
Di sekte Bunga Persik, seorang gadis duduk termenung karena sedang memikirkan seseorang yang sangat di cintainya namun cara berpikirnya yang belum bisa terfokus dengan dirinya.
Sebenarnya gadis itu akan di berikan sangsi karena setelah selesai menjalankan misi, dirinya dan juga tetua Sim Lan tidak langsung kembali ke sekte, melainkan keduanya pergi untuk bertemu dengan Ma Guang tanpa memberitahukan kepada pimpinan sekte Bunga Persik.
Namun setelah dirinya kembali ke sekte, dia tidak mendapatkan hukuman dari para petinggi sekte tersebut.
Hal itu di sebabkan karena telah beredar informasi bahwa gadis cantik yang mendampingi Ma Guang juga sudah menjadi pendekar suci yang telah membuka beberapa gerbang.
Dan benar saja, kemampuan Xia Jiao sudah berada jauh di atas matriak Ye Yaxi.
Namun gadis itu masih menunjukkan sikap yang biasa - biasa saja saat berada di sekte Bunga Persik.
Dirinya sedang memikirkan keadaan Ma Guang setelah mendapatkan kabar bahwa sekte Bambu Kuning telah di serang oleh dua sekte besar aliran hitam.
"Bagaimana keadaan pria bodoh itu, apakah dirinya kembali terluka lagi?".
"Dia itu terlalu memikirkan urusan orang lain dan selalu tidak memikirkan urusannya sendiri".
"Sejak awal tujuan kita untuk berlatih ilmu bela diri adalah untuk membalaskan dendam kita terhadap sekte Kalajengking Merah yang telah menghancurkan desa kita serta yang telah membunuh kedua orang tua kita, tetapi kini dirinya sudah terlalu jauh untuk memikirkan permasalahan orang lain".
"Kapan kita menuntaskan dendam kita dan bisa bersama untuk menjalankan hidup yang tenang dan bahagia?".
Xia Jiao terus bergumam sendiri dengan perasaan yang penuh dengan kedongkolan terhadap Ma Guang.
Saat gadis itu sedang bergumam, tetua Sying Tao yang adalah gurunya tidak sengaja mendengarkan gumaman gadis cantik itu.
"Jiao'er...!!! Membalaskan dendam itu, tidak akan menyelesaikan suatu permasalahan, akan tetapi hal itu akan membuat suatu permasalahan makin bertamba besar dan berkepanjangan".
"Guru...!!! Dengan kemampuan yang aku miliki saat ini dan dengan kemampuan yang Ma Guang miliki, kami berdua bisa membuat sekte Kalajengking Merah menjadi rata dengan tanah".
Mendengar apa yang di sampaikan oleh Xia Jiao, Sying Tao langsung bisa menyimpulkan bahwa kemampuan gadis itu sudah berada jauh di atas kemampuannya.
"Jiao'er...!!! Guru hanya bisa berharap kamu bisa melakukan hal yang terbaik untuk sekte ini, karena seperti yang kamu ketahui, sekte aliran hitam baru saja menyerang sekte Bambu Kuning, dan untung saja mereka masih mampu mengalahkan mereka, bagaimana jika itu terjadi di sekte kita, pasti kita akan sulit untuk menghadapinya". Ucap Sying Tao mencoba untuk mengorek kemampuan Xia Jiao secara halus.
"Memang apa yang guru katakan ada benarnya, sebab aku baru saja berkomunikasi dengan seorang gadis yang selalu bersama dengan Ma Guang, dia mengatakan, seluruh murid yang tinggal di sekte saat penyerangan terjadi, semuanya telah terbunuh saat rombongan Ma Guang tiba di sekte tersebut, dan yang tersisa hanyalah sekitar puluhan orang saja, dan itu juga adalah para petinggi sekte".
__ADS_1
"Seburuk itukah yang terjadi di sekte Bambu Kuning?".
"Iya guru, sebab sekte mereka dua kali di serang oleh puluhan ribu pendekar aliran hitam"
"Maksud kamu!?". Tanya tetua Sying Tao.
"Penyerangan pertama di pimpin oleh ketua sekte Lembah Tengkorak Xue Lugu bersama beberapa ketua sekte menengah aliran hitam yang sudah mencapai pendekar suci, dan serangan yang kedua di pimpin oleh ketua sekte Gagak Hitam Heise Chizi bersama ketua sekte menengah juga yang sudah mencapai pendekar suci juga".
"Kalau di lihat dari kemampuan sekte aliran hitam, ternyata mereka sudah memiliki puluhan pendekar suci, sedangkan sekte aliran putih seperti kita ini, hanya memiliki lima orang pendekar suci, salah satunya adalah matriak Ye Yaxi". Ujar Sying Tao.
"Siapa keempat orang yang lain?". Tanya Xia Jiao.
"Mereka adalah para leluhur". Jawab Sying Tao.
"Kenapa guru belum bisa menerobos dan mencapai pendekar suci?".
"Guru masih memiliki kendala untuk membuka semua titik jalur meridian yang masih tertutup". Ujar Sying Tao.
