Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 85. Bertemu Tiga Saudara Su Tian


__ADS_3

"Sudah! Pekerjaan kami sudah selesai!." Ucap Su Tian.


"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?." Tanya Liang Kun.


"Kita harus secepatnya meninggalkan kota ini." Ucap Su Tian.


"Komandan! Aku ingin menanyakan suatu hal kepadaMu!." Ucap Ma Guang.


"Hal apa yang ingin tuan muda tanyakan?." Tanya Liang Kun.


Akhirnya Ma Guang menceritakan perjalanan mereka saat memasuki desa wilayah kerajaan Yan hingga tiba di kota itu dan membantai seluruh anggota keluarga klan Jiulong.


"Apakah aku bisa membunuh tuan muda Yun Yelu?." Tanya Ma Guang dengan wajah yang serius menunggu jawaban dari Liang Kun.


"Sebenarnya kematian tuan muda Yun Yelu memang akan mempengaruhi hubungan antara kerajaan Yan dan juga kerajaan Qi, tetapi jika hal itu bisa di ketahui oleh orang lain. Tetapi jika hal itu tidak di ketahui oleh orang lain, itu hanya akan mempengaruhi politik di dalam kerajaan Yan saja." Ucap Liang Kun.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita menghabisi saja Yun Yelu beserta dengan pengawal - pengawalnya yang mengetahui akan identitas kita?." Ucap Ma Guang lagi.


"Jika mereka semua dapat kita habisi dan rahasia ini akan tertutup rapat. Ayo kita lakukan!." Ucap Su Tian dengan penuh semangat.


"Baiklah, ayo kita bergerak selagi masih memiliki waktu yang tersisa." Ajak Ma Guang sambil berdiri dan bergerak meninggalkan tempat dimana Liang Kun berada.


Keempat sosok itu kembali melesat di atas atap bangunan yang ada di kota Ji.


Setelah mereka sudah berada di dekat kediaman keluarga bangsawan Yun. Mereka kembali menghentikan pergerakan mereka.


Ma Guang kembali menajamkan persepsinya untuk mencari keberadaan dari para penjaga kediaman Yun.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Ma Guang menemukan posisi dari semua penjaga tersebut.


Ada sepuluh orang yang berjaga di kediaman itu.


"Ternyata penjagaan keluarga bangsawan Yun lebih kuat dari penjaga keamanan klan Jiulong." Gumam Ma Guang di dalam hatinya.


"Guang'er! Ada apa? Apa yang kamu rasakan?." Tanya Su Tian.


"Penjagaan di tempat ini lebih kuat dari penjagaan di kediaman klan Jiulong. Di kediaman ini ada seorang pendekar suci yang menjaganya. Ternyata cerita yang mengatakan bahwa pendekar suci itu hanya di miliki oleh sekte - sekte besar sangat keliru." Ucap Ma Guang.


"Nona Xia! Ayo kita masuk dengan menggunakan kekuatan jiwa kita. Dan untuk guru dan nona Yuan tetap menunggu dan menjaga tubuh kami berdua." Ucap Ma Guang.


"Baik!." Jawab kedua orang tersebut.


Ma Guang dan juga Xia Jiao langsung duduk bermeditasi serta jiwa mereka berdua langsung keluar dari tubuh mereka.


Setelah memasuki area kediaman keluarga bangsawan Yun, jiwa mereka sudah di sambut oleh jiwa tiga orang pria paruh baya.

__ADS_1


"Selamat datang anak muda! Mengapa memasuki kediaman ini dengan menggunakan kekuatan jiwa kalian berdua? Apakah kalian ingin melakukan sesuatu yang tidak di inginkan oleh keluarga bangsawan Yun?." Ucap salah satu pria tua di depan Ma Guang dan juga Xia Jiao.


"Tadi aku hanya dapat merasakan satu orang pendekar suci saja, kenapa sekarang sudah ada tiga orang pendekar suci di tempat ini?." Gumam Ma Guang.


"Aku sangat kagum bisa melihat dua orang yang masih berusia muda tetapi sudah bisa mencapai pendekar suci dan juga sudah membuka gerbang ke lima yaitu gerbang kematian. Tetapi yang menjadi pertanyaanKu adalah, siapa guru kalian? Sebab hanya kitab dari keluarga kami yang bisa menuntun seseorang untuk bisa dengan cepat menjadi pendekar suci." Ucap salah satu pria yang ada di depan Ma Guang.


"Senior! Guru saya adalah Su Tian!." Ucap Ma Guang.


"Apa!? Su Tian? Dimana dia berada?." Tanya pria itu lagi.


"Akan aku tunjukan, tetapi saya ingin bertanya terlebih dahulu, mengapa kalian mengenalnya?." Ucap Ma Guang.


"Su Tian adalah saudarah termuda kami, tetapi pemahaman ilmu bela dirinya terlalu rendah, sehingga hanya dirinya yang tidak bisa menjadi pendekar ahli. Dan saat penyerangan kediaman keluarga kami, kami bertiga sedang berada di luar kota Ji ini. Sehingga kami juga selamat dari serangan tersebut." Ucap salah satu pria tua tersebut.


"Tetapi kenapa para senior berada di tempat ini?." Tanya Ma Guang.


