
Saat Ma Guang dan Bing Bihai tiba di jalan utama kota Rulong, keduanya kembali mencari seseorang untuk bertanya dimana letak kediaman keluarga Ngapoi.
Setelah mendapatkan petunjuk dari seorang pria, keduanya tetap bertanya kepada beberapa orang lain lagi untuk mendapatkan kejelasan serta kebenaran dari petunjuk awal yang mereka dapatkan.
Dan ternyata semua petunjuk yang mereka dapatkan menunjuk di tempat atau lokasi yang sama.
Akhirnya Ma Guang dan Bing Bihai langsung berdiri di depan pintu gerbang kediaman tersebut.
Keduanya langsung di sambut oleh dua orang pendekar yang menjaga pintu gerbang tersebut.
Saat keduanya melihat gambar yang ada di tangan mereka, kedua penjaga itu langsung bisa mengenali dua orang yang baru saja datang tersebut.
Ternyata pria tua yang awalnya bertemu dengan Ma Guang di restoran Teratai Putih sebelumnya, tidak ingin membuat kesalahan dengan menyinggung Ma Guang, sehingga dirinya langsung menyuruh seseorang untuk melukis Ma Guang di beberapa kertas dan juga kulit binatang agar bisa di kenali oleh keluarganya dan juga oleh para bawahannya.
Dan benar saja, apa yang di lakukannya sangat efektif, sehingga kedua bawahannya tersebut langsung bisa mengenali Ma Guang.
"Tuan! Nona! Silahkan Masuk!." Ucap keduanya secara bersama - sama sambil mengisyaratkan dengan kedua tangan mereka untuk mempersilahkan Ma Guang dan juga Bing Bihai agar memasuki kediaman tersebut dan langsung berjalan di depan untuk menuntun keduanya.
Melihat sikap kedua pendekar tersebut, Ma Guang langsung tersenyum dan bergumam di dalam hatinya.
"Hebat juga pemikiran pria tua itu! Dia telah menyuruh orang untuk menggambar wajahKu agar bisa di kenali oleh para bawahannya!."
Seorang pendekar langsung berlari kedalam untuk melaporkan akan kedatangan Ma Guang dan juga Bing Bihai.
Saat dirinya bertemu kepala keluarga Ngapoi, pendekar tersebut langsung melaporkan hal tersebut.
"Tuan! Pendekar Ma Guang telah datang dan dirinya sedang menuju kesini!." Tutur pendekar tersebut.
"Apa? Pendekar Ma Guang telah datang!? Ayo cepat kamu sampaikan kepada para pelayan untuk segera mempersiapkan jamuan makan yang spesial serta langsung membawa teh hangat dan juga arak terbaik kesini!." Perintah Zhong Yi kepada pendekar tersebut.
Saat pendekar itu baru saja pergi, Ma Guang, Bing Bihai bersama seorang bawahan di keluarga itu langsung memasuki ruangan tersebut.
Ngapoi Zhong Yi yang melihat kedatangan mereka langsung berjalan dengan sedikit berlari menyambut Ma Guang.
"Pendekar Ma! Selamat datang di kediaman keluarga kami! Mari masuk!." Tutur Zhong Yi dengan senyum bahagia.
"Silahkan duduk pendekar Ma!." Tutur Zhong Yi lagi sambil menarik salah satu kursi yang tersedia untuk di duduki Ma Guang.
"Nona! Mari, silahkan duduk!." Tutur Zhong Yi lagi sambil melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan terhadap Ma Guang.
Pria tua itu pun langsung duduk juga di salah satu kursi yang ada dan duduk saling berhadapan dengan Ma Guang yang di antara mereka terdapat meja panjang.
__ADS_1
"Pendekar Ma! Maaf jika penyambutanKu tidak sesuai dengan apa yang pendekar Ma harapkan!." Tutur Zhong Yi sambil menangkupkan tangannya.
"Tuan Ngapoi tidak perlu terlalu berlebihan untuk menyambutKu! Aku juga tidak terlalu menyukai hal - hal yang terlalu berlebihan!." Ucap Ma Guang menanggapi perkataan Zhong Yi.
"Terima kasih atas pengertian dari pendekar Ma!." Tutur Zhong Yi lagi sambil kembali menangkupkan tangannya.
Tuan Ngapoi! Dimana daftar orang - orang yang harus aku kunjungi!?." Tanya Ma Guang yang tidak ingin membuang - buang waktu lagi.
"Pendekar Ma! Mohon menunggu sebentar! Aku akan mengambil catatan tersebut!." Ucap Zhong Yi.
"Silahkan tuan Ngapoi!." Ujar Ma Guang mempersilahkan.
Ngapoi Zhong Yi langsung berdiri dan dan berjalan menuju ke tempat dimana terdapat gulungan - gulungan kain dan juga gulungan kulit binatang berada.
Pria tua itu pun langsung mengambil salah satu gulungan kain dan membawanya untuk di tunjukkan kepada Ma Guang.
"Ini pendekar Ma! Silahkan anda lihat!." Tutur Zhong Yi sambil menyerahkan gulungan kain tersebut.
Ma Guang pun langsung menerimanya dan langsung membuka gulungan kain tersebut.
