Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 59. Pertemuan Di Kediaman Ma Guang


__ADS_3

Keesokan harinya, saat matahari baru menyingsingkan sinarnya.


Terlihat tiga orang gadis sudah menunggu Ma Guang di depan pintu kediamannya.


Ketiga gadis itu ialah Duan Meng, Zhou Lu Yun dan juga Tjia Annchi.


Setelah mendengar Ma Guang telah kembali, ketiga gadis itu sangat berantusias untuk bertemu dengan pendekar muda itu.


Namun tidak hanya ketiga gadis itu yang datang pagi - pagi ke kediaman Ma Guang.


Tetapi Patriak Yao Han, Para Leluhur dan para tetua tingkat tinggi juga, sudah menunggu di ruang tamu kediaman Ma Guang.


Sedangkan untuk para tetua tingkat rendah, tidak ada yang terlihat di tempat itu.


Hal itu di sebabkan karena, sebagian besar tetua tingkat rendah, tidak mengenal Ma Guang, apa lagi dekat dengannya.


Untuk tetua tingkat rendah, hanya tetua Duan Dazhong yang sangat dekat dengan Ma Guang.


Namun tetua Duan Dazhong tidak hadir di tempat itu, begitu juga dengan anaknya Duan Jun.


Akhirnya Ma Guang sudah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.


Pendekar muda itu sudah bersiap keluar dari kamarnya untuk sarapan.


Sedangkan untuk keempat orang lainnya, posisi mereka sangat berbeda dengan Ma Guang.


Tetua Sim Lan, Xia Jiao, Yuan Jiali dan juga Yuan Gao tidak dapat melanjutkan langkah kaki mereka untuk keluar dari kamar mereka masing - masing saat melihat sudah ada semua petinggi sekte di ruang tamu kediaman itu.


Saat Ma Guang keluar dari dalam kamarnya, pemuda itu di suguhkan dengan pemandangan yang tidak seperti biasanya.


"Murid memberi hormat kepada para Leluhur, Patriak dan juga kepada para tetua tingkat tinggi."


"Ah, sudahlah...sudahlah...jangan terlalu formal seperti itu." Ucap Patriak.


"Murid mohon maaf Patriak! Karena murid tidak langsung menghadap Patriak setelah sudah tiba di sekte semalam."


"Tidak masalah! Karena pasti diriMu juga merasa sangat kelelahan saat kembali dari menyelesaikan misi." Ucap Patriak.


"Jadi! Apakah ada hal yang lebih penting sehingga membuat Patriak, para Leluhur dan juga tetua tingkat tinggi ada disini?."


"Iya!." Ucap mereka secara serentak.


Melihat tingkah laku dari semua petinggi yang hadir di situ, membuat pikiran Ma Guang menjadi bingung dengan apa yang menjadi tujuan kedatangan mereka.


Apa lagi secara serentak menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Ma Guang.


Hal itu sangat terlihat konyol menurut pendekar muda itu.


Karena tidak bisa menahan rasa yang menggelitik di dalam dirinya, akhirnya Ma Guang tersenyum lebar sambil menanyakan tentang hal penting apa sehingga membuat para petinggi sekte datang ke kediamannya.


Akhirnya leluhur Guang Zhi langsung berdiri dan langsung di lihat oleh Ma Guang.

__ADS_1


Sebelum leluhur Guang Zhi berkata, Ma Guang sudah lebih dahulu melontarkan kata - katanya.


"Guru! Ternyata guru sudah menerobos dan sudah menjadi Pendekar Suci!."


"Murid memberi selamat kepada guru." Ucap Ma Guang sambil menangkupkan tangannya.


"Guang'er! Sebenarnya hal itulah yang membuat para petinggi sekte berkumpul di tempat ini." Balas leluhur.


"Jadi semua petinggi sudah mengetahui tentang hal itu?."


"Iya!." Jawab leluhur.


Sedangkan para petinggi lainnya hanya menganggukan kepala mereka masing - masing untuk menanggapi pertanyaan dari Ma Guang.


"Oh, jadi begitu yah!?." Ucap Ma Guang.


" kalau begitu! Bagaimana jika kita sarapan bersama terlebih dahulu." Ucap Ma Guang.


"Iya...iya...sepertinya itu ide yang bagus." Ucap Patriak.


"Berhubung semua petinggi sekte sudah berada disini, saya juga ingin memperkenalkan ke empat tamu pribadiku." Ucap Ma Guang.


"Silakan...silakan."


"Terus mereka saat ini berada dimana?."


"Iya! Dari tadi kami tidak melihat jika ada orang lain di tempat ini."


Ucap para petinggi sekte bersahut - sahutan.


Keempat orang tersebut langsung keluar dari kamar mereka masing - masing.


Patriak dan juga tetua Ying Zhao langsung dapat mengenal salah satu di antaranya.


"Inikan salah satu jenius dari sekte Bunga Persik!? Apakah anak ini sudah ingin menjadikan gadis ini sebagai istrinya?." Gumam Patriak.


