Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 153. Pelindung Sekte Bambu Kuning


__ADS_3

Semua pasukan bersama dengan komandan pasukan langsung di terima untuk menjadi murid di sekte Bambu Kuning.


Mereka pun kini telah di berikan tempat tinggal di sekte yang telah di tinggalkan oleh para murid yang telah terbunuh saat penyerangan.


Sedangkan camp yang mereka dirikan di luar wilayah perbatasan langsung di bongkar oleh mereka.


"Aku mohon ijin kepada para leluhur, patriak dan juga para tetua yang ada, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada para petinggi sekalian". Ucap Ma Guang.


"Hal apa yang ingin kamu sampaikan? Jika hal itu sangat baik untuk sekte kita, silahkan disampaikan saja, kami semua siap untuk mendengarnya". Ujar Patriak Yao Han.


"GuruKu Su Tian bersama ketiga saudaranya kini tidak lagi memiliki tempat yang tetap untuk mereka tinggali atau pun yang akan menjadi rumah mereka untuk kembali di saat mereka bepergian, begitu juga dengan tuan Yuan Gao dan juga putrinya. Sehingga aku ingin mereka untuk bergabung di sekte kita ini dan menjadi keluarga mereka. Bagaimana pendapat para leluhur, patriak dan juga para tetua!?". Ucap Ma Guang menjelaskan apa yang dia harapkan.


Mendengar penjelasan Ma Guang, leluhur agung Yao Fan langsung tertawa dan angkat suara.


"Ha...ha...ha...ha...ha...ini adalah suatu kabar yang sangat menggembirakan bagi kita jika pendekar Su bersaudara bisa menjadi bagian dari sekte kita ini".


Patriak pun tidak diam saja, pria tua itu juga langsung menyambung perkataan ayahnya yang adalah leluhur agung tersebut.


"Jika pendekar Su Tian dan juga ketiga saudaranya bergabung di sekte kita ini, sudah pasti akan membuat sekte kita ini makin bertambah kuat, apa lagi pendekar Su Tian adalah orang yang sangat mengerti tentang pengobatan serta pembuatan pil untuk membantu perkembangan kekuatan para murid, pasti itu sangat menguntungkan bagi sekte kita ini...jadi aku sangat setuju".


Para leluhur dan juga para tetua langsung menyambut dengan baik apa yang Ma Guang ajukan tersebut. Apa lagi kemampuan Su bersaudara dan juga Yuan Gao dan Yuan Jiali sudah berada jauh di atas para tetua tingkat tinggi dan sudah setara dengan kemampuan leluhur.


Patriak pun langsung memerintahkan seorang tetua tingkat rendah untuk memanggil orang - orang yang Ma Guang maksudkan.


Setelah keenam orang tersebut memasuki aula utama sekte, mereka langsung memberikan hormat kepada para petinggi sekte.


Setelah itu patriak langsung menanyakan kepada keenam orang tersebut tentang apa yang baru saja di katakan oleh Ma Guang.


"Keempat pendekar Su, pendekar Yuan Gao dan juga nona Yuan. Guang'er baru saja mengajukan kepada kami bahwa kalian ingin bergabung dan menjadi keluarga di sekte kami ini, apakah memang benar keinginan kalian seperti itu?". Ucap Patriak dengan ramah.


Su Tian pun langsung angkat suara dengan apa yang di sampaikan oleh patriak kepada mereka.


"Patriak, para leluhur dan juga para tetua yang hadir, apa yang telah di sampaikan oleh Guang'er benar adanya. Saat kami berada di sekte ini, kami berempat telah merasakan suasana di sekte ini seperti berada di tengah - tengah keluarga kami, sehingga sangat membahagiakan jika kami berempat di terima untuk bergabung di sekte ini".

__ADS_1


Yuan Gao pun langsung menyambung perkataan Su Tian.


"Patriak dan juga semua yang hadir di tempat ini, dahulunya aku hanyalah seorang pendekar bebas yang tidak memiliki tempat untuk menjadi rumah serta menjadi keluarga besarKu, jika aku di ijinkan untuk bergabung di sekte ini, hal itu akan menjadi 2sesuatu yang sangat menguntungkan bagiKu, apa lagi putriKu juga sudah mempelajari salah satu jurus yang berasal dari sekte ini, sehingga secara otomatis, putriKu sudah menjadi murid di sekte ini".


Suara tepuk tangan pun terdengar di dalam ruangan aula tersebut setelah mendengar apa yang telah di katakan oleh kedua orang pendekar itu.


Setelah suara tepukan tangan berakhir, Yuan Gao juga langsung melanjutkan perkataannya.


Sebelum hal ini di putuskan, aku ingin juga menyampaikan suatu hal kepada semua yang hadir di tempat ini, apakah bisa memberikan waktu untuk aku menyampaikannya!?".


"Silahkan pendekar Yuan sampaikan, kami siap untuk mendengarkannya". Ujar patriak.


