
Penguasa kota tersebut kini sudah tidak bernyawa lagi.
Sedangkan ketiga pendekar dewa yang masih berdiri, tidak bisa berkata - kata lagi di depan Ma Guang.
Mulut mereka kini sudah di bungkam oleh Ma Guang dengan aura energi pendekar dewa surgawi dan juga dua serangan api hitam milikNya.
Jika Ma Guang mau, dirinya bisa langsung menggunakan teknik kolaborasi dari semua kekuatan yang dia miliki, yaitu energi api hitam, energi petir hitam, energi cahaya serta formasi pelindung miliknya untuk menghancurkan formasi para pendekar dewa tersebut.
Namun pemuda itu masih ingin menggali informasi lagi dari mereka, sehingga teknik tersebut belum dia gunakan.
"Kenapa kalian tidak mau berkata? Apakah kalian sedang menghubungi anggota kalian yang lain!?." Tanya Ma Guang sambil kembali menyiapkan serangan untuk menyerang ketiga orang yang kini masih berdiri.
Dan memang benar dugaan Ma Guang tersebut.
Seorang pendekar dewa bumi kini sedang memberitahukan kepada ketua sekte mereka tentang apa yang baru saja mereka alami.
Saat sedang berkomunikasi dengan ketua sekte mereka, kini serangan kembali datang menghampiri mereka.
Ma Guang kembali menyerang ketiga orang tersebut.
"Bola Api Naga Surgawi!." Teriak Ma Guang sambil melepaskan serangan bola api hitam yang sudah di baluti energi petir hitam miliknya.
Melihat perubahan energi yang akan datang menyerang formasi pelindung mereka, pria tua yang menjadi pemimpin itu langsung mengeluarkan energi Qi miliknya yang juga berbentuk seperti sebuah letusan gunung berapi yang mengeluarkan lahar panas dari kawahnya untuk menghadang serangan bola api milik Ma Guang.
Booommm
Bunyi ledakan pun kembali terjadi di area tersebut yang membuat area di sekitarnya langsung terkena dampak dari ledakan kedua energi serangan tersebut.
Api - api kecil kini terlihat menyala di tanah lapang yang memiliki rumput yang tingginya hanya sebatas betis orang dewasa.
Pria tua itu kini mengambil inisiatif untuk kembali menyerang Ma Guang.
"Cakar Kura - Kura Api!." Teriak pria tersebut.
Ma Guang yang melihat serangan tersebut langsung menggunakan teknik tinju peremuk tulang miliknya dengan di lapisi oleh energi api hitam miliknya.
Pemuda itu menunduk sedikit untuk menghindari serangan cakar milik lawannya serta langsung melesatkan serangan balasan miliknya dari samping bawah ke atas seperti pukulan uppercut dalam dunia tinju untuk memukul rusuk dari lawannya itu.
"Tinju Peremuk Tulang!!." Teriak Ma Guang.
Blaaarrr
Uppercut kanan milik Ma Guang mengenai tepat di rusuk lawannya.
Formasi pelindung miliknya hancur terkena pukulan tinju Ma Guang dan langsung menghempaskan tubuh pria tua tersebut.
__ADS_1
Saat tubuh pria tua itu belum menyentuh tanah, pukulan jab kiri Ma Guang kembali mengenai dada kanannya.
Blaaarrr
"Ahhhccckkk."
Teriak pria tua itu saat terkena serangan tinju milik Ma Guang di dadanya.
Tidak hanya itu saja, Ma Guang juga kembali menyerang tubuh pria tua itu dengan cakar naga api miliknya untuk merobek tubuh lawannya itu.
Pria tua itu mencoba membendung serangan yang di lancarkan oleh Ma Guang, namun usahanya itu hanyalah sia - sia.
Serangan cakar naga api milik Ma Guang langsung mengenai lengan pria tua itu dan langsung membuat lengan pria itu hancur.
Tidak hanya itu saja, saat tubuh pria tua itu membentur tanah, Ma Guang kembali melancarkan serangan cross ke arah dada bagian tengah pria tua tersebut.
Braaakkk
Bunyi tulang dada pria tua itu yang hancur.
Kejadian tersebut hampir tidak bisa diikuti oleh pandangan mata seorang pendekar dewa bumi yang berada di samping pendekar dewa bumi yang sedang berkomunikasi dengan ketua sekte Kura - Kura Api.
Lubang sedalam tiga meter dan berdiameter sekitar delapan meter tercipta di permukaan tanah akibat tubrukan tubuh pendekar dewa langit serta dorongan energi serangan Ma Guang.
