Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 451. Ijin Dari Para Leluhur


__ADS_3

Setelah tiba di Benua Tengah, Shi Kang segera menuju ke dunia kecil Kilin Api, sedangkan Ma Guang dan juga Jiangjun segera menuju ke markas sekte Bulan Perak.


Saat berada di perbatasan wilayah sekte Bulan Perak, Ma Guang dan Jiangjun langsung di sambut oleh para murid yang berjaga.


"Selamat datang di sekte Bulan Perak!".


"Pemimpin Ma! Mohon maaf atas kelancangan hamba, akan tetapi hamba harus memberitahukan terlebih dahulu kedatangan pemimpin Ma kepada patriark terlebih dahulu". Ucap sang pemimpin murid yang berjaga.


"Sudahlah, tidak perlu sesungkan itu, cepat sampaikan saja kepada patriark Liao Chun atas kedatanganKu ini".


"Karena ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan patriark Liao Chun". Ucap Ma Guang ramah.


Pemimpin murid yang bertugas untuk menjaga perbatasan wilayah sekte pun segera menyampaikan kepada patriark Liao Chun tentang kedatangan Ma Guang dan Jiangjun.


Mendapatkan kabar tersebut, patriark Liao Chun dan juga para petinggi lainnya segera bergegas menuju ke perbatasan wilayah sekte untuk menyambut Ma Guang dan Jiangjun.


Setibanya di tempat dimana Ma Guang berada, patriark Liao Chun pun segera berkata.


"Mohon maaf atas ketidak ramahan para muridKu yang tidak segera mempersilahkan Pemimpin Ma Guang untuk masuk ke wilayah sekte kami".


"Patriark tidak perlu bersikap seperti itu, setiap sekte tentunya memiliki aturannya masing - masing yang harus di hormati oleh sekte yang lain".


"Sehingga aku juga tentunya harus menghormati aturan dari sekte Bulan Perak jika ingin memasuki wilayah sekte ini".


"Patriark Liao Chu! Para petinggi sekte sekalian, ada hal yang sangat penting yang ingin aku bicarakan dengan kalian".


"Jika ada urusan penting yang harus di bicarakan, sebaiknya kita segera menuju ke aula utama sekte untuk membicarakannya sambil menikmati teh buatan sekte kami".


"Mari pemimpin Ma, mari jenderal Jiangjun". Tutup Liao Chun mempersilahkan Ma Guang dan juga Jiangjun.


"Terima kasih atas keramahannya". Balas Ma Guang yang selanjutnya melesat terbang mengikuti patriark Liao Chun.


Mereka pun tiba di aula utama sekte Bulan Perak dan patriark Liao Chun memberikan kesempatan kepada Ma Guang untuk menyampaikan maksud kedatangannya bersama dengan Jiangjun.


Ma Guang pun mulai bercerita tentang kejadian yang awalnya terjadi hingga para makhluk surgawi serta ada sesosok monster makhluk bangsa Azura yang ingin memaksa masuk dengan cara hendak menghancurkan dinding formasi pelindung milik sekte Beruang Matahari.


Dan hal itu di benarkan oleh Jiangjun sebagai saksi mata yang menyaksikan hal itu, serta pernah bertempur dengan mereka ribuan tahun yang lalu.


Mendengar penjelasan dari Ma Guang serta di kuatkan dengan pengakuan Jiangjun membuat patriark dan juga para petinggi sekte terdiam dan menjadi khawatir jika itu akan berdampak ke wilayah Benua Tengah.

__ADS_1


"Jadi langkah apa yang akan kita lakukan?". Tanya Liao Chun.


"Begini patriark, sebetulnya saat ini kita memiliki solusi untuk mempermudah dalam menghadapi mereka".


"Namun cara itu mungkin akan bertentangan dengan aturan sekte Bulan Perak". Ujar Ma Guang.


"Apa solusinya? Jika itu bisa di lakukan meskipun melanggar aturan sekte, kami tetap harus merelakannya, sebab hal ini berhubungan dengan keselamatan serta ketentraman dunia manusia". Tutur Liao Chun dengan penuh keyakinan.


"Patriark Liao Chun dan juga para petinggi sekte yang saya hormati, cara yang bisa kita gunakan untuk menghadapi mereka adalah teknik Formasi Pertarungan tingkat dewa yang sekte kalian miliki". Jawab Ma Guang yang tidak segera melanjutkan perkataannya untuk menunggu tanggapan Liao Chun dan juga para petinggi sekte.


Semuanya yang berada di dalam ruangan itu terdiam sejenak setelah mendengar apa yang baru disampaikan oleh Ma Guang.


Akhirnya Liao Chun pun angkat bicara untuk memecah keterdiaman yang terjadi di aula utama sekte.


"Pemimpin Ma! MenurutKu, hal itu harus kita bicarakan dengan para leluhur".


"Sehingga mereka bisa memutuskan apakah teknik itu bisa di pelajari oleh orang di luar sekte kita atau tidak bisa". Jawab Liao Chun menanggapi apa yang Ma Guang sampaikan.


