Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 94. Tiba Di Kota Yingqiu


__ADS_3

Serangan yang di lancarkan oleh ketiga pendekar tersebut masing bisa di hindari oleh Ma Guang.


Akhirnya Yuan Gao, dan dua orang wanita muda langsung menyerang ketiga pendekar tersebut.


Melihat serangan yang di lancarkan oleh tiga orang yang bersama - sama dengan Ma Guang. Membuat ketiga pendekar itu sadar, bahwa mereka sedang mengantarkan nyawa mereka sendiri kepada orang yang mereka buruh.


Tiga orang tersebut semuanya baru berada di tingkat pendekar raja.


Sehingga perbedaan mereka bagaikan bumi dan langit.


Hanya dalam beberapa gerakan, ketiga pendekar tersebut langsung dapat di lumpuhkan oleh Yuan Gao dan juga dua gadis lainnya.


"Ternyata mereka semua sudah berada di tingkat pendekar suci." Gumam pendekar yang menyerang Ma Guang.


Orang - orang yang berada di kedaƬ tersebut langsung berlari keluar dan menjauhi pertarungan tersebut.


Situasi sebagian kedai tersebut kini sudah hancur di karenakan serangan dari tiga pendekar tersebut.


Komandan bersama prajurit yang menjaga keamanan di desa tersebut langsung datang menghampiri mereka.


"Pendekar Ma! Apa yang terjadi?." Tanya sang komandan yang sudah mengenal Ma Guang saat memasuki desa tersebut.


"Mereka menyerangKu saat mengetahui identitasKu." Jawab Ma Guang.


"Siapa kalian! Mengapa kalian membuat keributan di tempat ini dan menyerang pendekar Ma?." Ucap Sang komandan bertanya kepada tiga orang pria tersebut.


Tiga orang tersebut hanya diam dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh komandan itu.


"Siapa yang menyuruh kalian? Mengapa kalian harus membawa diriKu ke kerajaan Chu?." Tanya Ma Guang.


"Apa!? Mengapa mereka harus membawa pendekar Ma ke kerajaan Chu? Ini adalah sesuatu yang serius! Kita harus membawa mereka ke ibu kota kerajaan dan akan langsung melaporkan hal ini kepada yang mulia raja." Ucap sang komandan dengan nada yang sangat serius.


Xia Jiao langsung memberikan beberapa keping koin emas kepada pemilik kedai untuk mengganti kerusakan yang di sebabkan karena pertarungan yang terjadi.


Ketiga orang tersebut langsung di ikat oleh prajurit dan di kurung dalam suatu gerobak yang mempunyai kerangkeng di atasnya.


Akhirnya mereka melakukan perjalanan bersama dengan rombongan Ma Guang.


Perjalanan mereka menghabiskan dua hari dan rombongan mereka kembali melewati beberapa desa hingga tiba di depan pintu gerbang ibu kota kerajaan Qi, yaitu kota Yingqiu.


Sang komandan langsung melewati antrian panjang dan langsung di sambut oleh prajurit jaga.


Akhirnya rombongan Ma Guang di berikan jalan untuk memasuki ibu kota kerajaan.


Ma Guang langsung memperhatikan tempat yang cocok untuk didirikan bangunan pavilium dan juga bangunan panti asuhan.


Setelah tiba di depan suatu penginapan yang megah, akhirnya rombongan Ma Guang memisahkan diri dan memasuki penginapan tersebut.

__ADS_1


Mereka menyewa salah satu bangunan khusus yang bisa mereka tempati bersama.


Setelah selesai membersihkan diri dan juga mengisi perut mereka. Ma Guang dan juga dua orang gadis langsung keluar untuk melihat - lihat situasi ibu kota kerajaan.


Baru beberapa saat mereka jalan - jalan di pusat kota Yingqiu. Datang sekelompok prajurit yang menunggang kuda serta dengan bersenjata lengkap menuju kearah mereka.


Ketiga muda mudi itu langsung menepi untuk memberikan jalan kepada rombongan prajurit itu.


Namun tiba - tiba rombongan itu berhenti dan menatap ke arah Ma Guang.


Pria yang memakai baju zirah yang berbeda dari yang lain langsung turun dari kuda yang dia tunggangi dan langsung mendekati Ma Guang.


Seluruh mata orang - orang yang ada di area itu langsung menatap kearah Ma Guang.


"Apakah anda yang bernama Ma Guang?." Ucap pria yang mendekati Ma Guang.


"Iya! Aku adalah Ma Guang!." Jawabnya.


"Anda di undang oleh yang mulia raja ke istana kerajaan!." Ucap pria itu lagi sambil menangkupkan tangannya.


"Baiklah! Aku akan ikut dengan kalian." Ucap Ma Guang.


Kereta kuda yang ada di belakang rombongan prajurit itu langsung maju mendekat dan berhenti di depan Ma Guang.


Tiga orang muda mudi itu langsung naik ke kereta kuda tersebut.


Setelah tiba di pintu gerbang istana kerajaan. Ma Guang dan juga dua orang gadis lainnya langsung turun dari kereta kuda yang mereka naiki.


