
Situasi desa ini terlalu mencurigakan. Saat aku meninggalkan desa ini, tidak ada penjaga di pintu masuk, tetapi sekarang sudah ada penjaga di pintu masuk desa.
"Apakah situasinya sama dengan situasi desa yang aku dan nona Xia singgahi waktu lalu? Atau penduduk desa ini mampu menghadapi kelompok anggota sekte Kalajengking Merah yang datang saat itu!?." Gumam Ma Guang.
Ma Guang sudah menjelaskan kepada tetua Sim Lan dan juga Xia Jiao untuk bertemu di penginapan yang pernah pendekar muda itu singgahi.
Ma Guang langsung menambatkan kudanya di tempat yang sudah di sediakan dan langsung memasuki penginapan tersebut.
Dia lalu menatap kearah meja kasir untuk melihat kasir yang bertugas saat itu.
Melihat Ma Guang telah memasuki penginapan tersebut, seorang pelayan langsung menyambutnya.
"Mari tuan! Apakah ada yang bisa saya bantu?."
"Aku ingin memesan makanan dan minuman yang terbaik di tempat ini." Ucap Ma Guang.
Wajah kasir serta pelayan yang ada, tidak sama dengan wajah yang pernah dia lihat saat terakhir dia datang di tempat itu.
"Ada yang tidak beres dengan orang - orang di penginapan ini. Aku harus berhati - hati." Gumam Ma Guang lagi.
Tidak lama kemudian, akhirnya kereta kuda mereka pun tiba.
Xia Jiao langsung keluar dan turun dari kereta tersebut yang di sambut oleh tetua Sim Lan.
Sedangkan Yuan Jiali berperan seperti seorang pelayan bagi Xia Jiao.
Yuan Gao tetap berada di atas kereta.
Ketiga wanita itu langsung memasuki penginapan tersebut.
Semua tatapan mata pria yang ada di dalam penginapan tersebut langsung memandang kearah datangnya ketiga wanita tersebut.
Sedangkan Ma Guang hanya memperhatikan tatapan semua laki - laki tersebut.
Setelah ketiga wanita itu telah memilih tempat untuk mereka duduk, semua pria yang ada di dalam ruangan itu langsung saling bertatapan dan langsung menganggukan kepala mereka.
"Ternyata dugaanKu memang benar, mereka telah menguasai desa ini." Gumam Ma Guang lagi.
Mata pemuda itu langsung menatap ke arah ketiga wanita tersebut, sambil memberikan isyarat kepada mereka.
Mendapatkan isyarat dari Ma Guang, mereka bertiga langsung mengerti dengan situasi yang ada saat itu.
"Ini pesanannya tuan! Silakan menikmatinya." Ucap pelayan tersebut.
Ma Guang langsung mencium aroma dari makanan tersebut.
"Kalian kira semuda itu untuk menjebak diri Ku!?." Gumam Ma Guang sambil tersenyum sinis menatap semua orang yang ada di ruangan tersebut.
"Racun ini sangat hebat, dia tidak mengeluarkan aroma seperti racun pada umumnya, namun kelemahannya adalah, bumbu dari masakan ini juga tidak mengeluarkan aromanya."
Yuan Jiali menatap tingkah laku Ma Guang yang langsung di sampaikan kepada kedua wanita yang lain.
Ma Guang langsung menumpahkan arak yang ada di depannya.
__ADS_1
Terlihat asap putih langsung mengepul keatas, sedangkan permukaan meja tersebut langsung hangus.
Ma Guang pura - pura tersentak melihat hal itu.
"Mengapa seperti ini? Kenapa bisa begini?." Perkataan yang keluar dari mulut Ma Guang.
Tiba - tiba pandangan mata orang - orang yang ada di situ langsung mengarah kepada Ma Guang.
Seorang pelayan langsung menghampiri Ma Guang dengan nada suara yang sopan
"Ada apa tuan? Ada yang bisa saya bantu?."
Ma Guang menatap pelayan tersebut seraya jari telunjuknya menunjuk kearah permukaan meja yang sudah terlihat hangus.
"Tuan muda! Apa yang kau lakukan? Mengapa anda ingin memfitnah kami dengan trik murahan seperti ini? Kalau anda ingin mendapatkan makanan dan minuman yang gratis, bukan begini caranya. Di tempat kami ini, sudah ada banyak orang juga yang telah melakukan hal seperti ini, namun semuanya dapat kami ketahui." Ucap pelayan itu.
"Hebat juga orang ini, dia mampu menguasai situasi yang ada." Gumam Ma Guang.
"Pelayan! Aku punya uang untuk membayar makanan serta minuman yang kau sediakan ini, jadi untuk apa aku melakukan hal sekeji itu!?." Ucap Ma Guang menanggapi perkataan pelayan tersebut.
