
Di istana kekaisaran Zhou.
Zhou Lu Yun yang baru saja kembali dari dunia dewa surgawi langsung menemui ayahnya kaisar Zhou Muwang.
Kaisar yang melihat kedatangan putrinya langsung menyambut dengan senyum lebar.
"Bagaimana? Apakah kamu berhasil mendapatkan inti jiwa dan batu permata milik makhluk spiritual?." Tanya sang kaisar.
"Ayah tenang saja! Aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan! Tinggal kita yang harus menjalankan rencana kita!." Tutur Zhou Lu Yun.
"Baiklah! Jadi apa yang saat ini harus kita lakukan terlebih dahulu?." Tanya Zhou Muwang lagi.
"Ayah tenang saja! Karena hal itu adalah urusanKu!." Jawab Zhou Lu Yun sambil tersenyum penuh kelicikan.
Zhou Lu Yun pun langsung memberikan kepada ayahnya inti jiwa, batu permata serta jasad makhluk spiritual tingkat tinggi.
"Ayah seraplah kedua benda ini dan juga jadikan santapan ayah dagingnya!." Tutur Zhou Lu Yun.
Setelah itu, wanita itu pun langsung pergi untuk menuju ke tempat dimana para pasukan Api Angin berada.
Saat tiba di tempat pasukan Api Angin, Zhou Lu Yun langsung berkata.
"Cepat perintahkan para jenderal dan juga para komandan pasukan untuk berkumpul!." Perintah Zhou Lu Yun.
Para prajurit pun segera pergi untuk menemui para jenderal dan juga para komandan untuk menghadap Zhou Lu Yun.
Beberapa saat kemudian, akhirnya para petinggi yang di maksudkan langsung menghadap Zhou Lu Yun.
"Kami menghadap tuan putri!." Ucap mereka secara serentak sambil menangkupkan tangan.
"Kami siap mendapatkan perintah!." Tutur mereka lagi secara bersamaan.
"Silahkan duduk!." Ujar Zhou Lu Yun.
"Terima kasih tuan putri!." Ucap mereka lagi.
Zhou Lu Yun pun langsung memberitahukan tugas yang akan mereka lakukan serta mulai membagi pasukan mereka.
Setiap pasukan yang di bentuknya terdiri dari seorang jenderal dan seorang wakil jenderal, sepuluh orang komandan pasukan serta seribu orang pasukan.
Pasukan terlemah mereka kultivasinya berada di tingkat pendekar petapa.
Sehingga kekuatan mereka walau pun hanya berjumlah seribu orang lebih, tetapi sudah mampu untuk meratakan kekuatan yang di miliki oleh setiap kerajaan yang ada.
Mereka pun mulai bergerak menuju ke setiap kerajaan yang berada di wilayah kekaisaran Zhou.
Tujuan mereka untuk meminta upeti kepada setiap raja yang ada, jika tidak di penuhi, mereka akan mengambil alih seutuhnya setiap pemerintahan para raja tersebut.
__ADS_1
Beberapa kelompok yang terdiri dari seribu lebih pasukan Api Angin langsung berpencar untuk menuju ke istana kerajaan Qin, Han, Wei, Zhao, Chu, Lu, Qi, Yan, Lai dan beberapa kerajaan kecil lainnya untuk melaksanakan perintah dari Zhou Lu Yun yang mengatasnamakan kaisar Zhou Muwang untuk menagih upeti.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk seribu lebih pasukan agar bisa tiba di kerajaan Qin, Han, Wey dan Zhao.
Sebab letak keempat kerajaan tersebut berada di dekat wilayah khusus kekaisaran Zhou.
Saat pasukan Api Angin tiba di istana kerajaan Qin, mereka langsung di sambut oleh pasukan yang bertugas untuk menjaga istana tersebut.
"Siapa kalian? Mengapa memasuki wilayah istana kerajaan dengan jumlah yang begitu banyak tanpa pemberitahuan?." Ujar seorang komandan yang bertugas.
Mendapatkan sambutan tersebut, jenderal yang memimpin langsung mengeluarkan lencana kekaisaran yang memiliki kuasa untuk melakukan apa pun yang bisa di lakukan oleh sang kaisar.
Melihat lencana tersebut, komandan serta pasukan yang bertugas saat itu langsung bersujud.
"Kami ingin bertemu dengan raja Yin Zhu! Jadi secepatnya beritahukan kepada raja!." Tutur sang jenderal yang memimpin.
Karena para kroni - kroni organisasi Mawar Surgawi dan juga sekte Kura - Kura Api sudah di basmi oleh para bawahan Ma Guang, sehingga sudah tidak ada lagi sikap yang menunjukkan seperti tidak ingin tunduk lagi kepada kekaisaran Zhou.
Oleh karena itu, disaat mendengarkan perintah bahwa mereka ingin menemui sang raja, komandan yang bertugas, langsung bergegas pergi untuk menyampaikan hal tersebut.
"Hamba menghadap Yang Mulia!." Ucap komandan yang datang melapor.