Pria yang awalnya berbicara dengan Ma Guang langsung mengantarkan Ma Guang untuk menghadap sang raja.


"Hormat kepada yang mulia raja!." Ucap mereka serentak sambil mengambil sikap sujud.


"Silahkan berdiri!." Ucap seorang pria yang duduk di kursi kebesaran.


"Terima kasih yang mulia!." Ucap mereka serentak.


Raja Qi Guan Zhong langsung mempersilahkan Ma Guang, Xia Jiao dan juga Yuan Jiali untuk duduk di kursi yang sudah di siapkan.


Setelah mereka duduk, para pelayan langsung menyajikan makanan serta minuman arak yang terbaik di depan mereka.


Raja Qi Guan Zhong mulai menanyakan setiap peristiwa yang telah terjadi.


"Apakah benar anda yang menghancurkan keempat pilar kerajaan Yan?". Tanya Raja.


"Sebenarnya aku dan juga mereka berdua hanya menyerang klan Jiulong dan juga keluarga bangsawan Yun. Sedangkan untuk dua keluarga bangsawan yang lain, itu di serang oleh anggota keluarga bangsawan Su yang selamat dari pembantaian keluarga mereka berapa puluh tahun yang lalu." Ucap Ma Guang dengan jujur.


"Oh, ternyata seperti itu cerita sebenarnya yang terjadi! Ayo, silahkan di nikmati hidanganya." Ucap sang raja.

__ADS_1


"Terima kasih yang mulia!." Ucap Ma Guang dan dua orang lainnya.


"Pendekar Ma! Aku mendapatkan informasi dari mata - mata kerajaanKu bahwa kerajaan Lai akan melakukan penyerangan kepada kerajaan kita ini. Jadi bertepatan pendekar Ma sudah bertemu denganKu saat ini, aku ingin meminta bantuan pendekar Ma untuk bersama - sama menghadapi serangan dari kerajaan Lai. Dan untuk hal itu, aku akan memberikan bayaran yang setimpal untuk pendekar Ma." Ucap sang raja.


Mendengar apa yang di sampaikan oleh sang raja, Ma Guang langsung menatap ke arah Xia Jiao dan juga Yuan Jiali. Kedua gadis itu langsung menganggukan kepala mereka.


"Baiklah! Aku menerima tawaran tersebut! Dan jika yang mulia berkenan, aku menginginkan suatu lahan untuk ku dirikan sebuah bangunan paviliun dan juga bangunan untuk panti asuhan." Ucap Ma Guang.


"Baiklah! Jika itu yang pendekar Ma inginkan, aku akan menyanggupinya." Ucap sang raja sambil tersenyum menatap Ma Guang.


"Jadi bagaimana posisiKu saat membantu pasukan kerajaan?." Tanya Ma Guang.


"Anda akan ku berikan 500 orang prajurit untuk di pimpin oleh diriMu." Ucap sang raja.


"Siap! Hamba menerima perintah dari yang mulia raja!." Ucap Ma Guang.


Ma Guang langsung menerima sebuah lencana yang terbuat dari emas yang di berikan oleh sang raja.


"Yang mulia raja! Hamba mohon pamit undur diri!." Ucap Ma Guang sambil memberi hormat dan langsung bergegas meninggalkan istana kerajaan.


Seorang komandan jaga di istana langsung menuntun Ma Guang untuk menuju ke arah tempat pasukan yang telah di berikan oleh sang raja.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka tiba di sebuah camp yang terlihat banyak prajurit yang sedang berlalu lalang.


"Titah raja!." Teriak sang komandan.


Semua prajurit dan komandan yang berada di camp tersebut langsung bersujud saat mendengar suara teriakan sang komdan tersebut.


Akhirnya komandan tersebut membacakan apa yang tertulis di gulungan yang terbuat dari kulit binatang tersebut.


Setelah mendengarkan apa yang di bacakan oleh sang komandan, semua orang yang berada di situ langsung tercengang dan merasa gembira, karena mereka mengetahui bahwa orang yang selalu menggemparkan dunia persilatan itu akan memimpin mereka dalam pertempuran.


Akhirnya sang komandan pergi meninggalkan area tersebut.


Sedangkan Ma Guang dan juga dua orang gadis yang bersamanya, masih tetap mendampingi pemuda itu.


Ma Guang langsung memperkenalkan dirinya dan juga kedua gadis yang berada di sampingnya.


Semua prajurit dan komandan yang ada di tempat itu merasa sangat senang dengan kehadiran Ma Guang.


Pemuda itu kini menjadi seorang jenderal kecil untuk sementara waktu.


Mereka berempat dengan Yuan Gao yang sudah bergabung juga dengan mereka terus berlatih dan juga melatih ilmu bela diri kepada para prajurit.


Ma Guang melihat cara bertempur pasukan kerajaan dengan menggunakan tombak panjang serta perisai yang berada di salah satu tangan prajurit. Dan ada juga pedang di pinggang mereka.


Ma Guang langsung memperagakan jurus tombak yang dia pelajari dari patriak sekte Bambu Kuning. Dan ternyata jurus tersebut sangat cocok untuk di gunakan Ma Guang dalam pertempuran.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2