Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 167. Pendekar Langit


__ADS_3

Dari mulut Yuan Jiali mengeluarkan darah segar, serta seluruh tubuhnya terasa sangat sakit.


Yuan Gao yang awalnya telah melihat bahwa putrinya telah memasuki bangunan tersebut sudah menyangka bahwa gadis itu akan langsung menyentuh tubuh dari Ma Guang.


Dan benar saja, setelah Yuan Jiali masuk, tidak lama kemudian terjadilah insiden tersebut.


Yuan Gao yang saat itu berada di luar bangunan perpustakaan tidak terkena dampak tersebut.


Sehingga setelah terjadi hal tersebut, Yuan Gao langsung melesat memasuki bangunan perpustakaan untuk mencari putrinya Yuan Jiali.


Saat Yuan Gao mendapati putrinya, pria tua itu langsung menggendong tubuh putrinya untuk di bawah kekediaman miliknya.


Sedangkan para tetua yang lain, mereka masih dalam keadaan terbaring karena belum pulih saat terkena terjangan energi cahaya yang keluar dari tubuh Ma Guang.


Sedangkan tubuh Ma Guang masih tetap pada posisinya yang semula.


Yuan Gao langsung memanggil Su Tian untuk menolong Yuan Jiali.


Su Tian pun langsung pergi untuk memeriksa keadaan Yuan Jiali.


Saat Su Tian memeriksa keadaan Yuan Jiali, Su Tian merasa luka yang di derita oleh Yuan Jiali adalah luka yang sangat serius.


Su Tian pun memberikan pil untuk penyembuhan luka yang Yuan Jiali derita.


Yuan Gao langsung mengalirkan energi tenaga dalam miliknya ke tubuh putrinya untuk membantu penyembuhan dari luka yang di derita putrinya.


Walaupun Yuan Jiali sudah membuka gerbang ke delapan dan setiap luka bisa dengan cepat sembuh, namun luka yang di akibatkan oleh cahaya dari tubuh Ma Guang, tidak bisa sembuh.


Keadaan tubuh Ma Guang setelah sudah sebulan dalam keadaan bermeditasi, akhirnya sebuah ledakan energi keluar dari tubuh Ma Guang.


Ledakan itu membuat seluruh penghuni sekte Bambu Kuning tersentak kaget, karena ledakan tersebut sangat kuat, sehinga membuat bangunan perpustakaan hancur rata dengan tanah.


Untung saja hal itu sudah di perhitungkan oleh para tetua, sehingga mereka telah memindahkan kitab - kitab yang ada ke tempat yang lain.


Setelah hal itu terjadi, tubuh Ma Guang masih tetap dalam posisi seperti biasanya, dan hal itu terjadi selama dua minggu lagi, hingga akhirnya Ma Guang pun kembali tersadar dari meditasinya.


Saat matanya terbuka, Ma Guang langsung tersentak karena melihat tempat di sekelilingnya yang sudah menjadi seperti tanah lapang.


Pemuda itu terus berpikir untuk mengingat posisi terakhir dimana dirinya berada.


Hingga akhirnya Ma Guang bisa mengingat awal dirinya yang sedang berada di perpustakaan sekte.


"Mengapa tempat ini sudah hancur seperti ini? Apa yang telah terjadi?". Gumam Ma Guang yang di dengar oleh para petinggi serta para murid yang sedang berada di tempat itu.


Karena di tempat itu terdapat para murid dan juga para tetua, akhirnya salah satu tetua menjelaskan apa yang telah terjadi.


Ma Guang yang mendengar hal itu, langsung bangkit dari posisi meditasinya dan langsung beranjak dari tempat itu sambil membawa sebuah kitab di tangannya.


Tubuhnya kini terasa sangat ringan serta pergerakannya sangat cepat sampai - sampai para tetua yang ada saat itu tidak bisa melihat tubuh Ma Guang saat melewati mereka.

__ADS_1


Pemuda itu langsung pergi menuju ke kediaman Yuan Gao untuk melihat kondisi kesehatan Yuan Jiali.


Tidak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk tiba di kediaman Yuan Gao.


Dirinya langsung di sambut oleh tetua Sim Lan dan juga Yuan Gao.


"Guang'er! Kamu sudah selesai bermeditasi?". Tanya Yuan Gao.


Ma Guang tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut.


Dirinya langsung menanyakan keadaan Yuan Jiali.


"Bagaimana kondisi kesehatan nona Yuan?".


"Menurut guru Su Tian, kondisi kesehatan fisik Li'er baik - baik saja, akan tetapi sudah sebulan lebih ini, dirinya belum juga siuman". Jawab Yuan Gao dengan wajah yang sedih.


"Dimana nona Yuan berada?". Tanya Ma Guang sambil menatap ke arah sepasang suami istri tersebut.


Yuan Gao pun langsung menunjuk ke arah kamar yang di tempati oleh Yuan Jiali.


