
"Brengsek! Siapa pemuda ini? Sepertinya dia memiliki kemampuan yang tidak bisa di remehkan." Gumam pemimpin kelompok tersebut.
Sedangkan keempat orang yang lain tetap melanjutkan perjalanan mereka sesuai dengan arahan yang Ma Guang perintahkan.
"Panah pemuda itu!." Perintah sang pemimpin.
Puluhan anak panah langsung melesat kearah tubuh Ma Guang. Namun pendekar muda itu hanya tersenyum menghadapi serangan tersebut.
Puluhan anak panah itu datang dengan bergelombang, hal itu di sebabkan karena mereka tidak henti - hentinya memanah Ma Guang.
Seluruh anak panah itu tidak dapat melukai Ma Guang, karena anak panah tersebut tidak bisa menembus perisai pertahanan yang di buat oleh Ma Guang.
Melihat hal itu, pemimpin tersebut langsung memberikan isyarat kepada anggotanya yang lain untuk bersama - sama menyerang dengan kemampuan puncak mereka masing - masing.
6 orang pendekar melesat untuk menyerang Ma Guang dengan kekuatan perubahan bentuk tenaga dalam puncak yang mereka miliki.
Duar...duar...duar...duar...duar...duar
Bunyi benturan enam serangan yang mengenai perisai pertahanan milik Ma Guang.
Tubuh keenam pendekar tersebut langsung tedorong kembali kebelakang dengan terhuyung - huyung setelah kekuatan mereka membentur perisai pertahanan milik Ma Guang.
"Apakah hanya seperti ini kekuatan kalian?." Ucap Ma Guang sambil tersenyum.
"Anak ini begitu kuat, apakah dia sudah mencapai pendekar suci?." Gumam pemimpin tersebut.
"Ayo! Apa masih ada lagi jurus tingkat tinggi yang kalian miliki?." Ucap Ma Guang.
"Ayo! Kita gunakan teknik gabungan kita untuk menghadapi seorang pendekar suci." Perintah sang pemimpin.
Akhirnya keenam orang tersebut berpencar dan mengelilingi Ma Guang.
Mereka mengeluarkan pedang mereka masing - masing sambil melakukan gerakan untuk mengaktivkan teknik tertinggi mereka.
Keenam lawan Ma Guang langsung mengangkat pedang mereka ke atas kepala mereka masing - masing.
Terlihat dari ujung pedang mereka mengeluarkan cahaya merah dan bertemu di atas kepala Ma Guang.
"Teknik apa yang mereka gunakan ini!? Sepertinya layak berhati - hati untuk menghadapinya." Gumam Ma Guang.
"Perangkap Pembunuh Dewa."
Ucap keenam lawan Ma Guang secara serentak.
Dengan cepat, sinar yang seperti api yang membara itu, turun menuju Kepala Ma Guang.
Melihat hal itu, Ma Guang langsung memperkuat perisai pertahanannya.
Booommm
Bunyi ledakan akibat benturan kekuatan sinar yang menyerang dengan perisai pertahanan dari Ma Guang.
Booommm
Bunyi serangan kedua.
Boooommm
Bunyi serangan ketiga.
Booommm...trrraaakkk
__ADS_1
Bunyi serangan keempat yang di ikuti oleh bunyi retakan perisai pertahanan dari Ma Guang.
"Ternyata serangan ini mampu membuat keretakan bagi perisai pertahanan Ku." Gumam Ma Guang.
Sebelum serangan yang kelima datang menyerang, Ma Guang langsung mencabut pedangnya dan melancarkan serangan jurus pedang cahaya tingkat tinggi miliknya yang sudah di aliri energi perubahan bentuk tenaga dalam miliknya.
Gerakan tangan Ma Guang berbentuk melingkar untuk menyerang lawan - lawannya di yang berada di sekelilingnya.
Duar...duar...duar...duar...duar...duar
Booommm....braaakkk
Bunyi pukulan yang menghantam keenam lawannya dan juga bunyi ledakan serta retakan perisai pertahanan milik Ma Guang.
"Aaacchhhkkk."
Suara teriakan kedua lawan Ma Guang.
"Uhuk." Suara Ma Guang yang terbatuk sambil mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
"Sialan! Ternyata begini akibatnya jika terlalu meremehkan kemampuan lawan." Gumam Ma Guang.
Dari keenam pendekar yang terkena serangan Ma Guang, kini tinggal dua orang yang masih bernafas.
Sedangkan untuk ke empat orang lainnya sudah tidak bernyawa lagi.
Ma Guang langsung merogoh saku miliknya dan langsung meraih sebuah pil penyembuh yang di ciptakan oleh Xia Jiao.
Dengan cepat Ma Guang langsung menelan pil tersebut.
"Aku akan mehabisi kalian semua tanpa tersisa satu pun." Ucap Ma Guang sambil menunjuk kearah lawannya.
Ma Guang langsung menggunakan teknik Langkah Bayangan dan jurus Pedang Hampa miliknya.
Setiap tubuh anggota tersebut, kini sudah tidak memiliki kepala lagi, karena Ma Guang sudah menebasnya dengan pedangnya.
