
Di Benua Barat, pasukan surgawi yang di pimpin oleh jenderal Shen Tianmo, kini sedang menelusuri jejak aura para pasukan surgawi yang di pimpin oleh Shen Tian.
Setelah memakan beberapa hari, akhirnya mereka bisa menemukan jejak aura yang di tinggalkan.
Shen Tianmo bisa merasakan begitu banyak kematian yang terjadi di tempat itu.
Tidak hanya jejak aura dari pasukan surgawi, melainkan jejak aura dari pasukan yang di pimpin juga oleh Ma Guang dapat dia rasakan di tempat itu.
"Ternyata pasukan yang di pimpin oleh jenderal Shen Tian telah bertarung dengan pasukan dari ras Naga, ras Serigala dan pasukan Kilin Api".
"Apakah pasukan jenderal Shen Tian telah mengalami kekalahan melawan ketiga kekuatan pasukan lain yang aku rasakan ini?".
"Ataukah pasukan mereka yang telah di kalahkan oleh pasukan ketiga makhluk itu!?".
Jenderal Shen Tianmo terus berpikir untuk menganalisa hasil dari pertempuran besar tersebut.
Saat dirinya sedang berpikir, salah satu komandan pasukannya membuyarkan konsentrasi sang jenderal.
"Jenderal! Sepertinya pertarungan ini di menangkan oleh pasukan ras Naga, ras Serigala dan juga pasukan Kilin Api."
"Sebab dua jejak aura dari tempat ini, untuk ketiga pasukan itu dapat aku rasakan".
"Itu berarti, merekalah yang telah meninggalkan tempat ini". Tutup sang komandan.
"Oh, jadi seperti itu!".
"Baiklah! Sepertinya tempat terakhir yang kita kunjungi saat berada di Benua Utara, itulah markas dari ketiga pasukan itu".
"Sebab jejak aura mereka terasa sangat kuat di tempat itu". Sang jenderal menjelaskan.
"Apakah kita akan pergi kesana lagi untuk meminta penjelasan dari mereka?". Tanya sang komandan.
"Sepertinya hal itu memang harus kita lakukan".
"Akan tetapi jika kita kembali dengan hati dan pikiran yang tidak bersahabat, hal itu akan menjadi bumerang bagi kita".
"Sebab jumlah pasukan yang di pimpin oleh jenderal Shen Tian lebih banyak dari jumlah pasukan kita saat ini". Tutur jenderal Shen Tianmo.
"Apa maksud dari perkataan jenderal itu?". Tanya sang komandan.
"Kekuatan kita saat ini tidak akan bisa untuk menghadapi kekuatan dari ketiga pasukan itu". Jawab jenderal Tianmo.
"Oleh karena itu, jika kita kembali untuk menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi sehingga ketiga pasukan itu menyerang pasukan jenderal Shen Tian, hati dan pikiran kita tidak boleh terbawa emosi". Jenderal Tianmo memberikan sedikit pencerahan.
"Baik jenderal! Saya akan menyampaikan hal itu kepada seluruh pasukan kita". Ujar sang komandan menanggapi.
Sang komandan pun segera mengumpulkan seratus pasukan surgawi untuk menyampaikan perkataan yang baru saja dia dengar dari jenderal Shen Tianmo.
Setelah mendengar apa yang baru saja diberitahukan oleh komandan Shen Zhe, semua pasukan pun segera mengiyahkannya.
"Jenderal! Saya telah memberitahukan untuk mengingatkan kepada seluruh pasukan kita apa yang jenderal katakan kepadaKu itu".
__ADS_1
"Kini apa yang akan kita lakukan?".
Ujar sang kommandan yang juga kembali melontarkan pertanyaan kepada jenderal Shen Tianmo.
"Kita harus mencari tempat untuk beristirahat terlebih dahulu, setelah itu barulah kita kembali ke wilayah Benua Utara".
Perkataan jenderal Shen Tianmo untuk memberikan petunjuk bagi komandan Shen Zhe.
Setelah mendapatkan petunjuk, sang komandan pun segera memerintahkan kepada seratus pasukan itu mencari tempat yang tepat untuk bisa digunakan mereka agar bisa beristirahat.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi pasukan surgawi agar bisa menemukan tempat yang tepat bagi mereka untuk beristirahat.
Semuanya kini langsung menuju ketempat yang telah di pilih tersebut.
***
Di markas sekte Teratai Hitam, salah satu pasukan Azura kini datang untuk melaporkan apa yang dialami oleh sepuluh orang tetua tingkat tinggi dari sekte Teratai Hitam dan juga lima puluh raja siluman kepada Se Tianlan.
Setelah sang ketua mendengarkan laporan dari salah satu prajuritnya itu, kini hati dan pikirannya pun mulai menanggapi lebih serius kekuatan yang dimiliki oleh Ma Guang.
"Sial! Jika mereka memiliki formasi pertempuran, hal itu akan sangat berdampak buruk bagi pasukan kita".
"Sebab untuk bangsa manusia, teknik itulah yang diberikan oleh penguasa alam semesta agar bisa mengalahkan bangsa kita". Se Tianlan menggerutu.
"Maaf ketua! Akan tetapi menurutKu, formasi pertempuran yang mereka miliki hanyalah formasi pertempuran tingkat biasa".
