
Ma Guang mendekati pria tersebut dan langsung melontarkan pertanyaan.
"Siapa yang menyuruh kalian untuk memburuh diriKu?." Tanya Ma Guang dengan nada suara yang menekan penuh niat untuk membunuh.
"Silahkan! Bunuh saja diriKu, karena sampai kapan pun aku tidak akan memberitahukan apa yang kalian tanyakan." Ucap pria itu dengan penuh ketegasan.
"Percayalah, kamu tidak lama lagi akan menerima hal itu, namun jika kamu tidak ingin menjawabnya, cara kematianMu akan sangat kau nikmati sampai hidupMu berakhir." Ucap Ma Guang.
"Ha...ha...ha...ha! Anak muda! HidupKu ini sudah sering menghadapi yang namanya siksaan, jadi apa pun yang kamu lakukan tidak bisa untuk membuat diriKu memberitahukan siapa yang menyuruh kami." Ucap pria itu yang langsung menggigit lidahnya sendiri hingga putus.
Melihat apa yang di lakukan oleh pria tersebut. Ma Guang dan juga enam orang lainnya langsung tersentak kaget.
"Ternyata orang ini sangat memegang teguh prinsip yang ada di dalam dirinya." Gumam Ma Guang.
Pendekar muda itu langsung berjalan mendekati kakak tertua Su Tian.
"Paman guru! Apakah paman bisa membaca tulisan dari mereka?." Ucap Ma Guang dengan nada suara yang seperti berbisik.
"Tentu saja saya bisa membacanya! Kenapa! Apakah kamu tidak tau membaca?." Tanya pria tua itu.
"Aku bisa membaca paman guru! Tetapi yang aku maksudkan, jika mereka tidak tau cara menulis dengan menggunakan bahasa kita dan hanya bisa menulis dengan bahasa mereka. Itu maksudKu!." Ucap Ma Guang menjelaskan kepada pria tua di depannya.
"Oh, seperti itu yah! Aku kira kamu tidak bisa membaca!." Ucap pria tua itu.
"Sialan! Untung saja aku sudah bisa membaca, kalau tidak, pasti diriKu menjadi bahan bualan pria tua ini." Gumam Ma Guang dalam hatinya dengan wajah yang sedikit kesal.
"Jadi bagaimana paman guru!? Apakah kamu bisa membaca tulisan dari kaum mereka?." Tanya Ma Guang.
"Kalau seperti itu! Aku juga tidak bisa membacanya!." Ucap pria tua itu.
"Kenapa, sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?." Tanya pria tua itu.
"Tidak jadi!." Ucap Ma Guang dengan nada sedikit kesal dan langsung berbalik menuju kedekat pria yang di tanya olehnya.
Pedang miliknya langsung menebas leher pria tersebut.
Mereka lalu mengumpulkan tubuh kelima orang yang menyerang mereka lalu membakarnya.
Setelah itu mereka melanjutkan lagi perjalanan mereka.
Hari kembali sudah mulai gelap, namun karena jarak untuk menuju kediaman Su Tian tinggal memakan waktu selama tiga jam, sehingga mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka.
__ADS_1
Setelah tiga jam kemudian, akhirnya rombongan mereka sampai juga di kediaman Su Tian.
Rombongan mereka langsung di sambut oleh sepasang suami istri yang berada di kediaman Su Tian.
"Li'er! Apakah diriMu baik - baik saja?." Tanya Yuan Gao.
"Iya ayah! Aku baik - baik saja!." Jawab Yuan Jiali.
"Bagaimana keadaanMu Jiao'er! Apakah kamu baik - baik saja?." Tanya tetua Sim Lan.
"Iya tetua! Aku baik - baik saja!." Jawab Xia Jiao.
Tetua Sim Lan dan juga Yuan Gao menatap tiga orang lainnya yang datang bersama dengan keempat orang yang mereka kenal. Ma Guang yang melihat hal itu langsung memperkenalkan ketiga pria tua yang berdiri di antara mereka.
Setelah mendengar penjelasan Ma Guang akhirnya tetua Sim Lan dan juga Yuan Gao memperkenalkan diri mereka kepada ketiga pria tua tersebut.
"Mari semuanya masuk kedalam, kita lanjutkan pembicaraan kita di dalam sambil menunggu para wanita mempersiapkan makan malam untuk kita semua." Ucap Yuan Gao kepada rombongan Ma Guang yang baru saja tiba.
Seluruh kantong - kantong emas di bawah mereka kedalam kediaman. Sedangkan kuda - kuda yang mereka gunakan di tambatkan di tempat yang sudah di siapkan sambil memberi mereka makan.