Setelah mendapatkan kesempatan untuk menyampaikannya, Yuan Gao pun langsung menyampaikan hal yang dia maksudkan tersebut.


"IstriKu adalah seorang tetua di sekte Bunga Persik, oleh karena itu, aku memohon jika diriKu di terima untuk bergabung di sekte ini, istriku juga di ijinkan untuk tinggal bersamaKu... apakah hal itu bisa di ijinkan!?".


"Memang hal itu agak sedikit rumit juga, sebab tetua Sim Lan belum sepenuhnya keluar dari sekte Bunga Persik, dan di setiap sekte tentunya mempunyai aturannya masing - masing, sehingga permasalahan itu menurutKu harus di selesaikan terlebih dahulu agar lebih jelas lagi". Ujar Patriak.


"Bagaimana pendapat dari para leluhur dan para tetua yang lain, apa tanggapan kalian!?". Ucap Patriak.


Semuanya langsung menanggapi apa yang patriak katakan dengan menyetujui tetua Sim Lan untuk tinggal di sekte mereka dengan status bukan sebagai anggota sekte tersebut.


Setelah mendengar persetujuan yang di berikan oleh para petinggi sekte, akhirnya Yuan Gao pun langsung merasa senang.


Akhirnya patriak yang di dampingi oleh tiga orang leluhur agung, sepuluh orang leluhur serta tetua agung dan juga tetua penegak hukum langsung mengukuhkan keenam orang tersebut untuk menjadi anggota istimewa sekte Bambu Kuning dan langsung menjadi tetua tingkat tinggi.


Selesai mengukuhkan keenam orang tersebut, patriak juga mengangkat tetua Duan Dazhong, Duan Jun, Duan Meng dan juga nyonya Duan untuk menjadi tetua tingkat tinggi juga.


Hal itu di sebabkan karena mereka baru mengetahui kemampuan ilmu bela diri yang di miliki oleh keluarga Duan tersebut yang sudah menjadi pendekar suci.


Acara itu pun tidak langsung selesai, patriak Yao Han langsung mengumumkan lagi akan memasuki acara selanjutnya.


"Baiklah, dua acara telah kita lewati dan kita akan memasuki ke acara yang ketiga, yaitu untuk mengukuhkan serta memberikan gelar kepada Ma Guang sebagai pelindung sekte Bambu Kuning". Ucap Patriak yang langsung di sambut dengan sorakan dari seluruh yang hadir di tempat itu.

__ADS_1


Ma Guang sendiri langsung tersentak dengan apa yang baru saja di umumkan oleh patriak tersebut.


Pemuda itu langsung berdiri dan langsung menanggapi perkataan patriak tersebut.


"Sebelumnya saya merasa tersanjung dengan apa yang baru saja di sampaikan oleh patriak Yao Han, akan tetapi menurutKu hal itu mungkin terlalu berlebihan bagiKu, sebab aku merasa tidak layak untuk menerima hal itu".


"Kami semua menyetujui hal itu, karena kami menganggapMu layak mendapatkan gelar tersebut". Ucap seorang tetua tingkat tinggi yang langsung di iyahkan oleh yang lainnya.


"Begini saja, jika memang benar semua menyetujui hal itu, saya mohon unjuk tangan bagi yang menyetujuinya, dan aku akan melihat seberapa banyak yang akan melakukannya". Ucap Ma Guang yang langsung menanggapi perkataan seorang tetua tersebut.


Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Ma Guang, secara serentak seluruh yang ada di ruangan itu langsung bersujud dan memberi hormat kepada Ma Guang.


"Hormat kepada Pelindung Sekte...!!!". Ucap mereka secara serentak sambil melakukan sujud sebanyak tiga kali.


Ma Guang pun menjadi bingung, sebab orang - orang yang bersujud tersebut, beberapa di antara mereka adalah gurunya sendiri.


"Ayo, semuanya cepat berdiri, sebab diriKu tidak layak menerima sujud kalian, apa lagi beberapa di antara kalian adalah guru saya sendiri". Ujar Ma Guang yang merasa sangat canggung dengan apa yang semua orang lakukan pada saat itu.


"Kami belum akan bangkit berdiri jika gelar itu belum di terima". Ucap leluhur agung Yao Fan.


Mendengar perkataan seorang leluhur agung yang kini sudah berusia seratus tahun lebih itu, Ma Guang tidak bisa untuk membiarkan mereka berlama - lama untuk bersujud.


"Baiklah, aku menerima gelar yang telah di berikan kepadaKu".


"Hormat kepada Pelindung Sekte Bambu Kuning". Teriak patriak yang langsung di ikuti oleh yang lainnya secara serentak sebanyak tiga kali berturut - turut sambil melakukan sujud.


"Baiklah, sekarang semuanya boleh berdiri". Ucap Ma Guang.


Secara serentak semuanya langsung bersuara dan langsung berdiri.


"Terima kasih Pelindung Sekte".


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2