
Pemuda itu langsung melesat pergi meninggalkan pegunungan tersebut dan terus menuju kearah selatan.
Tidak lama kemudian dirinya mulai memasuki wilayah kekaisaran Dvaravati.
Dimana wilayah kekaisaran ini telah memiliki begitu banyak pendekar spiritual dan juga ratusan pendekar agung.
Dari kejauhan pemuda itu telah melihat sebuah kota di depannya.
Ma Guang langsung mendarat dan kembali melakukan perjalanan dengan berjalan kaki untuk menuju ke kota tersebut.
Saat dirinya baru berjalan sejauh dua kilo meter, pemuda itu mendengar bunyi dentingan senjata yang saling berbenturan satu sama lain.
Pemuda itu langsung mempercepat langkahnya dengan ilmu meringankan tubuh miliknya.
Hal itu agar tidak menarik perhatian para pendekar tingkat tinggi yang ada di wilayah kekaisaran itu.
Ma Guang kini telah menekan tingkat kultivasinya sampai ke tingkat pendekar raja.
Setelah pemuda itu telah berada di dekat keributan yang dia dengar sebelumnya, pemuda itu melihat ada dua kelompok yang sedang bertarung.
Kelompok yang satunya memakai pakaian serba hitam dan kelompok yang satunya lagi terlihat seperti para pengawal yang biasa di pakai oleh keluarga bangsawan.
Saat tatapan matanya melihat kearah sebuah kereta kuda yang kini sudah di penuhi anak panah di sisi kiri dan kanannya, pemuda itu dapat melihat ada seorang gadis yang masih terkurung di dalam kereta kayu tersebut.
Untung saja kereta kuda itu terbuat dari bahan kayu yang kuat, sehingga gadis itu terlihat tidak mengalami luka sedikit pun walau pun anak panah telah memenuhi dinding samping kereta itu.
Seorang pria yang menggunakan pakaian mewah sedang bertarung menghadapi salah satu pria yang memakai pakaian serba hitam.
Ma Guang masih tetap terus memperhatikan pertempuran tersebut.
Awalnya kekuatan kedua belah pihak terlihat sangat berimbang, namun setelah beberapa saat kemudian, kini pihak yang terlihat seperti seorang bangsawan itu mulai tersudut.
Beberapa di antara mereka kini sudah terluka oleh serangan para perampok tersebut.
Ma Guang langsung bermaksud untuk membantu pihak bangsawan tersebut.
Namun saat dirinya akan melompot turun dari dahan pohon, seorang pria yang menggunakan pakaian serba hitam datang memasuki pertempuran tersebut.
Begitu juga dengan seorang pria yang muncul dari pihak lawannya.
Keduanya langsung saling menyerang satu sama lain.
__ADS_1
Dan di lihat dari tingkat kultivasi keduanya, mereka kini sudah berada di tingkat pendekar spiritual tingkat puncak.
Pertempuran dua orang itu membuat para pendekar yang kemampuanya berada di bawah kemampuan mereka berdua langsung mundur dan hanya menyaksikan pertarungan keduanya.
Debu serta dedaunan terus bertebaran di udara.
Kehancuran mulai tercipta di atas permukaan tanah saat serangan keduanya tidak mengenai sasaran.
Suhu udara di sekitar tempat itu langsung berubah - ubah dengan cepat karena di akibatkan pertempuran sengit keduanya.
Beberapa saat kemudian, tiba - tiba terlihat asap hitam keluar dari tubuh pria yang menggunakan pakaian hitam itu dan menyelimuti keduanya.
Setelah beberapa detik tubuh keduanya telah di selimuti oleh asap hitam itu, pria yang satunya lagi langsung melesat keluar dari kepulan asap tersebut.
Dan tidak menunggu lama, tubuh pria yang keluar dari kepulan asap itu langsung tersungkur di tanah dengan mulut yang mengeluarkan gumpalan darah berwarna hitam.
Ternyata asap yang keluar dari tubuh lawannya adalah asap beracun tingkat tinggi, sehingga dengan cepat bisa meracuni seorang pendekar spiritual sekali pun.
Saat pria yang berpakaian hitam itu ingin menebas leher lawannya, Ma Guang langsung melesat turun dan melepaskan puluhan pisau terbang yang terbuat dari energi Qi miliknya.
Tring...tsuk...tsuk
Bunyi benturan energi Qi milik Ma Guang yang mengenai bilah pedang pria yang ingin menebas leher lawannya serta dua buah energi Qi miliknya yang mengenai tubuh pria tersebut.
Ma Guang sudah kembali melancarkan serangan susulan terhadap pria tersebut. "Bola Api Naga". Teriak Ma Guang sambil melesatkan bola api berwarna hitam serta di selimuti oleh petir yang berwarna hitam juga yang berada di tangannya.
