
Ma Guang pun langsung menghindar dengan sangat cepat, karena serangan kalajengking itu juga sangat cepat.
Namun kecepatan makhluk itu masih bisa di imbangi oleh Ma Guang, hal itu di karenakan ukuran tubuh makhluk itu yang besar.
Ma Guang langsung membalas serangan makhluk itu dengan tombak yang dimilikinya dari tulang belakang singa berkepala tiga tersebut dan menyalurkan energi api hitam yang di selimuti oleh petir berwarna merah yang berderak - derak.
Makhluk tersebut langsung menahan serangan tombak Ma Guang dengan kedua kedua capitnya yang sudah di selimuti asap tebal berwarna hitam.
Booommm
Ledakan keras terjadi saat kedua serangan itu saling berbenturan.
Tubuh kalajengking itu terdorong kebelakang namun tidak terluka.
Sedangkan tubuh Ma Guang, terlempar sejauh puluhan meter.
"Celaka! Rupanya kekuatan makhluk ini tidak bisa di remehkan, aku harus menghindar terlebih dahulu untuk menyempurnahkan tombak ini agar serangannya bisa menimbulkan efek yang berarti bagi makhluk ini". Gumam Ma Guang yang merasa bahwa kemampuannya tidak bisa untuk mengimbangi hewan tersebut.
"Hei anak muda, kamu pikir diriMu bisa melarikan diri dariKu? Itu adalah ide yang sangat buruk! Karena kamu tidak akan aku biarkan untuk berkeliaran di dunia ini". Ucap hewan tersebut.
"Ternyata sejak awal kamu sudah mengetahui apa yang aku pikirkan, baiklah, aku tidak akan melarikan diri lagi, jadi aku akan bertarung sekuat kemampuanKu denganMu, walau pun nyawa yang menjadi taruhannya". Ucap Ma Guang dengan tidak ada keraguan sedikit pun.
"Sebelum aku bertarung, aku ingin mengajukan satu hal kepadaMu, agar supaya walau pun aku mati di tanganMu tetapi aku akan merasa puas karena sudah bertarung dengan seluruh kemampuanKu". Lanjut Ma Guang yang sedang merencanakan sesuatu.
"Baiklah! Aku akan menuruti kemauanmu itu...hal apa yang kamu inginkan? Aku akan menyetujuinya jika itu tidak merugikan diriKu". Balas makhluk tersebut mengiyahkan apa yang di katakan oleh Ma Guang.
"Berikan aku waktu tiga jam saja untuk bermeditasi". Ucap Ma Guang.
Makhluk itu langsung terdiam sejenak setelah mendengar perkataan Ma Guang.
"Pemuda ini hanyalah seorang pendekar langit awal, dengan waktu tiga jam tersebut, dirinya tidak bisa untuk menerobos menjadi pendekar langit tingkat tinggi". Kata - kata yang terpikirkan oleh makhluk tersebut.
"Baiklah! Aku memberikanMu waktu selama tiga jam untuk bermeditasi". Ucap makhluk itu sambil meninggalkan Ma Guang.
Ma Guang langsung mengambil sikap bermeditasi, dirinya tidak ingin lagi membuang - buang waktu yang sudah di berikan oleh lawannya.
Pemuda itu langsung mengeluarkan kedua tombak miliknya dan memulai proses penyatuan kedua senjata tersebut.
Kedua tombak itu melayang di depan Ma Guang beserta dengan energi api hitam miliknya.
Tombak yang memiliki inti jiwa siluman ular langsung di lebur oleh energi api hitam milik Ma Guang.
Setelah tombak itu sudah melebur, Ma Guang langsung menyatukannya dengan tombak yang berasal dari tulang belakang singa berkepala tiga.
Proses tersebut memakan waktu selama satu jam sampai kedua tombak tersebut bisa menyatu dengan sempurna.
Setelah kedua tombak itu sudah menyatu, Ma Guang langsung meleburkan batu permata singa kepala tiga dan menyatukannya juga.
__ADS_1
Setelah proses tersebut sudah selesai, Ma Guang langsung memasukkan inti jiwa singa kepala tiga kedalam tombak itu.
Aura spiritual dan aura siluman langsung merembes keluar dari senjata tersebut dan dapat di rasakan oleh Ma Guang.
Pemuda itu langsung menggunakan teknik yang ada di dalam pikirannya agar bisa dengan cepat menyerap energi alam yang ada di sekitarnya.
Hanya dalam waktu satu jam saja, Ma Guang sudah bisa menerobos menjadi pendekar langit tingkat menengah.
Ledakan energi pun langsung keluar dari tubuh pemuda itu.
Booommm
Bunyi ledakan saat Ma Guang sudah menerobos menjadi pendekar langit tingkat menengah.
Ma Guang pun langsung menguatkan pondasinya sebagai pendekar langit tingkat menengah.
Mendengar ledakan yang berasal dari tempat dimana Ma Guang berada, makhluk spiritual tersebut langsung menjadi gusar.
"Sialan! Apakah diriKu sudah di tipu oleh manusia itu?". Gumam sang kalajengking sambil melesat pergi untuk menuju ke tempat dimana Ma Guang berada.
Saat dirinya telah tiba, makhluk itu menatap dengan benci kearah pemuda yang sedang dalam keadaan bermeditasi.
Tubuh Ma Guang saat ini sedang di selimuti oleh energi Qi miliknya.