"Tuan! Perbuatan Mu ini akan merusak citra usaha kami ini, oleh karena itu, tuan harus membayar ganti kerugian atas akibat yang akan kami alami kedepan karena perbuatan yang telah tuan barusan lakukan." Ucap pelayan tersebut.
"Apa? Sampai sejauh itukah permainan mereka? Benar - benar licik orang - orang ini." Gumam Ma Guang lagi.
"Hei tuan! Cepat selesaikan saja apa yang telah pelayan itu katakan." Ucap salah satu pria yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Iya! Iya! Kamu harus mengganti kerugian kepada pemilik tempat ini."
Akhirnya Ma Guang sudah tidak tahan lagi untuk bermain - main dengan mereka.
"Bagaimana jika aku tidak ingin membayarnya, apa yang akan kalian lakukan?."
"Kami akan membunuh Mu!." Jawab salah satu dari mereka.
Ada 10 orang yang duduk di dalam ruangan yang sama langsung berdiri dan melesat menyerang ke arah Ma Guang.
Melihat hal itu, Ma Guang hanya mengangkat tangan kanannya dan seperti melambai kearah serangan ke 10 orang itu.
Boooommmm
Bruuuukkkk
Brraaaaakkk
Bunyi ledakan dan juga bunyi tubuh dari mereka yang terjatuh ke tanah maupun yang menambrak meja atau pun kursi dan menghancurkannya.
Sepuluh orang tersebut langsung terluka parah..
Ma Guang langsung berjalan mendekat kearah pelayan yang menyebalkan tersebut.
"Hei! Iya kamu! Kesini kamu! Jangan membuat aku marah." Ucap Ma Guang.
"Iya tuan! Ampuni aku tuan!." Ucap sang pelayan dengan tubuh yang gemetar.
__ADS_1
"Saya memberikan kesempatan kepadaMu satu kali untuk menjawab pertanyaan Ku. Jika kamu tidak menjawabnya, maka jangan harap kamu akan mati dengan mudah." Ucap Ma Guang.
Saat Ma Guang sedang di sibukan dengan pelayan tersebut, orang yang tadinya berada di meja kasir sudah menghilang dari tempatnya.
"Siapa kalian sebenarnya?." Tanya Ma Guang.
"Ka...kami berasal dari...."
Kata - kata pelayan tersebut sudah terputus karena di sebabkan sebuah pisau beracun sudah menancap di belakang pelayan itu.
Melihat hal itu, Ma Guang langsung mengisyaratkan kepada ketiga wanita yang duduk untuk segera kembali ke kereta milik mereka.
Ma Guang juga langsung melesat keluar dari penginapan tersebut.
"Ayo kita berangkat!." Ucap Ma Guang.
Rombongan mereka langsung meninggalkan tempat itu dengan menggunakan kecepatan penuh.
Mereka memacu terus kuda mereka untuk keluar dari desa itu.
Namun usaha mereka tidak berjalan dengan lancar, sebab sudah ada sekelompok orang yang menghadang mereka.
"Tetua Sim Lan, nona Xia, dan juga paman Yuan. Kalian bertiga tetap melanjutkan perjalanan dan lindunglah nona Yuan dan juga kereta kuda tersebut. Aku akan menghajar mereka semua." Ucap Ma Guang.
Mereka lalu menganggukan kepala menanggapi perkataan Ma Guang.
Ma Guang langsung melesat sambil melakukan perubahan tenaga dalamnya menjadi seperti ratusan pisau yang terbuat dari angin meyerang ke arah kelompok yang menghadang mereka.
Anggota kelompok yang melihat hal itu, langsung membuat perisai pertahanan bagi tubuh mereka masing - masing.
Sret...sret...sret...sret...sret
Suara pisau angin yang menusuk tubuh anggota kelompok yang menghadang mereka.
Bruk...bruk...bruk...bruk
Bunyi suara setiap anggota kelompok karena tubuh mereka telah ambruk ke tanah.
Dari 20 orang yang menghadang mereka, kini tersisa 5 orang saja yang masih hidup namun sudah terluka para
Ma Guang langsung menebas leher dari ke 5 orang tersebut.
Bruk...tuk
Bunyi tubuh dan kepala dari ke 5 anggota sekte Kalajengking Merah yang roboh dan langsung menggelinding di tanah.
Setelah menyelesaikan kelompok yang menghadang mereka dan ingin pergi, pemimpin anggota kelompok tersebut sudah tiba di tempat itu.
"Hei anak muda! Siapa kamu? Dan berasal darimana Dirimu? Mengapa kamu begitu berani membunuh setiap anggota Ku?."
"Siapa aku dan juga berasal dari mana diri Ku, itu bukan urusan Mu!."
~Bersambung~
__ADS_1