Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 101. Di Kota Pingdu (II)


__ADS_3

"Apakah hanya seperti itu kekuatan serangannya?." Gumam Shan Zhang.


Pria itu tidak mengetahui bahwa Ma Guang telah menurunkan kekuatan serangannya. Jika tidak di turunkan, pasti organ dalam milik Shan Zhang akan hancur dan bisa membuat nyawanya melayang.


"Satu serangan!." Ucap Ma Guang.


Ma Guang memberikan waktu kepada Shan Zhang untuk kembali dalam keadaan siap bertarung.


Mendengar perkataan Ma Guang, emosi Shan Zhang langsung tersulut.


Pria itu langsung bergerak kedepan untuk menyerang Ma Guang dengan pedangnya.


Ma Guang hanya tersenyum sinis menyambut serangan yang datang ke arahnya.


Pedang yang lebarnya tiga jari pria dewasa dengan panjang 1 meter itu melesat untuk menebas tubuh Ma Guang.


Ma Guang memberikan kesempatan kepada Shan Zhang untuk menyerang dirinya.


Tubuh Shan Zhang sambil meliuk - liuk menyerang Ma Guang. Tebasan pedang yang di lancarkan berbentuk Vertikal, horisontal, diagonal, kurva dan menyilang, semuanya tidak mengenai sasaran yang di harapkan.


Ma Guang dapat menghindari semua serangan yang di lancarkan oleh Shan Zhang.


Melihat apa yang terjadi di depan mata Jin Xian, Fan Gui dan juga para komandan pasukan serta para prajurit yang ada. Mereka sudah bisa menyimpulkan bahwa kemampuan Ma Guang jauh di atas kemampuan Shan Zhang, dan itu jaraknya bagaikan bumi dan langit.


Jin Xian yang juga adalah seorang jenderal kerajaan Qi yang di percayakan untuk memimpin kota Pingdu, tentunya memiliki kemampuan bertarung yang tidak bisa di pandang sebelah mata. Namun setelah melihat kemampuan yang di tunjukan oleh Ma Guang, dirinya langsung mengakui bahwa kemampuan bertarung Ma Guang sangat jauh di atasnya.


Hal yang sama juga di pikirkan oleh jenderal Fan Gui, dirinya juga mengakui bahwa kemampuan bertarung Ma Guang sangatlah hebat.


Setelah sudah puluhan gerakan serangan yang di lancarkan oleh Shan Zhang dapat di hindari oleh Ma Guang. Akhirnya pemuda itu langsung bergerak untuk balik melancarkan serangan kepada Shan Zhang.


Buukkk


Satu serangan tinju kembali bersarang di perut Shan Zhang.


Karena posisi berdiri pria itu dalam keadaan tidak stabil, sehingga serangan Ma Guang membuat dirinya tersungkur di tanah.


Ma Guang kembali menghentikan serangannya. Hal itu agar memberikan waktu kepada Shan Zhang untuk kembali bersiap melanjutkan pertarungan.

__ADS_1


Melihat keadaan Ma Guang yang masih seperti biasanya, Shan Zhang langsung merasa bahwa memang kemampuan Ma Guang berada jauh di atasnya.


"Jika dia benar - benar menggunakan kekuatannya, pasti diriKu sudah tidak bernyawa lagi. Aku harus mengakui kemampuan pemuda ini." Gumam Shan Zhang di dalam hatinya.


Pria itu langsung berdiri dan memberikan hormat kepada Ma Guang.


"Jenderal Ma! Hamba mengakui bahwa kemampuan jenderal Ma sesuai dengan rumor yang selama ini beredar. Hamba akan selalu siap untuk bekerja sama bahu - membahu dengan jenderal Ma dalam mempertahankan wilayah kerajaan kita." Ucap Shan Zhang dengan penuh rasa hormat kepada Ma Guang.


"Komandan Shan! Ini hanyalah uji tanding biasa, dan pertarungan yang sebenarnya adalah di saat kita akan pertempur dengan pasukan kerajaan Lai. Jadi saya juga berharap agar semua prajurit dan para komandan pasukan untuk tetap meningkatkan kemampuan kalian agar supaya kita bisa mengusir pasukan musuh dengan korban jiwa yang sedikit, dan akan lebih baik jika kita tidak memiliki satu pun korban jiwa." Ucap Ma Guang.


"Sekarang silahkan memanggil seluruh pasukanKu dan juga seluruh pasukan yang berada di kota ini, terkecuali bagi mereka yang sedang melakukan tugas, kita akan mengukur kesiapan pasukan yang berada di kota ini." Ucap Ma Guang.


Akhirnya semua prajurit dan lima orang komandan bawahan Ma Guang sudah tiba di area tanah lapang tempat berkumpul dan berlatih pasukan di kota tersebut.