"Jika saja aku bisa untuk membuka titik jalur meridian yang masih tertutup tersebut, pasti aku akan melakukannya untuk guru". Ucap Xia Jiao dengan nada suara yang terdengar sedih.
"Apakah kamu sudah menjadi pendekar suci?". Tanya Sying Tao.
Sying Tao langsung tercengang mendengar apa yang telah di sampaikan oleh Xia Jiao, bahwa tetua Sim Lan juga telah menjadi pendekar suci.
"Bagaimana bisa tetua Sim Lan menerobos dan menjadi pendekar suci...!?". Ujar Sying Tao yang juga adalah tetua Agung di sekte tersebut.
"Semua itu berkat Ma Guang, dialah yang membantu tetua Sim Lan sehingga bisa seperti itu". Ujar Xia Jiao.
"Terus, dimana posisi tetua Sim Lan saat ini?". Tanya Sying Tao.
"Aku akan mengatakan hal ini kepada guru, tetapi guru harus merahasiakannya dari matriak dan juga para tetua yang lain".
"Iya, guru berjanji tidak akan mengatakan apa yang akan kamu sampaikan kepada guru". Ujar Sying Tao.
"Saat ini tetua Sim Lan sedang berada di kota Qiantong bersama dengan suaminya". Ucap Xia Jiao.
__ADS_1
Sying Tao langsung kaget mendengar hal itu, sebab peraturan di sekte mereka tidak membenarkan para murid mau pun para tetua untuk berkeluarga.
"Tetapi jika hal ini sudah di ketahui, sekte kita jangan sampai berpikir untuk pergi menemui tetua Sim Lan serta memaksanya untuk pulang kesekte agar bisa menerima hukuman, sebab tetua Sim Lan adalah pengikut Ma Guang, sehingga dia tidak akan membiarkan jika orang - orang terdekatnya akan terluka, apa lagi suami tetua Sim Lan adalah seorang pendekar suci juga, yang lebih tinggi kemampuannya dari Matriak Ye Yaxi".
Mendengar penjelasan Xia Jiao, tetua Agung Sying Tao langsung terkesima, karena dirinya telah mengetahui, ada beberapa pendekar suci yang lebih tinggi kemampuannya dari matriak Ye Yaxi sendiri.
"Jiao'er...! Jika aku bertemu dengan pendekar Ma, apakah dia mau membantu guru untuk membuka semua titik jalur meridian guru yang masih tertutup!?".
"Ma Guang orangnya sangat baik, sehingga sudah pasti dia akan membantu guru, sangking baiknya, dia hanya memikirkan masalah orang lain dan melupakan masalahnya sendiri".
"Tetapi yang perlu guru ketahui juga, cara untuk melakukan itu sangatlah tidak etis bagi seorang wanita jika Ma Guang yang akan melakukannya". Lanjut Xia Jiao.
"MaksudMu!?". Tanya Sying Tao.
"Iya, jika guru meminta bantuan kepada Ma Guang, sudah pasti dia akan melihat seluruh tubuh guru". Ucap Xia Jiao sambil tersenyum menggoda gurunya itu.
"Kenapa bisa begitu?". Tanya Sying Tao semakin penasaran dan ingin mendengar penjelasan dari muridnya itu.
"Setiap Ma Guang membuka setiap titik jalur meridian baik itu pria mau pun wanita, semuanya harus membuka seluruh pakaiannya tanpa ada sehelai benang pun yang tersisa". Ucap Xia Jiao lagi.
"Jadi...jadi kamu dan tetua Sim Lan....". Sying Tao tidak bisa melanjutkan kata - katanya.
Xia Jiao hanya menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Sying Tao yang tidak bisa di lanjutkan, karena gadis itu sudah bisa mengetahui arah pertanyaan gurunya.
Sying Tao sedikit berpikir tentang apa yang baru saja di jelaskan oleh Xia Jiao.
Akhirnya wanita itu bersuara. "Jika kalian berdua bisa, pasti aku juga bisa untuk melakukan hal itu, yang terpenting aku bisa menerobos untuk menjadi pendekar suci". Ujar Sying Tao dengan pasti.
Xia Jiao langsung tersenyum saat mendengar apa yang di ucapkan oleh gurunya itu.
"Apakah guru sudah siap di lihat oleh pria tubuh guru yang sexy itu?". Xia Jiao menggoda gurunya lagi.
"MenurutKu, kamu itu yang lebih cantik dan sexy saja tidak membuat pendekar Ma tergiur, apa lagi diriKu yang sudah tua ini". Ujar Sying Tao menanggapi ucapan Xia Jiao sambil tersenyum mengejek gadis tersebut.
"Tetapi menurutKu, Ma Guang lebih suka melihat tubuh seorang wanita dewasa di bandingkan tubuh seorang gadis". Ucap Xia Jiao yang menggoda gurunya lagi.
__ADS_1
"Terserah apa kataMu, yang terpenting aku bisa untuk menerobos menjadi pendekar suci". Ujar Sying Tao lagi.
~Bersambung~