Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 457. Akibat Meremehkan Lawan


__ADS_3

Setelah mendapatkan perintah dari seorang tetua tingkat tinggi sekte Teratai Hitam, puluhan raja siluman segera melesat untuk menyerang kelima sosok yang berada di tengah - tengah kepungan mereka.


Namun hal yang tidak di sangka oleh mereka adalah teknik Formasi Pertempuran segera di aktifkan oleh patriark Tien Chou, leluhur Tien Wan, Hong Yilan dan juga Hong Mogui.


Huaiying sendiri tidak memiliki teknik Formasi Pertempuran untuk melawan para siluman mau pun makhluk jahat lainnya.


Sehingga Huaiying hanya bisa mengerahkan energi Qi miliknya untuk menghadang gempuran para raja siluman.


Disaat para raja siluman menyadari hal itu, mereka sudah tidak bisa lagi menghindarinya selain menambah kekuatan serangan mereka.


Namun hal itu menjadi sia - sia, sebab energi kekuatan yang mereka miliki tidak akan berfungsi jika itu berbenturan dengan Formasi Pertempuran milik sekte aliran putih.


Itu juga karena tingkat kultivasi mereka berada di tingkat yang sama yaitu di tingkat pendekar dewa.


Serangan teknik Formasi Pertempuran pun langsung mengenai tubuh para siluman yang menyerang mereka.


Puluhan raja siluman pun langsung terhempas ke segala arah.


"Sialan! Ternyata mereka memiliki teknik Formasi Pertarungan". Tutur seorang tetua.


"Kita harus berhati - hati untuk menyerang mereka". Sambung tetua lainnya.


"Kalian semua mundur!". Teriak seorang tetua kepada raja para siluman.


Sedangkan beberapa kilo meter dari tempat itu, para pasukan Azura yang sedang mengawasi hanya bisa menunggu hasil pertarungan yang sedang terjadi.


Mereka tidak ingin untuk turut campur tangan dalam pertarunngani tersebut.


Karena hal itu akan mengungkapkan keberadaan mereka sehingga untuk tindakan selanjutnya akan lebih sulit lagi.


"Dasar makhluk rendahan, berani - beraninya bertindak gegabah". Umpatan yang keluar dari mulut pemimpin makhluk Azura.


Setelah puluhan raja siluman mundur, seorang tetua pun kembali mengancam Huaiying dan juga Hong Yilan.


"Aku akan membunuh pria ini jika kalian tidak pergi dari sini". Teriak seorang pria tua.


"Jangan dengar mereka, cepat serang dan bunuh mereka semua!". Teriak tetua yang menjadi sandera.


"Diam! Jika kamu tidak diam, aku akan segera mengantarMu untuk menuju ke akhirat". Bentak pria yang sedang mencengkram leher tetua itu.


"Mereka tetap akan membunuhKu!". Teriak sang tetua lagi.


Huaiying dan juga Hong Yilan kini dalam situasi dilema untuk bertindak.


Sebab mereka tidak mungkin mengabaikan nyawa seseorang yang juga adalah anggota sekte Beruang Matahari.

__ADS_1


Disaat kebimbangan memenuhi hati dan pikiran kedua wanita itu, kini para raja siluman telah selesai memulihkan kekuatan mereka.


Disaat mereka telah selesai memulihkan kekuatan mereka, selanjutnya mereka kembali menyerang kelima orang tersebut.


Melihat serangan yang datang, keempat orang tersebut kembali mengaktifkan teknik Formasi Pertempuran untuk menyambut serangan para raja siluman.


Namun tanpa mereka ketahui, di saat serangan para raja siluman itu di lepaskan, sembilan orang tetua tingkat tinggi dari sekte Teratai Hitam itu segera melepaskan juga teknik serangan mereka masing - masing.


Kedua kekuatan serangan pun kini sudah bertemu yang mengakibatkan ledakan kembali bergema diudara.


Namun di saat serangan dari keempat orang itu hendak mengarah ke tubuh para raja siluman, mereka dibuat terkejut dengan ledakan yang kembali terjadi.


Ledakan tersebut di sebabkan karena serangan yang di lancarkan oleh sembilan pria tua yang kini berada di belakang para raja siluman.


Kelopak bunga teratai hitam pun kini mulai bertaburan menerjang ke arah lima orang lawan mereka.


"Trik murahan! Apa tidak ada teknik lain yang bisa kalian gunakan?". Ujar Hong Yilan karena sudah pernah menghadapi teknik itu sebelumnya.


"Sial! Rupanya mereka terlalu meremehkan teknik kita ini". Gumam seorang pria tua.


Para raja siluman pun segera melancarkan serangan memanfaatkan peluang yang di ciptakan oleh ke sembilan tetua itu.


Namun Hong Yilan dan juga Huaiying kini telah menciptakan formasi pelindung untuk mereka, sehingga butuh kekuatan penuh serta harus di lakukan secara berulang - ulang agar bisa menghancurkan formasi pelindung yang di ciptakan oleh kedua wanita itu.