"Harta kekayaan kami telah musnah, jadi untuk meningkatkan kemampuan ilmu bela diri kami bertiga, kami menjadi pelindung keluarga bangsawan Yun." Ucap pria tua itu lagi.


"Apakah perkataan senior bisa di percayah?." Tanya Ma Guang.


"Anak muda! Jika kamu adalah murid dari Su Tian, kamu tidak pantas memanggil kami dengan sebutan senior, karena kami ini adalah saudaranya Su Tian." Ucap salah satu pria tua di depan Ma Guang.


"Hal itu belum bisa di buktikan, jadi aku juga belum bisa menganggap kalian sebagai paman guruKu." Balas Ma Guang.


"Aku ingin memberikan pelajaran kepada Yun Yelu. Karena dia telah merencanakan sesuatu yang jahat kepada diriKu dan juga guru Su Tian." Ucap Ma Guang.


"Apa yang di rencanakannya?." Tanya pria tua itu lagi.


"Dia ingin membuat kami di tangkap dan ingin menjatuhi hukuman mati kepada aku dan guru Su Tian agar dia bisa memiliki dua gadis yang bersama denganKu." Jawab Ma Guang.


Mendengar apa yang di sampaikan oleh Ma Guang, ketiga pria tua itu langsung saling berbisik.


"Anak muda! Untuk melakukan hal itu di kediaman ini, tentunya kamu tidak bisa melakukannya, karena kami bertiga adalah pelindung di tempat ini." Ucap pria tua.


"Kamu bisa melakukannya di luar dari kediaman ini, karena itu sudah di luar tanggung jawab kami." Ucap pria tua yang satunya lagi.


"Ternyata mereka ini benar saudarah dari guru Su Tian, jika tidak, pasti mereka sudah menyerang kami berdua." Gumam Ma Guang.


"Paman Guru! Kalau begitu, silahkan kalian kembali keraga kalian untuk bertemu dengan guru Su Tian." Ucap Ma Guang sambil memberi hormat yang di ikuti oleh Xia Jiao.


Akhirnya ketiga orang tua itu kembali ke tempat raga mereka berada.


Setelah beberapa saat kemudian, ketiga pria itu sudah kembali dan mengikuti jiwa Ma Guang dan juga Xia Jiao.


Su Tian dan juga Yuan Jiali langsung mempersiapkan diri mereka berdua saat melihat ada tiga sosok orang yang mendatangi tempat mereka berada.

__ADS_1


Ma Guang dan juga Xia Jiao langsung bangkit dari posisi mereka, pertanda jiwa mereka sudah menyatu kembali dengan raga mereka.


"Siapa kalian?." Ucap Su Tian.


"Apakah karena sudah puluhan tahun telah berlalu sehingga diriMu sudah tidak bisa mengenali saudarahMu ini?." Ucap salah satu pria yang mendekati mereka.


"Kakak pertama! Kakak kedua! Kakak ketiga! Apakah ini benar - benar kalian?." Tanya Su Tian.


"Lantas, siapa kami jika ini bukan kami?." Ucap salah satu dari mereka.


Su Tian langsung menghamburkan dirinya dan langsung memeluk pria yang di sebut kakak pertamanya.


Dirinya juga langsung di sambut dengan bahagia oleh dua pria lainnya.


"Adik! Sebenarnya dimana keberadaanMu selama ini? Mengapa kami tidak menemukan diriMu?." Tanya kakak keduanya.


"Aku lari dan bersembunyi di wilayah kerajaan Qi." Ucap Su Tian.


"Jadi apa yang sudah kalian lakukan malam ini?." Tanya kakak tertuanya.


"Aku sudah membalaskan dendam keluarga kita dengan menghabisi keluarga klan Jiulong." Ucap Su Tian.


"Memangnya kenapa dengan klan Jiulong?." Tanya pria itu lagi.


"Merekalah otak di balik pembantaian keluarga kita, agar mereka bisa menjadi salah satu pilar kerajaan Yan." Ucap Su Tian.


"Apa!? Jadi klan Jiulong dalang dari semua itu?." Ucap mereka bertiga secara bersamaan karena terkejut mendengar apa yang di sampaikan oleh Su Tian.


"Dan sekte Seribu Racun yang menjadi eksekutornya." Lanjut Su Tian.


"Apa benar yang adik sampaikan ini?." Tanya salah satu kakaknya.


"Iya kakak!." Ucap Su Tian.


"Sebenarnya jika kami tau dimana letak markar pusat sekte Seribu Racun, kami sudah pergi terlebih dahulu kesana untuk menghabisi mereka. Namun karena kami tidak mengetahui tempatnya, sehingga kami terlebih dahulu menyerang klan Jiulong. Dan untuk tiga keluarga bangsawan yang lain, mereka juga mengetahui akan apa yang di lakukan terhadap keluarga kami." Jelas Su Tian.


"Bagaimana bisa seperti itu?." Tanya salah satu dari kakaknya.


"Itu di sebabkan karena keluarga kita sudah menjadi keluarga yang terkuat diantara tiga keluarga lainnya." Jawab Su Tian.


Aura energi tenaga dalam dari mereka mulai merembes keluar dari tubuh ketiga pria tua itu.


"Mereka harus membayar apa yang telah mereka lakukan." Ucap salah satu dari mereka.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2