
Hong Jiannan dan Huaiying kini dibawah oleh Zhuo Yihang untuk menuju ke salah satu sungai yang memiliki pemandangan yang sangat indah.
Saat berada di tepi sungai Jiang yang berada di sebelah selatan kota Yong dan sedang menikmati keindahan pemandangannya, tiba - tiba seorang pria mendekati keduanya.
"Hai nona cantik, apakah kamu bisa bersamaKu untuk malam ini?". Kata - kata yang keluar dari mulut pria itu saat berada di dekat Hong Jiannan dan juga Huaiying.
"Maaf tuan, saat ini kami tidak ingin di ganggu". Ujar Hong Jiannan menanggapi pria tersebut yang di dampingi oleh dua orang pendekar.
"Jika berada di kota Yong ini, tidak ada satu orang pun yang tidak bisa aku dekati". Balas pria itu.
"Apakah tuan penguasa di kota ini?". Hong Jiannan melontarkan pertanyaan.
"Iya! Aku adalah penguasa di kota ini, apakah kamu saat ini sudah bisa di ganggu?". Jawab pria itu sambil balas bertanya dengan nada suara yang arogan.
"MenurutKu, jika tuan adalah penguasa di kota ini, sebaiknya tuan melayani setiap orang - orang dari luar kota yang datang dan ingin menikmati pemandangan yang indah di kota ini, agar perekonomian di kota ini bisa meningkat". Balas Hong Jiannan.
"Terima kasih atas petunjukMu itu".
"Tetapi pemandangan di sungai Jiang ini telah kalah dengan kecantikan yang di miliki oleh nona ini". Ucap pria itu sambil tersenyum mesum menatap ke arah Huaiying.
Huaiying yang mendapatkan tatapan tersebut merasa sangat risih.
"Jangan menatapKu seperti itu jika kamu masih menyayangi nyawaMu". Tutur Huaiying dengan nada suara yang sedikit emosi.
"Ha...ha...ha...ha...ha".
"Tidak Ku sangka, wanita secantik ini bisa juga memiliki niat untuk membunuhKu". Ujar pria itu menanggapi perkataan Huaiying dengan enteng.
"Tuan! Sekali lagi aku peringatkan untuk tidak mengganggu kami, jika tuan masih tetap melakukannya, tidak ada satu pun yang bisa menghalangiKu untuk membunuhMu!".
Hong Jiannan kini mulai tersulut juga emosinya.
Aura intimidasi pun mulai merembes keluar dari tubuh pria berambut merah itu.
Dua orang pendekar yang mendampingi pria itu kini mulai bisa merasakan aura intimidasi tersebut.
Sedangkan pria pengganggu itu kini mulai merasa tertekan oleh aura intimidasi Hong Jiannan.
"Baiklah, kami tidak akan mengganggu kalian lagi". Ucap pria tersebut dan segera mengajak dua pendekar disampingnya untuk pergi dari tempat itu dengan perasaan takut.
Hong Jiannan dan Huaiying pun segera melanjutkan aktivitas mereka berdua seperti sebelumnya.
Zhuo Yihang yang menyaksikan dari jauh kejadian itu segera datang untuk mendekati keduanya.
"Tuan! Sepertinya kalian berdua akan mendapati masalah di kota ini". Zhuo Yihang mengingatkan.
"Apakah kamu mengenal pria itu?". Tanya Hong Jiannan.
"Iya Tuan! Dia adalah tuan muda keluarga bangsawan Zhi". Jawab Zhuo Yihang.
"Oh, jadi seperti itu yah...!?". Tanggapan Hong Jiannan sambil tersenyum dengan santai.
"Tuan Zhuo! Sebaiknya anda kembalilah terlebih dahulu, tinggalkan kami berdua disini". Lanjut Hong Jiannan.
"Tuan! Kenapa bisa begitu?". Tanya Zhuo Yihang.
__ADS_1
"Jangan lagi kamu bertanya, aku tidak ingin diriMu terlibat juga dengan urusan kami berdua".
"Baik Tuan". Ucap Zhuo Yihang yang dengan segera meninggalkan mereka berdua.
"Rupanya mereka berdua adalah seorang pendekar, dan jika dilihat dari usia mereka, sepertinya mereka adalah seorang Pendekar Petapa Suci, Pendekar Spiritual atau seorang Pendekar Agung". Ucap pria pengganggu yang mencoba menebak tingkat kultivasi Hong Jiannan dan Huaiying.
"Benar Tuan Muda! Diusia muda seperti itu menurutKu belum ada Pendekar Dewa di wilayah kekaisaran Zhou ini, kecuali mereka berdua berasal dari sekte Bambu Kuning dan juga dari sekte Naga Surgawi".
"Akan tetapi keduanya tidak menggunakan atribut dari kedua sekte tersebut".
"Dan juga mengingat sekte Naga Surgawi yang telah menutup diri dari dunia luar, sehingga tidak mungkin mereka berasal dari sana". Ujar seorang pendekar.
"Aku harus melaporkan hal ini kepada ayahKu". Ujar sang pria pengganggu.
Sesampainya di kediaman bangsawan Zhi, ketiganya segera menuju ke bangunan utama dimana ayahnya berada.
Seorang pendekar Dewa Bumi dan Pendekar Dewa Langit segera memberitahukan kedatangan mereka.
"Ada masalah apa lagi yang telah dia lakukan sehingga dia datang untuk menemuiKu!?". Pikir sang ayah.
"Ayah! Aku datang untuk melaporkan bahwa ada seorang pemuda yang telah berani mengintimidasiKu".
"Kamu ini tidak ada sopan santunnya sama sekali". Bentak ayahnya.
