
Salah satu prajurit melaporkan apa yang telah terjadi dengan pasukan yang berada di sayap kanan dari rombongannya.
Sedangkan ada tiga orang prajurit mata - mata Ma Guang yang terus berjalan mendahului rombongan pasukan Ma Guang dan akan bergegas melaporkan jika melihat ada pasukan musuh yang akan menuju ke arah rombongan pasukan Ma Guang.
Semua kemungkinan yang akan terjadi sudah di pikirkan oleh Ma Guang. Sehingga langsung di antisipasi olehnya.
Setelah sore hari menjelang, semua pasukan Ma Guang kini sudah berada dua kilo meter dari kota Ye dan juga camp pasukan penjaga perbatasan dari kerajaan Lai sudah berada dua kilo meter di belakang mereka.
Pasukan Ma Guang langsung menyebar di kedua sisi jalan yang akan di lalui oleh sepuluh ribu pasukan kerajaan Lai.
Masing - masing sisi jalan di batasi dengan dinding bukit yang tingginya sekitar tiga puluh meter.
Di sebelah kiri sisi jalan dan berada di atas bukit di pimpin langsung oleh Xia Jiao dan juga komandan You Tao dengan dua ratus lima puluh orang prajurit.
Sedangkan bukit di sebelah kanan sisi jalan, pasukan yang berjumlah dua ratus lima puluh orang sudah berada juga di tempat itu dengan di pimpin oleh Ma Guang dan juga Yuan Jiali.
Sedangkan mata - mata Ma Guang kini berada di depan mereka dengan jarak dua kilo meter dan jangkauan untuk memandang ke arah timur dimana kota Ye berada sekitar satu kilo meter.
Tugas mereka untuk memastikan posisi pasukan lawan.
Ada empat orang mata - mata yang berada di sisi kiri dan kanan jalan untuk melaporkan kepada Xia Jiao dan komandan You Tao serta melaporkan juga kepada Ma Guang.
Saat dapat melihat rombongan pasukan musuh, seorang di antara mereka akan langsung berlari dengan cepat untuk melaporkan hal itu, agar pasukan Ma Guang akan segera untuk bersiap. Begitu juga seterusnya dengan ketiga orang yang lain.
Jumlah pasukan musuh yang dua puluh kali lebih banyak dari pasukan Ma Guang tentunya sangat mustahil untuk bisa dengan mudah mengalahkannya.
Sehingga pasukan Ma Guang hanya akan menyerang dan memancing mereka agar bisa masuk dalam jebakan-jebakan yang sudah di siapkan.
Ma Guang memerintahkan seluruh pasukannya untuk beristirahat agar jika pasukan musuh sudah berada di dekat, mereka sudah dalam kondisi stamina yang baik untuk menjalankan rencana yang sudah di susun mereka.
Pada malam hari di bawah sinar bulan, terlihat ada pergerakan dari arah depan mata - mata Ma Guang.
Ada dua sosok yang sedang berlari dan juga meloncat dari batu besar yang satu ke batu besar yang lain.
Pergerakan kedua sosok tersebut mampu di tangkap oleh pandangan mata prajurit Ma Guang yang bertugas memata - matai pasukan musuh.
Hal yang sama terjadi juga di sisi jalan yang lain.
Prajurit Ma Guang menahan diri untuk menyerang kedua sosok tersebut.
Hal itu di lakukan agar mereka tidak salah menyerang kedua sosok tersebut.
"Siapa mereka ini? Apakah orang kita atau mata - mata musuh yang akan mengecek keamanan jalan yang akan pasukan mereka lalui!?". Gumam salah satu mata - mata Ma Guang.
__ADS_1
"Kita harus menahan diri terlebih dahulu, nanti di saat mereka berdua sudah tiba di sini, barulah kita mengambil tindakan."
"Persiapkan panah kalian untuk menjaga kemungkinan yang terburuk, jika mereka mata - mata pasukan musuh, kalian berdua langsung saja melepaskan anak panah ke arah mereka". Ucap pemimpin regu tersebut.
"Baik!". Jawab kedua prajurit yang di maksudkan.
Akhirnya kedua sosok itu sudah berjarak lima puluh meter dari mereka.
Kedua prajurit Ma Guang langsung menghadang kedua sosok tersebut.
Sedangkan dua orang lainnya sudah siap untuk melepaskan anak panah mereka dari busurnya.
Hal yang sama juga terjadi di sisi jalan yang lain.
Jadi ada empat orang yang sedang menyusuri sisi jalan yang akan di lewati pasukan musuh.
"Berhenti! Siapa kalian?". Tanya pemimpin regu prajurit Ma Guang.
"Kami yang seharusnya bertanya. Siapa kalian yang berani menghalangi perjalanan kami?". Ucap seorang dari mereka menyangga perkataan kepala regu tersebut.
