Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 239. Nasihat Yuan Gao


__ADS_3

Ketiga gadis itu melesat dengan cepat untuk menuju ke kediaman mereka masing - masing.


Ma Guang yang menyusul mereka bertiga langsung menjadi bingung harus pergi kekediaman siapa terlebih dahulu.


"Mengapa bisa seperti ini kejadiannya!? Aku merasa apa yang aku lakukan itu adalah untuk kebaikan mereka bertiga juga, agar bisa menjadi lebih kuat dan tidak bisa di lukai oleh sembarang orang."


"Apakah dengan menyuruh mereka untuk kembali berkultivasi telah membuat mereka bertiga menjadi marah terhadap diriKu!?."


"Baiklah! Kalau begitu, sebelum mereka berkultivasi lagi, aku akan menemani mereka bertiga terlebih dahulu."


Walau pun Ma Guang sudah pernah melakukan hubungan intim dengan Duan Meng, tetapi wanita itu tidak hamil, hal itu disebabkan karena saat berkultivasi, sumber daya apa pun yang ada di dalam tubuh akan terserap.


Oleh karena itu, jika Ma Guang ingin mendapatkan keturunan dari ketiga gadis tersebut, untuk sementara waktu, mereka tidak boleh lagi untuk berkultivasi.


Ma Guang pun langsung bergegas menuju ke tempat kediaman Yuan Jiali.


Hanya dengan satu tarikan nafas saja Ma Guang sudah berada di depan kediaman Yuan Jiali.


Pemuda itu langsung memanggil Yuan Jiali.


"Li'er! Li'er! Apakah diriMu berada di dalam!?." Panggil Ma Guang dengan lembut.


Tidak ada seorang pun yang menjawab panggilannya.


Ma Guang pun langsung memasuki kediaman Yuan Jiali untuk memeriksa apakah wanita itu sedang berada di dalam atau tidak.


Setelah memeriksa seluruh ruangan kediaman Yuan Jiali, Ma Guang tidak mendapatinya.


"Dimana Li'er berada!?." Gumam Ma Guang.


Pemuda itu langsung mengaktifkan mata ketiga miliknya dan mulai mencari keberadaan wanita tersebut.


Akhirnya Ma Guang menemukan Yuan Jiali yang saat itu sedang berbincang - bincang dengan Yuan Gao.


Karena merasa penasaran, Ma Guang pun mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan.


"Ayah! Aku sudah bosan dengan tingkah Ma Guang! Dengan usiaKu sudah seperti ini, bagaimana mungkin aku belum juga memiliki seorang suami!?."


"Ada apa dengan pelindung sekte!?." Tanya Yuan Gao.


"Dia hanya memikirkan untuk terus meningkatkan kultivasinya! Tidak hanya itu saja, dia juga terus menyuruh aku untuk berkultivasi lagi!." Jawab Yuan Jiali dengan nada suara yang manja kepada ayahnya.


"Li'er! Maksud pelindung sekte itu adalah, untuk keselamatan diriMu! Sebab nona Xia Jiao sangat membenci kalian bertiga!." Jawab Yuang Gao.

__ADS_1


"Bagaimana bisa seperti itu!?." Tanya Yuan Jiali karena terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Pelindung sekte yang menyampaikan hal itu kepada ayah saat dirinya mendapatkan informasi dari Chen Yufei." Ucap Yuan Gao.


"Nona Xia mendatangi sekte Bambu Kuning untuk mencari kalian bertiga, dan tingkat kultivasinya kemungkinan sudah berada di tingkat pendekar agung." Lanjut Yuan Gao menjelaskan.


"Apakah semua ini berhubungan dengan Ma Guang!?." Tanya Yuan Jiali merasa sedih.


"Ayah dengar kalian pernah berseteru di ibu kota kekaisaran! Apakah benar seperti itu!?." Tanya Yuan Gao.


"Benar ayah! Dan semua itu karena Ma Guang." Jawab Yuan Jiali.


"Li'er! Nona Xia adalah wanita pertama yang di kenal serta dekat dengan Pelindung sekte! Dan begitu juga sebaliknya! Pelindung sekte adalah pria pertama yang dikenal, serta sangat dekat dengan nona Xia Jiao! Sehingga saat ayah mendengar hal tersebut, ayah berpikir untuk mengingatkan diriMu agar supaya jangan sampai merusak persahabatanMu dengan nona Xia dan juga jangan sampai merusak hubungan nona Xia dengan Pelindung sekte hanya karena suatu rasa ego yang ada di dalam hati, pikiran serta perasaanMu." Ucap Yuan Gao mengingatkan.


"Pelindung sekte adalah seorang pria yang tidak berpengalaman dalam membangun suatu hubungan dengan seorang wanita, karena selama ini dia selalu berpikir untuk terus meningkatkan kultivasinya dan juga untuk meningkatkan kultivasi semua orang yang dia kasihi, sehingga dirinya tidak memiliki waktu untuk memikirkan tentang perasaan wanita."


"Jadi aku harus bagaimana ayah!?." Tanya Yuan Jiali.


"Menurut Ayah, sebaiknya kamu jangan terlalu berharap kepada pelindung sekte, dan kembali perbaiki hubunganMu dengan nona Xia Jiao!."


"Ayah! Tetapi aku sangat mencintai Ma Guang!."


"Li'er! Cinta, ambisi atau obsesi itu adalah hal yang sulit untuk dibedakan, hanya diri sendiri yang bisa mengetahui hal itu."


