Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 482. Penurunan Kultivasi


__ADS_3

Tubuh Ma Guang dan juga Ma Tian Shen langsung terjatuh ke tanah saat terkena formasi Teratai Surgawi.


Tidak hanya tubuh keduanya, melainkan keempat tubuh sosok Se Tianlan yang lain juga ikut terkena imbas dari serangan formasi Teratai Surgawi yang di lancarkan oleh ke sepuluh sosok Se Tianlan.


Hal yang menguntungkan untuk pihak Ma Guang ialah, ke delapan sosok tubuh yang tercipta dari darah Se Tianlan, kini sudah hancur lebur tak tersisa lagi saat terkena serangan formasi Teratai Surgawi tersebut.


Akan tetapi hal yang sangat merugikan bagi pihak Ma Guang saat ini ialah, serangan formasi Teratai Surgawi mulai menghancurkan formasi pelindung miliknya.


Sama halnya dengan apa yang sedang Ma Tian Shen rasakan disaat yang bersamaan.


Remaja itu telah merasakan bagaimana kehebatan teknik tersebut.


Kini dirinya mulai menyesali keputusannya karena tidak mendengarkan peringatan yang ayahnya sampaikan.


"Semua ini adalah kesalahanKu, aku tidak mendengarkan peringatan yang telah ayah sampaikan". Gerutu Ma Tian Shen yang juga sedang berjuang untuk meningkatkan kekuatan formasi pelindung miliknya yang juga mulai retak.


Booommm...booommm...booommm


Bunyi ledakan terus terdengar disaat serangan formasi Teratai Surgawi masih dilancarkan oleh Se Tianlan.


Kesepuluh sosok itu tidak memberikan pengampunan bagi kedua lawan mereka.


Kini tubuh Ma Guang sudah tidak sanggup lagi untuk menahan gempuran serangan formasi tersebut.


Kini Ma Guang sudah terlihat dalam posisi berlutut sambil menyalurkan energi Qi miliknya untuk memperkuat lapisan terakhir formasi pelindung yang dia miliki


Meskipun terus menyalurkan energi Qi miliknya untuk menguatkan formasi pelindung terakhir miliknya, akan tetapi hal itu hanya sia - sia.


Kini formasi pelindung Ma Guang pun mulai retak, Ma Guang hanya bisa pasrah sambil menyalurkan sisa energi yang dia miliki untuk memperkuat pertahanan miliknya.


Saat lapisan terakhir formasi pelindung milik Ma Guang akan retak, kesepuluh sosok Se Tianlan pun mendapatkan serangan dari seluruh bawahan Ma Guang yang datang membantu.


Booommm...booommm...booommm


Bunyi ledakan bersahut - sahutan saat serangan dari formasi pertempuran yang di lepaskan oleh para bawahan Ma Guang mengenai tubuh Se Tianlan.


Se Tianlan pun tidak bisa menghindarinya, sebab jika dirinya terganggu dengan hal tersebut, dirinya membutuhkan waktu lagi untuk bisa mengaktifkan formasi tersebut.


Namun hal itu tetap sia - sia, sebab akibat dari serangan ratusan formasi pertempuran milik pasukan Ma Guang, membuat perisai pelindung milik ke sepuluh sosok Se Tianlan hancur berkeping - keping.


"Sialan! Ternyata kalian yang seperti semut ini bisa juga menghancurkan persai pelindung milik kami".


"Baiklah! Karena kalian sudah bosan hidup, maka aku akan memenuhi keinginan kalian semua untuk meninggalkan dunia ini". Tutur Se Tianlan sambil mengumpulkan energi Qi miliknya.


Disaat serangannya hendak dilepaskan kearah para pasukan Ma Guang, kultivasi milik Se Tianlan pun langsung menurun dengan drastis.


"Ada apa ini? Apa yang sedang terjadi? Teknik apa ini?". Gerutu Se Tianlan yang tidak menyadari apa yang sedang terjadi saat itu.


Tingkat kultivasi Se Tianlan kini turun hingga ke tingkat Pendekar Dewa Surgawi.

__ADS_1


Tingkat kultivasi yang sangat lemah jika dibandingkan dengan tingkat kultivasi dari kebanyakan lawannya.


Tidak hanya Se Tianlan saja yang mengalami hal tersebut, namun sebagian pasukan dari lima ras makhluk surgawi serta seluruh pasukan langit mengalami juga hal itu.


Akan tetapi bagi pasukan dari ras Naga dan pasukan ras Serigala serta sebagian pasukan dari ras Phoenix tidak mengalaminya.


Itu disebabkan karena tingkat kultivasi mereka memang telah seperti itu disaat aturan ruang dan waktu didunia manusia belum bermasalah.


Dan saat ini aturan ruang dan waktu kembali telah selesai diperbaiki oleh ketiga dewa agung penguasa tiga alam yang juga dibantu oleh para dewa penguasa setiap benua dari tiga dunia tersebut.


"Apa yang sedang terjadi dengan diriKu?".


