Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 87. Kehancuran Keluarga Bangsawan Yun


__ADS_3

Memangnya kenapa kalau aku meremehkan kemampuanMu? Apakah ada yang salah dengan apa yang aku lakukan?." Ucap Ma Guang yang bermaksud menmancing amarah pria tersebut.


"Anak muda! Kamu belum tahu bahwa kediamanKu ini telah ku bangun dengan susah payah agar bisa menjadi salah satu pilar kerajaan Yan, dan kamu ingin menghancurkannya dalam semalam? Kamu terlalu naif dengan apa yang kamu lakukan ini." Ucap pria tersebut yang mulai terpancing emosinya.


"Jadi kamu adalah kepala keluarga bangsawan Yun ini? Baguslah kalau begitu. Karena Yun Yelu telah menyinggung diriKu, sehingga seluruh keluarganya juga harus aku musnahkan." Ucap Ma Guang.


"Anak muda! Jadi apa yang kamu lakukan ini penyebabnya adalah putraKu Yun Yelu?." Ucap pria tersebut.


"Jadi Yun Yelu adalah putraMu? Iya dialah penyebabnya." Ucap Ma Guang.


"Sepertinya anak mudah ini sudah mencapai pendekar suci. Tetapi pencapaiannya seperti sudah membuka diatas gerbang ketiga. Jika dia baru membuka gerbang ketiga, pasti dirinya sudah merasa kerepotan dengan seranganKu ini." Gumam pria tersebut.


Karena pria itu sedang memikirkan kekuatan Ma Guang, dirinya menjadi lengah, sehingga Ma Guang sudah bisa mendekati tubuhnya dan melancarkan serangan jurus pedang hampa miliknya.


Duuuaaarrr


Bunyi ledakan energi serangan pedang milik Ma Guang ke tubuh lawannya yang membuat pria itu terhempas kebelakang.


Untung saja pria tua itu telah melapisi tubuhnya dengan perisai pertahanan miliknya. Sehingga tubuhnya masih utuh seperti biasa. Namun pria itu mendapatkan luka dalam yang serius, karena tenaga dalam mereka berdua yang perbedaan tingkatannya terlampau jauh.


"Uhuk." Pria tua itu langsung terbatuk dan dari mulutnya mengeluarkan cairan berwarna merah.


"Pak tua! Kalau sedang bertarung denganKu, konsentrasiMu harus tetap di jaga. Jika tidak, itulah akibatnya." Ucap Ma Guang sambil melebarkan senyumannya.


"Apakah kamu mengira tiga orang pelindung kediamanMu akan datang untuk membantuMu? Jangan pernah berharap akan hal itu, sebab mereka bertiga sedang menuju dua keluarga bangsawan yang lain, yang juga sangat senang akan kehancuran keluarga bangsawan Su." Ucap Ma Guang.


"Bagaimana kamu mengetahui hal itu?." Tanya pria tua itu.


"Aku mengetahui hal itu karena masih ada salah satu anggota keluarga Su yang menyaksikan kehancuran keluarga mereka dan selamat dari bencana tersebut. Karena mereka bertiga sudah bersumpah untuk melindungi keluarga kalian ini, sehingga mereka bertiga pergi ke kediaman kedua keluarga bangsawan yang lain untuk menghapusnya dari kota Ji ini." Ucap Ma Guang lagi.


"Anak muda! Kamu terlalu meremehkan diriKu. Maka mampuslah kau!." Ucap pria tua itu sambil mengontrol dua buah tombak miliknya untuk menghujam tubuh Ma Guang.


Duar...duar


Bunyi ledakan energi kedua tombak tersebut saat berbenturan dengan perisai tipis yang di buat Ma Guang untuk pertahanan tubuhnya.


Tubuh pendekar mudah itu langsung terdorong sekitar lima meter ke samping.


"Pak tua! Jangan kamu berharap bahwa diriKu akan lengah untuk melindungi tubuhKu." Ucap Ma Guang langsung membalas serangan pria tua itu dengan tebasan jurus pedang hampa miliknya.


Pria tua itu hanya pasrah dengan posisi tubuhnya yang sudah terduduk di lantai. Hanya perisai pertahanan yang bisa di buatnya untuk menerima serangan tebasan pedang milik Ma Guang.


