
Ma Guang langsung membawa Bing Bihai melanjutkan perjalanan mereka.
"Nona Bing! Mengapa kamu tidak protes saat di panggil nyonya oleh beberapa orang saat kita memasuki kota Rulong!?." Tanya Ma Guang.
"Biar saja mereka memanggilKu seperti itu! Agar supaya aku tidak di ganggu oleh para pria hidung belang!." Ujar Bing Bihai menanggapi pertanyaan Ma Guang.
"Oh, jadi itu alasanMu tidak protes dengan panggilan tersebut!?." Ujar Ma Guang lagi sambil tersenyum menggoda wanita tersebut.
Bing Bihai tidak menanggapi perkataan Ma Guang, wanita itu langsung menanyakan fenomena yang terjadi di restoran yang mereka singgahi sebelumnya.
"Pendekar Ma! Mengapa mereka seantusias itu saat mengetahui namaMu!?." Tanya Bing Bihai penasaran.
"Itu karena sebelumnya aku pernah menghancurkan istana kekaisaran Qiang!." Jawab Ma Guang jujur.
"Apa? Jadi kata - kataKu itu yang membuat tuan muda Dao Feng bersama lima pengawalnya langsung bersujud di kakiMu!? Awalnya aku berpikir mereka hanya bersandiwara di depan kita! Ternyata apa yang aku katakan memang sudah terjadi sebelumnya!." Tutur Bing Bihai.
Keduanya terus melesat terbang ketempat tujuan mereka hingga beberapa jam kemudian akhirnya mereka berdua mulai memasuki wilayah pengunungan yang menjulang tinggi dan di selimuti oleh salju yang tebal.
"Apakah tempat tujuan kita sudah dekat!?." Tanya Bing Bihai penasaran.
"Iya! Tidak lama lagi kita akan sampai di tempat yang aku maksudkan tersebut!." Jawab Ma Guang.
Dan benar saja, tidak lama kemudian Ma Guang sudah melihat gunung yang terdapat goa di dalamnya.
Pemuda itu langsung terbang rendah serta mendarat tepat di depan pintu masuk goa yang di tuju.
Pemuda itu langsung melepaskan formasi pelindung serta formasi pengabut tingkat pendekar dewa surgawi yang telah di pasang sebelumnya.
Bing Bihai kini sudah bisa melihat mulut goa itu serta mulai merasakan aura energi dingin yang berasal dari dalam goa tersebut.
Ma Guang langsung mengajak Bing Bihai untuk memasuki goa itu sambil kembali menciptakan dua formasi yang berbeda untuk melindungi tempat tersebut dari orang lain.
Ma Guang langsung menciptakan perisai pelindung dari energi api miliknya.
Sedangkan untuk Bing Bihai, Ma Guang memberikan petunjuk untuk bermeditasi dan menyerap setiap energi dingin yang ada di dalam goa tersebut dan di gunakan untuk membuka beberapa gerbang pendekar suci yang tersisa.
Wanita itu semakin kagum dengan pemuda tersebut.
Karena teknik yang di beritahukan kepadanya adalah teknik yang sangat mudah untuk membuka setiap gerbang yang tersisa.
Karena saat ini Bing Bihai baru bisa membuka gerbang keenam dari delapan gerbang yang ada, sehingga Ma Guang memberinya petunjuk cara untuk membuka gerbang ke tujuh.
__ADS_1
Bing Bihai langsung bermeditasi dan mulai menyerap aura energi dingin yang sangat kuat di dalam goa itu.
Wanita itu pun mulai melakukan apa yang Ma Guang sampaikan kepadanya saat membuka gerbang ketujuh.
Hanya membutuhkan waktu sehari saja, wanita itu sudah bisa membuka gerbang ke tujuh pendekar suci.
Setelah selesai memperkuat pondasinya, Bing Bihai langsung membuka matanya dengan senyuman yang puas menatap Ma Guang.
"Pendekar Ma! Anda benar - benar sangat jenius! Aku membutuhkan waktu berbulan - bulan untuk bisa membuka setiap gerbang yang ada!." Tutur Bing Bihai jujur.
"Nona Bing terlalu memujiKu!." Tutur Ma Guang.
"Baiklah! Saat ini nona Bing harus membuka gerbang kedelapan lagi!." Tutur Ma Guang sambil memberitahukan teknik agar bisa dengan cepat bisa membuka gerbang kedelapan sebagai pendekar suci.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Ma Guang, Bing Bihai kembali bermeditasi dan melakukan apa yang di ajarkan oleh Ma Guang.
Satu hari pun kembali berlalu dan Bing Bihai kini sudah membuka gerbang kedelapan.
Setelah itu, Ma Guang pun mulai mempersiapkan wanita itu untuk bisa menembus menjadi seorang pendekar langit.
