
Malam itu Ma Guang tidak bisa tertidur karena memikirkan tentang pengkhianatan yang telah di lakukan oleh komandan You Tao.
"Apa yang harus aku lakukan terhadapnya? Orang ini akan membahayahkan keselamatan nyawa dari pasukanKu. Jika aku akan langsung menindak dirinya, pasti para pengikutnya juga masih berada dan membaur di dalam pasukanKu, dan hal itu akan terus terjadi jika di biarkan". Gumam Ma Guang di dalam hatinya.
"Kenapa kamu belum tidur? Apa yang kamu pikirkan?". Tanya Xia Jiao.
"Aku sudah mengetahui siapa orang yang membocorkan informasi tentang penyerangan kita beberapa hari yang lalu kepada pasukan dari kerajaan Lai". Ucap Ma Guang.
"Siapa orangnya? Aku akan menghancurkan tubuhnya". Ucap Xia Jiao dengan penuh emosi.
"Aku sudah mengetahuinya, tetapi jika aku menangkap dan memberikan hukuman kepadanya, pasti para pengikutnya masih tetap berada di tengah-tengah pasukan kita. Menurut kalian berdua, bagaimana cara kita untuk menangkap juga para pengikutnya?". Tanya Ma Guang.
"Sebenarnya siapa orangnya? Agar supaya aku bisa memberikan pendapat tentang hal itu". Ucap Yuan Jiali.
"Aku akan mengatakannya, tetapi aku meminta kalian berdua untuk tidak gegabah dalam bertindak". Ucap Ma Guang.
Kedua wanita itu langsung menganggukan kepala mereka tanda mengiyahkan perkataan Ma Guang.
Melihat tanggapan yang di berikan oleh kedua wanita yang selalu bersamanya, Ma Guang pun langsung memberitahukan apa yang telah di dengarnya.
"Komandan You Tao adalah orang di balik semua itu. Aku juga tidak menyangka jika orang yang sudah bersamaKu beberapa waktu yang lama, bisa juga menghianatiKu". Ucap Ma Guang.
Kedua wanita itu pun langsung tertengun saat mendengar apa yang pemuda itu katakan.
Mereka juga tidak menyangka hal itu bisa terjadi, bahwa orang yang mereka percaya selama ini, bisa juga menghianati mereka.
"Bagaimana jika kita mengumpulkan semua pasukan dan meminta mereka untuk memilih siapa yang akan mereka ikuti jika pasukan kita di bagi menjadi dua bagian". Ucap Xia Jiao mengusulkan kepada Ma Guang.
"Bagaimana kalau menurutMu?". Tanya Ma Guang sambil menatap kearah Yuan Jiali.
"MenurutKu, langsung di berikan hukuman saja kepadanya agar menjadi contoh bagi para pengikutnya untuk tidak melakukan lagi hal yang sama". Ucap Yuan Jiali.
Mendengar pendapat kedua wanita yang selalu berada di dekatnya, Ma Guang langsung menganggukan kepalanya.
"Kalau begitu, saat ini kita beristirahatlah dahulu, besok pagi kita harus menyelesaikan permasalahan ini agar kita bisa melanjutkan perjalanan kita". Ucap Ma Guang.
Mereka pun langsung beristirahat.
Pada keesokan harinya Ma Guang langsung mengutus seorang prajurit untuk memanggil jenderal Fan Gui dan ingin membahas tentang apa yang telah di ketahuinya.
Jenderal Fan Gui pun datang dan memasuki tenda yang Ma Guang tempati.
"Jenderal Ma! Ada hal penting apa sehingga anda memanggilKu? Apakah anda sudah mau melanjutkan perjalanan?". Tanya Fan Gui.
"Jenderal Fan! Ini adalah hal yang sangat serius, aku sudah mengetahui siapa dalang dari apa yang pasukanKu alami saat penyergapan tersebut". Ucap Ma Guang.
"Siapa orangnya?". Tanya Fan Gui.
"Sebelum aku mengatakannya, aku meminta kepada jenderal Fan untuk tidak bertindak terlebih dahulu, karena aku akan menanganinya pagi ini". Ucap Ma Guang.
__ADS_1
"Aku memohon kepada jenderal Fan agar bisa mengumpulkan pasukan yang jenderal pimpin, karena aku juga akan mengumpulkan seluruh pasukanKu". Lanjut Ma Guang.
"Tetapi siap sebenarnya orang itu?". Tanya Fan Gui dengan wajah yang penasaran.
"Sebentar lagi jenderal Fan akan mengetahuinya, jadi ayo kita kumpulkan pasukan kita". Ucap Ma Guang.
Kedua orang tersebut langsung berdiri dan berjalan keluar meninggalkan tenda yang di ikuti dari belakang oleh kedua wanita yang selalu bersama Ma Guang.
Akhirnya semua prajurit sudah di kumpulkan.
Ma Guang langsung berdiri dan menatap kepada seluruh pasukan yang ada.
"Para prajurit kerajaan Qi yang gagah berani, pada saat ini kami akan melanjutkan perjalanan, tetapi sebelumnya saya ingin membagi pasukan menjadi tiga kelompok, dan saya harap kalian untuk memilih akan mengikuti siapa". Ucap Ma Guang dengan lantang dan dengan menggunakan tenaga dalamnya agar bisa di dengar oleh semua prajurit yang ada.
