Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 264. Lawan Yang Lemah


__ADS_3

Dari sepuluh orang pendekar agung, ada satu pendekar agung yang tidak ikut menyerang Ma Guang dan Bing Bihai.


Pendekar dewa langit langsung menatap ke arah pendekar agung tersebut dan bertanya.


"Mengapa kamu tidak menyerang mereka berdua?."


"Sepertinya pemuda itu adalah Ma Guang! Dia juga telah membunuh tiga orang pendekar dewa dari sekte Kura - Kura Api yang membantu penguasa kota Nanggu tempo hari!." Ucap pendekar agung itu yang adalah pemimpin organisasi Mawar Surgawi di kota Nanggu.


Pria itu juga telah melihat langsung Ma Guang saat membunuh para pendekar dewa langit dan juga dewa bumi di kota Nangu, sehingga dia bisa mengenali pemuda itu.


Pendekar agung itu langsung memberitahukan juga identitas dari pemuda tersebut serta berasal dari mana dirinya.


Pendekar dewa langit yang mendengar perkataan dari pendekar agung tersebut langsung memberitahukan nama Ma Guang kepada markas pusat mereka yang berada di benua tengah.


Setelah memberitahukan nama serta identitas seperti yang di katakan oleh pendekar agung itu, keduanya langsung bisa merasakan aura energi seorang pendekar surgawi mulai merembes keluar dari dalam tubuh Ma Guang.


Sedangkan Bing Bihai langsung menjauh dan di kejar oleh seorang pendekar dewa bumi dan juga empat orang pendekar agung.


Ma Guang sendiri di serang oleh lima orang pendekar agung dan juga satu orang pendekar dewa bumi.


Namun saat melihat seorang pendekar dewa bumi ingin menyerang Bing Bihai, sebilah pedang yang terbuat dari energi Qi milik Ma Guang langsung melesat kearah pendekar dewa bumi tersebut.


Duuuaaarrr


Tubuh pendekar dewa bumi tersebut langsung terhempas ke samping karena terkena serangan pedang energi Qi milik Ma Guang.


Sedangkan tubuh para pendekar agung yang menyerang Ma Guang langsung meledak di udara dan menjadi kabut darah saat terkena aura energi intimidasi dari seorang pendekar dewa surgawi.


Sedangkan tubuh seorang pendekar dewa bumi langsung tidak bisa di gerakkan karena aura intimidasi tersebut.


Melihat apa yang di alami oleh para pendekar agung tersebut serta seorang pendekar dewa bumi, sang pemimpin yang adalah seorang pendekar dewa langit langsung berteriak.


"Mundur!."


Para pendekar agung yang mengejar Bing Bihai langsung terkejut saat mendengar perintah tersebut.


Saat mereka mencari - cari keberadaan seorang pendekar bumi yang menyerang bersama mereka kini sudah terbaring di tanah dengan keadaan terluka parah.


Akhirnya keempat orang pendekar agung itu berhenti untuk mengejar Bing Bihai.


Mereka langsung berbalik dan kini sudah tidak melihat lima orang rekan mereka yang juga adalah seorang pendekar agung.


Mereka kini hanya melihat seorang pendekar dewa bumi yang sudah dalam keadaan diam dan tidak bisa berbuat apa - apa lagi.


Sedangkan dua orang lainnya kini hanya berdiri di tempat dan tidak juga melakukan tindakan apa pun.


Saat memerintah para bawahannya, pendekar dewa langit itu pun langsung menyerang Ma Guang dengan energi Qi miliknya yang berbentuk seekor ular piton yang besar.


Namun sebelum dirinya menyerang Ma Guang, pendekar itu langsung menyuruh para bawahannya yang tersisa untuk melarikan diri sambil membawa pendekar dewa bumi yang sudah terluka para tersebut.

__ADS_1


Ma Guang yang melihat serangan tersebut langsung melepaskan juga serangannya untuk menyambut serangan tersebut.


"Semburan Api Naga!."


Api berwarna hitam langsung menyambut kedatangan serangan yang di lepaskan oleh sang pendekar dewa langit itu.


Booommm


Benturan serangan keduanya langsung membuat kabut yang berasal dari debu dan juga dedaunan serta kayu yang hancur langsung bertebaran di atas udara.


Saat Ma Guang melepaskan serangannya, pendekar dewa bumi yang awalnya tidak bisa bergerak langsung terlepas dari aura intimidasi yang berasal dari Ma Guang.


Dengan cepat pendekar dewa bumi itu langsung melesat terbang menjauhi Ma Guang.


Mereka pun langsung melarikan diri dari tempat tersebut.


Ma Guang yang mengetahui tindakan mereka langsung melesat terbang juga untuk mengejarnya.


Bing Bihai yang kini telah menyadari bahwa dirinya sudah tidak di kejar oleh musuhnya langsung berbalik.


