Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 56. Kegaduhan Di Sekte Bambu Kuning


__ADS_3

Saat leluhur memberitahukan hal itu, beberapa murid yang bertugas untuk berjaga di aula sekte Bambu Kuning mendengar juga apa yang di sampaikan oleh leluhur mereka.


Keesokan harinya, cerita itu tersebar dengan begitu cepat di lingkungan murid inti, murid dalam serta murid luar sekte Bambu Kuning.


Melihat fenomena itu, para tetua tingkat rendah segera mengkonfirmasi berita itu kepada para tetua tingkat tinggi.


Sedangkan para tetua tingkat tinggi saja, belum semua yang mengetahui tentang berita itu.


"Bagaimana bisa anak itu mengetahui cara menerobos untuk menjadi pendekar suci?."


"Itu sesuai dengan yang di sampaikan oleh leluhur Guang Zhi."


"Jadi yang membuat leluhur Guang Zhi bisa menerobos dan menjadi pendekar suci adalah anak itu?."


"Iya! Seperti itu cerita yang beredar."


Pembicaraan beberapa tetua tingkat rendah dan juga tetua tingkat tinggi.


Akhirnya para tetua tingkat tinggi yang belum mengetahui tentang hal itu langsung pergi juga untuk mengkonfirmasi cerita itu kepada patriak.


Mendengar hal itu, patriak Yao Han langsung merasa gelisah dengan hal yang di laporkan oleh beberapa tetua tingkat tinggi.


"Siapa yang menyebarkan cerita ini?." Tanya Patriak.


"Kami juga hanya mendapatkan informasi ini dari para tetua tingkat rendah. Jadi kami tidak terlalu mengetahui siapa yang awalnya menyebarkan cerita ini." Ucap salah satu tetua tingkat tinggi.


"Cepat kumpulkan semua tetua dari tingkat rendah sampai tetua tingkat tinggi beserta seluruh murid yang ada. Informasi ini tidak boleh di ketahui oleh orang luar." Ucap Patriak memerintah para tetua yang ada.


Para tetua yang ada langsung bergerak cepat, mereka sudah dapat memikirkan konsekuensi terburuk jika orang luar mengetahui hal itu.


Beberapa jam kemudian, seluruh tetua dan juga murid yang ada langsung berkumpul di dalam dan di luar aula.


Setelah semuanya sudah terkumpul, akhirnya Patriak berdiri dan mulai berbicara dengan menggunakan tenaga dalam.


"Perlu saya sampaikan kepada para tetua dan para murid yang ada, bahwa cerita yang telah beredar itu adalah tidak benar, dan saya sebagai pemimpin di sekte ini, menghimbau kepada seluruh tetua dan juga murid - murid sekalian, untuk tidak lagi membicarakan hal itu, apa lagi sampai di dengar oleh orang luar. Itu akan mengundang masalah yang serius bagi sekte kita ini."


"Apakah kalian sudah mengerti?." Tanya patriak.


"Siap! Kami sudah mengerti!."


Secara serentak semuanya berteriak.


"Baiklah! Kalau begitu, saat ini kalian sudah boleh untuk membubarkan diri." Ucap Patriak lagi.


Akhirnya semuanya membubarkan diri dan kembali ketempat mereka masing - masing.


Setiap murid - murid yang membubarkan diri, mereka meninggalkan tempat itu dengan cara berkelompok sambil mendiskusikan apa yang baru saja patriak katakan.


Terlihat ada salah satu kelompok yang sedang membicarakan informasi yang sudah menyebar cepat di sekte itu dengan apa yang baru saja patriak katakan.

__ADS_1


"Tidak benar bagaimana? Memang seperti itu yang di katakan oleh leluhur Guang Zhi." Ucap salah satu murid inti.


"Apakah kamu mendengarnya secara langsung?." Tanya murid yang lain.


"Aku mendengarnya dari senior Xun! Sedangkan senior Xun sendiri mendengarnya secara langsung, karena saat itu senior Xun sedang melakukan tugas jaga di aula utama sekte." Ucap murid itu lagi.


"Kalau memang benar seperti itu, mengapa patriak mengatakan bahwa hal itu tidak benar?." Tanya salah satu murid lagi.


"Patriak mengatakan hal itu pasti karena untuk melindungi anak itu." Jawab yang lain.


"Untuk melindungi dari siapa?."


"Mungkin dari orang luar yang akan menangkapnya atau membunuhnya."


"Apa yang sedang kalian bicarakan?."


"Hormat kepada tetua Agung!."


Mendengar suara tersebut, murid - murid itu langsung kaget dan langsung memberi hormat dengan serentak dan langsung menghentikan diskusi mereka.


"Saya sedang bertanya! Apa yang sedang kalian bicarakan?." Tanya tetua Agung lagi dengan nada suara yang lebih tegas.


