
Ma Guang, Long Wang, Shi Kang, Lang Shan, Feng Xuan, Shen Tianmo, Huli Wang serta She Jianwei kini berdiri di hadapan semua pasukan yang akan pergi untuk perperang dengan pasukan bangsa Azura.
Melihat kebersamaan semua pemimpin, semangat juang seluruh pasukan ras makhluk surgawi dan juga pasukan kilin api langsung meningkat.
Kini semua pasukan telah siap untuk mengorbankan jiwa dan raja mereka agar bisa menggagalkan keinginan Se Tianlan untuk mendapatkan tubuh Dewa Naga Surgawi.
Setelah berdiri dihadapan seluruh pasukan, Ma Guang pun segera berkata.
"Saat ini kita akan pergi untuk berperang melawan pasukan bangsa Azura".
"Apa yang akan kita lakukan ini semata - mata bukan untuk melindungi tubuh putraKu Shen'er, melainkan kita akan melindungi dunia kita ini dan juga dunia atas dari kekuasaan Se Tianlan".
"Mari kita menghadapi mereka bersama - sama untuk menjaga ketentraman kedua dunia kita".
"Apapun yang terjadi, semuanya itu kita persembahkan bagi dunia kita masing - masing".
Ma Guang terus memberikan semangat kepada semua pasukan yang telah berkumpul.
Setelah itu mereka pun berangkat untuk menuju markas dari sekte Beruang Matahari.
Situasi di sekte Beruang Matahari kini terasa sangat mencekam.
Hal itu diakibatkan karena pasukan yang di pimpin oleh Se Tianlan kini sudah berada di luar wilayah sekte.
Se Tianlan segera memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan dinding formasi pelindung.
Sudah beberapa kali upaya telah mereka lakukan, namun tidak membuahkan hasil.
"Ternyata, formasi pelindung milik ras naga ini kokoh juga". Gumam Se Tianlan.
"Da Wangzi! Yin She! dan juga Zhi Siwang! Kalian bertiga bentuk formasi Teratari Surgawi dan serang dinding formasi ini". Perintah Se Tianlan.
Di sisi dalam dinding formasi pelindung, Jiangjun bersama seratus pasukan ras naga telah bersiap untuk menyambut pasukan Se Tianlan.
Sedangkan untuk para anggota sekte, kini sedang berkemas untuk meninggalkan sekte itu.
"Dewa Jiangjun! Semuanya telah siap". Ucap Patriark.
Mendengar laporan dari patriark sekte Beruang Matahari, Jiangjun segera pergi untuk membuka portal ruang dan waktu agar mereka bisa meninggalkan sekte itu tanpa sepengetahuan pasukan yang di pimpin oleh Se Tianlan.
Saat Jiangjun baru saja akan membuka portal ruang dan waktu, Ma Guang bersama pasukannya pun tiba di sekte itu.
"Hormat kepada Dewa Ma Guang!". Ucap anggota sekte.
"Hormat kepada penguasa". Tutur Jiangjun.
__ADS_1
"Mereka akan di pindahkan kemana?". Tanya Ma Guang.
"Ke wilayah kekaisaran Zhou". Jawab Jiangjun.
"Buka saja portal untuk menuju ke wilayah sekte Naga Surgawi, untuk sementara biar mereka semua tinggal disana saja". Perintah Ma Guang.
"Baik penguasa!". Jawab Jiangjun yang segera membuka portal untuk menuju ke sekte Naga Surgawi.
"Terima Kasih Dewa Ma Guang!". Ucap para anggota sekte Beruang Matahari.
Mereka pun segera memasuki portal ruang dan waktu.
Sedangkan kini dinding formasi pelindung bergetar sangat kuat karena serangan dari ketiga bawahan Se Tianlan.
Terlihat sudah ada keretakan yang tercipta di tempat dimana serangan ketiga bawahan Se Tianlan menerjang.
Sepuluh komandan pasukan segera mengaktifkan juga formasi teratai surgawi dan menyerang kembali tempat dimana serangan terdahulu yang dilepaskan oleh ketiga bawahan Se Tianlan.
Ma Guang yang merasakan bahwa dinding formasi pelindung disekte itu akan hancur, segera memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyambut kedatangan pasukan Se Tianlan.
Berbeda dengan Jiangjun, jenderal pasukan naga itu kini tetap diam ditempat tersebut.
Sebab dia sedang menunggu seluruh anggota sekte Beruang Matahari sudah memasuki portal ruang dan waktu dan dia akan menutup kembali pintu portal tersebut.
Jumlah pasukan Ma Guang hanya setengah dari jumlah pasukan yang dimiliki oleh Se Tianlan.