"Sebab serangan dari formasi itu pernah mereka gunakan juga untuk melawan komandan Mang Min".
"Namun serangan mereka tidak bisa melukai komandan Mang Min".
"Oh, jadi seperti itu?".
"Terus, seberapa tinggi kultivasi pendekar yang menyerang komandan Mang Min?".
Tanya Se Tianlan yang bermaksud untuk menilai seberapa efektif kekuatan formasi pertempuran yang dimiliki oleh calon lawan mereka.
"Para pendekar yang menyerang komandan Mang Min memiliki kultivasi sebagai seorang pendekar Dewa Bumi".
"Itu tingkat tertinggi yang mereka miliki".
"Sedangkan kultivasi pendekar lainnya adalah sebagai pendekar langit di tingkat Pendekar Agung". Jawab sang prajurit.
"Kalian pikirkan sendiri apa yang telah di alami oleh komandan Mang Min".
"Jika teknik itu di gunakan oleh seseorang yang memiliki kultivasi sebagai Dewa Sejati, apakah komandan Mang Min bisa untuk membunuh mereka?".
"Sudah bisa dipastikan dirinya telah tewas ditangan mereka".
"Itulah mengapa kita tidak bisa bertindak gegabah untuk menyerang Benua Utara".
"Jika kita memiliki baju zirah prajurit langit, formasi itu tidak akan memberikan dampak buruk bagi kita".
__ADS_1
Se Tianlan terus memberikan penjelasan kepada sang prajurit yang baru saja melaporkan situasi yang mereka lihat.
Karena merasa penasaran serta belum terlalu mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh sang ketua, prajurit itupun kembali bertanya.
"Mohon maaf jika hamba lancang! Akan tetapi mengapa bangsa kita bisa terluka dengan teknik tersebut, sedangkan baju zirah prajurit langit tidak?".
"Itulah rahasia dari ketiga dunia ini yang sudah di atur oleh sang penguasa alam semesta yang juga adalah Sang Pencipta".
"Jika kita melihatnya, bangsa manusia adalah bangsa yang terlemah diantara makhluk ciptaan ketiga dunia ini".
"Akan tetapi, bangsa manusia itu adalah makhluk termulia yang di ciptakan oleh Sang Pencipta".
"Sehingga mereka juga diberikan keistimewaan yang tidak kita miliki".
"Mereka bisa menjadi sangat jahat yang melebihi segala kejahatan yang kita perbuat, dan mereka juga bisa menjadi sangat baik dan lebih sempurna dari para makhluk yang berada di dunia surgawi".
"Oleh karena itu, kita tidak boleh meremehkan kekuatan mereka, sebab mereka juga bisa membunuh pasukan dari bangsa kita dan juga pasukan dari dunia atas".
"Apakah mereka benar - benar sehebat itu?". Pertanyaan yang keluar dari mulut sang prajurit setelah mendengar penjelasan dari sang ketua.
"Iya! Mereka bisa sehebat itu! Karena mereka memiliki karunia yang kita miliki".
"Meskipun itu sulit juga untuk mereka capai".
"Akan tetapi jika mereka sudah bisa mencapainya, tentunya kita ini tidak ada apa - apanya bagi mereka".
"Apa lagi jika kekuatan dari Sang Penguasa Kegelapan sudah tidak mampu untuk mempengaruhi lagi hati serta pikiran mereka, kesaktian mereka akan melebihi kesaktian para Dewa Agung".
"Dan hal itu sangatlah menakutkan untuk kita hadapi".
"Dan sudah ada beberapa sosok yang telah menggapai hal itu, namun keberadaan mereka sudah tidak lagi didunia ini maupun di dunia atas".
"Karena mereka telah berada bersama - sama dengan Sang Pencipta dan sudah tidak lagi mengurus dunia ini, melainkan untuk mengurus sepuruh alam semesta". Tutup Se Tianlan.
"Apa!? Sekuat itukah mereka?". Kata - kata yang keluar dari mulut sang prajurit karena merasa terkejut.
"Iya! Dan pencapaian itu tidak hanya untuk mereka, melainkan berlaku juga bagi dua makhluk yang berada di dua dunia lainnya". Lanjut Se Tianlan.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?". Tanya prajurit itu lagi.
"Lanjutkan penyelidikan kalian itu, sambil kita meningkatkan kekuatan kita".
"Dan jangan kalian menampakkan diri kalian".
"Yang harus kalian ingat adalah, jangan sampai tertangkap ataupun di ikuti".
"Karena jika mereka mengetahui tempat kita ini, itu tentunya akan memberikan kerugian besar bagi kita". Tutur Se Tianlan mengingatkan.
"Baik Ketua! Kami tetap hanya akan mengawasi setiap pergerakan para raja siluman dan juga keempat tetua itu". Jawab sang prajurit menanggapi.
"Pergilah! Dan ingatkan kepada yang lain untuk tidak bertindak gegabah". Perintah Se Tianlan.
__ADS_1
Mendapatkan perintah, sang prajurit pun segera pergi meninggalkan ruang aula utama sekte Teratai Hitam dan kembali menuju ke wilayah Benua Utara.
~Bersambung~