Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 416. Long Dier VS Feng Jiang


__ADS_3

Di istana kekaisaran Baiyue, Feng Jiang langsung tersenyum disaat kedua pasukannya telah menangkap dua tetua tingkat tinggi untuk di introgasi oleh mereka.


Keberhasilan tersebut segera di beritahukan oleh para bawahannya yang saat itu telah membawa kedua tetua tingkat tinggi di salah satu tempat yang jauh dari wilayah kekaisaran Baiyue.


"Cepat gali informasi dari kedua tetua itu!."


"Gunakan berbagai macam cara untuk menyiksa mereka agar bisa memberikan informasi tentang Ma Guang!."


"Baik Yang Mulia!."


Feng Jiang memerintahkan para bawahannya agar bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Bawahannya pun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh sang raja Phoenix mereka.


Karena mendapatkan siksaan dari pasukan Phoenix Api Surgawi, akhirnya salah satu dari kedua orang tetua sekte Beruang Matahari itu pun buka mulut tentang ibu dari Ma Guang yang berada di dalam sekte mereka.


Mendapatkan informasi dari bawahannya, Feng Jiang pun segera memerintahkan kepada bawahannya agar membunuh kedua tetua tersebut.


Di markas sekte Beruang Matahari sendiri situasinya kini terlihat tenang seperti tidak ada aktivitas dari setiap anggotanya.


Patriark Tien Chou dan juga para petinggi sekte lainnya sedang menunggu instruksi dari Ma Guang untuk bergerak.


Karena informasi tentang posisi pasukan Surgawi berada belum juga di ketahui, Ma Guang pun memutuskan untuk menyerang Feng Jiang.


Sedangkan untuk Long Disan, Ma Guang tidak menghiraukannya, sebab kini pangeran Naga Api Surgawi itu tidak memiliki pasukan lagi.


Seluruh pasukan Naga Api Surgawi, pasukan Kilin Api dan pasukan Serigala kini sudah dipersiapkan oleh Ma Guang untuk menyergap pasukan Phoenix Api yang berada di wilayah kekaisaran Baiyue.


Namun tindakan tersebut akan dilakukan secara diam - diam agar tidak diketahui oleh pasukan Surgawi.


Seluruh pasukannya pun langsung menyebar dan mengepung wilayah kekaisaran Baiyue sambil meningkatkan kekuatan spiritual mereka untuk menyisir setiap area yang mereka lewati.


Jika terlihat pasukan Phoenix Api yang membaur dengan penduduk, mereka segera akan membunuhnya.


Hal itu karena kejenuhan serta kebencian Ma Guang terhadap aturan - aturan dunia persilatan yang tidak mencampuri urusan pemerintahan namun pihak lawan - lawannya selalu memanfaatkan pihak pemerintahan untuk memuluskan rencana mereka.


Sehingga kini Ma Guang memerintahkan pasukannnya tetap menyerang pasukan lawan walau pun mereka berada di antara penduduk kekaisaran Baiyue.


Sang kaisar Baiyue kini masih tetap tenang dengan apa yang telah dilakukan oleh Feng Jiang dan pasukannnya.


Dirinya belum menyadari bahwa tidak lama lagi akan terjadi kekacauan yang bisa menghancurkan setiap wilayah yang berada di kekaisarannya itu.


Setiap pasukan Serigala kini telah membentuk kelompok - kelompok kecil untuk menyerang pasukan Phoenix Api.


Hal itu karena memang kelebihan mereka untuk membunuh mangsanya harus secara bergerombolan atau keroyokkan.


Sedangkan untuk pasukan Naga dan pasukan Kilin Api, mereka bergerak sendiri - sendiri.


Dan apa yang diharapkan oleh Ma Guang pun terjadi.

__ADS_1


Kini pasukannya mulai bertarung dengan pasukan Phoenix Api.


Kehancuran pun mulai tercipta di salah satu desa yang berada di wilayah kekaisaran Baiyue.


Untuk pasukan Phoenix Api sendiri, mereka sudah tidak bisa keluar dari wilayah kekaisaran Baiyue untuk melarikan diri.


Sebab seluruh wilayah tersebut kini sudah diselimuti oleh formasi pelindung milik Naga Api Surgawi, Kilin Api dan juga Serigala Surgawi.


Pertempuran di beberapa tempat pun kini tidak terelakkan lagi.


Kehancuran yang ada membuat begitu banyak korban jiwa yang berjatuhan.


Baik dari pihak penduduk yang tidak bersalah maupun bagi pasukan Phoenix Api.


Kabar itu pun kini sudah sampai ditelinga sang kaisar Baiyue.


"Bagaimana mungkin pasukan Ma Guang melakukan hal itu? Bukankah itu sudah melanggar peraturan di dunia persilatan?." Pikir kaisar Baiyue.


"Rupanya aku sudah tidak bisa menghindari pertempuran ini lagi! Aku harus pergi untuk menghadapinya!." Ujar Feng Jiang.