Duuaaarrr


Bunyi ledakan yang membuat pakaian yang menutupi tubuh pria tua itu kini sudah hancur karena di sebabkan ledakan energi serangan jurus pedang hampa milik Ma Guang. Dan darah mulai keluar dari mulut dan tubuhnya.


"Pak tua! Aku merasa terkesan dengan pencapaian jiwa senjata milikMu. Jadi apakah ada kata - kata terakhir yang akan kamu ucapkan?."

__ADS_1


"Tolong, biarkan anakKu hidup. Aku akan memberikan kepadaMu kitab pedoman untuk mencapai jiwa senjata." Ucap pria tua itu.


"Dimana letaknya?." Tanya Ma Guang.


"Diruang kerja milikKu. Lihat saja ada gulungan kulit domba. Itulah kitab tersebut." Ucap pria tua itu.


"Baiklah! Kini saatnya kamu untuk pergi ke neraka." Ucap Ma Guang sambil menebas leher pria tua itu.


Akhirnya pria tua itu tewas dengan keadaan kepala yang terpisah dari tubuhnya.


Ma Guang langsung mendekati tubuh pria tua itu dan langsung memeriksanya.


Ma Guang langsung mendapati gulungan kitab yang pria itu maksudkan tadi.


"Ternyata setelah hidupnya akan berakhir, masih juga ingin membohongi diriKu." Gumam Ma Guang.


Ma Guang langsung menatap ke arah tempat Yun Yelu dan juga Jun Zun tergeletak. Namun kedua orang tersebut sudah tidak lagi berada di tempat itu.


Ma Guang langsung melesat kearah pintu masuk kediaman tersebut.


"Kalian berdua tidak akan lolos dariKu. Kalian berdua harus mati di tanganKu malam ini." Gumam Ma Guang.


Di tempat lain.


Yuan Jiali sudah mulai kewalahan menghadapi serangan tombak milik lawannya.


"Aku harus memusatkan seluruh energi tenaga dalam milikKu ke ujung pedang milikKu ini dan juga untuk membuat perisai pertahanan tubuhKu agar bisa melewati serangan tombak miliknya walau pun tombaknya akan menyerang dari belakang, tetapi aku akan bisa menyerang orang ini." Gumam Yuan Jiali di dalam hatinya sambil mengambil posisi menghadap kearah orang yang mengendalikan tombak yang terus menyerangnya.


Setelah dirinya mendapatkan momentum yang tepat, akhirnya gadis itu langsung berusaha melesat maju sambil menghindari serangan tombak dan langsung melepaskan serangan jurus padang cahaya miliknya.


Kecepatan cahaya yang menyerang pria itu, sudah tidak bisa lagi dapat dihindari oleh pria tersebut. Energi tenaga dalam yang di milikinya sudah mulai terkuras. Sehingga sebagian besar energi tenaga dalam miliknya di pusatkan untuk mengendalikan tombak miliknya. Sedangkan perisai pertahanan miliknya sudah tidak kuat lagi.


Duuuaaarrrr


Tubuh pria itu langsung terdorong sejauh dua puluh meter dan menabrak salah satu bangunan rumah hingga membuat dindingnya hancur.


Tombak yang di kontrolnya langsung terjatuh ke tanah.


Sedangkan Yuan Jiali tetap melesat dengan cepat menuju tempat pria itu terhempas. Yang langsung juga di susul lagi dengan serangan jurus pedang cahaya miliknya.


Duuuaaarrr


"Uuhhhukkk." Pria itu terbatuk dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya setelah tubuhnya kembali menerima serangan jurus pedang milik Yuan Jiali.


Namun tidak cukup sampai disitu saja, setelah Yuan Jiali sampai di dekat tubuh pria itu, gadis itu langsung menebas leher pria tersebut.


Gadis itu tidak ingin membuang momentum tersebut dan langsung menyudahi pertarungannya dengan menghabisi nyawa pria itu.

__ADS_1


Setelah itu, Yuan Jiali langsung memeriksa tubuh pria itu. Gadis itu mendapati gulungan kulit yang bertuliskan sesuatu. Gadis itu pun langsung menyimpannya di dalam gaunnya. Serta langsung melesat menuju ke tempat dimana Xia Jiao dan Ma Guang berada.