"Jika demikian, aku berharap agar secepatnya untuk bisa di putuskan, karena jika teknik itu bisa untuk di pelajari oleh orang luar, tentunya akan memakan waktu yang tidak singkat untuk menguasai teknik tersebut".


"Dan teknik itu sendiri hanya akan di pelajari oleh pasukan ras Naga, Kilin Api dan juga ras Serigala".


"Sebab teknik tersebut hanya di khususkan kepada setiap anggota sekte yang memiliki tingkat kultivasi yang setara dengan kekuatan dewa sejati".


"Hal itu karena aku tidak akan mengijinkan para pendekar dewa atau pun pendekar langit apa lagi pendekar suci kebawah untuk menghadapi bangsa Azura".


"Sebab itu hanya akan mengakibatkan tidak sedikit jutuhnya korban jiwa, mengingat kekuatan yang mereka miliki yang setara dengan kekuatan dewa sejati".


"Sedangkan untuk meningkatkan kultivasi para murid sekte atau para tetua sekte, itu akan membutuhkan waktu selama puluhan tahun lagi".


"Karena mereka semua kultivasinya telah di tingkatkan dengan menggunakan inti jiwa serta darah murni dari makhluk surgawi".


"Oleh karena itu, sumber daya yang ada sudah tidak bisa lagi untuk meninggatkan tingkat kultivasi mereka".


"Begitu juga dengan para senior yang berada di sekte Bulan Perak ini, karena sudah pernah meningkatkan tingkat kultivasi dengan mengkonsumsi sumber daya dari para makhluk surgawi, sehingga sudah tidak bisa lagi untuk di tingkatkan dengan menggunakan sumber daya yang sama".


Setelah panjang lebar Ma Guang menjelaskan, sehingga patriark Liao Chun serta seluruh petinggi sekte yang hadir segera mengerti mengapa saat ini mereka sangat sulit untuk meningkatkan kultivasi mereka setelah sepuluh tahun yang lalu mereka telah mengkonsumsi sumber daya tingkat tinggi.


Tetua Ren Zhou pun segera di perintahkan oleh patriark Liao Chun untuk menghadap para leluhur untuk menyampaikan tujuan Ma Guang dan untuk memutuskan bisa tidaknya teknik tersebut di pelajari oleh orang luar.

__ADS_1


Tanpa berlama - lama, tetua Ren Zhou pun segera melakukan apa yang di perintahkan oleh patriark Liao Chun.


Setelah tiba di area terlarang sekte, tetua agung Ren Zhou segera memasuki area tersebut dan menuju ke tempat dimana para leluhur berada.


Tiga orang leluhur agung serta 20 orang leluhur biasa segera keluar dari tempat mereka berkultivasi dan menuju ke aula utama sekte.


Setibanya di aula utama sekte, patriark dan lainnya segera memberi hormat kepada mereka.


Ma Guang dan Jiangjun juga melakukan hal tersebut.


"Semuanya berdiri". Ucap seorang leluhur agung.


Semuanya pun berdiri dan segera duduk di tempat mereka masing - masing setelah para leluhur duduk.


"Maafkan pria tua rentah ini karena tidak bisa menyambut pemimpin Ma Guang".


"Aku mendapatkan pemberitahuan dari tetua agung Ren Zhou tentang maksud dan tujuan kedatangan pemimpin Ma kesekte kita ini".


"Dan itu juga sudah dibicarakan juga bersama patriark Liao Chun dan juga para petinggi sekte lainnya".


"Memang teknik yang pemimpin Ma maksudkan itu tidak bisa di pelajari oleh orang luar".


"Akan tetapi jika memang dengan tingkat kultivasi yang kita miliki saat ini tidak bisa untuk mengalahkan mereka dengan mudah walau pun kita semua menggunakan teknik tersebut, sehingga kami para leluhur juga telah membahasnya terlebih dahulu sebelum datang kesini".


"Dan kami telah memutuskannya untuk mengijinkan orang lain untuk mempelajarinya".


"Namun hanya di khususkan kepada para pendekar yang sudah memiliki kultivasi sebagai dewa sejati dan juga para pasukan ras makhluk surgawi".


"Pemimpin Ma! Ini juga adalah sebagai bagian dari balas budi atas bantuan yang pernah diberikan kepada kami". Tutup sang leluhur agung.


"Terima kasih leluhur karena sudah mengijinkan teknik tersebut untuk bisa di pelajari oleh pasukanKu". Ucap Ma Guang sambil menangkupkan tangannya.


"Pemimpin Ma! Itu sudah menjadi kewajiban kita untuk saling membantu jika ada salah satu sekte aliran putih yang sedang mendapatkan masalah".


"Apalagi masalah yang akan dihadapi oleh pemimpin Ma sendiri berhubungan dengan keamanan serta ketentraman umat manusia di sunia ini".


"Itu akan sangat membuat kami senang jika bisa membantu".


Mereka pun melanjutkan percakapan sambil meneguk arak yang telah di siapkan oleh sekte Bulan Perak.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2