
"Tuan putri...!!! Sebenarnya diriKu belum memahami apa itu cinta, yang aku pahami hanyalah perasaanKu yang menyukai dan menyayangi seseorang serta ingin selalu untuk melindunginya".
"Saat ini ada beberapa hal yang sangat aku sayangi, sehingga sangat ingin untuk melindunginya."
"Hal tersebut salah satunya adalah sekte ini beserta orang - orang yang berada di dalamnya".
"Sedangkan gadis yang aku sukai dan yang aku sayangi ada empat orang gadis, dan salah satunya adalah tuan putri".
"Namun jika aku di suruh untuk memilih siapa di antara keempat gadis ini yang paling aku sukai dan yang paling aku sayangi, aku tidak bisa untuk memutuskannya, sebab keempatnya sangat penting bagiKu, sehingga aku ingin terus untuk melindunginya dengan caraKu sendiri".
Ma Guang menjelaskan kepada tuan putri apa yang di rasakan serta yang di pikirkannya.
Mendengar penjelasan pemuda di depannya, putri Zhou Lu Yun hanya tersenyum manis, itu karena gadis tersebut sudah mengetahuinya sebelum Ma Guang menjelaskan.
"Jika seperti demikian, mengapa pendekar Ma membiarkan nona Xia untuk pergi dari sisi pendekar Ma?". Tanya putri.
"Aku membiarkan nona Xia pergi itu karena ada alasannya, cara aku untuk melindungi tuan putri, nona Xia, nona Yuan dan juga nona Meng itu dengan meningkatkan kemampuan ilmu bela diri dari kalian berempat agar tidak bisa dengan mudah untuk di lukai oleh orang lain". Tutur Ma Guang.
"Nona Xia saat ini adalah seorang pendekar suci tingkat tinggi, dan di wilayah kekaisaran Zhou ini, aku merasa tidak ada orang lain yang memiliki kemampuan yang setara dengan dirinya selain beberapa orang yang berada di sekte ini, dengan demikian, tidak ada orang lain yang bisa menyakiti dirinya". Lanjut Ma Guang.
Putri Zhou Lu Yun langsung mengerti maksud dari Ma Guang, sebab dirinya juga kini sudah berada di tingkat pendekar suci dan sudah membuka gerbang kedua, sehingga dirinya juga adalah salah satu pendekar wanita yang memiliki ilmu bela diri tingkat tinggi.
"Aku mengucapkan banyak terima kasih kepada pendekar Ma karena sudah menyukai dan menyayangi serta yang sudah melindungi diriKu dengan cara yang pendekar Ma inginkan".
"Aku tidak bisa membalas kebaikan hati dari pendekar Ma".
"Tetapi jika pendekar Ma ingin menjadikan diriKu sebagai pendamping hidup dari pendekar Ma, aku akan dengan senang hati untuk menerimanya".
Putri Zhou Lu Yun mengutarakan isi hatinya dengan penuh wibawa seorang putri, walau pun kata - kata yang keluar dari mulutnya adalah kata - kata yang berbau romantisme.
Ma Guang yang mendengar hal itu hanya tersenyum dan langsung menanggapi ucapan sang putri.
"Aku tidak ingin tuan putri berterima kasih kepadaKu, sebab apa yang aku pikirkan serta yang aku lakukan itu tulus dari dalam lubuk hatiKu yang paling dalam, sehingga aku tidak berharap untuk mendapatkan balasannya".
"Sedangkan untuk menjadi pendamping hidup tuan putri, aku merasa tidak layak dan juga ada hal lain yang membuat diriku merasa dilema".
"Sejujurnya aku katakan bahwa, sebenarnya diriKu sempat berpikir untuk menjalani kehidupanKu bersama kalian berempat disisiKu, tetapi setelah di pikir - pikir, kemungkinan terbesarnya hal itu tidak bisa di wujudkan, karena aku merasa di antara kalian berempat, pasti ada yang menginginkan posisi sebagai orang yang paling aku sayangi, sehingga kalian berempat pasti tidak bisa hidup bersama".
__ADS_1
Zhou Lu Yun langsung menanggapi perkataan Ma Guang yang baru saja dia dengar itu.
"Pendekar Ma! AyahKu saja memiliki beberapa orang istri dan juga memiliki sekitar seratus lebih selir untuk melayaninya, tetapi aku tidak pernah melihat tingkahnya atau mendengar ucapannya seperti apa yang baru aku lihat dan aku dengar dari pendekar Ma. Hal ini membuat diriKu bisa menyanggupi untuk menjalani hidup di samping pendekar Ma bersama dengan ketiga gadis lainnya". Tutur tuan putri dengan nada suara yang tegas seakan sudah memutuskan pilihan hidupnya kedepan.
Ma Guang yang mendengar perkataan tuan putri langsung tersetak, karena dirinya tidak pernah berpikir bahwa tuan putri akan menyetujui cara berpikirnya itu.
