
Saat ke empat pendekar pembunuh bayaran telah memasuki wilayah yang dekat dengan camp pasukan Ma Guang, mereka merasakan ada sesuatu yang aneh dengan penyusupan yang mereka lakukan saat itu.
"Sepertinya ini terlalu mudah bagi kita di dalam melakukan penyusupan". Ucap Ki Kebo Pengging.
"Sepertinya apa yang di katakan oleh Kisanak ada benarnya juga". Ucap pendekar yang membawa golok.
"Apakah kedatangan kita sudah di tunggu oleh mereka?".
"Mungkin seperti itu".
"Kalau begitu, itu akan lebih bagus lagi, kita sudah tidak perlu bersusah payah untuk mencari pemuda tersebut".
Mereka pun melanjutkan perjalanan. Saat sudah tiba di tanah lapang yang luas, ke empat pendekar bayaran tersebut sudah di sambut oleh sekelompok orang, baik yang menggunakan baju zirah maupun yang menggunakan pakaian yang biasa di gunakan oleh sekte Bambu Kuning.
"Ternyata apa yang kita pikirkan benar - benar terjadi, kedatangan kita sudah di sambut oleh mereka".
"Tetapi bagaimana bisa secepat ini mereka bisa mengetahui kedatangan kita?".
"Kita tidak perlu lagi memikirkan hal itu, kita pikirkan saja bagaimana caranya kita bisa menghadapi mereka semua".
"Apa tujuan kalian untuk datang kesini?". Tanya Ma Guang.
"Kami datang kesini untuk mencari pendekar muda yang bernama Ma Guang!". Jawab Ki Kebo Pengging.
"Ada keperluan apa sehingga kalian mencari diriKu dengan cara menyusup seperti ini?".
"Kami datang mencariMu untuk menantang diriMu berduel hidup mati". Ucap Ki Kebo Pengging.
"Hahahahaha....sepertinya kalian ini adalah orang - orang bayaran yang di bayar untuk membunuhKu....baiklah! Aku akan melayani kalian satu per satu". Ucap Ma Guang.
Semua para petinggi sekte Bambu Kuning sudah berkumpul di tempat itu bersama Xia Jiao dan juga Yuan Jiali.
Kempat orang tersebut telah menyadari bahwa kemampuan mereka tidak sebanding dengan kekuatan yang ada di depan mereka saat itu.
Aura intimidasi dari energi para petinggi sekte Bambu Kuning sangat terasa bagi ke empat orang tersebut.
"Ternyata kemampuan mereka sangat di luar dugaan kita, ada begitu banyak pendekar tingkat tinggi yang berkumpul saat ini, dan kemampuan mereka sangat jauh berada di atas kita, tetapi apa boleh buat, kita sudah berada di tempat ini, jadi kita harus melakukan tujuan kita hidup atau pun mati". Ucap Ki Kebo Pengging.
Ki Kebo Pengging sendiri memiliki kemampuan istimewa, yaitu bisa menyambung kembali bagian tubuhnya yang sudah terpotong, dan hal itu belum di ketahui oleh orang yang akan menjadi lawannya.
"Kalau begitu, ayo kita memulai pertarungan!". Ucap Ma Guang sambil melangkah maju mendekat.
Salah satu pendekar langsung maju menyambut Ma Guang dengan melesat seraya menebaskan pedangnya yang telah di selimuti energi perubahan.
"Hiaaatttt....!!!".
Treng...treng...treng...treng
__ADS_1
Bunyi benturan pedang yang saling beradu.
Ma Guang langsung menyambut serangan pendang pendekar tersebut.
Pendekar tersebut terus memainkan jurus - jurus pedangnya untuk menyerang Ma Guang.
Sedangkan Ma Guang sendiri masih terlihat tenang menghadapi pendekar tersebut.
Setelah sudah saling bertukar serangan puluhan jurus, pendekar itu pun mulai mengeluarkan jurus pedang andalannya.
Pedang pendekar tersebut kini sudah di penuhi dengan nyala api dan nyala api tersebut langsung melesat ke arah Ma Guang berbarengan dengan tebasan pedang miliknya.
Ma Guang langsung membuat perisai pertahanan yang berasal dari energi tenaga dalam miliknya.
Duuaaarrr....duuuaaarrr...duuuaaarrr
Bunyi benturan serangan api dengan perisai pertahanan milik Ma Guang.
Pendekar itu tidak diam saja, dirinya langsung mendekati Ma Guang dan menebas perisai pertahanan milik Ma Guang dengan pedangnya.
Duuuuaaaarrrr
Tubuh pendekar itu langsung terdorong mundur sejauh puluhan meter setelah pedangnya berbenturan dengan perisai pertahanan milik Ma Guang.
Darah segar mengalir dari sudut bibirnya.
