
Akhirnya Ma Guang kembali ke kediamannya.
Hal yang sama juga yang di lakukan oleh Duan Jun, pemuda itu dengan wajahnya yang berseri - seri dengan cepat menuju ke kediamannya untuk memberitahukan kepada kedua orang tuanya apa yang baru saja di bicarakannya dengan kepala keluarga Tjia.
Setelah Ma Guang tiba di kediamannya, pemuda itu langsung membersihkan tubuhnya serta mengganti pakaiannya.
Setelah selesai, Ma Guang pun mengisi perutnya sebelum pergi untuk melihat perkembangan putri Zhou Lu Yun.
Yuan Jiali sendiri masih tetap setia menjaga putri Zhou Lu Yun, hal itu di sebabkan karena nona Tjia Annchi saat ini sedang menemai keluarganya.
Akhirnya Ma Guang sudah tiba di tempat dimana tuan putri bermeditasi.
Yuan Jiali langsung menyapa pemuda tersebut.
"Pendekar Ma!". Sapa gadis itu dengan ramah.
"Nona Yuan! Kembalilah kekediaman terlebih dahulu, biarlah aku yang akan mengawasi tuan putri". Ujar Ma Guang.
Mendengar apa yang di katakan oleh Ma Guang, Yuan Jiali langsung pamit undur diri dan kembali menuju ke kediaman miliknya.
Saat ini, Yuan Jiali sudah mendapatkan kediaman sendiri sebagai seorang tetua tingkat tinggi di sekte, jadi dirinya sudah tidak lagi tinggal di kediaman Ma Guang.
Begitu juga dengan ayahnya Yuan Gao, pria itu juga telah di berikan kediaman pribadi dari sekte.
Ma Guang pun terus mengawasi sang putri yang bermeditasi.
Namun pemuda itu terus mempelajari kelebihan mata ketiga yang di milikinya.
Saat pemuda itu mengaktivkan mata ketiga miliknya, dia dapat melihat hal - hal aneh di sekitarnya, di saat dirinya mencoba untuk menajamkan persepsinya, jarak pandangan matanya bisa beberapa kilo meter jauhnya.
Pemuda itu langsung merasa kagum dengan kelebihan mata ketiga miliknya itu.
Pemuda itu lalu mulai menelusuri setiap area yang berada di dalam wilayah sekte Bambu Kuning.
Pemuda itu menemukan hal - hal konyol yang tidak ingin di lihatnya.
Hingga tatapan matanya mengarah ke suatu bangunan rumah yang di dalamnya terdapat seorang gadis yang sedang membersihkan tubuhnya.
Ma Guang penasaran dengan gadis tersebut.
__ADS_1
Saat persepsinya di tingkatkan, dia bisa melihat tubuh nona Yuan Jiali yang sedang tidak menggunakan sehelai benang pun untuk menutupi tubuhnya.
"Aduh...sialan...!!! Mengapa aku menjadi semesum ini?". Gumam Ma Guang sambil menertawakan kekonyolan dirinya sendiri.
Pemuda itu pun langsung menatap ke arah tubuh putri Zhou Lu Yun.
Dirinya dapat melihat hal yang sama juga dengan apa yang di lihatnya terhadap Yuan Jiali.
Setelah di tingkatkan lagi persepsinya, pemuda itu bisa melihat seluruh organ tubuh milik sang putri hingga ke sel - sel terkecil sekali pun.
Ma Guang langsung menghentikan aktivitasnya itu.
Saat dirinya menyudahi apa yang baru saja dia lakukan, tiba - tiba dirinya merasa kekuatan jiwanya sangat terkuras.
"Ternyata menggunakan mata ketiga ini, membuat kekuatan jiwaku sangat terkuras, aku akan berlatih terus untuk membiasakan diriKu menggunakan mata ketiga ini". Gumam Ma Guang sambil menelan pil pemulih dan juga penguat jiwanya lalu kembali bermeditasi untuk mengembalikan seutuhnya kekuatan jiwa miliknya.
Setelah sudah selesai memulihkan kekuatan jiwa miliknya, pemuda itu kembali ingin mencoba keistimewaan mata ketiganya itu.
Ma Guang kembali mengaktivkan mata ketiganya dan di saat dirinya melihat roh yang melayang - layang di udara, pemuda itu mencoba untuk melakukan sesuatu terhadap roh tersebut.
Dan hal yang sangat mengejutkan terjadi, disaat dirinya berpikir di dalam hatinya untuk menyerang roh tersebut.
Tiba - tiba roh itu berteriak dan terbakar serta langsung lenyap.
"Jadi keistimewaan mata ketiga ini bisa di gunakan juga untuk menyerang?". Gumam Ma Guang dengan tersenyum bahagia.
Pemuda itu kemudian menajamkan persepsinya dan dapat melihat sejauh kurang lebih lima kilo meter jaraknya.