Namun hal itu belum diketahui oleh Ma Guang dan juga seluruh pasukannya.
Dan tepat disaat Ma Guang dan juga pasukannya tiba di tempat dimana pasukan naga berada, dinding formasi yang di serang pun hancur.
Pasukan Azura segera memasuki wilayah sekte Beruang Matahari.
Melihat pasukan Azura telah memasuki wilayah sekte, seratus pasukan naga langsung menyambut kedatangan mereka dengan formasi pertempuran.
Serangan formasi pertempuran milik seratus pasukan naga langsung membuat korban mulai berjatuhan di pihak pasukan yang dipimpin oleh Se Tianlan.
Mereka pun segera meningkatkan perisai pelindung agar tidak terkena dampak dari serangan formasi pertempuran.
Namun perisai pelindung mereka yang memiliki energi iblis tidak sanggup untuk menahan serangan energi yang keluar dari formasi pertempuran.
Begitu juga dengan formasi pelindung, karena memiliki energi iblis didalamnya sehingga tidak akan bertahan dengan serangan formasi pertempuran.
Korban pun mulai berjatuhan di pihak pasukan Se Tianlan.
Akan tetapi hal itu tidak membuat pasukan Se Tianlan mengurungkan niat mereka untuk menyerang.
__ADS_1
Pasukan yang di pimpin oleh Ma Guang pun setelah tiba langsung melancarkan juga serangan kearah pasukan Se Tianlan.
Tindakan mereka itu membuat korban yang jatuh di pihak pasukan Se Tianlan makin bertambah.
Karena pasukan bangsa Azura tidak bisa memasuki wilayah sekte Beruang Matahari karena serangan yang dilancarkan oleh pasukan Ma Guang.
Sehingga Se Tianlan memerintahkan kepada para leluhur sekte Teratai Hitam untuk maju menggantikan posisi pasukan bangsa Azura.
Sembilan puluh delapan leluhur pun segera maju keposisi paling terdepan menggantikan posisi pasukan bangsa Azura.
Mereka pun segera menciptakan formasi pelindung dari energi qi mereka untuk melindungi pasukan bangsa Azura yang berada di belakang mereka.
Dan strategi itu pun sangat efektif, sebab kini serangan formasi pertarungan tidak berfungsi untuk para leluhur.
Para leluhur pun segera melangkah maju kedepan hingga tercipta ruang bagi pasukan bangsa Azura yang berada di belakang mereka untuk berpencar ke dua sisi yang berbeda.
Pasukan Ma Guang pun segera menembakkan energi formasi pertempuran ke arah pasukan Se Tianlan yang sudah bisa memasuki wilayah sekte Beruang Matahari.
Ma Guang pun segera melesat untuk menyerang setiap pasukan bangsa Azura yang lolos dari serangan formasi pertempuran yang di lancarkan oleh pasukan dari lima ras makhluk surgawi serta pasukan Kilin Api.
Karena jika secara terus menerus menggunakan formasi pertempuran bisa menghabiskan banyak energi Qi, sehingga pasukan Kilin Api, pasukan ras Naga dan empat pasukan dari ras lainnya langsung berubah ke wujud sejati mereka.
Pertempuran skala dewa pun kini terjadi di wilayah sekte Beruang Matahari.
Ma Guang pun mulai menghabisi satu persatu pasukan bangsa Azura.
Tidak sulit baginya untuk melakukan hal itu.
Sebab kekuatan pasukan bangsa Azura hanya berada di tingkat dewa biasa hingga ditingkat dewa langit.
Se Tianlan yang melihat tindakan Ma Guang segera melesat untuk menyerang patriark sekte Naga Surgawi itu.
Merasakan ada aura energi di tingkat raja dewa sedang mendekat ke arahnya, Ma Guang langsung menyambut serangan tersebut.
Ma Guang tidak menyangka bahwa serangan tangan yang banyak dari Se Tianlan itu sangat sulit untuk di hadapinya.
Beberapa tinju dari Se Tianlan mendarat di tubuh Ma Guang.
Untung saja Ma Guang telah memakai baju Zirah milik jenderal Shen Tian, sehingga dirinya tidak mendapatkan luka yang diakibatkan oleh serangan tinju Se Tianlan.
Namun tubuh Ma Guang terdorong jauh saat terkena serangan tersebut.
Ma Guang pun segera mengeluarkan tombak pusaka naga miliknya dan segera melepaskan kearah Se Tianlan.
Tombak tersebut dikendalikan oleh Ma Guang dari jarak jauh, hal itu agar dirinya lebih meminimalisir agar tidak terkena serangan Se Tianlan.
__ADS_1
~Bersambung~