"Sangat kuat! Padahal diriKu sudah mencapai di tingkat pendekar suci, tetapi mengapa kemampuanKu seperti tidak ada apa - apanya bagi dirinya!?". Gumam pendekar tersebut.
Masing - masing di tangan mereka memegang golok dan juga pedang.
Kedua senjata mereka kini masing - masing seperti mengeluarkan cahaya.
Melihat kedatangan kedua orang tersebut, Ma Guang langsung waspada, pemuda itu tidak ingin meremehkan kedua lawannya tersebut.
Treng...treng...treng...treng
Bunyi benturan senjata mereka saat beradu.
"Tenaga kedua orang ini jauh lebih kuat dari pendekar sebelumnya, walau pun gerakan mereka terlihat lembut, tetapi hasil serangan mereka membuat tanganKu sedikit kebas". Gumam Ma Guang dalam hatinya.
Gerakan yang di tampilkan oleh kedua lawan Ma Guang sangat berbeda dengan gerakan - gerakan yang biasa Ma Guang lihat di wilayah kekaisaran Zhou.
Keduanya melakukan serangan secara bersamaan, pendekar yang menggunakan golok menyerang bagian atas dari tubuh Ma Guang, sedangkan pendekar yang menyerang menggunakan pedang menyerang tubuh bagian bawah Ma Guang.
Xia Jiao yang melihat hal itu langsung melesat untuk membantu Ma Guang.
Saat Xia Jiao masih berada di atas udara, pendekar yang menggunakan golok langsung melemparkan goloknya yang kini sudah berubah menjadi seekor harimau dan menerkam ke arah kedatangan Xia Jiao.
__ADS_1
Melihat hal itu, Xia Jiao langsung menebas pedangnya yang sudah di selimuti energi perubahan tenaga dalam.
Duuuaaarrrr...duuuaaarrrr...duuuaaarrrr
Serangan pedang Xia Jiao dan juga serangan golok yang sudah berubah menjadi harimau itu saling berbenturan.
Sedangkan pendekar yang satunya lagi telah membuat pedangnya berubah menjadi seekor ular piton dan menyerang Ma Guang.
Kedua pendekar itu tidak diam saja, mereka berdua juga masing - masing menyerang Xia Jiao bersama dengan golok yang sudah berubah menjadi harimau dan menyerang Ma Guang bersama pedang yang sudah berubah menjadi ular piton.
"Kemampuan yang sangat menarik". Gumam Ma Guang yang kini sudah sangat serius menghadapi serangan tersebut.
Ma Guang langsung menggunakan langkah bayangan dan di padukan dengan jurus pedang hampa miliknya.
Sedangkan Xia Jiao kini mulai meladeni serangan yang di lancarkan oleh lawannya dengan jurus pedang tarian bunga persik miliknya.
Energi perubahan tenaga dalam milik Xia Jiao berbentuk seperti bunga persik yang bertebaran di udara dan menyerang ke arah harimau serta pendekar yang menjadi lawannya.
Ledakan terjadi di saat serangan bunga persik milik Xia Jiao berbenturan dengan tubuh harimau dan juga perisai pertahanan milik lawannya.
"Tidak di sangka, kemampuan gadis ini juga sangat mengejutkan". Gumam pendekar yang menghadapi Xia Jiao.
Seekor ular piton terus menyerang Ma Guang dengan ekor dan lidahnya yang berbentuk seperti dua bilah pedang yang menjulur menyerang tubuh pendekar muda itu.
Ma Guang menghindarinya dan langsung mengepalkan tangannya serta langsung meninju kepala ular tersebut dengan jurus Tinju Peremuk Tulang miliknya.
Buuuaaakkk
Tinju Ma Guang langsung mengena telak di kepala ular tersebut.
Namun bersamaan dengan itu, ekor ular tersebut juga mengenai tubuh bagian belakang dari Ma Guang.
Ular tersebut langsung terlempar dan kembali berubah menjadi pedang.
Sedangkan tubuh Ma Guang terhuyung huyung karena pukulan ekor ular di tubuhnya.
Darah segar keluar dari sudut bibir Ma Guang.
Pemuda itu langsung memulihkan dengan cepat tubuhnya yang terluka.
Karena situasi tersebut tidak ingin di sia - siakan oleh lawannya, sehingga pendekar tersebut langsung menyerang Ma Guang.
Ma Guang pun langsung menyambut serangan lawannya itu dengan jiwa pedang yang telah dia kuasai.
Lima buah pedang melesat dengan cepat menuju ke arah pendekar tersebut.
Duuuaaarrrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr
__ADS_1
Tiga bilah pedang yang terbentuk dari energi tenaga dalam milik Ma Guang mampu di hancurkan oleh lawannya.
~Bersambung~