Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 259. Peningkatan Bing Bihai


__ADS_3

Ma Guang langsung memberikan arahan kepada Bing Bihai untuk peningkatan tingkat kultivasinya hingga menjadi seorang pendekar agung, dan juga memberikan dua inti jiwa serta tiga batu permata makhluk spiritual.


"Nona Bing! Setiap batu permata makhluk spiritual itu untuk di serap esensinya saat ingin naik tingkat!." Tutur Ma Guang mengingatkan.


"Sedangkan untuk dua inti jiwa itu untuk di serap esensinya agar bisa meningkatkan energi Qi milikMu saat sudah naik tingkat nanti!." Lanjut Ma Guang.


"Iya! Tetapi mengapa pendekar Ma mengatakan semua hal itu kepadaKu!? Bukankah pendekar Ma akan selalu berada di sampingKu!?." Tutur Bing Bihai menanyakan alasan Ma Guang melakukan hal tersebut.


"Itu karena aku akan meninggalkan nona Bing disini untuk berkultivasi!." Jawab Ma Guang.


"Mengapa bisa begitu!? Aku tidak bisa fokus untuk berkultivasi jika tidak ada orang lain di sekitarKu!." Tutur Bing Bihai menjelaskan.


"Aku pikir nona Bing bisa untuk melakukannya! Sebab saat nona Bing bermeditasi disini, aku juga telah meninggalkan nona Bing selama seharian penuh!." Ujar Ma Guang memberitahukan kepada Bing Bihai tentang dirinya yang kembali ke sektenya untuk mengambil empat inti jiwa dan empat batu permata tersebut.


"Apa? Jadi kamu telah meninggalkanKu!? Jika aku mengetahui akan hal itu, pasti meditasiKu akan menjadi terganggu!." Tutur Bing Bihai.


"Iya! Tetapi menurutKu semua baik - baik saja! Tidak ada hal serius yang nona Bing alami!." Tutur Ma Guang.


"Iya! Memang benar seperti itu! Tetapi aku tidak mau jika kamu meninggalkanKu saat berkultivasi nanti!." Ujar Bing Bihai.


"Kenapa bisa begitu!?." Tanya Ma Guang bingung.


"Karena aku semenjak kecil, tidak pernah melakukan segala sesuatu jika tidak ada orang yang berada di dekatKu! Begitu juga saat aku bermeditasi, aku selalu di jaga oleh para tetua atau pun oleh kakekKu! Sehingga aku merasa aman dan bisa berkonsentrasi!." Tutur Bing Bihai menjelaskan.


"Rumit juga hidupMu!." Ucap Ma Guang dengan nada suara yang datar.


"Apanya yang rumit!?." Tanya Bing Bihai bingung.


"Sudahlah! Tidak perlu dibahas lagi! Kalau begitu, bagaimana kalau aku memanggil anggota sekteKu yang berada di wilayah kekaisaran Qiang untuk berjaga di depan mulut goa!? Apakah kamu mau!?." Tanya Ma Guang.


"Apakah dirinya sudah berada di tingkat pendekar dewa!?." Tanya Bing Bihai.


"Belum!." Jawab Ma Guang.


"Kalau begitu, anggota sekteMu itu tidak bisa menjagaKu!." Tutur Bing Bihai dengan nada suara yang memelas.


"Nona Bing! Tidak ada yang bisa membuka formasi pelindung serta formasi pengabur yang akan aku pasang, sehingga tidak ada yang akan menemukanMu di dalam goa ini." Ujar Ma Guang meyakinkan.


"Iya! Aku sangat yakin jika kamu yang mengatakannya! Tetapi aku takut jika sendiri berada di goa ini! Jika kamu tidak mau menemaniKu, lebih baik aku tidak melanjutkan saja kultivasiKu!." Ujar Bing Bihai lagi dengan nada suara yang sama seperti sebelumnya.


"Wanita ini ternyata lebih manja dari Yun'er!." Pikir Ma Guang.

__ADS_1


"Baiklah! Kalau begitu, aku akan menjagaMu saat berkultivasi!." Ucap Ma Guang yang mengalah dengan sikap wanita tersebut.


"Benarkah seperti itu!?." Tanya Bing Bihai lagi.


"Iya!." Jawab Ma Guang singkat.


"Apakah kamu tidak akan meninggalkanKu sendiri disini seperti sebelumnya!?." Tanya Bing Bihai untuk mendapatkan jawaban agar dirinya merasa yakin.


"Iya! Aku tidak akan meninggalkanMu seperti sebelumnya!." Ujar Ma Guang meyakinkan wanita tersebut.


"Baiklah! Kalau begitu, nona Bing saat ini sudah bisa mulai untuk berkultivasi!." Tutur Ma Guang.


