
Setelah Ma Guang memberitahukan aturan untuk bertarung.
Akhirnya pertarungan pun mulai di lakukan.
Yang melakukan pertarungan pertama adalah gadis bernama Yiu Lee.
Sedangkan gadis yang satunya lagi yaitu Kha Lia, menunggu gilirannya sesudah Yiu Lee.
Ma Guang langsung membuat formasi pelindung di sekitar panggung arena tersebut.
Yiu Lee pun langsung bersiap menghadapi lawannya.
Saat sudah mendapatkan isyarat untuk bertarung, akhirnya keduanya langsung melesat dan menyerang satu sama lain.
Yiu Lee langsung membekukan panggung arena tersebut dengan energi dingin miliknya.
Saat lawannya bersiap untuk melesat menyerang gadis tersebut, pijakannya langsung tidak stabil karena lantai arena itu kini sudah di lapisi oleh es.
Sehingga Yiu Lee mampu menyarangkan serangan bola es miliknya ke tubuh lawannya itu.
Tubuh pria yang menjadi lawan Yiu Lee langsung terhempas dan terjatuh dari panggung arena tersebut.
"Sial! Mengapa aku bisa se ceroboh itu!." Gerutu lawan Yiu Lee.
Memang para murid belum pernah bertarung dengan lawan yang memiliki kemampuan energi hawa dingin seperti para murid dari sekte Es Abadi, sehingga mereka bisa saja dengan mudah di kalahkan oleh lawan seperti itu.
"Ha...ha...ha...ha...ha! Nona Bing lihat! Itu imbalannya jika tidak memperhitungkan kemampuan lawan terlebih dahulu! Atau pun terlalu menganggap remeh lawan di depannya!." Tutur Ma Guang menertawakan muridnya yang terjatuh dari panggung arena.
Ma Guang tertawa karena dirinya mengingat saat dirinya bertarung dengan Bing Bihai di kompetisi belasan tahun yang sudah berlalu.
"Sombong! Kamu itu bukan menertawakan muridMu! Tetapi kamu sedang menertawakan aku saat di kalahkan olehMu waktu dulu!." Tutur Bing Bihai dengan nada suara yang dongkol.
"He...he...he...he...he! Itu sudah berlalu, jadi tidak perlu di kenang lagi!." Tutur Ma Guang yang sedikit menggoda wanita di sampingnya.
Akhirnya Yiu Lee pun turun dari panggung arena dan langsung di gantikan oleh Kha Lia.
Lawan Kha Lia pun langsung melesat naik ke atas panggung.
Keduanya pun langsung bersiap untuk bertarung.
Hal yang di lakukan oleh Yiu Lee sudah tidak berguna lagi untuk lawan Kha Lia, sehingga Kha Lia harus menggunakan trik yang lain.
Gadis itu langsung membentuk tombak - tombak es yang berwarna seperti kristal yang menandakan bahwa tingkat kepadatan es tersebut sudah berada di level yang tinggi.
__ADS_1
Lawannya pun langsung juga menyiapkan serangannya dengan mencabut pedang miliknya dan langsung melayang di atas udara.
Pendekar tersebut sudah menguasai jiwa pedang, sehingga dia sudah bisa mengendalikan dari jarak jauh pedang miliknya.
Melihat hal tersebut, Kha Lia langsung berinisiatif untuk menyerang lawannya terlebih dahulu.
Tombak - tombak es langsung melesat menyerang lawannya.
Pria yang menjadi lawannya hanya menggerakkan tangannya dan langsung membuat puluhan pedang energi yang terbang juga menyambut serangan Kha Lia.
Sedangkan pedang asli miliknya kini sedang menyerang Kha Lia dari samping.
Pria itu tidak menyadari akan rencana dari gadis yang dia lawan tersebut.
Saat tombak - tombak es itu meluncur, tubuh gadis itu juga sudah menciptakan sebuah tombak es juga di tangannya untuk menyerang lawannya sambil membekukan kaki lawannya yang sedang menginjak lantai arena.
Tetapi pria itu juga sedang mengendalikan pedangnya untuk menyerang Kha Lia dari samping.
Booommm...booommm...booommm
Ledakan - ledakan pun terjadi di saat tombak es dan juga pedang energi keduanya bertemu.
Tetapi pria itu di kejutkan dengan kemunculan lawannya dari kabut yang di hasilkan oleh ledakan yang terjadi sambil menusukkan tombak es ke tubuhnya.
Saat pria itu ingin melangkah mundur, kedua kakinya sudah tidak bisa lagi di gerakkan.
