Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 187. Konflik Hati


__ADS_3

Ma Guang tidak menyangka jika Yuan Jiali akan melakukan hal itu di depan mata banyak orang.


Pemuda itu hanya diam mematung saat bibirnya di ***** oleh gadis cantik tersebut.


Mata Zhou Lu Yun dan juga Duan Meng langsung melotot seakan tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Yuan Jiali.


Tidak hanya itu saja, semua mata para pengunjung yang berada di tempat itu langsung terbelalak saat melihat adegan tersebut.


Pria asing itu pun tidak kalah terkejutnya juga saat Yuan Jiali mencium bibir Ma Guang.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, pria asing itu langsung membalikkan badannya dan berjalan untuk kembali ketempatnya semula.


Walau pun pria asing itu terlihat seperti sudah menyerah untuk mendekati ke tiga gadis tersebut, namun di dalam hatinya tetap memiliki tekad untuk memiliki salah satu dari ke tiga gadis tersebut.


"Sudahlah! Tuan muda pasti akan bisa menemukan seorang gadis yang lebih cantik dari para gadis itu". Ujar pria paruh baya di dekatnya saat pria asing itu sudah kembali duduk di tempatnya semula.


"Aku harus memiliki gadis itu dan akan mempermalukannya juga, aku akan membalas penghinaan ini beberapa kali lipat dari apa yang dia lakukan kepadaKu".


"Setiap gadis yang ingin aku miliki, tidak ada yang bisa menolak keinginanKu".


Pria asing itu terus bergumam di dalam hatinya karena merasa malu dengan apa yang Yuan Jiali lakukan kepadanya.


Sedangkan di tempat Ma Guang dan lainnya berada, kegita gadis yang ada kini saling diam dan seakan tidak ingin memandang satu dengan yang lain.


Beberapa saat kemudian, Yuan Jiali langsung bersuara untuk membuka pembicaraan mereka sekalian ingin mencairkan situasi yang canggung tersebut.


"Maafkan atas tindakan yang barusan aku lakukan, dan sebenarnya hal ini perlu kalian berdua juga ketahui. Sebenarnya aku telah mengetahui pembicaraan serta hubungan di antara Guang gege dengan tuan putri. Sehingga diriKu sempat juga memarahinya, tetapi hal itu bukanlah murni kesalahan dari Guang gege, sebab aku sendiri yang mencintainya tanpa paksaan atau rayuan gombal darinya".


"Guang gege menyukai kita berempat, salah satunya adalah nona Xia Jiao yang adalah orang yang sangat penting buat Guang gege, karena dia adalah orang satu - satunya yang tersisa dari desa mereka yang di hancurkan oleh anggota sekte Kalajengking Merah".


"Dan gadis kedua yang Guang gege sukai adalah nona Duan Meng yang juga telah menyelamatkan hidupnya yang saat itu sedang terluka parah karena serangan anggota dari sekte Seribu Racun".


"Sedangkan aku dan tuan putri adalah gadis ketiga dan yang terakhir di sukai oleh Guang Gege".


"Jika menunggu Guang gege lebih dahulu mengungkapkan isi hatinya, itu pasti akan memakan waktu sampai dirinya sudah bisa menyelesaikan setiap masalah yang selalu dia pikirkan, yaitu membalas perbuatan sekte Kalajengking Merah yang telah membunuh keluarganya serta yang telah menghancurkan desanya".


"Tetapi karena tuan putri sudah memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya, sehingga aku juga memberanikan diri untuk memperjelas hubunganKu dengan Guang gege".


"Bagaimana dengan nona Duan!? Apakah perasaan nona Duan sama juga seperti saya dan tuan putri yang menyukai Guang gege!?". Tutup Yuan Jiali sambil menatap dan bertanya kepada Duan Meng.


Duan Meng langsung menjadi salah tingkah saat di tanya oleh Yuan Jiali.


Gadis itu kini merasa bingung dengan apa yang baru saja di ungkapkan serta apa yang di tanyakan oleh Yuan Jiali.

__ADS_1


Sedangkan Ma Guang sendiri langsung terdiam seribu bahasa menanggapi perkataan Yuan Jiali.


Begitu juga dengan Zhou Lu Yun, gadis itu hanya bisa menganggukkan kepalanya saat pandangan Duan Meng menatap kearahnya.


"Aku....".


Perkataan Duan Meng tidak dapat di lanjutkannya.


Hal itu di sebabkan karena pelayan sudah tiba di tempat mereka berada untuk mengantarkan pesanan yang Ma Guang pesan.


"Maafkan keterlambatan kami karena telah membuat tuan muda dan nona - nona sekalian sudah menunggu lama". Ucap sang pelayan saat tiba di tempat Ma Guang.


Pelayan yang lain pun langsung menyajikan setiap makanan terbaik di tempat itu.


Situasi yang canggung tersebut langsung sedikit mencair saat pesanannya sudah di sajikan di depan mereka.


Ma Guang langsung mengajak mereka untuk menikmati makanan yang sudah tersedia di depan mereka.


Mereka berempat mulai menyantap makanan tersebut tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Tetapi hal itu tidak sesuai dengan apa yang terlihat. Sebab saat ini Ma Guang sedang berbicara dengan Yuan Jiali melalui energi tenaga dalam miliknya.


