinya tiba, pemuda itu langsung menyuruh putri Zhou Lu Yun melanjutkan meditasinya untuk memperkuat pondasi sebagai seorang pendekar suci.


Setelah itu, Ma Guang pun kembali kekediamannya untuk berlatih meningkatkan energi api miliknya yang saat ini masih berwarna kuning.


Sedangkan teknik - teknik serangan dari jurus Cakar Naga Api serta teknik yang dia ciptakan sendiri, semuanya sudah di kuasainya.


Beberapa hari kemudian, untuk mengisi waktu luangnya akhirnya Ma Guang memutuskan untuk pergi ke perpustakaan sekte, sebab dirinya belum pernah sekali pun memasuki tempat itu.


Setelah tiba di tempat itu, dirinya langsung di sambut oleh tetua yang bertugas menjaga perpustakaan.


"Selamat datang pelindung sekte! Ada hal apa sehingga pelindung sekte berkenan untuk mendatangi tempat ini!?".


"Ah...sebenarnya tidak ada hal yang penting, namun selama ini, sekali pun aku belum pernah memasuki tempat ini, hal itulah yang membuat diriKu untuk datang ketempat ini". Jawab Ma Guang.


"Ha...ha...ha...ha...ha...ha...benar juga yang di katakan pelindung sekte, memang selama aku bertugas di tempat ini, aku tidak pernah melihat pelindung sekte datang ketempat ini". Ujar sang tetua.


"Kalau begitu, aku mohon ijin kepada tetua untuk memasuki perpustakaan ini!?". Ujar Ma Guang dengan penuh hormat.


"Ahh...pelindung sekte tidak perlu sungkan seperti itu, karena tanpa ijin dariKu, pelindung bisa memasuki tempat ini". Ucap sang tetua.


"Apakah perlu aku temani!?". Tanya sang tetua.


"Oh...tidak...terima kasih". Ucap Ma Guang.


"Baiklah...silahkan pelindung". Ucap sang tetua mempersilahkan Ma Guang untuk memasuki perpustakaan.


Pendekar muda itu pun lalu berjalan masuk dan mulai memperhatikan setiap kitab yang terpampang di rak - rak yang berada di tempat itu.


"Ilmu bela diri tingkat rendah".


"Ilmu bela diri tingkat menengah".


"Ilmu bela diri tingkat rendah".


"Ilmu bela diri tingkat menengah".


Gumam Ma Guang saat melihat satu persatu kitab yang berada di tempat itu.

__ADS_1


"Kenapa kitab - kitab ilmu bela diri di tempat ini di penuhi dengan jurus - jurus tingkat rendah dan tingkat menengah? Jika seperti ini, sudah pasti sekte ini sampai kapan pun tidak akan menjadi lebih kuat". Gumam Ma Guang lagi.


Pemuda itu terus melanjutkan aktivitasnya untuk melihat serta memeriksa setiap kitab yang ada.


Tidak hanya itu saja, dirinya mulai menata setiap kitab tingkat rendah dan kitab tingkat menengah secara berpasang - pasangan sesuai dengan kesesuaian teknik keduanya agar di saat seorang murid ingin untuk mempelajarinya, mereka akan lebih mudah untuk menguasai teknik tersebut.


Namun tidak semua kitab yang di tatanya seperti itu, sebab dirinya hanya memilih setiap teknik yang bagus untuk di kuasai oleh para murid yang di tatanya.


Tetua penanggung jawab di perpustakaan tersebut merasa penasaran dengan apa yang di lakukan oleh Ma Guang saat berada di dalam perpustakaan.


Saat dirinya mengawasi apa yang di lakukan oleh Ma Guang, tetua tersebut langsung merasa tertarik dengan apa yang pemuda itu lakukan, tetapi agar tidak mengganggu aktivitasnya, sang tetua kembali ke tempat biasa dia tempati.


"Mungkin apa yang pelindung lakukan tersebut bisa menjadi referensi bagi para murid untuk menguasai teknik tersebut". Gumam sang tetua sambil mengelus - elus janggutnya.


Setelah beberapa saat kemudian, Ma Guang melewati setumpuk kitab tingkat rendah di salah satu sudut ruang perpustakaan tersebut.


"Sepertinya aku merasa ada aura yang kuat yang berasal dari tumpukan kitab itu. Apakah ada sesuatu yang istimewa di antara kitab - kitab itu?". Gumam Ma Guang di dalam hatinya.


Ma Guang pun kembali dan mendekati tumpukan kitab tersebut.


Setelah tubuhnya telah mendekati tumpukan itu, dan benar saja, aura kuno kembali dapat dia rasakan di dalam persepsinya.


Pemuda itu langsung mulai meraih satu persatu kitab yang ada di tumpukan itu untuk mencari sumber aura kuno tersebut.


