Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 135. Teknik Energi Cahaya Penyembuh


__ADS_3

Setelah kedua tetua agung dan juga tetua penegak hukum meninggalkan kamar Ma Guang, Su Tian langsung menutup kembali pintu kamar tersebut dan mulai mencari kitab yang dia berikan kepada Ma Guang.


Setelah beberapa saat mencari kitab tersebut, Su Tian tetap tidak bisa menemukan juga.


Namun di dalam kepalanya mulai terdengar suara seakan sedang berbicara kepadanya.


"Guru...!!! Apa yang sedang guru cari?". Tanya Ma Guang dengan menggunakan kekuatan jiwanya.


"Guang'er! Apakah kamu sudah pulih?". Tanya Su Tian sambil pandangannya di arahkan ke tempat dimana tubuh Ma Guang berada.


Namun pria tua itu masih melihat tubuh pemuda itu masih tetap terbaring lemah.


Su Tian langsung menyadari bahwa yang baru saja bersuara itu adalah kekuatan jiwa dari Ma Guang.


Su Tian pun langsung bersemedi dan mulai berkomunikasi dengan Ma Guang.


"Guang'er! Guru sedang mencari kitab yang telah guru berikan kepadaMu untuk mencari sebuah petunjuk di dalamnya".


"Petunjuk seperti apa yang guru maksudkan? sebab kitab tersebut kini sudah aku musnahkan agar tidak jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, tetapi aku sudah menguasai secara keseluruhan isi dari kitab tersebut".


"Guru mendapat petunjuk dari salah seorang leluhur agung untuk bisa merubah energi pedang cahaya menjadi energi yang bisa menyembuhkan".


"Oh, jadi petunjuk itu yang guru maksudkan? Iya, memang hal itu ada tercatat di dalam kitab tersebut, dan hal itu sudah bisa aku kuasai". Ucap Ma Guang.


"Kalau begitu, apakah kekuatan jiwaMu bisa menggunakan hal itu untuk menyembuhkan ragaMu?". Tanya Su Tian.


"Hal itu tidak bisa aku lakukan, karena energi itu harus di hasilkan oleh raga bukan jiwa". Jawab Ma Guang.


"Jadi guru harus bisa mempelajarinya agar guru juga bisa untuk menyembuhkan luka di dalam tubuhKu". Lanjut Ma Guang lagi.


Su Tian pun langsung mengerti dengan apa yang Ma Guang sampaikan.


Ma Guang pun langsung memberikan petunjuk kepada gurunya itu agar bisa mempelajari teknik tersebut dan cara agar bisa menguasainya dengan cepat.


Setelah sekitar dua jam mereka berdua berkomunikasi, Su Tian pun sudah benar - benar mengerti untuk mempelajari teknik yang di sampaikan oleh Ma Guang.


Kini Su Tian sudah bangkit dari tempatnya bermeditasi.


Pria tua itu langsung keluar dari kamar Ma Guang dan menuju ke tempat dimana ketiga saudaranya berada.

__ADS_1


"Adik...!!! Bagaimana dengan keadaan Guang'er?". Tanya Su Pang.


"Keadaan Ma Guang saat ini sudah lebih baik, namun aku harus berlatih untuk bisa mengunakan energi pedang cahaya menjadi energi yang bisa menyembuhkan tubuh Guang'er".


"Apa!? Bagaimana bisa hal itu di lakukan?". Ucap ketiganya yang merasa heran dengan apa yang baru saja Su Tian katakan.


"Hal itu bisa di lakukan, karena aku sudah mendapat petunjuk dari Guang'er sendiri melalui kekuatan jiwanya".


"Anak itu memang sangat jenius, leluhur kita pasti sangat bangga karena adik mendapatkan murid sejenius dirinya". Ucap Su Pang dengan perasaan yang bangga.


"Bagaimana dengan tubuh pria itu? Apakah belum juga memiliki cara untuk memusnahkannya?". Tanya Su Tian.


"Iya! Kami juga belum memiliki cara untuk bisa memusnahkannya". Ucap Su Zheng kakak kedua Su Tian.


"Tunggu! MenurutKu ada satu cara untuk bisa membuat dirinya tidak berdaya lagi". Ucap Su Tian.


"Apa itu!? Dan bagaimana caranya?". Tanya Su Pang.


"Tunggu sebentar, aku ingin mencobanya terlebih dahulu". Ucap Su Tian sambil bermeditasi.


Patriak dan para leluhur pun akhirnya tiba di tempat dimana ke empat bersaudara itu berada.


Mereka menemukan Su Tian kini dalam keadaan bermeditasi dan di temani oleh ke tiga orang saudaranya yang sedang memperhatikan apa yang adik mereka lakukan.


Setelah selesai melakukan hal itu, Su Tian langsung membuka matanya dan bangkit seraya berkata kepada ke tiga saudaranya.


"Ayo kita bersiap untuk melepaskan potongan tubuh pendekar itu dan juga bersiap untuk menyerangnya". Ucap Su Tian.


Su Pang langsung melontarkan pertanyaan kepada Su Tian saat mendengar apa yang adiknya itu katakan.


