Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 249. Membantu Sekte Yang Di Serang


__ADS_3

Saat rombongan yang di pimpin oleh patriak Yao Han baru saja memasuki wilayah sekte Tapak Suci.


Rombongan mereka langsung bertemu dengan para pendekar aliran hitam yang baru saja ingin meninggalkan wilayah sekte tersebut.


Pertempuran pun tidak dapat terelakan.


Kelompok yang di pimpin oleh seorang pendekar agung tingkat awal itu langsung di serang oleh kelompok yang di pimpin oleh patriak Yao Han.


Pemimpin mereka langsung di serang oleh seorang leluhur yang mendampingi patriak Yao Han.


Walau pun usianya sudah seratus tahun, namun semangat pria tua itu sangat tinggi.


Hal itu karena dirinya ingin menguji kemampuan yang dirinya miliki saat ini.


Pertarungan sengit antara kedua pendekar agung itu langsung membuat area yang berada di dekat mereka menerima dampak yang sangat serius.


Sedangkan patriak Yao Han bersama para tetua yang bersamanya langsung menyerang setiap pendekar spiritual dan juga pendekar petapa suci yang ada.


Para pendekar aliran hitam itu langsung merasa kelabakan dengan serangan sebuah kelompok yang baru saja tiba tersebut.


Untuk para pendekar yang berada di tingkat pendekar suci kebawah, mereka hanya menjadi korban saat aura energi para pendekar langit keluar dari tubuh mereka masing - masing.


Sehingga mereka tidak bisa memiliki waktu untuk melarikan diri.


Sebab akibat dari serangan yang di lancarkan oleh para pendekar langit, langsung membuat area tersebut tercipta lubang - lubang di atas permukaan tanah di tempat itu.


Hal yang sama juga terjadi di keempat kelompok yang lain.


Mereka kini sedang bertempur dengan para pendekar aliran hitam yang baru saja ingin meninggalkan wilayah sekte yang mereka serang.


Jika mereka tidak membawa serta para pendekar suci dan pendekar raja, sudah bisa di pastikan bahwa kelompok mereka tidak akan bertemu dengan kelompok dari sekte Naga Surgawi, karena tentunya mereka pasti sudah jauh meninggalkan wilayah sekte yang masing - masing kelompok mereka serang.


Namun karena para pendekar suci dan juga para pendekar raja tidak bisa melesat terbang sama seperti para pendekar langit, sehingga mereka masih bisa bertemu dengan kelompok dari sekte Naga Surgawi.


Sedangkan di sekte Es Abadi, kini patriak Bing Yuchen menginginkan agar pasukan Ma Guang untuk pergi terlebih dahulu.


Namun Ma Guang langsung berkata.


"Senior! Saat kami terbang, kami bisa membawa kalian semua secara bersamaan." Tutur Ma Guang.


"Bagaimana mungkin itu bisa di lakukan!?." Tanya Bing Yuchen merasa terkejut.

__ADS_1


"Ayo, buatlah beberapa kelompok!." Tutur Ma Guang.


Saat mendengar apa yang pemuda itu katakan, patriak Bing Yuchen pun langsung memerintah para tetua yang tersisa beserta para murid - murid yang masih berusia remaja untuk membentuk beberapa kelompok.


Saat sudah membuat beberapa kelompok, Ma Guang pun langsung menciptakan formasi pelindung dan menyelimuti setiap kelompok yang telah di bentuk.


Dirinya bersama tetua agung Xiang Zhang dan juga tetua Fei Yu langsung melesat terbang sambil membawa formasi pelindung yang di dalamnya terdapat anggota sekte Es Abadi.


Perjalanan mereka untuk menuju ke sekte Bambu Kuning tidak membutuhkan waktu yang lama.


Hanya dalam waktu dua jam saja, rombongan mereka sudah tiba di sekte Bambu Kuning.


Setelah mendarat di tanah, Ma Guang langsung menghilangkan formasi pelindung yang menyelimuti anggota sekte Es Abadi.


Patriak Bing Yuchen langsung terpukau dengan kemampuan yang dimiliki oleh pemuda itu.


"Pemuda ini tidak henti - hentinya selalu membuatKu terkejut!." Gumam Bing Yuchen dalam hatinya.


Bing Bihai juga memikirkan hal yang sama dengan apa yang di pikirkan oleh kakeknya itu.


Wanita cantik itu tidak menduga pertemuannya kali ini dengan pria yang pernah mengalahkannya sewaktu pertarungan final di kompetisi yang mereka ikuti di ibu kota kekaisaran, kini telah memiliki kekuatan yang sangat jauh berada di atasnya dan terlihat sangat mengerikan.


Tidak hanya itu saja, Du Yinhui juga langsung mempersilahkan semuanya untuk memasuki aula utama sekte Bambu Kuning agar bisa berbincang - bincang di tempat tersebut.


Namun Ma Guang tidak langsung menanggapi hal itu, melainkan dirinya langsung menatap kearah Bing Yuchen dan berkata.


