
Mendengar perkataan makhluk di depan mereka, seorang leluhur pun langsung menanggapinya.
"Berjodoh!? Apa yang kamu maksudkan!?".
"Apakah sekte kalian ingin bekerja sama dengan kami?". Tutup anggota pasukan Azura dengan bertanya kepada mereka.
"Katakan terlebih dahulu kepada kami, siapa kamu sebenarnya?". Sang pemimpin menanggapi pertanyaan tersebut dengan balik bertanya.
"Aku adalah salah satu dari pasukan bangsa Azura".
"Apakah kalian tahu bangsa Azura?".
Mendengar identitas sosok makhluk didepan mereka, wajah para leluhur seketika menjadi cerah.
Sebab memang tujuan mereka untuk mencari para raja siluman agar bisa memanggil pemimpin bangsa Azura.
Akan tetapi saat ini mereka sudah di pertemukan dengan salah satu sosok yang berasal dari bangsa Azura.
13 leluhur itu pun segera memberikan hormat dengan menanngkupkan tangan mereka.
Setelah itu, pemimpin para leluhur pun segera berkata.
"Jika sekte kami bekerja sama dengan kalian, keuntungan apa yang bisa sekte kami peroleh?".
"Ha...ha...ha...ha...ha...ha!".
"PertenyaanMu ini sungguh sangat menggelikan".
"Keuntungan apa lagi yang kalian inginkan selain menguasai dunia manusia ini...hah!?".
"Tentunya hanya keuntungan itulah yang bisa kami berikan, sebab kami akan menguasai dunia atas".
"Jadi bagaimana? Apakah kalian mau untuk bekerja sama dengan kami?". Tanya sosok makhluk tersebut.
"Sepertinya kita harus secepatnya memberitahukan hal ini kepada tetua Tan Lai.
"Jika kami boleh tau, dimana pasukan bangsa Azura yang lain!?". Tanya sang pemimpin penasaran.
"Hal itu belum bisa aku beritahukan, sebab tentunya aku terlebih dahulu harus bertemu dengan ketua kalian terlebih dahulu".
"Jika kita telah sepakat untuk bekerja sama, barulah aku juga akan menyampaikan hal itu kepada pemimpin kami". Jawab makhluk Azura.
"Pemimpin!? Sepertinya kita tidak butuh lagi untuk memanggil mereka dari dunia bawah".
"Akan tetapi mengapa mereka belum melancarkan serangan ke dunia atas jika pemimpin bangsa Azura sudah berada di dunia manusia!?".
"Apakah kekuatan sejati mereka belum mereka miliki sepenuhnya?". Pertanyaan yang melintas di pikiran sang pemimpin.
"Yang aku maksudkan pemimpinKu itu bukanlah penguasa kami Se Tianlan, melainkan dia adalah komandan pasukan kami yang berada di dunia manusia ini". Jawab makhluk Azura yang mengetahui pikiran sang pemimpin leluhur yang ada di depannya.
__ADS_1
Mereka pun merasa terkejut karena makhluk di depan mereka berkata seperti itu.
Sedangkan sang pemimpin para leluhur lebih terkejut lagi karena makhluk itu bisa membaca pikirannya.
"Maafkan atas kelancanganKu!". Ujar sang pemimpin sambil menangkupkan tangannya.
Mendengar apa yang pemimpin mereka katakan serta melihat sikap yang yang dia lakukan, para leluhur lainnya baru mengerti bahwa perkataan makhluk di depan mereka itu di karenakan pikiran pemimpin mereka yang bisa di ketahuinya.
"Jika demikian, tidak menurunkan rasa hormat kami kepadaMu, akan tetapi karena kami juga memiliki tugas yang lain, ijinkanlah kedua leluhur ini untuk mengantar anda bertemu dengan Ketua kami". Lanjut sang pemimpin.
"Oh, jadi seperti itu? Baiklah, aku akan pergi bersama dengan kedua mayat hidup lainnya". Ucap makhluk Azura yang sedikit memandang rendah mereka.
Walaupun mereka sangat terkejut serta sangat risih di sebut sebagai mayat hidup, akan tetapi mereka tidak berani untuk menggerutu.
Hal itu karena mereka merasa takut jika menyinggung makhluk itu.
Makhluk Azura beserta kedua leluhur kini segera melesat terbang ke aragh Benua Tengah.
Sedangkan 11 orang leluhur lainnya kembali melanjutkan perjalanan mereka ke Benua Utara.
Saat di perjalanan, sang pemimpin para leluhur pun langsung menggerutu.
"Sial! Rupanya kemampuan makhluk itu berada di atas kita".
"Berarti dia memiliki kekuatan yang sudah setara dengan kekuatan Dewa Sejati!?". Sambung seorang leluhur.
Perjalanan ketiga makhluk yang berbeda itu pun kini sudah sampai di Benua Tengah.