"Kalian berdua harus menjawab terlebih dahulu pertanyaanKu. Jika tidak, kalian berdua akan menerima hal yang tidak pernah kalian harapkan". Ucap ketua regu.
"Oh, jadi kamu mengancam kami!?". Ucap orang yang di hadang.
"Kami adalah utusan dari penguasa kota Pingdu untuk memata - matai pasukan dari kerajaan Lai". Ucap pria itu berbohong.
"He, pria ini ingin membohongiKu". Gumam ketua regu.
"Tunjukkan tanda pengenal kalian agar kami bisa mengetahui apa benar kalian adalah mata - mata dari kota Pingdu". Ucap ketua regu.
Setelah kedua orang itu tidak mengeluarkan tanda pengenal mereka, ketua regu dan satu rekannya langsung bergerak untuk menyerang kedua orang tersebut.
"Bajingan! Jadi kalian adalah mata - mata kerajaan Qi!? Berarti hidup kalian hanya sampai malam ini". Ucap ketua regu sambil bergerak untuk menyerang kedua pria tersebut.
"Tunggu!". Ucap salah satu dari kedua orang tersebut.
Prajurit Ma Guang langsung menghentikan gerakannya.
"Apa yang ingin kamu katakan?". Tanya ketua regu.
"Kami bukan mata - mata dari kerajaan Qi, tetapi kami adalah utusan dari kota Ye untuk memeriksa keamanan jalan yang akan di lalui oleh pasukan kami besok". Ucap salah satu pria.
"Kalau begitu, tunjukan tanda pengenal kalian!?". Ucap ketua regu.
__ADS_1
Kedua orang itu pun langsung mengeluarkan lencana mereka dan menunjukannya kepada ketua regu.
Melihat hal itu, dua buah anak panah langsung melesat dari samping kedua orang itu.
Dua buah anak panah itu langsung menancap di leher keduanya.
Tubuh mata - mata dari kerajaan Lai langsung ambruk ke tanah. Hal yang sama juga terjadi di seberang jalan.
Mata - mata Ma Guang sudah menghabisi empat orang mata - mata musuh malam itu.
Keesokan harinya saat matahari baru menyinari daerah tempat para mata - mata berada.
Terdengar suara derap kaki pasukan musuh mulai bergerak.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mereka bisa melihat rombongan pasukan musuh yang mulai mendekat dengan perlahan.
Seorang prajurit mata - mata Ma Guang yang berada di sisi kiri dan kanan jalan langsung bergerak kembali untuk melaporkan hal itu kepada Ma Guang dan juga kepada Xia Jiao.
Sedangkan masing - masing tiga orang lainnya masih berada di tempat mereka semula.
Kedua prajurit yang menjadi mata - mata tersebut yang berada di sisi yang berbeda jalan langsung melaporkan hal itu kepada Ma Guang yang berada di sisi kanan jalan dan kepada Xia Jiao yang berada di sisi kiri jalan.
Setelah mendengar apa yang di sampaikan oleh mata - mata mereka. Ma Guang dan juga Xia Jiao langsung mempersiapkan pasukan mereka untuk menyambut kedatangan pasukan musuh.
Batu, lembing dan panah sudah di persiapkan oleh pasukan Ma Guang di kedua sisi jalan.
Ketiga prajurit di sisi kiri dan kanan jalan yang sedang mengawasi rombongan pasukan musuh, mereka tetap menajamkan persepsi dan pandangan mereka serta mulai memperhitungkan kekuatan musuh yang sedang bergerak mendekati mereka.
Setelah sudah bisa menghitung dengan seksama kekuatan pasukan musuh, salah satu dari tiga orang yang berada di sisi kiri dan kanan jalan langsung bergerak kembali untuk melaporkan hal itu kepada Ma Guang dan juga kepada Xia Jiao.
Sedangkan kedua prajurit lainnya bergerak mundur agar tidak di ketahui keberadaannya oleh pasukan musuh.
"Lapor jenderal! Saat ini pasukan musuh sudah berada dua kilo meter dari tempat ini". Ucap prajurit yang menjadi mata - mata.
"Baiklah! Kalau begitu kamu sekarang kembali ke posisiMu yang semula". Ucap Ma Guang.
Hal yang sama juga di sampaikan kepada Xia Jiao dan komandan You Tao yang berada di sampingnya.
Setelah pasukan yang telah di tentukan mereka untuk memberikan serangan kejutan kepada pasukan musuh sudah sesuai dengan posisi mereka masing - masing, akhirnya Xia Jiao meninggalkan tempat itu dan memberikan posisi kepemimpinan kepada salah satu komandan.
Xia Jiao dan komandan You Tao akan bergabung dengan Ma Guang dan juga Yuan Jiali untuk menghadang pasukan musuh bersama dengan seratus orang prajurit terbaik mereka.
Sedangkan untuk penyergapan di pimpin oleh keempat komandan pasukan yang lain.
__ADS_1
~Bersambung~