"Mengapa saat ini aku merasa sangat lemah dan tidak bisa menggunakan formasi Teratai Surgawi dengan level yang sekuat sebelumnya". Se Tianlan bergumam dan terus berusaha untuk meningkatkan daya serangnya.


Ma Guang yang melihat tingkah Se Tianlan tersebut, segera memahami apa yang sedang lawannya alami.


Ma Tian Shen sendiri masih bingung dengan sikap Se Tianlan itu.


Ma Guang pun segera bangkit berdiri dari posisi berlutut sebelumnya dan berkata.


"Apakah kamu sudah tidak berniat lagi untuk menyerang mereka?". Tanya Ma Guang sambil tersenyum sinis menatap kearah Se Tianlan.


"Apa yang kamu lakukan kepadaKu?".


"Teknik apa ini?".


Pertanyaan yang keluar dari mulut Se Tianlan yang berpikir Ma Guang-lah yang melakukan hal itu kepadanya.


Tidak hanya Se Tianlan saja yang mempertanyakan hal itu, melainkan ada dua ratus lebih pasukan Ma Guang juga yang mempertanyakan hal itu.


"Apakah kamu telah melupakan kejadian ribuan tahun yang lalu?".


"Karena perbuatanMu itulah sehingga dunia kami ini menjadi seperti ini".


"Dan menurutKu ini sangat menguntungkan bagi kami".


"Sepertinya waktuMu untuk kembali ke dunia bawah sudah tiba".


"Bersiaplah untuk kembali menjalani hukumanMu". Tutup Ma Guang.


Sedangkan sebagian pasukannya yang juga merasa bingung dengan hal itu, kini telah kembali tenang disaat mendapatkan penjelasan dari rekan - rekan mereka yang tidak terdampak oleh aturan ruang dan waktu.


"Jadi dunia manusia ini sudah dibatasi oleh aturan ruang dan waktu?".


"Ternyata sudah seperti ini aturan yang telah diterapkan didunia ini".


Kata - kata yang keluar dari setiap mulut sebagian pasukan Ma Guang.


Ma Tian Shen yang juga belum memahami apa yang sedang dialami oleh Se Tianlan langsung bertanya kepada ayahnya.

__ADS_1


"Ayah, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengannya?".


"Shen'er, saat ini ke sepuluh Se Tianlan itu bukan lagi menjadi masalah yang serius bagi kita". Jawab Ma Guang.


"Mengapa ayah bisa berkata seperti itu?". Tanya Ma Tian Shen lagi karena merasa sangat penasaran.


"Saat ini kultivasinya telah ditekan oleh aturan ruang dan waktu dunia kita ini, sehingga saat ini kultivasinya hanya berada di tingkat Pendekar Dewa Surgawi". Ma Guang kembali menjelaskan.


Ma Tian Shen yang mendengar penjelasan ayahnya langsung merasa senang dan lega.


Kini tingkat kewaspadaannya pun langsung diturunkan.


Sedangkan ke sepuluh sosok Se Tianlan yang sedang merasa terpukul dengan situasi yang diri mereka alami perlahan mulai berpikir untuk menyatukan kembali ke sepuluh tubuhnya itu untuk menjadi sesosok Se Tianlan saja.


Pemikiran tersebut sangat dia harapkan untuk bisa meningkatkan kultivasinya.


Sembilan sosok Se Tianlan pun kini melesat dengan cepat kearah sosok asli Se Tianlan.


Mereka pun kini telah menyatu kembali dan mulai terjadi ledakan - ledakan dari dalam tubuhnya.


Cahaya keemasan yang berasal dari dalam tubuhnya pun mulai memancar keluar.


"Apakah trik yang dia terapkan itu bisa meningkatkan kultivasinya?". Pertanyaan yang muncul dibenak Ma Guang saat melihat kejadian tersebut.


"Ayah, apa yang sedang dia lakukan?". Tanya Ma Tian Shen yang merasa penasaran juga dengan apa yang dia lihat.


"Sepertinya dia ingin meningkatkan kultivasinya". Jawab Ma Guang.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan?". Remaja itu kembali bertanya.


"Cepat segera segel tubuhnya itu!". Perintah Ma Guang kepada pasukannya yang memiliki kultivasi sebagai seorang dewa sejati.


Mereka pun segera menyegel tubuh Se Tianlan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Ma Guang.


"Ayah, apakah itu akan berhasil?". Ma Tian Shen kembali bertanya.


"Kita lihat saja hasilnya". Jawab Ma Guang yang terus menatap kearah tubuh Se Tianlan.


Meskipun telah disegel, akan tetapi ledakan - ledakan itu masih tetap terjadi.


Suara mendengung pun kini mulai terdengar yang dihasilkan dari benturan energi yang keluar dari dalam tubuh Se Tianlan dengan dinding segel yang diciptakan oleh pasukan Ma Guang.


Hingga beberapa saat kemudian akhirnya terjadi ledakan besar yang membuat semuanya sangat terkejut.


Tidak terkecuali dengan Ma Guang dan juga Ma Tian Shen.


Keduanya pun ikut merasa terkejut dengan ledakan besar tersebut.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2