Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 355. Kepedihan Long Dier


__ADS_3

Kini dua makhluk surgawi yang menjadi bawahan Long Disan sudah menjadi raja setiap ras mereka masing - masing sesuai dengan rencana yang Long Disan atur.


Sedangkan Long Disan sendiri kini sedang menjelaskan kepada kakaknya tentang apa yang baru dia alami bersama Long Disi.


"Jika kakak mau! Mari ikut aku untuk pergi ketempat dimana pertempuran itu terjadi sebelumnya!." Tawaran dari Long Disan.


Mendengar tawaran tersebut! Long Dier pun segera mengikuti adiknya itu.


Mereka pun pergi menggunakan portal ruang dan waktu sehingga bisa tiba dengan cepat ketempat yang mereka tuju.


Saat tiba di tempat tersebut, Long Dier pun sangat terkejut merasakan aura kekuatan Dewa Sejati yang begitu banyak telah bertarung di tempat itu.


"Bagaimana bisa aku melawan mereka dengan kekuatanKu yang hanya seperti ini?." Pikir Long Dier.


"Kakak! Kekuatan kakak bisa aku tingkatkan, akan tetapi menurutKu kakak harus memberikan terlebih dahulu posisi kakak sebagai raja naga kepadaKu!." Tutur Long Disan dengan nada suara yang dingin.


Mendengar perkataan Long Disan, sang raja Naga Api Surgawi seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar tersebut.


Memang tahta kerajaan ras Naga Api Surgawi telah di rampas oleh Long Dier dari Long Huo atas bantuan Long Disan dan juga Long Disi.


Sehingga pikiran Long Dier pun kini mulai mengingat kembali bagaimana pengkhianatan yang di lakukannya terhadap Long Huo.


Kini hal itu juga terjadi kepada dirinya sendiri dan itu juga di lakukan oleh adiknya sendiri.


"Long Disan! Apakah kamu tidak mengingat bagaimana kebersamaan kita selama ribuan tahun?."


"Aku selalu memperhatikan kalian berdua tidak seperti kakak tertua kita yang hanya memperhatikan Long Wang!."


"Apakah kamu sudah melupakan semua kebaikanKu kepadaMu?."


Long Dier terus mengingatkan kepada adiknya itu bagaimana kebersamaan mereka serta kebaikannya kepada kedua adiknya tersebut.


Namun Long Disan tidak memperdulikan kata - kata dari kakaknya tersebut.


Setelah sudah beberapa saat Long Disan mendengarkan perkataan Long Dier, akhirnya sang adik pun berkata.


"Kakak! Jika kamu merasa benar - benar sangat mengasihi aku! Serahkan saja posisiMu sebagai raja Naga Api Surgawi kepadaKu!."


"Jika kamu melakukan hal itu dengan tulus! KematianMu tidak akan ada penyesalannya!."


"Biarkan aku yang memimpin bangsa Naga Api untuk menundukkan seluruh bangsa Naga Surgawi dibawah kekuasaanKu serta melengserkan Kaisar Naga Surgawi dan merebut takhtanya!." Tutur Long Disan.


"AmbisiMu terlalu besar! Dan untuk mencapai hal itu tidak sesederhana seperti yang kamu pikirkan itu!."


"Untuk menundukkan seluruh bangsa Naga agar berada dibawah kekuasaanMu adalah suatu impian yang sangat konyol!."

__ADS_1


"Karena kekuatan sejati kita saat ini tidak berada di tingkat tertinggi, yaitu berada di tingkat Raja Dewa!."


"Kekuatan sejati kita hanya sebagai Dewa Surgawi yang hanya setara dengan kekuatan para jenderal dari bangsa Naga yang lain!."


Long Dier terus berkata untuk bisa membuat Long Disan menjadi pesimis dengan apa yang dia impikan.


Long Disan yang mendengar perkataan kakaknya itu hanya tersenyum sinis menatap ke arah kakaknya itu.


"Apakah kekuatan sejatiKu akan meningkat jika menyerap esensi dari darah murni, batu permata serta inti jiwa dariMu dan juga dari tubuh yang memiliki kedua benda itu yang adalah milik dari Long Huo!?."


Mendengar perkataan Long Disan, hati Long Dier langsung bergetar karena tidak menyangka dengan apa yang akan adiknya itu lakukan.


Saat mereka membunuh Long Huo, Long Dier tidak ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang akan di lakukan oleh Long Disan saat itu.


"Apakah ini yang dikatakan karma itu!?."


"Ternyata balasan dari apa yang telah aku lakukan waktu lalu, lebih kejam lagi yang akan aku rasakan!."


Kata - kata yang keluar dari dalam mulut Long Dier dengan perasaan hati yang sangat terluka.


Kesempatan itu pun dia gunakan untuk mengedarkan kekuatan sejatinya keseluruh arah mata angin untuk menyampaikan kepedihan serta penyesalannya dari apa yang pernah dia lakukan, serta balasan yang akan dia terima.