"Li'er! Mengapa kamu kamu mengatakan semua hal itu!? MenurutKu nona Duan belum siap untuk menerima hal itu".


"Guang gege! Semakin cepat memberitahukan hal itu dan mengetahui isi hati nona Duan akan semakin baik".


Zhou Lu Yun yang melihat pemuda itu tersenyum langsung angkat suara.


"Kenapa kamu senyam senyum sambil menatap nona Yuan!? Apakah ada hal yang tidak kami berdua ketahui!?". Tanya Zhou Lu Yun dengan nada suara yang datar.


Duan Meng juga langsung melihat kearah Ma Guang yang kini sudah tidak lagi tersenyum.


"Guang gege! Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanKu!?". Tanya Zhou Lu Yun lagi.


"Hal itu tidak penting, jadi tidak perlu untuk di beritahukan". Ujar Ma Guang dengan nada suara yang berwibawa, hal itu di lakukannya agar Zhou Lu Yun tidak lagi membahasnya.


Dan benar saja, setelah mendengar perkataan Ma Guang, Zhou Lu Yun kini tidak lagi mengungkit hal itu dan kembali menikmati makanannya.


Setelah selesai, Ma Guang langsung memanggil pelayan dan menanyakan berapa harga makanan yang mereka pesan tersebut.


Setelah mengetahui jumlah yang harus di bayarkan, Ma Guang langsung berjalan untuk menuju ke kamar yang telah di pesannya.


Dari belakang, ketiga orang gadis itu mengikutinya juga.

__ADS_1


Pelayan langsung mengantarkan mereka berempat ke kamar yang di sewa oleh Ma Guang.


Pria asing yang awalnya mendekati Yuan Jiali dan lainnya kini mulai mengawasi setiap pergerakan mereka berempat.


Ma Guang telah mengetahui hal itu, namun pemuda itu bersikap seolah - olah dirinya tidak mengetahui hal itu.


Yuan Jiali langsung mengajukan diri untuk satu kamar dengan Ma Guang.


Hal itu pula langsung di protes oleh Zhou Lu Yun.


"Nona Yuan tidak boleh sekamar dengan Guang gege, karena masih ada nona Xia Jiao dan juga nona Duan Meng yang lebih dahulu dekat dengannya, sedangkan nona Yuan sendiri adalah wanita ketiga yang mengenal Guang gege". Ujar Zhou Lu Yun.


Hal itu karena Zhou Lu Yun ingin menerapkan juga sistem yang ada di istana kekaisaran, dimana ayahnya memiliki istri dan begitu banyak selir, dan mereka memiliki posisi seperti apa yang di katakan olehnya.


Duan Meng langsung merasa canggung setelah mendengar perkataan Zhou Lu Yun.


Dia tidak menyangka bila dirinya berada diposisi yang lebih tinggi dari Yuan Jiali dan juga Zhou Lu Yun.


Ma Guang pun menjadi bingung dengan situasi yang terjadi saat itu.


Pemuda itu mulai merasa tidak nyaman di saat berada di antara ke tiga gadis itu.


Pada saat hanya Yuan Jiali dan juga Xia Jiao bersamanya, dirinya tidak se bingung saat itu.


Sebab keduanya terkesan sangat akur dan selalu bekerja sama, berbeda dengan apa yang dia lihat kali ini.


Yuan Jiali tidak bisa membantah apa yang di katakan oleh Zhou Lu Yun namun bukan berarti dirinya menyerah dengan keputusannya itu.


"Memang benar apa yang tuan putri katakan itu, tetapi saat ini nona Xia tidak berada di tempat ini dan juga nona Duan belum juga mengambil sikap tentang apa yang ada di dalam hatinya, sehingga sudah pasti aku yang berhak untuk bersama dengan Guang gege malam ini". Ujar Yuan Jiali sambil menatap Duan Meng.


Duan Meng masih tetap belum mengeluarkan sepatah kata pun sampai dengan saat itu.


Gadis itu sedang memikirkan serta ingin memahami situasi yang dia hadapi saat itu.


Beberapa saat kemudian akhirnya Duan Meng memberanikan dirinya untuk berbicara.


"Apakah bisa seorang pria memiliki istri lebih dari satu!?". Tanya Duan Meng yang memang belum mengetahui akan hal itu.


Zhou Lu Yun langsung menjawab pertanyaan Duan Meng tersebut.


"Nona Duan! Bagi seorang pendekar seperti Guang gege, hal itu adalah wajar, sebab ada banyak juga para pendekar besar, para bangsawan, para raja dan juga ayahKu sendiri yang memiliki banyak istri mau pun selir untuk mereka".


Mendengar apa yang di katakan oleh Zhou Lu Yun, akhirnya Duan Meng langsung bisa menentukan sikapnya tentang situasi yang terjadi saat itu.

__ADS_1


"Aku sangat menyukai Guang gege, oleh karena itu, aku juga ingin menjadi istri keduanya seperti apa yang tuan putri katakan". Ucap Duan Meng yang membuat Ma Guang langsung merasa berbunga - bunga di dalam hatinya.


~Bersambung~


__ADS_2