"Mohon ampun! Tadi murid sedang mendiskusikan tentang fenomena serta informasi yang sedang berkembang di dalam sekte tetua!."


"Trus! Apa yang membuat kalian begitu yakin bahwa hal itu adalah benar?."


"Saya mendapatkan informasi itu dari senior Xun, yang katanya telah mendengar langsung dari leluhur Ģuang Zhi saat berada di aula utama sekte."


"Ma Guang akan di kejar oleh anggota seluruh sekte aliran hitam?." Jawab murid itu dengan takut.


"Jika Ma Guang tidak mereka temukan di luar dari sekte kita ini, dimana mereka akan mencarinya?."


Mendengar pertanyaan terakhir dari tetua Agung, akhirnya semua murid yang tergabung di dalam kelompok tersebut langsung terdiam dan menyadari akan masalah yang akan datang untuk sekte mereka itu.


Kini rasa takut mulai datang mengisi setiap hati serta pikiran mereka.


"Mulai saat ini, aku tidak ingin mendengar kalian membicarakan tentang hal ini. Apakah kalian semua mengerti?." Ucap tetua agung.


"Siap! Murid sudah mengerti!."


Ucap para murid itu secara serentak.


Setelah selesai dengan para murid tersebut, tetua agung langsung melangkahkan kakinya untuk menuju ke arah kediaman patriak Yao Han.


Setelah tiba di depan kediaman patriak, murid yang berjaga langsung memberi hormat kepada tetua Xiang Zhang.


"Hormat kepada tetua agung!."


"Tolong sampaikan kepada Patriak kalau aku ingin bertemu dengannya."

__ADS_1


"Baik! Murid akan memberitahukannya." Ucap salah satu murid dan langsung memasuki kediaman patriak Yao.


Setelah beberapa saat kemudian, murid itu sudah kembali dan langsung mempersilahkan tetua agung untuk masuk.


Tetua agung Xiang Zhang langsung berjalan memasuki kediaman tersebut.


"Tetua Xiang! Ada hal penting apa sehingga mencari Ku?."


"Patriak Yao! Ternyata masalah ini terlalu serius dan kita sudah tidak bisa lagi membungkamnya. Jadi langkah apa yang harus kita lakukan jika sekte aliran hitam mengetahui hal ini?."


"Kita harus secepatnya memperkuat kekuatan sekte kita untuk menghadapi setiap kemungkinan yang akan terjadi."


"Tetapi bagaimana dengan anak itu?." Tanya tetua agung.


"Jika benar apa yang di katakan oleh leluhur Guang Zhi bahwa anak itu kemungkinan sudah menerobos untuk menjadi pendekar suci, kita sudah tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya, karena hal yang perlu kita khawatirkan adalah serangan yang akan datang ke sekte kita ini." Ucap patriak.


Di tempat lain.


Ma Guang dan rombongannya setelah kesehatan dari Yuan Gao sudah pulih walau pun luka dalamnya belum sembuh total, tetapi mereka sudah mau melakukan perjalanan untuk kembali ke sekte Bambu Kuning.


Rombongan mereka mengunakan satu kereta kuda yang berisikan 5000 koin emas dan juga Xia Jiao dan Yuan Jiali.


Sedangkan Yuan Gao, menjadi kusirnya.


Ma Guang serta tetua Sim Lan masing - masing menunggang kuda.


Mereka memulai perjalanan tersebut pada pagi hari.


Saat sudah sekitar 2 jam mereka melakukan perjalanan, rombongan itu sudah sampai dan mulai memasuki desa terdekat dengan kota Lu.


Perjalanan mereka saat itu tidak mendapatkan halangan apa pun.


Mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju ke desa Huiyi, desa asal Ti Lun dan Ti Ha yu yang juga adalah Yuan Gao dan Yuan Jiali.


Ma Guang kembali mengingatkan mereka tentang situasi desa Huiyi saat mereka tinggalkan.


Saat ini rombongan Ma Guang sangat di untungkan, karena pendekar muda itu tidak dalam keadaan terluka dan juga sebagai pendekar suci, serta ada dua orang pendekar raja yang menemaninya.


Namun Ma Guang tetap waspada terhadap kemungkinan yang akan terjadi.


Setelah sudah sekitar 10 kilo meter mereka berjalan, akhirnya Ma Guang memacu kudanya agar berlari dengan kencang.


Sedangkan untuk yang lain, tetap melakukan perjalanan dengan kecepatan yang seperti biasanya.


Ma Guang akhirnya tiba di desa Huiyi. Pemuda itu mulai memperhatikan setiap orang - orang yang di lihatnya.


Keadaan di desa terlihat seperti biasa, seakan tidak ada perubahan yang mencolok dengan desa tersebut.


"Mengapa desa ini masih terlihat seperti biasa saat aku meninggalkannya!?." Gumam Ma Guang dalam hatinya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2