"Sudahlah ayah! Apa yang menimpaKu lebih penting dari sekedar formalitas kesopanan itu". Balas pria itu kepada ayahnya.
"Siapa yang berani mengintimidasi diriMu?". Tanya sang ayah.
"Sepasang muda mudi ayah, mereka saat ini sedang berada di tepi sungai Jiang". Jawab sang anak.
"Maafkan kami Tuan! Tingkat kultivasi pemuda itu lebih tinggi dari kita berdua". Jawab pengawal putranya sambil menunduk dan menangkupkan tangan.
"Iya Tuan! Dari aura intimidasi yang aku rasakan, tingkat kultivasi pemuda itu lebih tinggi dari kami". Sambung rekannya agar lebih meyakinkan.
Memang tingkat kultivasi kedua pendekar yang bersama - sama dengan putra bangsawan Zhi masih berada di tingkat Pendekar Langit awal.
Sehingga jarak antara tingkat kultivasi mereka dengan Hong Jiannan bagaikan langit dan bumi.
Mendengar penjelasan dari kedua pendekar yang bersama dengan putranya, pria tua itu pun sejenak berpikir.
"Siapa pemuda itu yang telah berani mengintimidasi putraKu?".
"Apakah kalian tau dia berasal dari mana?". Tanya pria itu lagi.
"Kami tidak tahu ayah! Sebab pakaian yang keduanya gunakan tidak menunjukkan identitas mereka dari sekte atau perguruan ilmu bela diri yang ada di wilayah kekaisaran Zhou ini". Jawab putranya.
"Baiklah, jika memang seperti itu, ayo kita menyambangi pemuda itu". Ajak bangsawan Zhi.
Kini keenam orang itu pun segera bergegas untuk menuju ke tempat dimana Hong Jiannan dan juga Huaiying berada.
Saat mereka tiba di tempat yang mereka tuju, terlihat sepasang muda - mudi masih terfokus menikmati keindahan yang di suguhkan oleh Sungai Jiang.
"Hei anak muda! Siapa kamu yang telah berani menyinggung putraKu!?". Kata - kata yang keluar dari mulut sang bangsawan saat tiba di dekat keduanya..
Mendengar suara itu, Hong Jiannan pun segera membalikkan tubuhnya dan menatap kearah dimana keenam orang itu berada.
__ADS_1
"Apakah yang tuan maksudkan itu adalah aku!?". Hong Jiannan menanggapinya dengan balik bertanya.
"Anak muda! Sepertinya kamu belum mengenal siapa diriKu!".
Ujar sang bangsawan itu dengan nada suara yang penuh penekanan.
"Apakah kamu sebegitu terkenalnya sehingga aku harus mengenaliMu!?". Balas Hong Jiannan sambil tersenyum menyeringai menatap kearah pria itu.
"Rupanya kamu tidak tau tingginya langit dan dalamnya lautan sehingga diriMu begitu berani bersikap arogan di hadapanKu".
"Aku harus membuat perhitungan denganMu agar kedepannya kamu tidak lagi bisa menyombongkan diri di depan orang lain!".
Sang bangsawan tersebut kini mulai naik pitam dengan sikap yang di tunjukkan oleh Hong Jiannan yang seakan menganggap remeh dirinya.
"Hei pak tua! Apa yang kamu katakan barusan...?".
"Aku tidak mengetahui tingginya langit dan dalamnya lautan..?".
"Sepertinya kata - kata itu lebih pantas di tujukan kepadaMu".
"Apakah dengan seorang Pendekar Dewa Langit dan juga seorang Pendekar Dewa Bumi kamu sudah merasa hebat dan berani membual di hadapanKu!?".
"Aku tidak ingin meladeni kalian, oleh karena itu, aku masih berkompromi dengan perbuatan kalian ini yang sudah mengganggu kami berdua".
"Sebaiknya kalian secepatnya pergi dari sini sebelum kesabaranKu habis!".
Mendengar perkataan pemuda di depannya, sang bangsawan pun menatap ke arah kedua pendekar dewa yang ikut bersamanya.
Pria yang adalah seorang Pendekar Dewa Langit segera memberikan isyarat kepada tuannya untuk segera pergi dari tempat itu.
Sedangkan bangsawan Zhi yang mendapatkan isyarat itu merasa sangat emosi dengan keputusan bawahannya tersebut.
"Aku tidak terima dengan penghinaan ini".
"Kalian aku bayar untuk menjaga martabat dan harga diriKu serta keselamataKu dan juga seluruh keluargaKu".
"Jadi aku perintahkan kalian untuk memberi pelajaran kepada anak muda yang sombong ini!".
Teriak bangsawan Zhi memerintahkan kepada kedua pendekar tersebut untuk menyerang Hong Jiannan.
Namun perintah pria tua itu tidak di gubris oleh kedua pendekar tersebut.
"Tuan! Bukannya kami tidak ingin mengikuti perintahMu".
"Tetapi kamu juga harus tahu identitas pemuda yang berada di depan kita ini!".
"Kalau aku tidak salah mengenalnya, dia adalah adik dari Penguasa Ma Guang!".
"Dan dialah yang banyak memberantas para pendekar aliran hitam sepuluh tahun yang lalu!".
"Apakah benar anda adalah Hong Jiannan pendekar muda sepuluh tahun yang lalu itu!?". Tutup Pendekar Dewa Langit itu bertanya kepada Hong Jiannan.
"Iya! Aku sangat tersanjung karena senior bisa mengenaliKu!". Ucap Hong Jiannan sambil menangkupkan tangannya.
Mendengar nama Ma Guang dan Hong Jiannan, tanpa aba - aba, bangsawan Zhi segera menjatuhkan lututnya dan langsung bersujud.
__ADS_1
~Bersambung~