Penduduk desa yang melihat hal itu, langsung bersorak gembira, karena mereka sudah terlepas dari tangan kelompok tersebut.
Namun masih ada salah satu anggota mereka yang lolos, salah satu anggota mereka yang bertindak sebagai kasir, setelah melihat apa yang Ma Guang lakukan, langsung melarikan diri sebelum penduduk desa melihat dirinya.
Ma Guang langsung menuju dan naik ke atas tunggangan miliknya serta langsung memacu kuda miliknya itu agar bisa berlari dengan cepat untuk menyusul keempat orang lainnya.
Sekte Kalajengking Merah berasal dari wilayah kerajaan Chu. Dan kerajaan Chu mulai melakukan pergerakan kecil - kecilan untuk mengekspansi setiap wilayah kerajaan tetangga yang berbatasan langsung dengan wilayah kerajaan Chu.
Dan sekte Kalajengking Merah adalah bagian dari hal itu, tetapi mereka melakukannya dengan membawa nama sekte mereka sendiri, bukan atas nama kerajaan Chu.
Hal itulah yang mulai menjadi permasalahan di kekaisaran Shou saat itu.
Akhirnya Ma Guang dapat menyusul keempat temannya.
"Bagaimana keadaan kelompok tersebut?." Tanya tetua Sim Lan menyambut kedatangan Ma Guang.
"Semuanya sudah aku binasahkan." Jawab Ma Guang.
"Apakah kamu baik - baik saja?." Tanya Xia Jiao sambil menyibakan kain penutup jendela kereta.
"Iya! Aku baik - baik saja!." Jawab Ma Guang.
Karena hari sudah gelap, akhirnya rombongan mereka membuat tenda dan beristirahat di pinggir jalan di tengah sebuah hutan.
Ketiga Wanita itu, semuanya beristirahat di dalam tenda, sedangkan Ma Guang dan juga Yuan Gao, masing - masing beristirahat di tempat yang sudah di tentukan oleh Ma Guang.
__ADS_1
Yuan Gao beristirahat di dekat kereta serta kuda milik mereka, sedangkan Ma Guang beristirahat di dekat tenda yang di gunakan oleh ketiga wanita tersebut.
Kedua lelaki tersebut terus mengawasi situasi di sekitar tempat mereka beristirahat.
Malam telah berlalu dan pagi pun telah tiba.
Kelompok tersebut langsung sarapan bersama kemudian melanjutkan perjalanan mereka.
Perjalanan di sepanjang hari itu tidak mendapatkan halangan sedikit pun, mereka hanya melewati satu desa dan terus melakukan perjalanan.
Saat sudah sore hari, akhirnya mereka memasuki wilayah sekte Bambu Kuning.
Para murid yang mendapatkan tugas untuk berjaga, langsung keluar dan menyambut rombongan Ma Guang.
"Siapa kalian?." Tanya seorang murid.
"Aku salah satu murid di sekte ini." Ucap Ma Guang.
"Jika benar diri Mu salah satu murid di sekte ini, mengapa kami tidak mengenal Mu?." Tanya mereka lagi.
"Nama saya Ma Guang!."
"Apa? Ma Guang?."
"Hormat kepada tetua Ma."
Ucap kelima murid jaga dengan serentak.
"Apa? Tetua? Sejak kapan aku menjadi tetua?."
"Baru beberapa hari yang lalu patriak mengumumkannya." Jawab salah satu murid tersebut.
"Oh...i..iya...silakan tetua melanjutkan perjalanannya. Ma...maafkan kami sudah mengganggu perjalanan tetua." Ucap pemimpin kelompok tersebut sambil tergagap.
Nama Ma Guang sangat terkenal di sekte Bambu Kuning dan juga sangat di takuti.
Apa lagi dengan di angkat dirinya menjadi seorang tetua.
Dan juga Itu di sebabkan karena cerita yang beredar, bahwa Ma Guang sudah menjadi pendekar suci.
Rombongan Ma Guang akhirnya melanjutkan perjalanannya untuk memasuki sekte Bambu Kuning.
Setelah hari sudah gelap, rombongan mereka sudah masuk di wilayah pemukiman sekte.
Ma Guang langsung menuju ke gedung misi serta menyerahkan hadiah koin emas yang dia dapatkan dari penguasa kota Lu.
Karena dirinya bersama dengan rombongan, akhirnya Ma Guang langsung menuntun mereka untuk menuju ke kediaman miliknya.
Setelah tiba di depan kediamannya, sudah ada seorang murid inti yang menyambut serta melayaninya.
"Murid memberi hormat kepada tetua!." Ucap murid tersebut.
"Ternyata hal itu memang benar." Gumam Ma Guang.
"Baiklah! Kalau begitu, kamu urus semua kuda yang ada" perintahnya.
"Ayo kita masuk!." Ajak Ma Guang kepada keempat orang tersebut.
Masing - masing langsung memilih kamar untuk mereka tempati.
Sebelum mereka beristirahat, mereka makan malam bersama terlebih dahulu.
__ADS_1
~Bersambung~