Dan akhirnya dia menemukan salah satu kitab yang menurutnya sumber yang mengeluarkan aura kuno tersebut.


"Apakah kitab ini adalah kitab dengan teknik tingkat tinggi atau lebih dari itu?". Gumam Ma Guang lagi dengan penasaran.


Pemuda itu pun kemudian mencoba untuk membuka lagi halaman berikutnya, tetapi dirinya di buat terkejut, sebab halaman selanjutnya tidak bisa untuk di bukanya.


"Apa yang terjadi? Mengapa bisa seperti ini?". Gumam Ma Guang dengan perasaan yang sangat terkejut.


Setelah beberapa kali mencobanya, Ma Guang tetap tidak bisa membuka halaman berikutnya.


Pemuda itu diam sejenak dan mulai berpikir dengan tenang.


"Kenapa halaman pertama ini tidak memiliki tulisan? Dan kenapa aku tidak bisa untuk membuka halaman berikutnya?". Gumamnya lagi.


Ma Guang pun mencoba untuk mengaktivkan mata ketiga miliknya untuk melihat halaman kosong tersebut.


Dan benar saja, saat mata ketiga miliknya di aktivkan, kini Ma Guang sudah bisa melihat ada tulisan di halaman yang awalnya kosong itu.


"Kitab Naga Surgawi".

__ADS_1


Kata - kata yang keluar dari mulut Ma Guang.


"Apakah ini adalah salah satu kitab tingkat langit yang keberadaannya tidak di ketahui itu? Ataukah ini adalah kitab tingkat dewa?". Gumam Ma Guang setelah membaca kata - kata yang tertulis di halaman pertama kitab tersebut.


Kemudian pemuda itu mulai mencoba untuk membuka halaman berikutnya, dan ternyata halaman berikutnya bisa di buka lagi.


Ma Guang pun kembali membaca tulisan yang berada di halaman tersebut.


"Setetes saja aku menjadi dirimu dan dirimu menjadi aku, bersatu untuk menjadi utuh dalam mengarungi samudera raya".


Kata - kata yang tertulis di halaman kedua saat Ma Guang membacanya.


"Apa maksud dari tulisan ini?". Gumamnya sambil berpikir.


Ketika dirinya mencoba untuk membuka lembaran itu untuk melihat halaman selanjutnya, hal yang sama pun terjadi, dia tidak bisa membuka halaman berikutnya.


"Berarti diriKu harus melakukan terlebih dahulu arti dari kata - kata ini". Gumamnya.


"Setetes saja? Apakah ini artinya setetes darah atau setetes apa?". Gumam Ma Guang.


Untuk menguji hal itu, pemuda itu langsung melukai salah satu jarinya dan meneteskannya ke halaman buku tersebut.


Saat setetes darahnya menyentuh kitab tersebut, setetes darah itu langsung menghilang.


Akhirnya tubuh Ma Guang pun bergetar dengan hebat bersamaan dengan halaman kitab yang mulai terbuka satu persatu sampai selesai terbuka semuanya.


Saat kitab tersebut sudah tertutup kembali, tubuh Ma Guang masih tetap terdiam tanpa bergerak sedikit pun.


Cahaya yang di pancarkan dari kitab tersebut menarik perhatian tetua yang bertanggung jawab di perpustakaan itu.


Dan cahaya itu pun terpancar keluar dari bangunan itu yang bisa di lihat oleh para penghuni sekte tersebut.


Para petinggi sekte langsung bergerak menuju ke tempat dimana berasal cahaya itu.


Hal itu di karenakan, cahaya tersebut terlihat selama satu menit, sehingga para petinggi dan juga para murid sangat tertarik untuk melihat hal apa yang menghasilkan cahaya yang terang benderang seperti itu walau pun saat itu di waktu siang hari.


Saat para petinggi sekte telah berkumpul di tempat itu, mereka hanya melihat tubuh Ma Guang yang masih terdiam dengan posisi duduk bersila sambil memegang sebuah kitab yang terlihat sudah usang.


Tidak ada seorang pun yang berani menyentuh tubuh Ma Guang.


Saat Yuan Jiali tiba di tempat itu dan melihat apa yang terjadi dengan Ma Guang, gadis itu pun langsung mendekat dan meraih tubuh pemuda itu.


Dan hal yang mengejutkan pun terjadi, tubuh Yuan Jiali beserta para petinggi sekte lainnya langsung terpental mundur saat sebuah energi cahaya yang menyilaukan mendorong tubuh mereka.

__ADS_1


Situasi di perpustakaan tersebut langsung menjadi sangat kacau, sebab rak - rak yang ada hancur karena di terjang oleh tubuh para petinggi sekte.


~Bersambung~


__ADS_2