Setelah dirinya melihat bahwa Ma Guang sedang mengejar kelompok tersebut, Bing Bihai pun langsung mengikutinya.


Karena kecepatan terbang mereka masih jauh dibawah kecepatan terbang Ma Guang, sehingga pemuda itu bisa dengan cepat menyusulnya dan langsung menyerang para pendekar agung tersebut.


Sedangkan pendekar dewa langit, pendekar dewa bumi dan juga salah satu pendekar agung langsung berlari ke tiga arah yang berbeda.


Keempat pendekar agung dan juga seorang pendekar dewa bumi yang terluka langsung terjatuh dari udara dan membentur permukaan tanah.


Ma Guang membiarkan mereka dan tetap mengejar pendekar langit itu.


Bing Bihai yang melihat kelima orang tersebut yang kini telah terkapar di tanah langsung menyerang mereka dengan puluhan tombak es yang di buatnya.


Saat mereka menyadari serangan dari Bing Bihai tersebut, tombak - tombak es itu sudah menancap di tubuh mereka masing - masing.


Bing Bihai langsung mendarat di atas tanah dan mendekati lima orang tersebut.


Saat sudah merasa dekat dengan tubuh salah satu pendekar agung, wanita itu langsung meledakkan batang - batang tombak es yang telah tertancap di tubuh mereka.


Hal tersebut langsung membuat empat orang pendekar agung langsung meregang nyawa.


Sedangkan seorang pendekar dewa bumi masih bernapas walau pun nyawanya juga tidak lama lagi akan berakhir.


Wanita itu langsung mengambil cincin ruang di setiap jari tangan lima orang tersebut.


Ma Guang tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mengejar pendekar dewa langit itu.


Apakah kamu berpikir bisa melarikan diri dariKu!?." Tanya Ma Guang saat dirinya sudah berada di belakang pendekar tersebut.


Tubuh pendekar langit itu langsung bergetar saat mengetahui bahwa Ma Guang tetap memilih untuk mengejarnya.

__ADS_1


Dengan cepat pendekar dewa langit itu langsung melepaskan serangan energi Qi miliknya yang berbentuk seekor ular piton kearah tubuh Ma Guang.


Pemuda itu pun sempat terkejut dengan serangan tersebut dan langsung membalasnya dengan serangan semburan api naga miliknya.


Bunyi ledakan kembali terjadi.


Namun karena serangan Ma Guang itu langsung juga di susul oleh serangan lainnya yaitu bola api naga milik Ma Guang, sehingga tubuh bagian belakang dari pendekar dewa langit itu langsung terkena serangannya itu.


Booommm


Ledakan itu membuat tubuh pendekar dewa langit itu langsung terdorong kedepan dan terjatuh ke tanah.


Ma Guang langsung menyusul tubuh pendekar itu dan juga langsung melancarkan serangan bola api berwarna hitam kearah tubuh pendekar tersebut.


Booommm


Ledakan kembali terjadi dan langsung melukai tubuh pendekar dewa langit itu.


Pemuda itu pun mendekati tubuh sang pendekar dan langsung menatap cincin di tangannya.


Ma Guang langsung membunuh pendekar tersebut dan mengambil inti jiwa dan juga cincin ruang milik pendekar tersebut.


Setelah selesai dengan pendekar langit tersebut, Ma Guang langsung kembali ke tempat dimana para pendekar agung dan juga pendekar dewa bumi terjatuh.


Setelah tiba, pemuda itu langsung melihat ada seorang wanita yang sudah berada di tempat itu.


Ma Guang pun mendarat di dekat wanita itu.


Saat Bing Bihai melihat Ma Guang, wanita itu langsung mengatakan apa yang dia temukan.


"Pendekar Ma! Aku menemukan lima buah cincin penyimpanan dari mereka!." Ucap Bing Bihai sambil mengeluarkan cincin ruang yang dia katakan itu.


Ma Guang hanya melihatnya dan langsung meraih dua buah cincin.


Satu milik pendekar dewa bumi dan satu milk pendekar agung.


Setelah mengambil dua buah cincin tersebut, Ma Guang langsung membunuh pendekar dewa bumi itu dan mengambil inti jiwa miliknya.


Keduanya langsung pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke tempat awal dimana lima orang pendekar agung yang telah menjadi kabut darah itu berada.


Ma Guang langsung mengaktifkan mata ketiga miliknya dan mulai mencari lima buah cincin ruang milik lima orang pendekar agung itu.


Beberapa saat kemudian, Ma Guang pun menemukan lima buah cincin itu.


Semuanya langsung di masukkan kedalam cincin ruang miliknya.


Mereka berdua langsung melesat untuk menuju ke pusat kota agar bisa berkunjung ke kediaman keluarga Ngapoi.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2