Makhluk itu tidak bisa menunggu sampai batas waktu yang diberikannya itu selesai.
Dia langsung menyerang tubuh Ma Guang dengat capit dan sengatannya.
Booommm
Tubuh kalajengking itu langsung terdorong kebelakang dengan rasa kebas di kedua capit dan ekornya yang ingin menyerang Ma Guang.
Untung saja kulit makhluk itu sangat keras, sehingga dorongan energi Qi milik Ma Guang tidak bisa melukai dirinya.
Sedangkan Ma Guang masih tetap melanjutkan meditasinya.
"Sialan! Rupanya aku telah melakukan suatu kesalahan yang fatal". Gumam makhluk itu dengan perasaan yang sangat kesal.
"Aku akan mencobanya lagi untuk menyerang pemuda ini". Gumam makhluk itu sambil melesat kearah Ma Guang dan menyerangnya.
Booommm
Ledakan pun kembali terjadi, dan hasil dari serangan tersebut sama seperti serangan pertamanya.
"Sial! UpayaKu ini sepertinya hanya menghabiskan energi kekuatan milikKu". Gumam makhluk itu dengan penuh kekecewaan.
Akhirnya makhluk itu tidak menyerang Ma Guang lagi hingga energi Qi yang menyelimuti tubuh Ma Guang kembali di serap oleh tubuhnya.
__ADS_1
Pemuda itu langsung membuka mata dan menyudahi meditasinya itu sambil berdiri dan memegang sebuah tombak dengan aura spiritual yang merembes keluar.
"Ternyata pemuda ini baru saja mencapai pendekar langit tingkat menengah, kekuatan itu belum cukup untuk bisa mengalahkanKu". Gumam makhluk itu dengan perasaan yang legah setelah melihat kekuatan Ma Guang.
"Baiklah! Saat ini diriKu sudah siap untuk bertarung denganMu". Ucap Ma Guang dengan penuh percaya diri.
"Ayo kita mulai! Kerahkan kekuatan puncakMu agar tidak membuatKu kecewa karena sudah membuat diriKu menunggu". Ujar makhluk itu dengan penuh keyakinan untuk bisa mengalahkan Ma Guang.
Ma Guang pun langsung mengerahkan energi Qi miliknya dan menyalurkannya ke tombak yang berada di tangannya.
Dirinya kemudian bersiap untuk menggunakan jurus Tombak Halilintar milik patriak Yao Han.
Kini tombak Ma Guang telah di selimuti oleh energi petir berwarna putih yang berderak - derak dengan energi api hitam spiritual di dalamnya.
Kalajengking itu langsung menyerang Ma Guang, namun dengan cepat Ma Guang menghindarinya dan langsung menusuk tubuh makhluk itu dengan mata tombaknya yang sudah di aliri dua energi.
Booommm
Serangan Ma Guang langsung mengenai tubuh sebelah kiri makhluk tersebut.
Tubuh makhluk itu langsung terhempas sepuluh meter kesisi kanan. Namun serangan Ma Guang tidak bisa melukainya.
Ma Guang langsung melompat dengan cepat kembali menyerang makhluk itu.
Ma Guang tidak ingin memberikan kesempatan kepada lawannya untuk bersiap - siap.
Booommm...booommm...booommm
Tiga ledakan berturut - turut mengenai tubuh kalajengking itu.
Namun serangan Ma Guang belum juga memberikan hasil yang memuaskan kepadanya.
"Sialan! Kulit makhluk ini sangat keras, seranganKu tidak bisa menghancurkannya". Gumam Ma Guang dengan perasaan tidak percaya.
Setelah serangan yang di lancarkan Ma Guang secara berturut - turut itu di hentikan, makhluk itu langsung tertawa dan mengejek lawannya itu.
"He...he...he...he...he...he...seranganMu benar - benar sangat cepat, tetapi seranganMu itu hanya membuat tubuhKu terasa geli, apakah masih ada teknik serangan yang kamu simpan? Ayo, cepat keluarkan dan serang aku, agar kamu tidak merasa kecewa saat terbunuh di tanganKu". Ucap makhluk itu dengan nada suara yang penuh kesombongan.
Ma Guang pun langsung berpikir untuk menyerang titik lemah dari makhluk tersebut.
Pemuda itu kembali melakukan serangan pengalihan dengan kecepatan puncaknya untuk menusuk bagian samping bawah tubuh makhĺuk itu, namun serangan yang sesungguhnya adalah kearah bagian wajah makhluk tersebut, sebab hanya di tempat itulah yang terlihat tidak sekeras bagian tubuh lainnya.
Saat tubuh Ma Guang melesat kesamping, capit dan salah satu kaki dari kalajengking itu langsung menyambutnya, namun hal itu hanyalah sia - sia, sebab tubuh Ma Guang kini sudah berubah arah untuk menyerang bagian wajahnya.
Namun disaat serangan energi dari tombaknya meluncur untuk menghantam bagian wajah makhluk itu, capit yang satunya langsung memblokir serangan Ma Guang itu dan secara bersamaan menyerang Ma Guang dengan sengatannya.
Booommm...booommm
__ADS_1
Dua ledakan terjadi saat capit makhluk itu memblokir serangan Ma Guang dan juga serangan sengatan makhluk itu yang membentur energi pelindung tubuh milik Ma Guang.
~Bersambung~