Sudah ada banyak pasukan Phoenix Api yang tewas dibunuh oleh pasukan Ma Guang.


Begitu juga dengan para prajurit serta penduduk kekaisaran Baiyue yang tidak bersalah, mereka juga menjadi korban pertarungan skala dewa tersebut.


"Apakah kekaisaran kita ini akan segera berakhir?." Pikir sang kaisar Baiyue.


Kini pasukan Phoenix Api hanya tersisa tujuh ratus prajurit saja.


Ma Guang, Long Wang, Long Dier, Jiangjun, Diyi Long, Long Tiao, Long Shouhu, Shi Kang, Shi Lauw dan juga para pemimpin pasukan Serigala Surgawi kini hanya menatap kehancuran yang sedang terjadi.


Ma Guang pun kini mulai bisa merasakan kehadiran kekuatan besar yang dipimpin oleh Feng Jiang.


"Sepertinya Feng Jiang sudah datang untuk bertarung dengan kita!." Tutur Long Wang.


"Biar Aku saja yang menghadapinya!." Sambung Jiangjun.


"Tidak! Biar aku saja yang menghadapinya! Aku sudah lama tidak meregangkan otot - ototKu!." Long Dier menyangga perkataan Jiangjun.


"Baik pangeran!." Balas Jiangjun mengalah.


Long Dier pun segera melesat dan menyambut kedatangan Feng Jiang.


Feng Jiang yang melihat kehadiran Long Dier pun langsung terkejut.


"Bagaimana bisa!? Mengapa raja Long Dier berada dipihak mereka?."


"Jenderal Feng Jiang! Apakah kamu terkejut dengan kehadiranKu?." Tanya Long Dier.


"Lebih baik bersiaplah untuk bertarung!." Lanjut Long Dier lagi sambil melepaskan serangan bola api miliknya.

__ADS_1


Melihat serangan bola api hitam milik Long Dier sedang melesat kearahnya, Feng Jiang pun segera melepaskan pekikannya untuk menghalau serangan tersebut.


Gelombang ultrasonik yang sangat kuat pun langsung menghancurkan bola api hitam milik Long Dier.


Sang pangeran Naga pun segera meraung keras dan juga menyambut serangan gelombang ultrasonik milik Feng Jiang.


Kekuatan gelombang raungan dan pekikan pun kini saling berbenturan diatas udara.


Ledakan kedua gelombang itu pun kini terpancar ke segala arah dan menghancurkan hutan lebat yang berada dibawah mereka.


Namun serangan Long Dier tidak sepenuhnya dapat dibendung oleh serangan Feng Jiang, sebab kekuatan serangannya masih tetap tersisa dan menuju kearah tubuh sang raja Phoenix Api.


Tidak hanya raungan saja, melainkan Long Dier pun melesat untuk mendekati tubuh Feng Jiang dan ingin melakukan pertempuran jarak dekat.


Feng Jiang segera melesat untuk menghindari serangan gelombang raungan serta serangan susulan dari Long Dier.


"Mengapa kamu menghindari seranganKu? Apakah kamu takut?." Ujar Long Dier sambil melesat mengejar Feng Jiang.


"Hei, burung busuk! Jangan melarikan diri! Ayo, hadapi aku!." Teriak Long Dier.


"Kamu akan merasakan serangan balik yang akan aku lancarkan!." Pikir Feng Jiang yang sedang mengatur siasat untuk balik menyerang Long Dier.


Saat Feng Jiang merasa sudah memiliki momentum yang tepat untuk melepaskan serangannnya, dengan cepat dirinya pun berbalik dan melesat kearah Long Dier sambil menyemburkan Api hitam miliknya dan diikuti juga oleh pekikan.


Long Dier yang mendapatkan serangan balik tersebut tidak sempat lagi untuk membalas serangan itu.


Dirinya hanya bisa mencoba untuk menghindar sambil menciptakan formasi pelindung bagi dirinya.


Akan tetapi usahanya tersebut tidak berjalan sempurna, sebab serangan Feng Jiang masih bisa menghantam tubuhnya yang telah dilindungi oleh formasi yang dia ciptakan.


Tubuh Long Dier pun langsung terhempas sejauh ratusan meter saat terkena serangan Feng Jiang.


Untung saja serangan tersebut tidak bisa melukainya.


"Sial! Ternyata burung busuk ini juga sangat licik!."


"Aku harus lebih berhati - hati lagi dan membalasnya!." Pikir Long Dier sambil menggerutu.


Pangeran Naga itu pun segera kembali melesat kearah Feng Jiang.


Sedangkan Feng Jiang sendiri kini sudah bersiap dengan serangannya yang lain.


Sebilah pedang yang diselimuti api pun kini berada ditangan Feng Jiang dan mulai menebas udara kosong sambil mengeluarkan api hitam yang tajam dari bilah pedang tersebut.


Long Dier pun segera membalasnya dengan api hitam juga yang keluar dari unjung tombak milikinya.


Ledakan besar pun kini terjadi lagi diatas udara.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2