
Sang pemimpin kelompok tersebut langsung menjelaskan kepada komandan Dong Ping.
Setelah mendengar penjelasan Jianhua yang adalah pemimpin kelompok 13 itu, Dong Ping langsung terkejut.
"Apakah memang hal itu benar adanya!?." Tanya Dong Ping.
"Iya! Memang seperti itu adanya!." Jawab Jianhua.
"Pantas saja penguasa kota selalu bersikap arogan dan selalu melanggar setiap aturan dari kekaisaran!." Gumam Dong Ping.
Bagaimana dengan perintah dari kerajaan Qin!? Apakah dia selalu melakukannya!?." Tanya Jianhua.
"Jika perintah dari pihak kerajaan Qin, penguasa kota selalu melakukannya!." Jawab Dong Ping.
"Jika seperti itu, menurut komandan Dong, perintah mana yang harus di lakukan jika kamu harus memilih diantara perintah kaisar dan perintah raja!?." Tanya Jianhua.
"Hal itu sangat sulit untuk di putuskan! Sebab kota kami berada dibawah kekuasaan kerajaan Qin! Dan suatu waktu sebuah kerajaan bisa saja melepaskan diri dari suatu kekaisaran jika kerajaan tersebut sudah merasa kuat dan bisa berdiri sendiri!." Jawab Dong Ping menanggapi pertanyaan Jianhua.
"Bagaimana jika raja yang memimpin tersebut tidak bijaksana!? Apakah kamu mau untuk tetap tinggal di kerajaan tersebut!?." Tanya Jianhua lagi.
"Jika seperti itu, pasti aku tidak akan menetap di kerajaan tersebut!." Jawab Dong Ping lagi.
"Bagaimana jika kamu yang menjadi penguasa kota!? Apakah kamu mau kotaMu berada dibawah kekuasaan suatu pemerintahan yang tidak bijaksana!?." Tanya Jianhua lagi.
"Jika aku menjadi penguasa kota! Pasti aku akan memikirkan terlebih dahulu untung ruginya jika aku tetap diam atau mencari perlindungan dari kekuasaan yang lain!." Tutur Dong Ping menanggapi pertanyaan Jianhua.
Saat mendengar tanggapan serta jawaban yang di berikan oleh Dong Ping, Jianhua langsung berpikir untuk langsung menuju ke ibu kota kerajaan dan menggulingkan pemerintahan raja tersebut.
Namun sebelum melakukan hal itu, Jianhuan ingin menyampaikan terlebih dahulu hal tersebut kepada Ma Guang agar bisa di ketahui oleh pendekar muda itu saat mereka mau melakukan hal tersebut.
"Baiklah! Kalau begitu, mulai saat ini kamu menjadi penguasa kota Yu ini! Dan saya berharap kamu langsung menyelidiki apa yang baru saja aku sampaikan tersebut.
Jianhua langsung menghubungi Ma Guang dan menyampaikan apa yang baru saja di dengarnya serta rencananya untuk menyerang ibu kota kerajaan.
Mendengar laporan yang di sampaikan oleh Jianhua, Ma Guang pun langsung berpikir sejenak dan berkata.
"Jika itu yang terbaik menurutMu, silahkan di lakukan! Namun sebelum melakukannya, kamu harus menyelidiki terlebih dahulu! Apakah murni keinginan sang raja, atau itu hanya karena desakan dari dua kekuatan tersebug!." Tutur Ma Guang memberikan masukan.
"Baik pelindung! Kami akan menyelidikinya terlebih dahulu!." Tutur Jianhua.
"Baguslah kalau begitu! Tetapi setelah kalian mengetahuinya dengan jelas, cepat kamu sampaikan kepadaKu dan cepat hubungi tiga kelompok lainnya untuk menyerang!." Tutur Ma Guang.
__ADS_1
"Baik pelindung! Kami akan langsung memberitahukan kepada pelindung terlebih dahulu jika kami telah mendapatkan informasi yang valid!." Tutur Jianhua lagi.
Setelah selesai melaporkan hal tersebut kepada Ma Guang, akhirnya kelompok mereka langsung melesat terbang dan menuju ke ibu kota kerajaan Qin yaitu kota Xianyang yang letaknya tidak jauh dari kota Yu.
Saat sudah berada dekat dengan kota Xianyang, tiga belas anggota sekte Naga Surgawi itu langsung turun dari udara dan melakukan perjalanan dengan berjalan kaki.
Tingkat kultivasi mereka pun langsung di tekan ke tingkat pendekar raja puncak.
Saat mereka tiba di pintu gerbang kota Xianyang, mereka langsung menunjukkan pelat kekaisaran.
Saat melihat pelat kekaisaran tersebut, mereka langsung di persilahkan memasuki kota itu.