Patriak berpikir seperti itu karena memiliki alasan yang kuat. Sebab saat di kompetisi kekaisaran, sikap kedua pendekar muda itu sangat menarik perhatian banyak orang, dan salah satunya adalah Patriak.


"Salam hormat kami kepada para petinggi sekte Bambu Kuning!." Ucap tetua Sim Lan sambil di ikuti oleh tiga orang lainnya.


Setelah keempat orang tersebut sudah berada di dekat Ma Guang dan sudah memberi hormat, akhirnya Ma Guang memperkenalkan mereka satu persatu.


"Ini adalah tetua Sim Lan, salah satu tetua sekte Bunga Persik, dan mereka berdua adalah Yuan Gao serta ini putrinya Yuan Jiali, mereka yang membantu diri Ku saat terluka di desa Huiyi, dan yang ini adalah Xia Jiao, salah satu murid di sekte Bunga Persik dan juga salah satu orang yang berasal dari desa yang sama dengan Ku."


Para petinggi sekte langsung mengerti posisi dari keempat tamu pribadi Ma Guang itu.


"Baiklah! Kalau begitu, mari kita sarapan bersama. Setelah itu kita melanjutkan pembicaraan kita." Ucap Ma Guang.


Memang saat kedatangan para petinggi sekte di kediaman Ma Guang, Patriak langsung memerintahkan beberapa pelayan untuk menyiapkan makanan bagi mereka..


Sehingga mereka bisa bersama - sama melakukan sarapan di tempat itu.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, akhirnya Ma Guang menyampaikan kepada para petinggi sekte, agar melanjutkan pembicaraan tersebut di aula utama sekte. Dan harus secara tertutup.


Akhirnya mereka menyetujui usul dari Ma Guang, dan mereka pun meninggalkan kediaman Ma Guang untuk menuju ke aula utama sekte tersebut.


Ma Guang akhirnya berpamitan dengan keempat orang tamu pribadinya.


"Tetua Sim Lan, nona Xia, nona Yuan dan juga paman Yuan, saya akan menyelesaikan dahulu urusan Ku ini, setelah itu saya akan kembali lagi kesini."


"Iya! Selesaikan dahulu urusan Mu itu, kami akan menunggu Mu di sini." Jawab mereka.


Ma Guang langsung membalikan badannya dan langsung bergegas menuju ke aula utama sekte.


Baru saja langkah kakinya melewati pintu kediamannya, tatapan matanya langsung terarah kepada ketiga sosok gadis.


"Nona Duan! Nona Tjia, tuan putri Zhou! Apakah kalian juga sedang menunggu diriKu!?." Tanya pemuda itu.


"Iya!." Jawab serentak ketiga gadis tersebut.


"Oh, maafkan saya jika tidak bisa langsung melayani kalian bertiga, tetapi jika saya sudah selesai dengan urusan Ku, pasti saya akan menemui kalian."


"Saya harap kalian kembali ke kediaman kalian masing - masing, nanti saya akan mendatangi kalian." Ucap Ma Guang lagi.


Kedua gadis yang ada di tempat itu, seperti tidak menghiraukan lagi perkataan terakhir yang di lontarkan oleh Ma Guang.


Melainkan pikiran keduanya masih terfokus dengan kata - kata sapaan yang di tujukan kepada seorang gadis yang bersama dengan mereka.


"Apa? Tuan Putri Zhou?."


Pertanyaan yang muncul di dalam pikiran keduanya.


Ma Guang belum memahami ke terdiaman kedua gadis tersebut.


Sedangkan Putri Zhou Lu Yun, wajahnya langsung memerah dengan perkataan yang di lontarkan oleh Ma Guang.


Ma Guang langsung melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ke aula utama sekte.


Sedangkan kedua gadis yang lain sedang menatap ke arah putri Zhou Lu Yun.


"Apakah anda putri Kaisar Zhou?." Tanya Tjia Annchi.


"Iya! Apakah benar demikian?." Ucap Duan Meng.


Mendengar pertanyaan kedua gadis tersebut, akhirnya putri Zhou Lu Yun menganggukan kepalanya.


"Jadi...jadi selama ini...."


"Hamba mohon ampun tuan putri, karena hamba tidak bisa mengenali tuan putri, dan juga selalu lancang serta tidak melayani tuan putri." Ucap Tjia Annchi sambil berlutut.


"Jangan seperti itu nona Tjia! Cepat berdirilah, nanti bisa di lihat oleh orang lain."


"Jika orang lain melihat hal ini, akan menjadi sia - sia penyamaran Ku selama ini."

__ADS_1


Duan Meng yang melihat hal yang di lakukan oleh Tjia Annchi, secara spontan juga ingin melakukan hal itu, namun setelah mendengar apa yang di sampaikan oleh putri Zhou Lu Yun, akhirnya dia mengurungkan niatnya.


~Bersambung~


__ADS_2