Duuuaaarrr
Bunyi ledakan saat tombak es milik Kha Lia membentur perisai pelindung milik lawannya.
Serangan tombak es milik Kha Lia tidak bisa menembus perisai pelindung milik lawannya.
Hal itu karena tingkat kultivasi lawannya lebih tinggi.
Di saat yang hampir bersamaan dengan ledakan tersebut, pedang milik lawannya kini melesat ke arah Kha Lia.
Perisai es miliknya langsung terbentuk sambil membentuk juga sebuah martil es besar yang berbentuk lonjong untuk menghancurkan perisai milik lawannya.
Konsentrasi lawan Kha Lia langsung terpecah saat dirinya mengendalikan pedang miliknya dan juga bertahan dari serangan susulan yang di lancarkan oleh gadis tersebut.
Blarrr...booommm
Bunyi ledakan yang di hasilkan oleh serangan pedang milik lawannya dan juga serangan martil milik Kha Lia.
__ADS_1
Energi pedang milik lawan Kha Lia langsung melemah saat pria itu kembali memperkuat pertahanan perisai pelindung miliknya, sehingga pedang tersebut tidak bisa menembus perisai es milik Kha Lia.
Sedangkan martil es besar milik Kha Lia, tidak bisa juga menghancurkan perisai pelindung milik lawannya.
Namun serangan tersebut memberikan kemenangan bagi Kha Lia, sebab saat serangan martil besar yang terbuat dari es tersebut membentur perisai pelindung milik lawannya, pria itu kehilangan posisi untuk berdiri.
Saat pria itu kehilangan posisi berdiri yang baik, Kha Lia langsung melepaskan es yang membekukan kaki lawannya itu, sehingga membuat pria tersebut terdorong hingga keluar dari panggung arena.
Hal tersebut langsung membuat lawan Kha Lia kalah walau pun tidak menerita luka sedikit pun.
"Wah, cerdik juga kedua jenius muda milik sekteMu ini!." Tutur Ma Guang sambil menepuk tangannya.
Bing Bihai yang melihat tingkah pria disampingnya itu langsung tersenyum dan berkata.
"Apakah aku kurang cerdik dan pintar juga?." Tutur Bing Bihai sambil tersenyum menggoda Ma Guang.
"Saat kamu masih seusia mereka, kamu itu tidak secerdas mereka, sebab aku dengan begitu mudah mengalahkanMu!." Ujar Ma Guang sambil menyengir mengejek Bing Bihai.
"Apa kataMu!? Apakah saat ini kamu sedang mengejek diriKu!?." Tanya Bing Bihai dengan wajah yang masam menatap Ma Guang.
"Itu hanya perasaanMu saja! Tetapi jika itu adalah apa yang kamu yakini! Tidak ada salahnya juga!." Ujar Ma Guang sambil tersenyum mengejek wanita di sampingnya.
Bing Bihai yang mendengar hal tersebut langsung lebih merasa di rendahkan oleh pria di sampingnya.
Wanita itu pun langsung diam dan tidak mau menanggapi lagi perkataan dari Ma Guang.
Pria itu langsung merasakan perubahan sikap wanita di sampingnya itu.
Apa lagi kini kedua jenius muda yang dia bawah kini sudah di kalahkan dengan mudah oleh dua pendekar sekte Bambu Kuning.
"Ternyata kamu masih sangat menyukai sikap lamaMu itu! Tetapi tidak mengapa jika itu sikap dari seorang wanita yang cantik seperti diriMu!." Tutur Ma Guang menggoda Bing Bihai.
Mendengar perkataan Ma Guang, Bing Bihai yang saat itu sedang mengambek itu langsung sedikit tersenyum.
"Jadi bagaimana menurutMu nona Bing? Apakah mereka akan melanjutkan lagi pertarungannya!?." Ujar Ma Guang merubah topik pembicaraan.
Bing Bihai yang baru saja terbuai dengan pujian yang keluar dari mulut pria di sampingnya langsung kembali tersadar dengan pertanyaan dari Ma Guang.
"Mereka butuh istirahat, nanti kita lanjutkan lagi besok hari!." Balas Bing Bihai.
"Terus, kapan kamu kembali ke sekteMu!?." Tanya Ma Guang penasaran.
"Apakah perkataanMu ini mengartikan bahwa kamu sedang mengusirKu!?." Balas Bing Bihai menanggapi perkataan Ma Guang.
__ADS_1
"Eh, bukan! Nona Bing! Aku tidak bermaksud seperti itu!." Jawab Ma Guang dengan grogi.
~Bersambung~