"Apakah adik sudah yakin dengan apa yang adik katakan itu?".


Su Tian langsung menjawab pertanyaan dari kakak tertuanya itu.


"Iya! Aku sudah yakin...tetapi kita harus bersiap menyerangnya untuk mengantisipasi hal lain yang akan terjadi".


"Baiklah!." Ucap Su Pang dan kedua saudara yang lain sambil melepaskan potongan tubuh Ki Kebo Pengging.


Setelah melepaskan potongan tubuh tersebut. Su Tian langsung mendekat dan memeriksanya.

__ADS_1


Terlihat energi cahaya yang biasanya kuat melindungi potongan tubuh tersebut kini sudah mulai melemah.


"Rupanya cara yang aku gunakan itu telah berhasil membuat tubuh pendekar ini tidak lagi bisa untuk menyatu kembali". Ucap Su Tian.


Memang ilmu kanuragan yang di miliki oleh Ki Kebo Pengging tidak akan berfungsi lagi jika jiwanya sudah hancur. Sehingga tubuhnya yang telah terpotong - potong tersebut, sudah tidak bisa menyatuh lagi. Dengan kata lain, tubuhnya juga ikut mati.


Hal itu pernah di lakukan oleh Ma Guang untuk menghancurkan jiwa lawan - lawannya. Namun tubuh mereka masih terlihat hidup walau pun sudah tidak bisa siuman kembali dan akan mati beberapa waktu kemudian.


Mereka yang melihat perubahan tersebut dan juga mendengar perkataan dari Su Tian langsung merasa lega dengan apa yang sudah terjadi.


Setelah benar - benar cahaya yang ada menghilang, Su Pang langsung mengambil potongan - potongan tubuh Ki Kebo Pengging tersebut dan langsung di bakarnya.


Setelah di bakar, mereka kini sudah memastikan bahwa kehidupan dari pendekar tersebut sudah berakhir seiring dengan potongan tubuhnya yang mulai berubah menjadi abu.


"Berarti satu masalah sudah teratasi, tinggal satu masalah yang lainnya, yaitu mengembalikan kondisi kesehatan Guang'er". Ucap patriak memecahkan keheningan serta ketegangan saat itu karena semuanya sedang memperhatikan tubuh Ki Kebo Pengging yang sudah terbakar.


"Oh iya...!!! Bagaimana guru Su Tian dengan apa yang kita telah bicarakan". Tanya salah satu leluhur agung yang sebelumnya telah menemui Su Tian.


Su Tian langsung berpaling dan menatap ke arah leluhur tersebut.


"Terima kasih atas petunjuk dari leluhur agung, hal itu memang bisa di lakukan dan Guang'er sendiri sudah menguasainya, namun kekuatan jiwanya tidak bisa untuk melakukan hal itu, jadi aku sendiri yang harus menguasainya dan menyembuhkan luka dalam Guang'er".


Leluhur agung tersebut langsung tertawa dan berkata "Ha...ha...ha...ha...ha...anak itu benar - benar sangat jenius, sekte kita sangat beruntung telah menjadi tempatnya untuk singgah dan berlatih sehingga dia sudah menganggap kita seperti keluarganya sendiri".


"Kami sebagai pendiri sekte ini serta mewakili semua yang petinggi dan para murid di sekte ini memberikan hormat kami setinggi - tingginya kepada guru Su Tian dan juga kepada ketiga saudara sekalian". Ucap leluhur agung Yao Fan sambil memberi hormat dan di ikuti oleh para leluhur yang lain dan juga di ikuti oleh patriak.


"Para leluhur dan juga patriak, jangan seperti itu, Guang'er pasti akan sangat sedih jika melihat apa yang kalian lakukan saat ini. Kalian itu tetap adalah senior bagiKu di dunia persilatan ini". Ucap Su Tian sambil tangannya memegang satu persatu tubuh para leluhur dan juga patriak dan mengangkatnya agar mereka menghentikan apa yang mereka lakukan itu.


"Guru Su Tian tidak perlu sungkan dengan apa yang kami lakukan, karena hal itu haruslah demikian, sebab karena anak itu, kami yang tua rentah ini sudah bisa mengembangkan kemampuan ilmu bela diri kami hingga seperti sekarang ini". Ucap Yao Fan merendah.


"Sudahlah! Saat ini kita sudah menjadi keluarga, jadi hal itu sudah tidak perlu lagi untuk kita bahas, hal yang harus kita pikirkan saat ini adalah memberikan kesempatan kepada Tian'er untuk bisa menguasai teknik yang leluhur agung bicarakan tadi agar bisa secepatnya menyembuhkan Guang'er". Ucap Su Pang.


"Iya! Benar apa yang di katakan oleh pendekar Su". Ucap Yao Fan.


"Karena kita bisa bertemu di waktu yang tidak bersahabat ini, namun ijinkan kami memperkenalkan nama kami masing - masing". Ucap Su Pang.


"Nama saya Su Pang! Saya kakak tertua Su Tian". Ucapnya.


"Nama saya Su Zheng! Kakak kedua Su Tian".

__ADS_1


"Nama saya Su Cen! Kakak ketiga Su Tian.


~Bersambung~


__ADS_2