Akhirnya wanita itu kembali untuk berkultivasi, namun dirinya saat ini mulai memasuki kolam di dalam goa itu untuk menyerap energi dingin dari dalam kolam tersebut.


Ma Guang terus mengawasinya dari dekat agar wanita tersebut bisa memusatkan konsentrasinya untuk berkultivasi.


Pemuda itu bisa melihat kejeniusan dari Bing Bihai.


Hal itu karena Bing Bihai dengan cepat memahami serta merasakan energi Qi dingin dari kolam itu untuk di serapnya.


Hanya dalam waktu sehari saja, Bing Bihai sudah dapat mencapai pendekar langit awal tingkat puncak dan bersiap untuk menerobos menjadi pendekar petapa.


Saat wanita itu membuka matanya, dia langsung melihat Ma Guang.


Wanita itu pun langsung tersenyum saat menatap kearah Ma Guang.


"Nona Bing! Silahkan kamu serap salah satu batu permata yang aku berikan!." Tutur Ma Guang.


Mendengar apa yang di katakan oleh pemuda yang selalu mengawasi dirinya, Bing Bihai langsung kembali berkultivasi dan menyerap salah satu batu permata yang telah diberikan oleh Ma Guang.


Ledakan energi pun langsung terjadi.


Kini wanita itu sudah menjadi seorang pendekar petapa.


Bing Bihai kembali menyerap esensi dari inti jiwa ketiga dari makhluk spiritual untuk mengisi ruang dantian ketiga miliknya, serta secara bersama - sama meyerap juga energi Qi dingin dari kolam itu untuk mengisi ruang dantiannya yang terletak di bagian tengah.


Hanya membutuhkan waktu selama empat hari untuk melakukan hal tersebut.


"Ternyata wanita ini memang sangat jenius!." Gumam Ma Guang di dalam hatinya.


Saat sudah terisi penuh ruang dantian kedua miliknya, hal yang sama juga di lakukan oleh Bing Bihai untuk menguatkan pondasi kultivasinya.

__ADS_1


Setelah itu, Ma Guang kembali menyuruhnya untuk menyerap lagi salah satu batu permata dari makhluk spiritual.


Setelah selesai menyerapnya, aura energi pendekar langit tingkat tinggi, yaitu energi pendekar petapa suci langsung merembes keluar dari dalam tubuh wanita itu.


Ledakan pun terjadi lagi di dalam goa tersebut.


Bing Bihai kembali menguatkan pondasi kultivasinya sebagai seorang pendekar petapa suci.


Untuk peningkatan tersebut, wanita itu sangat terbantukan karena energi Qi dingin yang berada di kolam itu sangat tebal, sehingga Bing Bihai dengan sangat cepat bisa menyerap dan mengisi setiap ruang dantiannya.


Hal itu terjadi beberapa kali hingga wanita itu menerobos menjadi seorang pendekar agung tingkat dasar.


Hal yang sama terus di lakukan oleh wanita itu hingga kini dirinya telah menjadi pendekar agung tingkat puncak.


Aura energi Qi dari dalam kolam tersebut mulai berkurang setelah Bing Bihai berhenti untuk berkultivasi.


Keduanya menghabiskan waktu selama empat bulan di dalam goa itu hingha Bing Bihai menjadi seorang perdekar agung tingkat puncak.


Saat sudah selesai berkultivasi, wajah wanita itu langsung berseri - seri saat menatap kearah Ma Guang.


Pemuda itu pun kini sudah tidak sabar lagi untuk meninggalkan tempat itu.


Dirinya sudah beberapa kali menelan pil untuk memulihkan energi Qi miliknya yang telah terkuras saat melindungi tubuhnya dari energi Qi dingin yang ada di dalam goa tersebut.


"Bagaimana nona Bing! Apakah kamu sudah merasa lebih baik dari sebelumnya!?." Tanya Ma Guang.


"Iya pendekar Ma! Aku merasa tubuhKu saat ini sangat ringan dan bertenaga!." Tutur Bing Bihai senang.


Ma Guang pun mulai mengajarinya bagaimana caranya untuk menggunakan energi Qi yang telah dia miliki saat itu.


Wanita itu di ajarkan untuk terbang serta membentuk serangan es yang sangat tajam dan yang sangat keras ke arah lawannya.


Setelah Bing Bihai sudah bisa melakukan apa yang Ma Guang ajarkan, akhirnya keduanya menghentikan aktivitas mereka di goa itu.


Kini Bing Bihai ingin menunjukkan peningkatan kultivasinya kepada kakeknya yang kini masih berada di sekte Bambu Kuning.


Ma Guang langsung membuat formasi pelindung dan pengabur di mulut goa tersebut.


Setelah selesai melakukannya, Ma Guang langsung mengajak Bing Bihai untuk melesat terbang dan kembali ke sekte Bambu Kuning.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2