Mereka langsung menemui Tan Lai yang memang selalu menunggu kedatangan para leluhur yang akan menyampaikan hasil dari apa yang mereka cari.
Kami menghadap leluhur Tan Lai". Ucap seorang leluhur.
"Apakah ini Ketua sekte kalian?". Tanya makhluk tersebut.
"Bukan! Aku bukan Ketua sekte saat ini! Tetapi aku juga adalah Ketua sekte di 500 tahun silam". Jawab Tan Lai.
"Oh, jadi seperti itu yah!? Aku sangat tersanjung dengan kemampuan sekte kalian yang memiliki teknik untuk bisa membangkitkan kembali orang mati".
"Dan menurut pengamatanKu, tidak sedikit juga orang - orang yang telah di bangkitkan". Ujar makhluk Azura.
"Terima kasih atas pujiannya". Balas Tan Lai sopan.
"Mohon maaf sebelumnya, jika aku boleh tahu, siapa anda ini?". Lanjut Tan Lai bertanya.
"Aku salah satu pasukan dari bangsa Azura!".
"Maksud kedatanganKu dalah untuk bertemu dengan Ketua sekte kalian agar bisa membicarakan tentang kerja sama yang akan kita lakukan". Makhluk itu menjelaskan.
"Bangsa Azura? Apakah kalian semua sudah berada di dunia manusia ini?". Tanya Tan Lai ingin mendapatkan rasa keterkejutan serta rasa penasarannya.
__ADS_1
"Sebenarnya kami hanya sebagian kecil saja yang bisa masuk dunia kalian ini, oleh karena itu, kami ingin bekerja sama dengan sekte kalian agar bisa membantu kami untuk melakukan hal yang lebih besar lagi". Jawab makhluk Azura.
"Jika demikian, sebaiknya kalian berdua segera mengantarkannya untuk bisa bertemu dengan Ketua". Perintah Tan Lai kepada kedua orang leluhur yang sebelumnya juga datang bersama dengan makhluk itu.
"Baik leluhur Tan!". Jawab kedua leluhur yang kemudian segera meninggalkan tempat tersebut di ikuti oleh makhluk Azura.
Mereka bertiga pun segera melesat terbang menuju ke Benua Timur dimana markas sekte Teratai Hitam berada.
Sedangkan hasil pencarian para leluhur yang di pimpin oleh Tan Lai selama itu baru menemukan 3 raja siluman.
Satu dari benua Selatan, satu dari Benua Barat dan satu lagi dari Benua Tengah.
Yang di temukan di Benua Tengah adalah raja siluman Ular.
Raja siluman tersebut telah menyetujui untuk bekerja sama dengan sekte Teratai Hitam.
Meskipun Siluman tersebut sudah hidup selama 10.000 tahun lamanya, akan tetapi dirinya belum juga bisa untuk naik ke dunia atas menjadi seekor makhluk surgawi.
Sehingga kekuatan raja siluman ular itu hanya setara dengan Pendekar Dewa Agung tingkat puncak.
Kekuatan yang belum bisa untuk di andalkan.
Akan tetapi mereka memiliki pengetahuan yang luas mengenai dunia atas dan juga dunia bawah.
Raja siluman yang berada di Benua Selatan sendiri adalah raja siluman Kalajengking.
Sedangkan dari Benua Barat adalah raja Siluman Harimau.
Di tempat Tan Lai baru raja Siluman Ular yang sudah ada.
Sedangkan untuk dua raja siluman lainnya belum tiba di Benua Tengah.
Mereka terlebih dahulu akan mengumpulkan seluruh raja siluman yang mau untuk bekerja sama dengan sekte mereka, barulah mereka secara bersama - sama menuju ke Benua Timur.
Setelah ketiganya tiba di markas sekte Teratai Hitam, mereka segera menuju ke aula utama sekte untuk menemui Ketua Gu Rong.
Setelah memasuki aula utama sekte, ketiganya di sambut gembira oleh Ketua Gu Rong.
Hal itu karena sosok yang bersama dengan dua leluhur tersebut memiliki aura energi hitam dan memiliki kekuatan Dewa Sejati.
Dengan tubuh besar dan setinggi kurang lebih 3 meter, tentunya aula utama sekte Teratai Hitam tidak menyediakan tempat duduk untuk makhluk Azura tersebut.
Makhluk itu hanya bisa berdiri di saat berkomunikasi dengan Ketua Gu Rong.
Mendengar tawaran dari makhluk itu, Ketua Gu Rong langsung menerimanya, sehingga markas sekte mereka akan di jadikan juga markas pasukan bangsa Azura.
Dan juga akan menjadi tempat untuk melakukan upacara pemanggilan para pemimpin serta pasukan bangsa Azura.
~Bersambung~
__ADS_1