Malam itu penuh dengan kegembiraan, dan membuat rasa lelah yang mereka alami kini sudah tidak terasa.
Arak dan juga gading yang di panggang sudah tersaji di depan mereka. Tidak menunggu lama, mereka pun langsung menyantapnya dengan lahap sambil meneguk arak.
Xia Jiao kini menempati kamar yang sama, karena kamar milik Yuan Jiali kini sudah di tempati oleh Ma Guang.
Sedangkan kamar milik Ma Guang di tempati oleh dua orang saudara Su Tian dan yang satunya lagi sekamar dengan Su Tian.
Keesokan harinya. Mereka satu persatu mulai terbangun dan langsung membersihkan tubuh mereka.
Ma Guang langsung mengisi perutnya yang sudah keroncongan. Setelah itu dirinya langsung pergi duduk sendiri di gazebo yang ada di halaman belakang kediaman Su Tian dimana tempat itu selalu di jadikan tempat untuk mereka berlatih.
Pendekar muda itu sedang membaca tulisan yang terdapat di sebuah gulungan yang terbuat dari kulit binatang.
Pemuda itu merasa sulit untuk memahami maksud dari tulisan tersebut.
Dan kulit binatang tersebut seperti terpisah menjadi dua bagian, karena setiap baris tulisan yang ada, penjelasannya selalu terputus.
Pemuda itu langsung menurunkan niatnya untuk mempelajari isi dari tulisan yang berada di kulit binatang tersebut.
Yuan Jiali yang melihat benda yang berada di tangan Ma Guang langsung teringat juga dengan benda yang dia miliki.
__ADS_1
Gadis itu langsung masuk kedalam kamar dan mengambil gulungan kulit binatang yang dia miliki.
Yuan Jiali langsung keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kearah gazebo tempat dimana Ma Guang berada.
"Pendekar Ma! Aku juga memiliki gulungan kulit binatang yang aku ambil dari tubuh pendekar yang aku kalahkan saat berada di kediaman keluarga bangsawan Yun. Aku melihat warna dan juga bentuknya serupa dengan yang pendekar Ma pegang itu!." Ucap Yuan Jiali sambil mendekati Ma Guang.
Mendengar apa yang di katakan oleh wanita itu, wajah Ma Guang kembali menjadi cerah.
Setelah sampai dan duduk di samping Ma Guang, Yuan Jiali langsung menyerahkan gulungan yang dia miliki.
Ma Guang langsung menerimanya serta langsung membuka dan membacanya.
Wajah pemuda itu langsung tersenyum dengan bibirnya yang mengembang karena apa yang dia inginkan sudah berada di tangannya.
Pemuda itu langsung membaca isi dari kedua gulungan tersebut. Dia langsung bermeditasi agar bisa memahami apa yang di maksudkan dari isi tulisan tersebut.
Sedangkan gulungan itu sudah di berikan kepada Yuan Jiali untuk disimpan.
Ma Guang langsung menelan pil penambah energi dan langsung bermeditasi di dalam kamarnya.
Sebelumnya pemuda itu meminta kepada Yuan Jiali dan juga Xia Jiao untuk mengatakan kepada yang lain bahwa dia sedang melakukan latihan tertutup.
Pemuda itu dengan kekuatan jiwanya mulai mencoba melakukan apa yang di perintahkan didalam isi dari tulisan yang terdapat di kulit binatang tersebut.
Satu minggu telah berlalu, Ma Guang langsung menyudahi latihan tertutupnya.
Pria itu langsung bangkit dan beranjak dari tempatnya berada untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya. Ma Guang langsung mengisi perutnya.
Setelah itu, Ma Guang langsung melakukan latihan di halaman belakang kediaman tersebut.
Ma Guang mulai mempraktekan setiap gerakan serta teknik yang dia pelajari saat melakukan latihan tertutup.
Latihan yang dia lakukan sangat menguras energi tenaga dalam yang di milikinya.
Namun pedang yang di kendalikannya masih begitu lemah dan jarak dari tubuh Ma Guang hanya sejauh satu meter saja.
Setelah seharian penuh melakukan latihan yang intens, akhirnya Ma Guang menyudahi latihannya untuk hari itu.
Semua orang yang berada di kediaman Su Tian, selain tetua Sim Lan. Mereka juga melakukan hal yang sama, yaitu berlatih untuk menambah kemampuan mereka masing - masing.
__ADS_1
~Bersambung~