"Senior! Jika nona Bing mau untuk meningkatkan tingkat kultivasinya, aku memiliki suatu tempat yang cocok untuk dirinya!." Tutur Ma Guang sambil menatap ke arah Bing Yuchen.


Mendengar perkataan Ma Guang, wajah Bing Bihai yang awalnya terlihat dingin, kini bentuk wajahnya mulai terlihat seperti akan tersenyum.


Namun sudah bisa di lihat bahwa ada rasa kegembiraan yang keluar dari dalam hatinya.


Sedangkan patriak Bing Yuchen yang langsung menatap ke arah wanita cantik tersebut, langsung mengetahui jawaban yang akan di berikan oleh Bing Bihai dengan tawaran yang Ma Guang berikan.


Patriak Bing Yuchen pun langsung menanggapi tawaran Ma Guang tersebut.


"Pendekar Ma! Setelah mendapatkan serangan dari para pendekar aliran hitam, aku langsung menyadari bahwa, kemampuan tertinggi yang di capai oleh sekte kami, sangat jauh lebih rendah di bandingkan pencapaian yang di tunjukkan oleh para pendekara aliran hitam! Sehingga mana bisa aku menolak tawaran yan pendekar Ma berikan! Tetapi hal itu tergantung pada cucuku." Ujar Bing Yuchen.


"Aku menerima tawaran tersebut!." Tutur Bing Bihai yang langsung menanggapi perkataan kakeknya itu.


"Baiklah! Jika nona Bing mau, saat ini saja, kita sudah bisa pergi ketempat yang aku maksudkan itu! Karena hali itu, lebih cepat akan lebih baik!." Ujar Ma Guang.

__ADS_1


"Aku selalu siap untuk pergi kapan pun pendekar Ma inginkan!." Tutur Bing Bihai penuh semangat.


Ma Guang pun langsung pamit undur diri kepada patriak Bing Yuchen, tetua agung Xiang Zhang, tetua Fei Yu dan semua yang ada di tempat itu untuk pergi bersama dengan Bing Bihai.


Ma Guang langsung bertanya kepada Bing Bihai.


"Nona Bing! Apakah anda ingin melakukan perjalanan di dalam formasi pelindung atau tanpa formasi pelindung!?." Tanya Ma Guang dengan ramah.


Bing Bihai langsung menjawab.


"Jika bisa pergi tanpa berada di dalam formasi pelindung, aku pasti akan lebih memilih hal itu." Jawab Bing Bihai malu - malu.


Ma Guang pun langsung menyuruh wanita tersebut untuk memegang lengannya tersebut serta menyuruh Bing Bihai untuk menggunakan ilmu meringankan tubuh yang dia miliki.


Keduanya langsung melesat terbangan dengan kecepatan yang menyesuaikan keadaan Bing Bihai.


Keduanya langsung terbang menuju kearah perbatasan antara wilayah kekaisaran Qiang dan juga wilayah kekaisaran Dvaravati yang terdapat suatu wilayah pegunungan es dimana dirinya telah menyegel sebuah goa yang pernah Ma Guang temukan.


Perjalanan keduanya sangat lambat jika di ukur dengan kecepatan terbang yang bisa Ma Guang lakukan, sehingga membutuhkan waktu yang sedikit lama hingga bisa tiba di tempat yang mereka tuju.


Wajah Bing Bihai kini terlihat sangat gembira saat dirinya bisa melihat dunia luar yang sangat indah jika di pandang dari atas udara.


Wanita itu pun mulai memberanikan diri untuk bertanya kepada Ma Guang tentang hal yang baru saja di lihatnya tersebut.


Namun banyak pertanyaannya tidak bisa di jawab atau tidak bisa di jelaskan oleh Ma Guang.


Hal itu karena dirinya juga tidak mengetahui tentang apa yang Bing Bihai tanyakan.


"Nona Bing! Walau pun aku telah beberapa kali melewati daerah ini, namun aku juga tidak mengetahui tentang semua yang nona Bing tanyakan itu!." Jawab Ma Guang yang merasa malu karena tidak mengetahui juga apa yang di tanyakan oleh Bing Bihai.


"Ternyata hal - hal sederhana di dunia ini, banyak juga yang tidak aku ketahui, jenius macam apa diriKu ini!." Gumam Ma Guang di dalam hatinya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tanpa pemuda itu sadari, ternyata wanita di sampingnya sedang memperhatikan tingkah konyolnya itu.


"Apakah pendekar Ma merasa malu karena tidak bisa menjawab pertanyaanKu!?." Tanya Bing Bihai yang coba menebak apa yang Ma Guang pikirkan.


Mendengar pertanyaan wanita cantik di sampingnya, Ma Guang pun langsung menjawab dengan malu - malu.


"I...iya! Aku baru saja menyadari, bahwa diriKu ini telah mengabaikan hal - hal yang sederhana yang tidak aku ketahui!." Tutur Ma Guang.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2