Boooommmm
Pria berpakaian hitam itu langsung hancur dan berubah menjadi kabut darah saat serangan bola api Ma Guang mengenai tubuhnya.
Para bawahan yang melihat hal tersebut, langsung menjadi takut serta tidak menunggu aba - aba lagi untuk melarikan diri.
Ma Guang langsung berdiri di depan pria yang keracunan tersebut serta langsung memberikan pil untuk penawar racun tingkat tinggi dan juga langsung menyalurkan energi Qi miliknya untuk membantu penyembuhan pria tersebut.
Seorang pria yang memakai pakaian mewah langsung mendekati Ma Guang dan langsung mengucapkan terima kasih kepada pemuda tersebut karena sudah menolong mereka.
Ma Guang belum langsung menanggapi hal tersebut, di karenakan dirinya masih tetap membantu pria yang keracunan itu.
Saat pria yang di tolong oleh Ma Guang sudah terbebas dari racun yang menyerang tubuhnya, Ma Guang langsung menghentikan untuk menyalurkan energi Qi miliknya.
Pria tersebut langsung bersujud dan sangat berterima kasih kepada Ma Guang yang telah menyelamatkan hidupnya dari kematian.
__ADS_1
"Terima kasih pendekar karena telah menolong kami". Ucap pria itu sambil bersujud di hadapan Ma Guang.
"Bangunlah! Kamu tidak pantas untuk bersujud di kakiKu, sebab usiaMu jauh lebih tua dibandingkan denganKu". Ucap Ma Guang dengan tulus karena merasa risih dengan apa yang pria tua itu lakukan.
Pria yang berpakaian mewah bersama para pengawalnya secara serentak langsung mengucapkan terima kasih juga kepada Ma Guang.
"Aku hanya kebetulan lewat saja, karena bertepatan saya melihat ada orang yang membutuhkan pertolongan, jadi secara manusiawi aku langsung menolongnya". Ujar Ma Guang seakan tidak sengaja menolong pria tersebut.
"Cepat selamatkan gadis yang berada di dalam kereta itu". Ujar Ma Guang sambil menunjuk ke arah gerbong kereta yang telah di penuhi anak panah tersebut.
Pria yang berpakaian mewah itu langsung bergerak dengan cepat untuk menuju ke gerbong kereta yang di tunjuk oleh Ma Guang yang langsung juga di ikuti oleh para pengawalnya.
Pria yang di tolong oleh Ma Guang langsung memperkenalkan namanya "tuan pendekar! Perkenalkan, nama saya adalah Thau Choi! Aku adalah pengawal utama tuan Mong Nai". Ucap pria itu sambil mengisyaratkan kepada Ma Guang bahwa pria yang berpakaian mewah itu bernama Mong Nai.
Ma Guang hanya menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan pria tersebut dan langsung memberitahukan juga namanya "Senior! Nama saya adalah Ma Guang". Ucapnya dengan ramah.
"Ma Guang? Apakah anda pendekar muda yang berasal dari kekaisaran Zhou?". Tanya Thau Choi dengan nada suara yang terkejut.
"Iya! Tetapi bagaimana senior mengetahui namaKu?". Tanya Ma Guang penasaran.
"Kami baru saja kembali dari ibu kota kekaisaran Zhou dan nama anda selalu di sebutkan oleh para pendekar mau pun para warga masyarakat di sana, itulah yang membuat saya bisa mengingat dengan benar nama anda tersebut". Jawab Thau Choi.
"Tidak disangka aku bisa bertemu dengan pendekar Ma di tempat ini". Lanjut Thau Choi senang.
Ma Guang langsung terdiam sejenak saat mendengar penyampaian dari pria tua di depannya.
"Apakah setenar itu namaKu ini di kekaisaran Zhou?". Pikir Ma Guang.
"Tuan Mong! Ternyata orang yang menolong kita adalah pendekar Ma Guang dari kekaisaran Zhou". Ucap Thau Choi memberitahukannya kepada Mong Nai.
"Hah...! Apakah benar apa yang di sampaikan oleh pendekar Thau?". Tanya Mong Nai kepada Ma Guang.
Ma Guang hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Mong Nai.
"Pendekar Ma! Kalau begitu, bagaimana jika pendekar Ma mampir di kediaman keluargaKu di kota Chiangrai!?". Ujar Mong Nai menawarkan.
"Dimana letak kota Chiangrai?". Tanya Ma Guang.
"Kota Chiangrai sudah berada tepat di depan kita dan tinggal sejam lagi kita pasti sudah tiba". Jawab Mong Nai.
"Baiklah! Sebenarnya aku juga sedang menuju ke kota itu, jadi tidak salahnya juga jika aku pergi ke kediaman keluarga anda". Ucap Ma Guang.
__ADS_1
Mereka langsung berjalan untuk menuju ke kota yang mereka maksudkan.
~Bersambung~