"Mengapa tuan putri berpikir seperti itu? Tuan putri itu adalah seorang putri kaisar, sehingga tuan putri lebih layak dengan seorang pangeran". Ujar Ma Guang.
"Putri seorang kaisar adalah manusia juga, jadi aku juga memiliki hati, pikiran serta perasaan. Status kami sebagai seorang putri, bagi masyarakat memang sangat tinggi, tetapi diri kami hanya dijadikan sebagai alat politik oleh para penguasa".
"Sehingga, terkadang diri kami tidak di hormati saat sudah menjadi isteri dari seorang pangeran, karena tujuan mereka semua itu hanyalah kekuasaan semata".
Ma Guang hanya bisa diam saat mendengar perkataan putri Zhou Lu Yun, karena memang dirinya tidak mengetahui hal itu.
"Jadi, aku memutuskan untuk selalu mengikuti kemana pun pendekar Ma akan pergi".
"Untuk rencana kita yang akan ke ibu kota kekaisaran, hal itu akan tetap kita lakukan, namun dengan tujuan yang berbeda".
"Kita hanya pergi kesana untuk menghadap ayahKu dan aku akan mengatakan keputusanKu saat ini kepadanya".
"Apakah pendekar Ma takut jika ayahku memarahiKu?". Tanya putri.
"Iya! Aku takut jika Yang Mulia Kaisar memarahi tuan putri". Jawab Ma Guang dengan jujur.
"Apakah pendekar Ma akan melindungi diriKu jika ayahKu menjadi murka?". Tanya Zhou Lu Yun lagi.
"Jika itu menyangkut keselamatan tuan putri, pasti aku akan melakukan segala hal untuk bisa melindungi tuan putri". Jawab Ma Guang dengan tegas.
"Kalau begitu, kini semuanya sudah jelas, sehingga tidak ada yang perlu untuk di bahas lagi". Tutup Zhou Lu Yun.
Pemuda itu kini di buat tidak berdaya dengan setiap perkataan Zhou Lu Yun.
Ma Guang kini hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal memikirkan apa yang baru saja dia dengar dari sang putri, karena memang gadis itu selama ini tidak pernah banyak bicara saat bersama dengannya.
Namun saat ini Ma Guang merasa sang putri menjadi berubah 180 derajat dari sebelumnya.
Dan Ma Guang tidak mampu untuk membantah setiap perkataan dari gadis cantik yang berada di depannya itu.
__ADS_1
"Baiklah jika itu yang tuan putri inginkan, aku hanya bisa untuk menyetujuinya saja". Ucap Ma Guang dengan situasi yang tidak berdaya.
"Kalau kamu sudah menyetujuinya, jadi mulai saat ini, jangan lagi memanggilku dengan sebutan tuan putri, aku ingin kamu memanggilku dengan panggilan yang berbeda sesuai dengan apa yang kamu inginkan". Ujar Zhou Lu Yun.
Ma Guang pun langsung terdiam dan mulai berpikir tentang panggilannya kepada Zhou Lu Yun.
"Baiklah, mulai saat ini, aku akan memanggil tuan putri dengan sebutan Yun'er saja". Ucap Ma Guang dengan perasaan yang canggung.
Zhou Lu Yun langsung tersenyum saat mendengar sebutan yang Ma Guang pilih.
Wajah yang awalnya terlihat cantik dan berwibawa itu, kini langsung berubah menjadi wajah yang cantik, imut serta mempesona.
"Baiklah! Mulai saat ini, aku juga akan memanggilMu dengan sebutan gege". Ucap Zhou Lu Yun.
Walau pun panggilan itu hanyalah sebagai seorang kakak dan adik atau orang yang usianya lebih muda, namun makna yang tersirat di dalamnya hanya bisa di pahami oleh keduanya.
"Kalau begitu sebelum kita berangkat dua hari yang akan datang, aku berharap Yun'er sudah bisa membuka gerbang ketiga milik Yun'er". Ucap Ma Guang sambil mengeluarkan sebuah pil dan di serahkan kepada Zhou Lu Yun.
Melihat apa yang di lakukan oleh Ma Guang, gadis itu langsung terdiam karena melihat pemuda itu seperti mengambil pil tersebut dari udara.
"Ada apa? Mengapa Yun'er menatap diriKu seperti itu?". Tanya Ma Guang dengan perasaan yang bingung.
"Dari mana asal pil ini?". Tanya Zhou Lu Yun.
"Itu dari ruang penyimpanan yang aku miliki". Jawab Ma Guang yang tidak ingin memberitahukan hal itu kepada gadis itu.
"Oh, jadi begitu yah!? Aku pikir Gege mengambilnya dari alam gaib". Ujar gadis itu yang sedikit bercanda.
Ma Guang pun langsung tertawa mendengar ucapan gadis tersebut.
"Baiklah, Yun'er bermeditasilah, aku akan pergi untuk menemui guru Su Tian".
Zhou Lu Yun langsung menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Ma Guang.
Pemuda itu pun langsung pergi meninggalkan kediaman tersebut.
~Bersambung~
__ADS_1