Saat memasuki kota tersebut, kehadiran mereka langsung di awasi oleh seorang pendekar agung yang juga telah menekan tingkat kultivasinya menjadi seorang pendekar suci.
Kelompok mereka tetap berjalan untuk mencari sebuah penginapan di kota itu.
Setelah beberapa saat mereka berjalan, akhirnya kelompok mereka menemukan sebuah penginapan di kota tersebut.
Mereka langsung menyewa tiga buah kamar di penginapan itu.
Posisi kamar mereka saling berdekatan dengan Jianhua yang menempati kamar tengah bersama tiga orang pendekar Spiritual.
Sedangkan di dua kamar yang lain, lima orang dengan seorang pendekar agung tingkat rendah dan empat orang pendekar spiritual.
Mereka pun terus berkomunikasi lewat kekuatan jiwa mereka.
Tiga kelompok itu langsung keluar dari penginapan dan berpencar ke tiga arah yang berbeda untuk menyelidiki keberadaan dua kekuatan tersebut.
Mereka mulai mencari informasi ke rumah bordil yang ada di kota Xianyang.
Saat memasuki setiap rumah bordil, para pendekar itu langsung menyewa setiap wanita cantik yang ada di rumah bordil itu untuk ditanyakan tentang asal dan siapa yang menjual mereka.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka keluar dari rumah bordil yang mereka masuki.
Mereka pun langsung saling membagi informasi yang mereka dapatkan.
Dan informasi tersebut mengarah ke salah satu bangsawan terkenal di kota Xianyang.
Saat Jianhua ingin kembali ke penginapan, mereka berempat langsung di hadang oleh belasan orang pendekar yang bertubuh kekar.
"Siapa kalian? Dan untuk apa menghalangi jalan kami!?." Tanya Jianhua.
__ADS_1
"Siapa kami itu tidak penting! Yang terpenting disini adalah, apa yang sedang kelompok kalian selidiki di setiap rumah bordil kami!?." Tanya pria berbadan kekar dengan sebuah kapak besar di tangannya.
"Apakah kami tidak boleh memasuki rumah bordil kalian!? Jika tidak boleh! Kami tidak akan lagi untuk mengunjungi rumah bordil kalian itu!." Tutur Jianhua dengan emosi, seakan mereka benar - benar adalah pelanggan.
"Kalian bukan pelanggan, tetapi kalian adalah orang kekaisaran yang ingin menyelidiki organisasi kami!." Ucap pria berbadan tinggi dan kekar tersebut.
"Sial! Ternyata mereka sudah mengetahui indentitas kami! Percuma saja susah - susah untuk bersandiwara!." Gerutu Jianhuan.
"Kepung dan serang mereka!." Perintah pria berbadan kekar tersebut sambil menyerang ke arah empat orang anggota sekte Naga Surgawi.
Memang identitas mereka serta tujuan mereka ke ibu kota kerajaan sudah di ketahui oleh para anggota organisasi Mawar Surgawi.
Hal itu di sebabkan karena anggota organisasi Mawar Surgawi yang berada di kota Yu telah mengintrogasi Dong Ping.
Dan Dong Ping langsung memberitahukan informasi tersebut.
Sehingga saat mereka memasuki ibu kota kerajaan Qin, kehadiran mereka langsung di awasi oleh para anggota organisasi Mawar Surgawi.
Sedangkan untuk raja Qin yang di duga sebagai bawahan dari sekte Kura - Kura Api, masih tetap tidak membuka rahasia tersebut saat di sampaikan oleh seorang bangsawan yang adalah ketua organisasi Mawar Surgawi.
Namun sang raja tetap bertindak secara diam - diam untuk mengatasi kelompok Jianhua.
Aura pendekar Agung tingkat menengah langsung merembes keluar dari tubuh pria berbadan kekar tersebut.
Bersama lima orang pendekar spiritual dan juga sepuluh orang pendekar petapa suci.
Saat mereka menyerang secara serentak, aura pendekar agung tingkat puncak dan pendekar spiritual langsung merembes keluar dari tubuh keempat orang yang mereka kepung tersebut.
Jianhua langsung menciptakan pedang energi Qi di tangannya dan langsung menebas kearah pria berbadan kekar tersebut.
Lawannya pun langsung menangkis serangan tersebut dengan kapak besar miliknya yang juga sudah di selimuti energi Qi miliknya.
Booommm
Ledakan keras pun terjadi.
Debu langsung beterbangan, Jianhua tidak tinggal diam.
Pria itu yang juga mantan seorang komandan pasukan yang di pimpin oleh Ma Guang, bukanlah seorang pria yang lemah untuk menghadapi pertempuran.
Dengan cepat Jianhua langsung kembali melepaskan serangan tebasan ke arah tubuh lawannya itu.
__ADS_1
~Bersambung~