Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 41. Di Hadang


__ADS_3

Sebelum beristirahat, Ma Guang memesan makanan untuk di makannya.


Setelah selesai mengisi perutnya, akhirnya Ma Guang kembali kekamarnya dan beristirahat.


Keesokan harinya, pendekar muda itu kembali melanjutkan perjalanannya setelah selesai mempersiapkan seluruh kebutuhanya di tengah perjalanan.


Setelah sudah setengah jam melakukan perjalanan, nampak berdiri beberapa sosok seakan menghalangi jalan yang akan di lalui oleh Ma Guang.


Ada 5 orang pria yang berpakaian seperti seorang pendekar dengan menggenggam senjata di tangan mereka masing - masing.


Yang lebih mengejutkan lagi, seragam yang mereka gunakan memiliki gambar yang sama dengan kelompok orang yang telah menyerang desanya.


" Maaf jika saya lancang! Mengapa kalian menghalangi perjalananku?." Ucap Ma Guang.


" He...he...he...he...he...anak muda serahkan barang - barang milik Mu itu." Ucap salah satu dari ke 5 orang tersebut.


" Apakah setiap orang yang melewati jalan ini harus memberikan barang - barang mereka kepada kalian?." Tanya Ma Guang.


" Iya dan itu termasuk diriMu juga." Ucap pria yang sama.


" Oh begitu yah!? Kalau begitu, ambil saja sendiri kalau kalian bisa." Ucap Ma Guang.


" Hei bocah! Apakah kamu sudah tidak sayang lagi dengan diriMu itu?." Ucap pria yang satunya lagi.


" Aku yang tidak sayang dengan nyawaKu, atau sebaliknya kalian yang tidak sayang dengan nyawa kalian?." Balas Ma Guang.


" Berengsek, kesabaran Ku sudah habis untuk bocah seperti diriMu ini." Ucap salah satu pria di depannya.


" Ayo serang dan bunuh anak ini." Perintah salah satu dari mereka.


Ke 5 orang tersebut langsung melesat untuk menyerang Ma Guang dengan menggunakan senjata mereka masing - masing.


Ada yang menggunakan tongkat, tombak dan pedang.


Sedangkan Ma Guang masih santai melihat serangan dari ke 5 orang tersebut.


Di tangannya kini sudah ada senjata rahasia miliknya.


Setelah ke 5 orang itu mendekat, akhirnya Ma Guang langsung meluncurkan senjata rahasianya ke arah tiga orang di antara mereka.


Tiga orang penyerang langsung terjatuh ke tanah.


Ke dua orang teman mereka yang melihat ke tiga teman mereka sudah terjatuh dan tidak bernyawa lagi langsung menghentikan gerakannya.


" Apa? Dia mampu membunuh ke tiga teman kita hanya dengan sekali serang?." Gumam salah seorang dari yang masih tersisa.


" Kenapa kalian berdua tidak langsung menyerang diriKu?." Tanya Ma Guang sambil tersenyum.


Mata kedua orang tersebut langsung melotot menatap Ma Guang.


Keduanya langsung merasa takut terhadap pemuda yang ada di depan mereka.


" Celaka! Kemampuan ilmu bela diri dan tenaga dalamnya sangat tinggi, di usia yang masih muda seperti itu, bagaimana bisa memiliki kemampuan yang jauh berada di atas kita?." Ucap salah satu dari kedua orang tersebut.


" Sebaiknya kamu melarikan diri saja, laporkan hal ini kepada ketua, biarkan aku yang akan menahannya disini." Ucap pria yang satunya lagi.

__ADS_1


Teman yang di perintahkan untuk melarikan diri akhirnya langsung menganggukkan kepalanya.


Pria yang satunya langsung melemparkan sebuah benda ke arah Ma Guang.


Pendekar muda itu langsung menangkis benda itu dengan sarung pedangnya.


Booommm


Bunyi ledakan yang di ikuti dengan asap hitam yang mengepul membuat Ma Guang tersentak dan langsung menutup matanya karena tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu.


Ma Guang langsung menajamkan persepsinya.


Serangan pisau terbang menuju kearahnya dengan kecepatan yang tinggi.


Ma Guang langsung lebih waspada dengan hal yang datang mengancam dirinya itu.


Akhirnya dirinya kembali mencoba menangkis serangan tersebut dengan pedang yang sudah tercabut dari sarungnya.


Tring


Bunyi benturan pedang Ma Guang dan pisau dari si penyerang.


Kembali lagi beberapa pisau terbang meluncur kearah Ma Guang.


Merasakan hal itu, Ma Guang langsung menyiapkan kembali senjata rahasia miliknya.


Setelah beberapa pisau terbang milik salah satu anggota sekte Kalajengking Merah sudah dekat dengan posisi Ma Guang, pendekar muda itu langsung menangkis dan membalas serangan tersebut dengan senjata rahasia miliknya.


Tring...tring...tring


Bunyi benturan senjata Ma Guang dan lawannya


Bunyi senjata rahasia milik Ma Guang mengenai tubuh lawannya.