Pemuda itu mendapati sebongkah batu besar yang berada jauh dari tempatnya.
Kemudian pemuda itu mencoba untuk menyerang batu besar tersebut.
Dan hal yang sangat mengejutkan juga terjadi, batu besar tersebut langsung hancur berkeping - keping.
Ledakan tersebut langsung menarik perhatian para murid yang sedang bertugas untuk berpatroli di wilayah perbatasan sekte.
"Bunyi ledakan apa itu? Apakah sekte kita di serang lagi?". Ucap para murid yang sedang berpatroli.
Mereka pun langsung bergegas untuk menuju ke sumber ledakan yang baru saja mereka dengar tersebut.
__ADS_1
Setelah mereka tiba, mereka dapat melihat serpihan batu yang berserakan di lokasi tersebut.
"Siapa yang melakukan hal ini? Apakah ini adalah bagian dari pengalihan?". Gumam murid yang memimpin kelompoknya untuk berpatroli.
Ma Guang bisa mendengar pembicaraan murid tersebut, sehingga dirinya mencoba untuk berkomunikasi dengan murid - murid itu.
"Jangan khawatir, sebab aku yang melalukan hal itu". Ucap Ma Guang dengan menggunakan kekuatan jiwanya.
Para murid langsung bisa mengenal suara yang terngiang di telinga mereka masing - masing.
Mereka lalu mengedarkan pandangan mereka untuk mencari keberadaan Ma Guang.
"Kalian tidak perlu mencariKu, karena kalian tidak akan menemukan diriKu di sekitar tempat itu, sebaiknya kalian kembali melakukan tugas kalian lagi". Ucap Ma Guang.
Tiba - tiba pandangannya langsung kembali dengan cepat ke jarak pandangan normalnya.
Tubuh pemuda itu langsung jatuh tersungkur karena kekuatan jiwanya telah terkuras banyak dan hal itu hampir saja membuat dirinya mengalami apa yang di alami oleh orang - orang yang jiwanya telah di hancurkan.
"Sialan! Ternyata aku belum bisa menggunakan keistimewaan kekuatan mata ini secara bersamaan, sebab itu akan sangat cepat menguras kekuatan jiwaKu". Gumam Ma Guang yang kembali menelan pil pemulih dan penambah kekuatan jiwanya.
Saat Ma Guang mengunakan mata ketiganya hanya untuk melihat saja, waktu dan kekuatan jiwa yang di butuhkannya sangat berbeda jauh dengan waktu serta kekuatan jiwa yang di gunakannya saat melihat, menyerang serta berkomunikasi.
Bila di bandingkan dengan teknik kekuatan jiwanya, mata ketiga ini lebih istimewa lagi, sebab keistimewaannya bisa melihat musuh dari jarak jauh serta bisa untuk menyerang fisik, jiwa mau pun rohnya.
Dan hal itu sangatlah sulit untuk di bandingkan dengan kemampuan yang lain.
Hal tersebut dimiliki oleh Ma Guang karena dirinya saat ini sudah menjadi seorang semi pendekar langit.
Namun karena dirinya belum menemukan cara serta teknik yang bisa membantunya untuk mencapai hal itu, sehingga dirinya masih tetap trus berlatih menguatkan setiap kelebihan yang di milikinya.
Pemuda itu juga berkeinginan untuk pergi kewilayah yang banyak terdapat hewan buas yang sudah memiliki batu permata atau pun seekor siluman yang usianya sudah mencapai ribuan tahun.
Karena batu permata milik dari hewan buas yang sudah berusia ribuan tahun dan sudah bersiap untuk menjadi seekor siluman, akan sangat membantu untuk meningkatkan setiap unsur kekuatan yang ada di dalam diri seorang pendekar.
Apalagi jika mendapatkan batu permata milik seekor siluman yang sudah berusia ratusan atau ribuan tahun, kemampuan serta keistimewaan batu permata siluman itu akan di miliki oleh seorang pendekar yang bisa menyerap permata tersebut.
Namun karena di wilayah kekaisaran Zhou sudah jarang lagi menemukan hal tersebut, sehingga kemampuan pendekar yang berada di wilayah kekaisaran tersebut hanya bisa mencapai pendekar suci saja.
Akhirnya kekuatan jiwa Ma Guang pun kembali pulih, dirinya menghentikan aktivitasnya untuk melatih mata ketiga miliknya, sebab pil untuk memulihkan serta menguatkan jiwanya sudah habis, sehingga dirinya ingin meminta lagi pil tersebut kepada guru Su Tian.
__ADS_1
"Kalau terus menerus ketergantungan seperti ini, aku harus mempelajari ilmu pengobatan dan juga ilmu alkemis dari guru Su Tian, agar diriKu tidak lagi selalu ketergantungan kepada guru dan juga kepada nona Xia Jiao". Gumam pemuda itu sambil kembali mengawasi perkembangan sang putri.
~Bersambung~