Ma Guang mulai memberikan pengarahan kepada Bing Bihai disaat dirinya mau membuka ruang dantian ketiga milik Bing Bihai.
Setelah Bing Bihai paham, pemuda itu langsung menyuruhnya bermeditasi untuk mulai melakukan hal tersebut.
Ma Guang langsung bersiap untuk menjaga kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Sebab letak dantian di bagian atas berada sedikit keatas di antara kedua mata atau terletak di dahi.
Energi tenaga dalam milik Bing Bihai langsung di pusatkan ke titik yang berada di dahi wanita itu.
Wanita itu dengan sangat berhati - hati mulai memadatkan energi tenaga dalam miliknya dan di pusatkan tepat di titik yang berada di dahinya.
Saat sudah siap untuk di ledakkan, Bing Bihai langsung memberikan isyarat dengan jemarinya kepada Ma Guang.
Ma Guang pun langsung bersiap untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Ledakan pun terjadi di titik yang di pusatkan energi tenaga dalam milik wanita tersebut.
Bing Bihai terus mengontrol ledakan energi tenaga dalam miliknya yang terus berusaha untuk keluar dari dalam ruang kecil yang baru saja tercipta.
Kekuatan ledakan itu terus memaksa untuk membuka ruang dantian ketiga milik Bing Bihai.
__ADS_1
Walau pun di dalam ruang goa yang sangat dingin itu, tetapi tetap saja keringat mulai keluar dan membasahi tubuh indah Bing Bihai saat membuka ruang dantian miliknya.
Beberapa saat kemudian, tenaga wanita itu mulai melemah yang di ikuti oleh isyarat yang tubuhnya tunjukkan.
Gejolak energi tenaga dalam di dalam ruang dantian yang belum benar - benar terbuka itu mulai terlihat tidak terkendali.
Ma Guang langsung menekan dan menyelimuti energi tenaga dalam tersebut dengan energi Qi miliknya.
Akhirnya Bing Bihai tidak sadarkan diri, sedangkan Ma Guang masih tetap mengontrol gejolak ledakan energi tenaga dalam miliknya.
Hal itu terjadi karena, Bing Bihai terlalu cepat untuk membuka ruang dantian ketiga miliknya sebelum dirinya benar - benar siap melakukan hal itu.
Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya ruang dantian ketiga milik Bing Bihai sudah terbuka penuh dan energi tenaga dalam yang awalnya bergejolak, kini sudah tenang kembali dan memenuhi ruang dantian miliknya.
Hal yang istimewa jika telah membuka ruang dantian ketiga tersebut adalah bisa menggunakan teknik mata ketiga yang biasa di gunakan juga oleh Ma Guang.
Pemuda itu pun langsung mengambil posisi di belakang tubuh Bing Bihai dan langsung menyalurkan sedikit energi Qi miliknya untuk memulihkan tenaga wanita tersebut.
Setelah selesai menyalurkan sedikit energi Qi miliknya, Bing Bihai langsung siuman.
Saat wanita itu tersadar, dia langsung mencari Ma Guang yang kini sedang duduk bersila di belakangnya.
"Pendekar Ma! Pendekar Ma! Dimana kamu!?." Panggil Bing Bihai sambil berteriak.
Ma Guang tetap diam tidak menjawab panggilan wanita tersebut dan mengaburkan keberadaannya.
Saat wanita itu membalikkan badannya untuk melihat kedalam ruang goa tersebut, wanita itu langsung tersentak karena melihat wajah pemuda itu yang kini jaraknya tidak jauh dari wajahnya.
Wanita itu memundurkan tubuhnya dan langsung tersipu malu sambil berkata.
"Apakah aku sudah berhasil membuka ruang dantian ketiga milikKu!?." Tanya Bing Bihai penasaran.
"Iya! Nona Bing sudah berhasil membukanya, nona Bing silahkan memfokuskan kekuatan jiwa nona Bing dan lihatlah ruang dantian ketiga milik nona!." Ujar Ma Guang.
Bing Bihai langsung menuruti apa yang di perintahkan oleh Ma Guang.
Bibirnya mulai mengembang tersenyum karena telah berhasil membuka ruang dantian ketiga miliknya.
Paras yang cantik itu mulai menggoda hati, pikiran serta perasaan dari pemuda yang sedang menatapnya.
"Apakah ini kelemahanKu!? Tidak! Aku merasa bahwa setiap pria pasti tidak bisa bertahan dengan godaan paras yang cantik seperti paras nona Bing ini!." Gumam Ma Guang di dalam hatinya sambil memalingkan pandangannya dari paras cantik Bing Bihai.
__ADS_1
"Sudah cukup! Sudah cukup! Aku bisa melukai lagi setiap hati serta perasaan dari tiga wanita itu jika aku tidak mampu bertahan!." Pikir Ma Guan sambil melawan apa yang di inginkan oleh mata, pikiran serta hatinya saat itu.
~Bersambung~