Senjata rahasia itu mengenai dada bagian kanan lawannya.


Dengan perlahan, Ma Guang lalu membuka matanya.


Asap hitam yang mengepul sudah tidak ada lagi, sedangkan orang yang satunya lagi sudah tidak berada di samping rekannya.


Mata Ma Guang menyebar kesegala arah untuk mencari satu orang tersebut.


" Ternyata salah satunya sudah melarikan diri." Gumam Ma Guang.


Lawan yang satunya lagi masih berdiri dengan keadaan dadanya yang sudah terluka.


Ma Guang langsung mendekati pria tersebut dengan sangat berhati - hati.


" Hei orang tua, dimana teman - teman Mu yang lain?." Ucap Ma Guang.


" Puih! Siapa yang mau memberitahukannya!?." Ucap pria itu.


" Jadi kamu tidak takut untuk mati yah?." Ucap Ma Guang.


" Sampai mati pun aku tidak akan memberitahukannya kepadaMu." Ucap pria itu.

__ADS_1


" Dan perlu kamu tau, bahwa mulai hari ini diriMu akan menjadi buruan anggota dari sekte kami." Ucap pria itu lagi.


" Ha...ha...ha...ha...ha." pria itu tertawa dan dari mulutnya mengeluarkan busa yang kemudian tubuhnya langsung ambruk ketanah.


" Apa yang terjadi dengan orang itu?." Gumam Ma Guang yang merasa terkejut dengan apa yang di alami oleh pria tersebut.


Setelah dirinya mendekati dan memeriksa kondisi tubuh pria tersebut, dan juga ketiga orang yang lain, akhirnya dia dapat mengerti dengan apa yang terjadi pada pria itu.


" Jadi mereka menyelipkan racun ini di antara gigi mereka rupanya." Gumam Ma Guang lagi.


" Demi menyembunyikan informasi yang mereka miliki, mereka dengan sangat berani melakukan bunuh diri dengan cara seperti ini." Gumam Ma Guang lagi.


" Aku harus memburuh kelompok mereka ini, dan jika aku bisa menemukan letak dari sekte mereka, aku akan meratakannya saat diriku sudah mencapai Pendekar Suci."


Ma Guang mengambil koin yang di miliki oleh keempat orang tersebut dan langsung melanjutkan kembali perjalanannya.


Untuk perjalanan hari itu, sudah tidak ada lagi halangan yang datang menghadangnya.


Di tempat Lain.


" Lapor Ketua, empat orang dari kelompok saya sudah tewas, dan mereka di bunuh oleh seorang pemuda, aku tidak tau dirinya berada di tingkat apa, yang aku tau dirinya jauh lebih kuat dariku." Ucap pria itu.


" Apa? Seorang pemuda yang sudah mencapai pendekar Raja!?." Itu sangat mustahil." Ucap pria itu.


Pria yang melarikan diri tersebut adalah pendekar ahli tingkat menengah.


" Apakah kamu tidak berbohong?." Tanya ketua kelompok itu.


" Tidak ketua, aku tidak berani untuk membohongi ketua." Jawab bawahannya.


" Kemana arah tujuan dari pendekar muda itu?." Tanya ketua itu.


" Kemungkinan terbesar, dia akan menuju ke kota Lu." Jawab bawahannya.


Kemudian ketua kelompok itu mulai menanyakan hal - hal seperti teknik bertarung yang di miliki oleh pemuda tersebut.


Dan bawahannya yang lolos karena melarikan diri itu, mulai menjelaskan apa yang di ketahui olehnya.


" Oh, ternyata seperti itu. Baiklah ayo kita sergap dirinya." Ucap pemimpin tersebut.


Kemampuan pemimpin tersebut berada di Pendekar Raja tahap menengah.


Karena kelompok mereka sudah menguasai hutan di seluruh wilayah tersebut dan juga mengetahui jalan tercepat yang ada, akhirnya mereka bisa mendahului Ma Guang.


Rombongan mereka berjumlah ada sekitar 57 orang dengan dua di antaranya adalah Pendekar Raja, yaitu pemimpin dan wakil pemimpin mereka.


Serta 5 orang pendekar Ahli, yaitu 2 orang tingkat awal, 2 orang tingkat menengah dan 1 orang tingkat puncak.


Sisanya adalah pendekar tahap awal tingkat ke 5 sampai tingkat ke 9 puncak.


" Kalian harus menghujani dirinya dengan panah, dan kami berdua akan bertarung dengan dirinya." Ucap pemimpin itu.


" Baik ketua!." Jawab mereka serentak.


Tidak berapa lama kemudian, seorang pemuda berjalan seakan mendekat kearah rombongan mereka.

__ADS_1


" Oh, ternyata sudah ada juga yang menanti Ku di tempat ini...bagus... bagus... bagus, aku pasti akan melayani kalian." Ucap Ma Guang.


~Bersambung~


__ADS_2