Pemuda itu mulai membaca satu persatu nama orang atau pun keluarga yang tercatat di kain tersebut.
Ngapoi Zhong Yi pun mulai menjelaskan kepada Ma Guang setiap apa yang ditanyakan.
Bing Bihai hanya terus mendengar serta memperhatikan apa yang dua orang itu bicarakan sambil meminum Teh hangat yang telah tersedia.
Tidak lama kemudian, anggota keluarga Ngapoi pun datang ke ruangan dimana Ma Guang berada.
"Pendekar Ma! Apakah anggota keluargaKu bisa bertemu denganMu!?." Tanya Zhong Yi untuk meminta persetujuan dari Ma Guang.
Ma Guang pun langsung mengiyahkannya.
"Silahkan! Itu akan lebih baik lagi!." Tutur Ma Guang sambil tersenyum.
Para anggota keluarga Ngapoi yang terdiri dari pria dan wanita tua, pemuda pria dan wanita, remaja pria dan wanita serta beberapa anak - anak pria dan wanita langsung masuk dan duduk di setiap kursi yang sudah tersedia di ruangan tersebut.
Tatapan mata Ma Guang langsung tertuju pada seorang gadis remaja yang memiliki paras yang cantik, hampir menyamai kecantikan yang Bing Bihai miliki.
Pemuda itu langsung bergumam di dalam hatinya.
"Ternyata di keluarga Ngapoi ini memiliki permata yang sangat indah juga!."
__ADS_1
"Sial! Mengapa mataKu ini selalu tergoda saat melihat setiap gadis yang cantik!? Apakah diriKu ini memang adalah lelaki mata keranjang!?." Gumamnya lagi dengan perasaan malu terhadap apa yang sedang di pikirkannya itu.
Ngapoi Zhong Yi yang melihat tatapan Ma Guang ke arah salah satu anggota keluarganya itu langsung tersenyum gembira.
Pria tua itu langsung berpikir adalah suatu keberuntungan jika salah satu gadis yang berasal dari keluarganya bisa menjadi istri dari pendekar muda yang sangat kuat dan terkenal tersebut, sehingga keluarganya tidak akan di pandang sebelah mata oleh para bangsawan lainnya yang ada di kota Rulong itu.
"Pendekar Ma! Perkenalkan! Dia adalah Huaiying, putri dari adikKu yang ke tiga!." Tutur Zhong Yi sambil menunjuk kearah pria yang di maksudkannya sebagai adik ketiga itu.
Wajah Ma Guang langsung berubah karena merasa malu akan tindakannya tersebut.
Bing Bihai juga yang mengetahui hal tersebut hanya diam dan tidak mengeluarkan sepata kata sedikit pun.
Namun wajah wanita itu terlihat sangat jengkel dengan sikap pemuda di sampingnya itu.
Bing Bihai merasa cemburu dan tersaingi dengan gadis yang duduk di depan mereka, karena kecantikan gadis itu bisa menarik perhatian Ma Guang walau pun dirinya sedang duduk di samping pemuda tersebut.
Suasana di euangan tersebut langsung menjadi canggung setelah kejadian itu.
Zhong Yi langsung kembali berkata untuk mencairkan kembali situasi yang ada.
"Pendekar Ma! Nona! Silahkan di minum teh hangatnya!." Tutur Zhong Yi sambil menuangkan teh hangat tersebut ke cangkir yang berada di depan keduanya.
Ma Guang langsung tersenyum dan meraih cangkir yang berada di depannya serta langsung mencicipinya.
Sedangkan Bing Bihai langsung meneguk teh hangat di cangkirnya.
Hal itu langsung membuat Ma Guang mengerti bahwa apa yang dia lakukan barusan telah menyinggung seorang wanita cantik yang sedang duduk di sampingnya itu.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya para pelayan langsung datang dengan membawa berbagai makanan yang baru saja mereka siapkan.
Akhirnya Ma Guang, Bing Bihai dan juga seluruh anggota keluarga Ngapoi langsung menikmati hidangan yang sudah tersedia tersebut.
Setelah selesai menikmati hidangan yang sudah di siapkan, Zhong Yi langsung memohon kepada Ma Guang untuk menerima salah satu anggota keluarganya untuk menjadi murid di sekte Bambu Kuning atau pun sekte Naga Surgawi.
Ma Guang mulai memeriksa kualitas tulang serta bentuk tubuh dari setiap anggota keluarga Ngapoi, dan ternyata ada dua orang remaja yang terpilih di antara mereka, yaitu seorang remaja pria yang berusia dua belas tahun dengan tingkat kultivasi yang sudah berada di tingkat pendekar raja awal dan juga seorang gadis yang berusia lima belas tahun dengan tingkat kultivasi yang sudah menjadi pendekar raja tingkat puncak.
Gadis tersebut adalah Huaiying yang membuat Ma Guang terpanah saat melihatnya.
"Baiklah kalau begitu, kalian berdua bersiaplah, karena aku juga akan mengunjungi orang - orang beserta keluarga - keluarga yang sudah aku janjikan untuk berkunjung ke kediaman mereka!." Tutur Ma Guang sambil mengajak Ngapoi Zhong Yi untuk mengantarkan dirinya dan juga Bing Bihai.
~Bersambung~
__ADS_1