"Ambisi adalah keinginan yang kuat untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan apakah itu hal baik atau pun hal yang tidak baik. Sementara obsesi adalah ide, pikiran, bayangan, atau emosi yang tidak terkendali sehingga bisa melakukan hal - hal yang di luar akal sehat."


"Li'er! Pikirkanlah apa yang ada di dalam hati, pikiran serta perasaanMu! Apakah itu Cinta!? Ataukah itu hanyalah suatu Ambisi serta obsesi yang membangkitkan hawa nafsu!."


Tutup Yuan Gao menasehati Yuan Jiali tentang bagaimana perasaannya kepada Ma Guang.


Yuan Jiali yang mendengar hal itu langsung berpikir tentang apa yang baru saja di katakan oleh ayahnya.


Sedangkan Ma Guang yang mendengar hal itu juga langsung menarik kekuatan jiwanya dan mulai berpikir juga.


"Apakah yang ada di dalam hati, pikiran serta perasaanKu ini juga adalah hawa nafsu!? Aku harus memastikan semua hubunganKu bersama mereka bertiga!." Gumam Ma Guang sambil berjalan keluar dan meninggalkan kediaman Yuan Jiali.


Pemuda itu kini melesat terbang untuk menuju ke kediaman miliknya.


Saat dirinya memasuki kediamannya, Ma Guang langsung menuju ke kamarnya dan bermeditasi untuk menenangkan pikirannya.


Saat sedang bermeditasi, pemuda itu mulai memikirkan kembali kata - kata yang di ucapkan oleh Yuan Gao kepada Yuan Jiali.


Dirinya kini tidak bisa untuk berkonsentrasi lagi karena hal tersebut.

__ADS_1


Akhirnya Ma Guang menghentikan kegiatannya itu.


"Ternyata masalah yang terjadi di antara mereka bertiga dan juga nona Xia Jiao, semua itu adalah kesalahan yang di sebabkan oleh diriKu, aku harus menyelesaikan masalah ini." Gumam Ma Guang sambil keluar dari kamarnya.


Sedangkan Yuan Jiali masih terus berbincang - bincang dengan ayahnya.


"Ayah! Bagaimana jika aku hanya menjadi selirnya saja!?." Tanya Yuan Jiali seperti telah menentukan ketetapan hatinya.


"Li'er! Apa pun yang menjadi keputusanMu, asalkan diriMu merasa bahagia, ayah akan selalu mendukungMu! Akan tetapi segala sesuatu itu tidak harus untuk di paksakan, biarkan semua itu berproses, agar apa yang akan kamu capai tidak akan menyakiti hati orang lain." Tutur Yuan Gao menanggapi perkataan Yuan Jiali.


"Iya ayah! Mulai saat ini aku tidak akan memaksakan lagi apa yang ada di dalam hatiKu ini! Dan juga aku ingin menemui nona Xia untuk memperbaiki hubunganKu dengannya!."


"Li'er! Ada baiknya kamu kembali berkultivasi lagi untuk meningkatkan kekuatanMu, sehingga di saat kamu bertemu dengan nona Xia, kamu bisa menanganinya tanpa ada yang terluka! Sebab di saat seseorang memiliki dendam atau amarah terhadap seseorang, dia tidak akan bisa untuk berpikir jernih." Ucap Yuan Gao mengingatkan putrinya itu.


"Baiklah ayah! Aku akan kembali untuk berkultivasi lagi! Ayah!." Ucap Yuan Jiali sambil berpamitan dengan ayahnya dan langsung melangkah meninggalkan kediaman Yuan Gao.


Gadis itu langsung melesat terbang untuk menuju ke tempat biasa dimana dirinya berkultivasi.


Sedangkan Ma Guang kini melesat pergi untuk menuju ke kediaman milik Duan Dazhong.


Saat sudah tiba di depan kediaman Duan Dazhong, Ma Guang langsung di sambut oleh Jia Dawei ibu dari Duan Meng.


"Selamat datang pelindung sekte!." Tutur Jia Dawei menyambut kedatangan Ma Guang sambil menangkupkan tangannya.


"Bibi! Sudahlah! Jangan menyambutku seperti itu! Aku ingin bibi tetap menganggapKu sama seperti dahulu." Ujar Ma Guang kepada Jia Dawei karena merasa risih dengan apa yang di lakukan wanita tersebut.


"Ayo! Silahkan masuk!." Ucap Jia Dawei dengan ramah.


Ma Guang pun langsung melangkah masuk ke kediaman milik Duan Dazhong.


"Eh...ternyata pelindung sekte! Silahkan duduk!." Sambut Duan Dazhong merasa senang dengan kehadiran Ma Guang.


"Paman! Janganlah terus memanggilKu seperti itu, aku ingin semua ini berjalan seperti dahulu!." Ucap Ma Guang.


"Baiklah Guang'er! Bagaimana!? Apakah ada hal penting yang ingin kamu bicarakan!?." Tanya Duan Dazhong.


Sedangkan Jia Dawei langsung pergi untuk menuju ke dapur.


"Paman! Apakah ada Meng'er!?." Ma Guang menanggapi pertanyaan Duan Dazhong dengan kembali bertanya kepada pria tua di depanya itu.


"Oh! Ternyata kamu mencari Meng'er!? Dia sudah tidak tinggal bersama kami di kediamanKu ini! Sebab dirinya juga sudah memiliki kediamannya sendiri!." Ucap Duan Dazhong memberitahukan kepada Ma Guang.


"Jadi seperti itu yah!? Baiklah! Kalau begitu aku ingin membicarakan terlebih dahulu tentang hubunganKu dengan Meng'er kepada paman dan bibi!." Ucap Ma Guang dengan serius.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2