Sebelumnya, mereka sudah mengutus seseorang untuk memberitahukan rencana mereka kepada pemimpin pasukan yang berada di dekat kota Pingcheng yang telah di kuasai oleh pasukan kerajaan Lai dan juga memberitahukannya kepada pasukan yang berada di kota Yi'an dan kota Buqi.


Ma Guang sudah duduk bersama penguasa kota Jin Xian dan juga jenderal Fan Gui di kursi yang telah disiapkan.


Sedangkan setiap komandan pasukan kota Pingdu boleh memilih sendiri salah satu komandan pasukan Ma Guang untuk di tantangnya. Begitu juga dengan para prajurit.


Dan uji tanding tersebut adalah bertarung dengan menggunakan tongkat saat berkuda, memanah saat berkuda melempar tombak saat berkuda serta menguji kekuatan, kecepatan serta kemampuan bertarung.


"Para komandan pasukan dan juga para prajurit kerajaan Qi yang gagah berani. Saat ini kita akan melakukan uji tanding untuk melihat kesiapan pasukan kita dalam melakukan serangan terhadap pasukan musuh yang telah menginvasi sebagian wilayah kerajaan kita."


"Oleh karena itu, kami berharap agar di dalam melakukan uji tanding kontak fisik dan juga menggunakan senjata. Harus bisa melihat situasi yang ada, jangan memaksakan diri jika memang lawan kita lebih unggul dari kita."


"Karena jika kalian memaksakan diri, maka bukanlah kebanggaan yang akan kita raih, melainkan kerugian bagi pasukan yang akan kita alami."


"Lemah akan kita latih untuk menjadi kuat. Tetapi kematian atau pun kelumpuhan, itu bisa kita persembahkan bagi negara kita di saat berperang nanti."


Ma Guang langsung menutup kata - katanya dan duduk kembali.


Sedangkan penguasa kota langsung berdiri menggantikan Ma Guang untuk berbicara.


"Pasukan kerajaan Qi yang kami banggakan! Saat ini kita akan memulai uji tanding ini dan akan di dahului oleh para komandan pasukan! Silahkan memilih lawan kalian masing - masing!." Ucap penguasa kota Jin Xian.


Mendengar perkataan Jin Xian, putra tertuanya langsung menatap ke arah Xia Jiao dan menantangnya untuk berduel.

__ADS_1


Xia Jiao yang mendapatkan tantangan dari Jin Yong langsung menerima tantangan itu dengan senyuman manisnya.


Lima orang komandan pasukan Ma Guang yang melihat hal itu, langsung tersenyum penuh makna.


"Komandan Jin berpikir, bahwa wakil kanan kita karena seorang wanita, pasti mudah untuk di hadapi." Ucap salah satu komandan pasukan Ma Guang.


"Biarkan saja mereka melihat seberapa siap pasukan kita untuk berperang." Ucap komandan pasukan Ma Guang yang lain.


Jin Yong langsung melesat dan berdiri dengan kokoh di tengah arena yang ada di tanah lapang tersebut.


Sedangkan Xia Jiao hanya berjalan dan menuju mendekati Jin Yong. Dan hal yang sama juga seperti yang Ma Guang lakukan, Xia Jiao tidak membawa pedang miliknya. Pedang milik gadis itu di pegang oleh Yuan Jiali.


Jin Yong yang sedang memegang tombaknya merasa risih karena seperti di rendahkan oleh gadis di depannya.


"Apakah komandan Xia sudah benar - benar siap untuk menghadapi permainan tombakKu ini?." Ucap Jin Yong.


"Komandan Jin! Aku datang untuk bertarung bukan untuk berbincang - bincang!." Balas Xia Jiao.


"Baiklah! Kalau begitu aku tidak akan sungkan." Ucap Jin Yong yang langsung bergerak menyerang Xia Jiao.


Tubuh Xia Jiao seperti sedang menari - nari saat menghindari setiap tusukan tombak milik Jin Yong.


Semua mata begitu ngeri saat melihat mata tombak milik Jin Yong seperti akan menusuk tubuh gadis itu. Karena mata tombak tersebut sudah sangat dekat jaraknya dengan tubuh gadis itu. Namun serangan itu masih mampu di hindarinya.


Setelah beberapa saat melakukan serangan terhadap Xia Jiao, akhirnya Jin Yong menyadari bahwa kemampuan gadis itu berada jauh di atasnya.


Xia Jiao langsung memberikan satu serangan ke dada pemuda itu.


Buukk


Tendangan gadis tersebut langsung membuat pemuda itu tersungkur.


Dari sudut bibir pemuda itu langsung mengeluarkan cairan berwarna merah.


Semua orang yang berada di arena tersebut merasa kagum dengan kemampuan Xia Jiao.


"Walau pun dia seorang wanita, tetapi dia bisa mengalahkan Yong'er hanya dengan sekali serangan saja. Seberapa kuat sebenarnya mereka ini?." Gumam Jin Xian dalam hatinya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2