"Ada hal apa sehingga membuatMu sepertinya sedang merasa ketakutan?." Tanya Yin Zhu.
"Mohon ampun Yang Mulia! Tetapi kini di alun - alun istana kerajaan sudah ada ribuan pasukan dari kekaisaran yang ingin menemui Yang Mulia Raja!." Jawab komandan tersebut.
"Hamba juga tidak tahu Yang Mulia!." Balas sang komandan.
"Cepat panggil jenderal Bai Qi, jenderal Jiang Lei serta jenderal Wang He agar secepatnya untuk datang kesini!." Perintah sang raja.
Tiga orang prajurit langsung bergegas pergi untuk melaksanakan perintah sang raja.
Sedangkan raja Yin Zhu kini langsung kembali kedalam ruangannya dan bertemu dengan sosok yang berpakaian hitam.
"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan? Sepertinya kedatangan mereka kali ini untuk memperpanjang masalah yang telah terjadi waktu lalu!." Tutur Yin Zhu kepada pria tua yang adalah seorang pendekar agung.
"Yang Mulia! Sepertinya kali ini kita harus mengikuti keinginan mereka! Sebab kekuatan yang datang kali ini bisa menghancurkan seluruh kekuatanMu!." Ujar pria tua tersebut.
"Mengapa bisa seperti itu?." Tanya Yin Zhu.
"Iya Yang Mulia! Karena kita tidak bisa melawan dua orang pendekar dewa langit dan juga sepuluh orang pendekar dewa bumi serta ribuan orang pendekar petapa, pendekar petapa suci, pendekar spiritual dan juga pendekar agung!." Jawab pria tua tersebut.
"Bagaimana bisa pihak kekaisaran bisa memiliki pasukan sekuat itu?." Tanya Yin Zhu tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Apakah mereka juga berasal dari sekte Naga Surgawi?." Lanjutnya lagi.
"Kemungkinannya seperti itu Yang Mulia!." Ujar pria tua itu menanggapi perkataan Yin Zhu.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, akhirnya jenderal yang Yin Zhu maksud pun tiba, mereka langsung menuju ke aula istana kerajaan.
Sedangkan para prajurit langsung di perintahkan untuk memanggil semua menteri kerajaan Qin.
Saat mereka tiba di dalam aula istana, sang raja pun langsung memerintahkan jenderal Wang He untuk menyambut utusan dari kekaisaran tersebut.
"Para utusan sekalian! Silahkan masuk, Yang Mulia Raja sudah menunggu kalian!." Ucap jenderal Wang He sambil menangkupkan tangannya dan langsung mempersilahkan.
Dua orang langsung memasuki aula istana kerajaan Qin.
Wang He pun langsung berjalan di samping kedua orang tersebut.
Yin Zhu langsung berdiri dan mempersilahkan keduanya untuk duduk.
"Silahkan duduk!." Ucap Yin Zhu ramah.
Setelah keduanya duduk, sang raja langsung berkata.
"Ada urusan penting apa sehingga para utusan datang selarut ini?." Tanya Yin Zhu.
"Raja Yin Zhu! Kedatangan kami kesini hanyalah untuk menagih upeti dari kerajaanMu!." Tutur jenderal yang adalah pemimpin pasukan tersebut.
"Jika hanya upeti! Para utusan tidak perlu untuk datang selarut ini! Sebab kami memang sudah menyiapkan upeti tersebut dan akan segera mengantarkannya ke ibu kota kekaisaran!." Balas Yin Zhu.
"Raja Yin Zhu! Saat ini kami tidak ingin hanya mendengar hal itu dari mulutMu saja! Akan tetapi kami ingin bukti dariMu untuk membawa semua upeti yang kamu maksudkan itu ke hadapan kami!." Tutur pemimpin pasukan Api Angin.
"Apakah harus seperti ini caranya?." Tanya Yin Zhu.
"Iya! Dan jika tidak! Kami akan menangkapMu dan menggantikan posisi raja Qin dengan raja yang baru!." Tutur pria itu lagi.
Jenderal Bai Qi, jenderal Jiang Lei serta jenderal Wang He langsung berdiri dari tempat duduk mereka masing - masing saat mendengar perkataan pemimpin pasukan Api Angin.
"Lancang! Apakah kamu....!." Kata - kata Bai Qi langsung terhenti saat di potong oleh Yin Zhu.
"Jenderal Bai! Jaga sikapMu!." Bentak Yin Zhu.
Jiang Lei dan juga Wang He yang berniat menyambung perkataan Bai Qi langsung mengurungkan niat keduanya.
Mereka bertiga langsung duduk kembali.
"Utusan! Maafkan atas tindakan para jenderalKu!." Ucap Yin Zhu.
"Baiklah! Aku akan memerintahkan para prajurit untuk membawakan upeti yang saya maksudkan!." Tutur Yin Zhu.
Sang raja langsung memerintahkan kepada Wang He untuk melakukan apa yang di mintakan oleh pimpinan pasukan Api Angin.
~Bersambung~
__ADS_1