Pesan kepedihan tersebut dapat dirasakan oleh Long Wang dan juga pasukan Naga yang lain karena sama - sama berada di benua utara.


Long Wang langsung bisa mengenal siapa pemilik kekuatan sejati yang di terima olehnya.


"Yang Mulia! Sepertinya aura kekuatan yang membawa pesan sedih ini berasal dari pangeran kedua Long Dier!." Ucap Long Zhihui bertanya kepada Long Wang.


"Yang Mulia! Apa yang harus kita lakukan!?." Lanjut Jiangjun bertanya.


Mendengar pertanyaan dari kedua jenderalnya tersebut, Long Wang pun segera menyelidiki keberadaan Long Dier.


Setelah beberapa saat akhirnya dia bisa menemukan tempat dimana Long Dier berada.


Long Wang langsung mengajak jenderal Long Zhihui dan juga dua komandan pasukan Naga untuk menuju ke tempat tersebut.


Sedangkan Jiangjun tetap berada di sekte Naga Surgawi untuk menjaga Ma Guang serta seluruh petinggi sekte yang saat ini sedang meningkatkan kultivasi mereka.


Dengan kemampuan Dewa Sejati, tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Long Wang, Long Zhihui dan juga dua komandan pasukan Naga untuk bisa tiba di tempat Long Dier dan juga Long Disan berada.


Keempat sosok itu pun kini sudah muncul di samping tubuh seekor Naga yang berukuran besar yang saat itu sudah membiarkan tubuhnya tergeletak di atas permukaan tanah dengan ratapan kepedihan bangsa Naga Surgawi.


Long Disan yang melihat hal tersebut langsung terkejut karena kehadiran sosok manusia yang telah dia ketahui adalah Long Wang.


"Bagaimana bisa!? Bagaimana mungkin mereka bisa mengetahui keberadaan kita di tempat ini!?." Pikir Long Disan.

__ADS_1


"Ternyata pikiranMu itu tidak ubahnya dengan pikiran kebanyakan manusia yang aku ketahui!."


"Penuh dengan ambisi dan keserakahan untuk mendapatkan kekuasaan!."


Ujar Long Wang dengan nada suara yang penuh kewibawaan.


"Ha...ha...ha...ha...ha! Jadi kamu berpikir seperti itu? Baguslah jika demikian! Aku dengan senang hati untuk membuat diriMu menjadi sumber dayaKu agar bisa meningkatkan lagi kekuatan sejatiKu!."


"Dan perlu kamu ketahui, kata - kataMu itu tanpa di sadari telah merendahkan diriMu juga karena telah menjadi bawahan dari seorang manusia yang adalah makhluk rendahan yang memiliki ambisi serta keserahan!."


Balas Long Disan kepada Long Wang untuk menanggapi perkataan adiknya itu.


"Apakah kamu yakin bisa melakukannya dengan kemampuanMu yang hanya setara dengan kekuatan Dewa Bumi awal itu!?."


"Ternyata kamu begitu naif! Kamu pikir kekuatanMu itu yang paling terkuat?."


Mendengar perkataan Long Wang, dengan cepat Long Disan menyerang adiknya tersebut.


Namun posisi tubuhnya yang sekali berkedip saja sudah berada di depan Long Wang langsung di sambut oleh sang raja Naga Laut Timur tersebut.


Booommm


Ledakan besar terjadi dan langsung mendorong tubuh keduanya.


Dengan cepat Long Zhihui dan dua komandan pasukan Naga yang berada di dekat Long Wang segera membawa tubuh Long Dier yang memiliki wujud seekor Naga itu sambil menciptakan formasi pelindung disaat Long Disan menyerang.


Tanah di sekitar kedua Naga yang memiliki kekuatan Dewa Sejati itu kini langsung berubah menjadi debu karena dampak dari kekuatan keduanya.


Tubuh Long Disan terdorong kebelakang sejauh tiga puluh meter.


Sedangkan tubuh Long Wang hanya terdorong sejauh dua puluh meter saja.


Setelah benturan tersebut, tangan Long Disan merasa kebas.


Tidak hanya sampai disitu saja, Long Wang kembali melesat dan menyerang Long Disan.


Long Disan yang melihat tindakan dari adiknya itu, segera mengerahkan kekuatan puncaknya untuk membendung serangan sang adik.


Dua kekuatan besar itu pun kembali bertemu.


Ledakan besar pun kembali terjadi sehingga telah membuat permukaan tanah serta pepohonan besar di sekitar mereka berdua hancur lebur.


Kini sudah tercipta liang besar di tempat tersebut.


Long Disan kini merasa tubuhnya seperti sedang di timpa sebongkah batu besar karena merasa remuk akibat benturan kekuatan keduanya.

__ADS_1


Merasa dirinya tidak bisa mengalahkan sang adik, Long Disan segera menghilang dari tempat itu dan melarikan diri.


~Bersambung~


__ADS_2