Melihat apa yang di alami oleh pemimpin mereka, kedua pendekar dewa bumi tersebut langsung terkejut dan merasa ketakutan.
"Celaka! Pemuda itu bisa melumpuhkan seorang pendekar dewa langit hanya dalam waktu sesingkat itu!?." Gumam seorang pendekar dewa bumi dengan tubuh yang bergetar.
Ma Guang langsung menatap ke arah dua orang pendekar dewa bumi yang saat ini masih belum merubah posisi mereka.
Saat tatapan pemuda itu berpapasan dengan salah seorang dari keduanya, pendekar dewa bumi itu langsung menyapa rekannya yang sedang berkomunikasi dengan ketua sekte mereka sambil berkata.
"Apa yang harus kita lakukan saat ini!?." Tanya pendekar tersebut.
Rekannya yang mendengar pertanyaan tersebut langsung menjawab.
"Kita harus melarikan diri terlebih dahulu dari orang ini untuk mengulur waktu hingga bantuan kita tiba!." Tutur pendekar yang berkomunikasi dengan ketua sekte mereka.
"Jadi sudah ada bantuan yang sedang menuju kesini!?."
"Iya!."
"Baiklah! Kalau begitu mari kita melarikan diri sambil berpencar!."
Saat keduanya sedang berbisik, Ma Guang bisa mendengarnya dan berkata.
__ADS_1
"Jadi kalian bermaksud untuk melarikan diri!? Silahkan jika kalian bisa!." Ujar Ma Guang dengan senyuman yang sinis menatap ke arah dua orang pendekar dewa bumi tersebut.
Saat keduanya baru saja mau melesat terbang, pemuda itu secepat kilat langsung menuju ke arah keduanya dengan serangan dan kekuatan puncaknya untuk menghancurkan formasi pelindung yang menyelimuti tubuh keduanya sekalian untuk melumpuhkan kedua pendekar tersebut.
"Bola Api Naga Surgawi!." Teriak Ma Guang.
Bola api hitam dan di baluti petir hitam yang berderak - derak langsung menerjang tubuh keduanya.
Booommm
Bunyi ledakan kembali terjadi saat serangan bola api milik Ma Guang mengenai formasi pelindung serta tubuh keduanya.
Tubuh pemuda itu yang secara bersamaan juga melesat ke arah kedua pendekar itu saat melepaskan serangannya, kini sudah berada di dekat tubuh kedua pendekar yang sudah terluka tersebut.
"Bagaimana? Apakah kalian bisa melarikan diri dariKu!?." Tanya Ma Guang seperti membuktikan bahwa keduanya tidak bisa lolos dari dirinya.
Ma Guang pun kembali menyerang kedua pendekar tersebut dengan tinjunya yang kini sudah mengeluarkan energi api hitam dan juga energi petir hitam.
Booommm
Ledakan kembali terjadi.
Kedua pendekar itu tidak sempat lagi untuk menciptakan formasi pelindung milik mereka.
Karena formasi pelindung yang sudah hancur karena serangan awal dari Ma Guang, sehingga untuk serangan kedua yang mereka terima langsung membuat kedua pendekar dewa bumi tersebut kehilangan nyawanya.
Ma Guang langsung mengambil inti jiwa dari kedua orang tersebut dan menaruhnya ke dalam sebuah guci kecil yang dia miliki.
Ma Guang juga mengambil cincin penyimpanan milik keduanya dan langsung memasukkan semuanya kedalam cincin penyimpanan miliknya.
Hal itu agar inti jiwa kedua pendekar dewa bumi tersebut tidak akan bisa untuk mencari wadah baru agar mereka bisa menempatinya.
Setelah selesai dengan kedua pendekar dewa bumi itu, Ma Guang kembali mendekati pendekar dewa langit yang kini sedang terluka parah.
"Hei pak tua! Apakah saat ini kamu sudah merasa menyesal saat meremehkan kekuatan seseorang yang menjadi lawanMu!?." Tanya Ma Guang mengejek pria tua itu.
Saat pria tua itu tidak menjawab, Ma Guang langsung membunuhnya.
Inti jiwa pendekar dewa langit itu langsung keluar dari dalam tubuhnya.
Ma Guang pun langsung menangkapnya dan memasukkannya lagi kedalam guci yang juga berada inti jiwa kedua bawahannya.
Pemuda itu pun mengambil cincin penyimpanan yang pria tua itu miliki dan memasukkan juga kedalam cincin penyimpanan miliknya.
~Bersambung~
__ADS_1