Ma Guang melanjutkan perkataannya dan juga memanggil komandan You Tao untuk maju kedepan dan berdiri bersama - sama dengan mereka berdua yang sebagai seorang jenderal.
"Jika kalian ingin mengikuti jenderal Fan Gui, silahkan kalian bergerak kearah kanan atau sebelah di posisi kiri kalian. Dan jika kalian ingin mengikutiKu, kalian bergerak kearah kiri atau sebelah kanan di posisi kalian".
"Berarti prajurit yang tersisa adalah pasukan milik komandan You Tao". Ucap Ma Guang.
Karena semua prajurit yang berkumpul sudah siap dengan perlengkapan tempur mereka, sehingga Ma Guang dan jenderal Fan Gui langsung memerintahkan masing - masing pasukan yang memilih mereka berdua.
"Kepung mereka!". Perintah kedua jenderal tersebut.
Komandan You Tao langsung tersentak dengan apa yang kedua jenderal itu perintahkan.
Ma Guang pun langsung memanggil prajurit yang membawah informasi dan selamat dari serangan pasukan yang di perintahkan oleh komandan You Tao.
Benar saja, kedua prajurit yang selamat itu langsung mengenali wajah para penyerangnya.
Yuan Jiali sendiri sedang mengawasi pergerakan You Tao.
Wajah komandan You Tao kini sudah berubah, keringat mulai mengucur di wajahnya.
"Apakah jenderal Ma sudah mengetahuinya?". Gumam di dalam hati You Tao.
Ma Guang langsung menatap kearahnya dan menjawab.
"Benar! Aku sudah mengetahuinya". Ucap Ma Guang sambil tersenyum sinis.
Kedua prajurit tersebut langsung menunjuk orang - orang yang menyerang mereka.
Dengan cepat Xia Jiao langsung mengcengkeram setiap orang yang di tunjuk oleh kedua prajurit itu.
Mereka berjumlah sepuluh orang.
Ma Guang kini berjalan mendekati mereka.
"Aku akan menjadikan kalian sebagai tahanan perang jika kalian menjawab pertanyaanKu dengan benar, sebab aku sudah mengetahui jawabannya". Ucap Ma Guang.
__ADS_1
"Dan jika kalian coba - coba mendustaiKu satu jawaban saja, saya tidak akan melanjutkan lagi untuk pertanyaan selanjutnya". Lanjut Ma Guang.
Ma Guang pun memanggil seorang prajurit dan langsung melontarkan pertanyaan.
"Siapa yang memerintahkan kalian untuk menyerang prajurit yang aku utus?". Tanya Ma Guang.
Prajurit tersebut langsung menatap ke arah You Tao, namun dirinya tetap diam.
Ma Guang pun tersenyum sinis menatap sikap prajurit tersebut.
"Kalian ternyata belum mengetahui bagaimana kekejamanKu jika sedang mengintrogasi seseorang. Tetapi itu akan menjadi kejutan selanjutnya". Ucap Ma Guang.
Semua prajurit tersebut tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaan dari Ma Guang.
Sedangkan di wilayah bagian selatan, kini sedang terjadi pertempuran di antara pasukan dari kerajaan Lai dan juga pasukan dari wilayah propinsi Langya yang di pimpin oleh jenderal Meng Yin.
Itu adalah hari pertama mereka melakukan pertempuran.
Sedangkan pasukan yang di pimpin oleh jenderal Yang Bin sudah hampir tiba di wilayah pertempuran itu untuk memberikan kejutan kepada pasukan dari kerajaan Lai.
Jenderal Tian Ju dan juga pasukan dari wilayah propinsi Jiaoxi kini mulai juga melakukan penyerangan ke gerbang utara dan barat kota Pingcheng.
Di tempat Ma Guang berada.
Pemuda itu kini mulai mengintrogasi salah satu prajurit suruhan You Tao.
Xia Jiao langsung menyiapkan sebuah batu dan juga pemukul, Ma Guang langsung meraih pemukul tersebut dan mulai memukul satu persatu jari tangan seorang prajurit yang di introgasinya.
Prajurit itu terus berteriak kesakitan karena jari yang sudah di pukul Ma Guang, kembali di pukulnya lagi.
You Tao yang melihat hal itu, kini mulai gelisah dan ingin untuk melarikan diri.
Disaat pria itu ingin untuk beranjak dari tempat itu, Yuan Jiali sudah menghadangnya.
"Komandan You Tao! Anda tidak bisa meninggalkan tempat ini". Ucap Yuan Jiali.
Prajurit yang merasa sudah tidak lagi bisa menahan penyiksaan tersebut langsung bersuara kepada Ma Guang.
"Baiklah! Aku akan memberitahukannya". Ucap prajurit tersebut.
Ma Guang langsung menghentikan perbuatannya itu untuk menanti jawaban yang akan di ucapkan oleh prajurit tersebut.
"Yang memerintahkan kami adalah, komandan You Tao". Ucap prajurit tersebut.
Mendengar perkataan prajurit itu, semua prajurit yang ada langsung menatap ke arah You Tao.
Pria itu pun langsung melesat dan ingin meninggalkan tempat itu.
Namun sangat di sayangkan, karena kemampuan ilmu meringankan tubuhnya masih jauh berada di bawah Yuan Jiali, sehingga tubuh pria itu langsung di terjang pukulan gadis tersebut hingga tubuhnya terhempas ke arah Ma Guang.
__ADS_1
~Bersambung~