Setelah tiba di dekat Ma Guang, pemuda itu langsung menyuruh Yuan Jiali untuk menemukan Yun Yelu dan juga Jun Zun.


Gadis itu pun langsung menuruti apa yang Ma Guang perintahkan, karena memang tujuan mereka adalah untuk menghabisi Yun Yelu dan juga Jun Zun.


"Sialan! Kedua tikus itu pintar juga untuk bersembunyi. Awas jika aku bisa menemukan kalian, aku akan menghancurkan tubuh mereka sampai tidak bisa di kenali oleh siapa pun." Gumam Ma Guang sambil memasuki satu persatu setiap bangunan rumah yang berada di area kediaman keluarga bangsawan Yun.


Xia Jiao juga melakukan hal yang sama dengan apa yang Ma Guang dan Yuan Jiali lakukan, yaitu mencari keberadaan Yun Yelu dan juga Jun Zun. Sambil menguras koin emas yang bisa mereka bawa.


Setelah beberapa saat kemudian mereka tidak bisa juga menemukan keberadaan Yun Yelu dan juga Jun Zun.


"Ternyata mereka sudah keluar dari area kediaman ini. Kita harus bergegas untuk meninggalkan kota ini sebelum mereka berdua melaporkannya kepada pihak kerajaan dan pihak kerajaan akan turun tangan dan menutup setiap akses untuk kita bisa keluar dari kota ini." Ucap Ma Guang kepada kedua gadis tersebut.


Akhirnya ketiga pedekar muda itu langsung melesat naik ke atas atap rumah dan mulai berpindah dari atap yang satu ke atap yang selanjutnya mereka lewati sambil membawa kantong besar yang berisi sejumlah koin emas yang mereka jarah dari kediaman keluarga Yun.


Hal itu di lakukan mereka agar Yun Yelu atau pun Jun Zun yang akan kembali ke kediaman tersebut, sudah tidak lagi memiliki uang yang banyak untuk membangu kembali kediaman tersebut.


Untuk keempat orang lainnya juga melakukan hal yang sama dengan apa yang kelompok Ma Guang lakukan. Mereka berempat juga sedang melesat sambil membawa kantong besar yang berisi koin emas milik kedua keluarga bangsawan yang mereka binasakan.


Setelah tiba di tempat komandan Liang Kun berada. Mereka langsung di sambut dengan wajah yang gembira oleh komandan itu. Namun wajah pria tersebut langsung berubah saat melihat ada tiga orang lainnya yang menuju ke tempatnya berada.


"Siapa mereka? Mengapa mereka menuju kesini?." Ucap Liang Kun.


"Komandan! Tenanglah! Tiga orang itu juga adalah anggota keluarga Su yang tersisa dan mereka adalah kakak dari guru Su Tian." Ucap Ma Guang.


"Komandan! Kita harus secepatnya meninggalkan kota ini, karena Yun Yelu dan juga Jun Zun tidak bisa aku temukan." Lanjut Ma Guang.


"Baiklah! Kalau begitu ayo kita bersiap untuk pergi!." Ucap Liang Kun sambil bangkit dan bergegas untuk meninggalkan tempat itu.


"Bagaimana dengan sepuluh kantong koin emas ini?." Tanya Ma Guang.


"Kita gabungkan saja dengan perbekalan di gerobak yang akan kita bawa." Ucap Liang Kun.


Akhirnya rombongan mereka bergerak untuk meninggalkan kota tersebut.


Karena tempat Liang Kun berdiam hanya berjarak lima ratus meter dari pintu gerbang kota Ji sehingga mereka tidak memakan waktu yang lama untuk tiba di pintu gerbang kota.


Prajurit yang berjaga langsung membukakan pintu gerbang tersebut agar rombongan Liang Kun bisa keluar dan meninggalkan kota tersebut.


Setelah tiga puluh menit kemudian, datanglah rombongan pasukan kerajaan menuju ke pintu gerbang kota tersebut.


Seorang pria yang berusia empat puluh tahun dengan menggunakan baju zirah yang terlihat berbeda dengan yang lain langsung menghampiri prajurit yang berjaga di pintu gerbang tersebut.


"Tutup pintu gerbang ini, dan jangan membiarkan siapa pun keluar dari kota ini." Ucap pria tersebut.


"Baik jenderal!." Ucap prajurit jaga dengan serentak.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2