Ma Guang pun segera melangkahkan kakinya untuk memasuki kamar dimana Yuan Jiali berada.


Saat dirinya sampai di samping tubuh gadis itu, Ma Guang langsung mengaktivkan mata ketiganya.


Ternyata roh Yuan Jiali dalam keadaan terluka.


Dengan menggunakan keistimewaan kekuatan mata ketiga yang dia miliki, Ma Guang langsung menyalurkan energi cahaya penyembuh miliknya.


Setelah melakukan hal tersebut, tubuh Yuan Jiali tiba - tiba bergerak dan mulai membuka matanya dengan perlahan.


"Pendekar Ma! Pendekar Ma! Pendekar Ma!". Teriak Yuan Jiali sambil bangkit dari tempat tidurnya.


"Nona Yuan! Aku ada disini". Ucap Ma Guang.


Saat Yuan Jiali menatap ke arah Ma Guang, gadis itu langsung memeluk tubuh pemuda tersebut.


"Apakah kamu baik - baik saja?". Tanya Yuan Jiali.


"Nona Yuan, aku baik - baik saja, tetapi kondisi tubuh nona Yuan yang saat ini butuh untuk beristirahat". Ujar Ma Guang.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan diriku, karena Aku merasa baik - baik saja". Ujar Yuan Jiali.


"Nona Yuan! Kamu baru saja siuman karena sudah sebulan lebih tidak sadarkan diri". Ujar Ma Guang menjelaskan.


"Iya memang benar seperti itu! Sama juga seperti Pendekar Ma yang harus beristirahat, karena baru saja siuman juga seperti diriMu". Ujar Yuan Gao.


"Jadi kamu juga baru sadarkan diri?". Tanya Yuan Jiali.


"Sepertinya memang demikian". Jawab Ma Guang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Baiklah, karena kondisi kesehatan dari nona Yuan sudah membaik, aku pamit undur diri dulu untuk bertemu dengan patriak dan juga para petinggi sekte untuk meminta maaf karena bangunan perpustakaan yang telah aku buat kini sudah menjadi rata dengan tanah". Lanjut Ma Guang lagi.


Yuan Gao langsung mengiyahkan perkataan Ma Guang.


Sedangkan Ma Guang sendiri sebelum pergi, dirinya kembali mengingatkan kepada Yuan Jiali untuk beristirahat dahulu.


Gadis itu pun langsung menganggukkan kepalanya sebagai tanda menyetujui apa yang di katakan oleh pemuda tersebut.


Ma Guang pun langsung melesat meninggalkan kediaman Yuan Gao dengan cepat.


Mata Yuan Gao dan juga Sim Lan tidak bisa melihat pergerakan pemuda tersebut.


"Apakah dirinya sudah menjadi seorang pendekar Langit?". Gumam Yuan Gao.


Tetua Sim Lan yang mendengarnya langsung menanggapi hal tersebut.


"Jika di rasakan dari auranya serta di lihat dari pergerakannya, menurutKu dirinya sudah menjadi pendekar langit". Sambung Sim Lan.


Sesaat kemudian Ma Guang sudah berada di depan aula utama sekte Bambu Kuning.


Para petinggi sekte sedang berkumpul di tempat itu dan sedang mendiskusikan tentang keadaan Ma Guang yang sudah terbangun dari keterdiamannya selama satu bulan lebih tersebut.


Ketika Ma Guang memasuki ruangan aula utama, semua mata para petinggi sekte langsung tertuju kearahnya.


"Pelindung...!!! Pelindung...!!! Pelindung...!!!".


Para tetua menyambut kedatangan Ma Guang sambil berdiri.


Hal yang sama juga yang di lakukan oleh patriak dan juga para leluhur.


Ma Guang langsung memberikan isyarat agar mereka semua kembali duduk.


Mereka pun langsung duduk kembali.


Aura yang keluar dari tubuh Ma Guang langsung mengintimidasi para pendekar raja dan juga sedikit mengintimidasi para pendekar suci di tempat itu.


Ma Guang sendiri belum juga mengetahui tentang hal itu, sebab di dalam pikirannya saat ini adalah untuk meminta maaf atas insiden yang terjadi terhadap perpustakaan tersebut.


Saat Ma Guang melewati tempat dimana para tetua tingkat rendah berada, semua tetua tersebut langsung merasakan sesak untuk bernafas.


Apa lagi bagi para tetua yang posisi duduknya sangat dekat dengan posisi yang akan di lewati oleh Ma Guang.


Mereka langsung mengeluarkan darah segar dari mulut dan langsung tertunduk ke lantai.


Melihat hal tersebut, Ma Guang langsung merasa heran.


"Apa yang terjadi dengan mereka? Kenapa mereka seperti itu?". Ujar Ma Guang sambil menatap satu persatu kepada tetua tingkat rendah yang sudah tersungkur di lantai aula.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2