
Suasana di sekte Beruang Matahari kini terlihat sangat hidup.
Hal tersebut dikarenakan Hong Jiannan dan juga Huaiying sudah tiba di sekte itu.
Apa lagi tujuan kedatangan Hong Jiannan adalah untuk meminta persetujuan serta restu dari ayah dan ibunya tentang hubungannya dengan Huaiying.
Li Yan dan juga Hong Mogui segera memberikan restu untuk hubungan keduanya.
Sedangkan waktu dan tempat untuk pernikahan keduanya akan ditentukan oleh Ma Guang.
Untuk merayakan hal tersebut, patriark Tien Chou segera mengadakan pesta yang bisa di katakan sebagai acara pertunangan antara Hong Jiannan dan Huaiying.
Ma Tian Shen sendiri kini sedang asyik bersama Li Yan.
Hubungan keduanya pun semakin dekat.
Berbeda dengan Hong Mogui, pria tua itu tetap takut untuk mendekatkan dirinya dengan Ma Tian Shen.
Karena dirinya tidak ingin melakukan hal itu jika tidak diijinkan oleh Ma Guang.
Apa lagi jika Ma Tian Shen mengetahui jika kakeknya yang adalah ayah dari Ma Guang telah dibunuh olehnya, itu pasti bisa menciptakan masalah yang serius bagi sekte mereka.
Sehingga Hong Mogui hanya menyibukkan dirinya dengan urusan sekte saja agar tidak selalu bersua dengan remaja itu.
Sedangkan Hong Yilan kini sedang bersama dengan Huaiying.
Walau pun Huaiying lebih tua tujuh tahun darinya, namun kedekatan mereka berdua sudah tercipta saat berada di sekte Naga Surgawi.
Keduanya sering berlatih bersama semenjak Hong Yilan pindah ke sekte Naga Surgawi.
Memang Huaiying usianya lebih tua 4 tahun dari Hong Jiannan, namun perbedaan usia itu tidak menjadi halangan bagi pemuda itu, karena kecantikan serta penampilan Huaiying masih terlihat seperti seorang gadis yang berusia 17 tahun.
Status sekte Beruang Matahari di wilayah kekaisaran Baiyue, sudah tidak ada lagi yang berani untuk menyinggungnya.
Akan tetapi ada hal negatif yang juga timbul karena status tersebut.
Para murid sekte Beruang Matahari mulai merasa sombong dan seringkali menunjukkan sikap yang buruk di saat mereka sudah mabuk.
Meskipun demikian, akan tetapi perbuatan mereka belum juga sampai ke telinga para tetua atau pun kepada tetua penegak hukum.
Tanpa sengaja, di sebuah kedai, salah satu murid sekte Beruang Matahari mengganggu seorang pria tua dengan kulit yang terlihat pucat seperti mayat.
Walau pun banyak yang melihat bahwa murid sekte Beruang Matahari yang telah melakukan kesalahan, akan tetapi pria tua itu tetap meminta maaf kepada murid tersebut.
Namun permintaan maaf pria tua itu tidak di gubris oleh sang murid dari sekte Beruang Matahari.
Malahan sang murid yang bersalah itu langsung menyerang pria tua tersebut.
Pondasi di hati yang adalah seseorang yang pernah melakukan kejahatan semasa hidupnya kini tidak bisa berpura - pura lagi untuk bersikap baik.
Mana mungkin seorang Pendekar Dewa Agung di remehkan oleh seorang pendekar langit tingkat menengah atau Pendekar Petapa.
__ADS_1
Hanya dengan sekali cengkraman saja telah membuat tubuh murid sekte Beruang Matahari langsung menjadi debu.
Melihat perbuatan pria tua itu, rekan - rekan murid sekte Beruang Matahari langsung kabur untuk melaporkan hal itu.
Sedangkan pengunjung lain yang berada di kedai tersebut hanya bisa melontarkan kata - kata hujatan serta ada yang merasa kasihan.
Di antara pengunjung, terdengar ada yang menyebut nama Ma Guang sebagai pelindung sekte Beruang Matahari.
Pria tua itu tetap tenang, sebab murid itu sendiri yang telah menyinggung dirinya.
Sehingga untuk sekte aliran putih, hal tersebut masih bisa di berikan toleransi.
Saat tiba di markas sekte Beruang Matahari, rekan dari murid yang dibinasakan itu segera melaporkan apa yang telah menimpa temannya.
"Apa? Seorang pria tua telah membunuh murid sekte kita?".
"Apa permasalahannya sehingga pria tua itu membunuhnya?". Tanya tetua penegak hukum.
"Saat itu kami sedang minum arak di kedai itu, dan tanpa sengaja rekanKu itu bersentuhan dengannya".
"Tanpa berbasa - basi, pria tua itu segera menangkap kepala rekanKu dan dalam sekejab menjadi debu". Penjelasan murid yang melarikan diri dengan memelintir kejadian yang sebenarnya telah terjadi.
"Jika kemampuannya seperti itu, sepertinya pria tua ini memiliki kultivasi sebagai seorang pendekar dewa".
"Kita harus berhati - hati dengannya". Tutur Tien Chou.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan?". Tanya tetua penegak hukum.
Sebaiknya kita mengajak Hong Jiannan untuk pergi menemui pria tua itu". Jawab patriark.
"Tuan muda Hong! Anda di panggil oleh patriark untuk menuju ke aula utama sekte". Ujar tetua itu memberitahukan kepada Hong Jiannan.