Karena Huaiying tidak memiliki formasi pertempuran, sehingga Hong Yilan menyuruh wanita itu untuk memperkuat formasi pelindung.


Hal itu pun segera di lakukan oleh Huaiying.


Karena situasi pertarungan itu semakin menyulitkan bagi pihak sekte Teratai Hitam karena tidak bisa menghancurkan formasi pelindung milik Hong Yilan dan juga Huaiying, sehingga mereka pun segera mengaktifkan teknik gabungan mereka yaitu Formasi Teratai Surgawi yang bisa membunuh seorang dewa biasa jika itu di lakukan oleh sepuluh pendekar dewa agung.


Namun untuk menghadapi lima orang lawan mereka itu, formasi sembilan orang pendekar raja sudah cukup untuk melulu lantahkan mereka.


Sembilan tetua sekte Teratai Hitam itu pun segera mengitari lima orang lawan mereka sambil mengaktifkan teknik formasi Teratai Surgawi.


"Hmmm...sekuat apa teknik kalian itu? Aku juga ingin melihat apakah bisa untuk menghancurkan formasi pelindung dari ras Naga Api Surgawi ini?". Pikir Hong Yilan dengan penuh rasa percaya diri.


Setelah teknik formasi Teratai Surgawi telah siap akhirnya mereka pun segera melepaskan kearah lima orang tersebut.


Booommm


Bunyi ledakan besar pun bergema di langit wilayah kekaisaran Baiyue.


Ledakan itu bagaikan dentuman gunung berapi yang meletus.


Mereka pun tidak mengendorkan serangan.

__ADS_1


Serangan itu dilakukan oleh mereka berulang - ulang kali sehingga membuat kelima sosok yang menjadi lawan mereka kini sudah tidak lagi berada di atas udara.


Setelah merasa sudah bisa membuat lawan mereka mendapatkan dampak yang serius dari serangan tersebut serta energi Qi yang mereka miliki juga sudah terkuras banyak karena telah mengaktifkan formasi tersebut, akhirnya mereka menghentikan serangan itu.


Kini debu berterbangan di udara karena di akibatkan serangan yang mereka lakukan.


Disaat debu yang beterbangan di udara mulai menipis, kini mereka kembali bisa melihat kelima sosok tersebut yang sudah terkapar di dasar lubang yang tercipta.


Dari mulut Hong Yilan, Huaiying, serta ketiga petinggi sekte Beruang Matahari kini terlihat telah mengeluarkan cairan berwarna merah.


Meski pun sembilan pria tua itu banyak mengeluarkan energi Qi mereka, namun karena hasil yang di peroleh sesuai dengan apa yang mereka harapkan, sehingga senyuman pun kini mulai mengembang di bibir mereka.


Setelah beberapa saat mengambil kesempatan untuk memulihkan energi Qi milik mereka, akhirnya seorang tetua pun memerintahkan rekan - rekannya untuk segera menangkap dua wanita dan juga membunuh ketiga pria itu.


Disaat lima pria tua baru saja berniat untuk melakukan apa yang di perintahkan oleh seorang tetua itu, terdengar suara bisikan untuk tidak melakukannya dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


Namun suara bisikan itu sudah terlambat, kelima pria tua itu telah melesat ke bawah untuk melakukan apa yang di perintahkan.


Sebelum mereka berlima sampai di bawah, sekelebat cahaya langsung menyambut mereka.


Begitu juga dengan sosok pria yang sedang menyandera tetua sekte Beruang Matahari, dirinya pun tidak luput dari hal itu.


Hanya dalam sekali serangan, tubuh pria tua yang sedang menyandera sang tetua langsung berubah menjadi kabut darah.


Begitu juga dengan lima tetua lainnya yang berniat untuk menangkap Hong Yilan dan juga Huaiying serta untuk membunuh patriark Tien Chou, leluhur Tien Wan serta Hong Mogui.


Sedangkan keempat tetua lainnya langsung di sambar oleh cahaya berwarna merah.


Puluhan raja siluman pun kini sudah tidak lagi berada di tempat tersebut.


Enam orang tetua sekte Teratai Hitam kini sudah menjadi kabut darah dalam sekejab mata.


Hal itu dilakukan oleh lima sosok yang datang untuk membantu mereka.


"Sepertinya mereka tidak ingin terlalu aktif untuk melakukan pergerakan di Benua Utara ini untuk menutupi identitas mereka". Kata - kata yang keluar dari mulut Ma Guang.


Perkataannya itu ditujukan kepada sosok yang telah menyelamatkan keempat tetua sekte Teratai Hitam.


"Ayo, bawa mereka untuk kembali ke sekte Beruang Matahari". Perintah Ma Guang kepada empat sosok yang bersama dengannya.


Sedangkan Ma Guang sendiri segera memapah tubuh adiknya Hong Yilan dan melesat ke arah markas sekte Beruang Matahari.


Begitu juga dengan Hong Jiannan, pemuda itu segera membawa tubuh kekasihnya.


Sedangkan empat sosok lainnya di bawah oleh Long Wang, Jiangjun serta Shi Kang.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2