"Ada urusan apa sehingga memanggilKu?". Tanya Hong Jiannan yang saat itu sedang bersama dengan Ma Tian Shen.
"Salah satu murid kami baru saja dibunuh oleh seorang pria tua". Jawab tetua tersebut.
"Apa? Siapa yang telah berani melakukan hal itu?". Tanya Hong Jiannan menanggapi penyampaian tetua tersebut.
"Baiklah! Ayo kita pergi". Tutur Hong Jiannan setelah sebelumnya sedikit berpikir.
Mendengar hal tersebut, Ma Tian Shen pun segera mengikuti pamannya itu.
"Shen'er! Kamu tinggal saja!". Ucap Hong Jiannan melarang remaja itu.
"Tidak mau! Aku mau ikut juga bersama dengan paman Hong!". Tutur Ma Tian Shen.
Setelah mendengar penolakan remaja itu, akhirnya Hong Jiannan pun tidak bisa berbuat apa pun selain mengijinkannya.
Sebab sikap ponakannya itu sudah di ketahui oleh Hong Jiannan.
Mereka bertiga pun segera menuju ke aula utama sekte.
__ADS_1
Setelah tiba, Hong Jiannan pun di ajak oleh patriak dan juga tetua penegak hukum untuk menemui pria tua itu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi keempat orang tersebut hingga bisa tiba dikedai dimana pria tua itu berada.
Aura seorang pendekar dewa langsung bisa dirasakan oleh pria tua tersebut.
"Sangat mengesankan! Di benua utara yang memiliki energi Qi jauh berada di bawah energi Qi yang di miliki oleh benua timur namun masih ada empat orang pendekar dari satu sekte bisa mencapai menjadi seorang pendekar dewa, ini sangat mengejutkan". Pikir pria tua itu yang dengan santai masih tetap menikmati hidangan yang telah tersedia di depannya.
Saat kedatangan kelompok Hong Jiannan, semua pengunjung yang berada di kedai itu langsung melarikan diri dari tempat itu.
Tidak terkecuali dengan pemilik kedai tersebut.
Hal itu karena aura intimidasi seorang pendekar dewa mulai merembes keluar dari tubuh keempat orang itu dan juga dari tubuh pria tua.
Saat sudah berada di dekat pria tua itu, Ma Tian Shen langsung berkata.
"Apakah pria tua ini yang telah membunuh salah satu murid dari sekte kalian?". Tanya remaja itu.
"Apa? Seorang pendekar dewa dengan tulang murni masih berusia 15 tahun? Apakah penilaianKu ini tidak salah!?". Keterkejutan yang dirasakan oleh pria tua itu dan dengan cepat segera memalingkan pandangannya untuk melihat ke arah Ma Tian Shen.
Dan benar saja, setelah dia kembali menelisik remaja itu, dia tetap menemukan hasil yang sama.
"Seorang pendekar dewa yang masih sangat muda? Sepertinya aku telah membuat kesalahan". Pikir pria tua itu lagi.
"Hei pak tua! Apa benar kamu telah membunuh salah satu murid sekte Beruang Matahari?". Tanya Ma Tian Shen.
Pria tua itu tidak segera menjawab, pertanyaan itu karena dirinya sedang memanggil 14 rekannya yang lain.
Tidak lama kemudian, muncul 14 sosok pria tua lainnya yang memiliki kulit yang terlihat pucat juga.
Melihat kemunculan 14 pendekar dengan tampilan yang sama seperti pria tua di depan mereka, Hong Jiannan langsung berkata.
"Apakah anda benar - benar ingin membuat masalah ini menjadi lebih besar?". Tanya Hong Jiannan.
"Maaf tuan! Akan tetapi melihat kekuatan yang kalian miliki, sepertinya kalian tidak akan melihat terlebih dahulu siapa yang salah dan benar sehingga aku membunuh murid kalian". Jawab pria tua itu serius.
"Kalian harus berhati - hati, sebab aku mendengar sepertinya mereka memiliki hubungan dengan Ma Guang yang kita dengar berdasarkan laporan para tetua". Ucap pria tua itu melalui kekuatan spiritual kepada rekan - rekannya.
"Kalian berdua pergilah menjauh dari sini, jika terjadi sesuatu dengan kami, cepat laporkan hal itu kepada leluhur Tan Lai yang berada di Benua Tengah". Lanjut pria tua itu.
Setelah mendapatkan perintah, dengan cepat dua sosok pria tua langsung menghilang dari tempat itu.
Mendengar perkataan pria tua itu yang secara tidak langsung telah mengakui perbuatannya, Ma Tian Shen segera bereaksi.
"Karena kamu telah mengakui perbuatanMu, biar aku saja yang akan memberikan hukuman kepadaMu". Tutur Ma Tian Shen yang dengan cepat menyerang pria tua itu.
Di saat Ma Tian Shen mengambil inisiatif untuk lebih dulu menyerang, Hong Jiannan segera menciptakan formasi pelindung untuk patriark dan juga untuk tetua penegak hukum.
Hal itu karena Hong Jiannan telah mengetahui tingkat kultivasi dari pria tua dan juga 14 pendekar lainnya yang adalah pendekar dewa agung puncak.
Saat Ma Tian Shen menyerang, aura seorang pendekar dewa agung puncak langsung merembes keluar dari tubuhnya, sehingga langsung menghancurkan bangunan kedai tersebut.
__ADS_1
Sedangkan pria tua itu sudah siap untuk menyambut serangan dari remaja itu.
~Bersambung~