
Kehadiran patriak dan juga para leluhur saat memasuki kediaman Ma Guang langsung di sambut oleh para petinggi sekte yang berada di tempat itu.
Semua petinggi sekte langsung berdiri dari tempat duduk mereka masing - masing dan langsung memberi hormat.
"Hormat kepada leluhur! Hormat kepada patriak!".
"Bagaimana dengan perkembangan kondisi kesehatan Guang'er...!? Apakah sudah ada perubahan yang lebih baik!?". Tanya leluhur agung Yao Fan.
"Saat ini Guang'er sedang di rawat oleh gurunya Su Tian dan juga oleh nona Xia Jiao sambil di bantu oleh tetua Agung Xiang Zhang dan juga oleh tetua penegak hukum Zhu Li, tetapi kami belum tahu pasti bagaimana perkembangan kesehatannya". Ucap tetua Ying Zhao yang juga adalah guru dari Ma Guang yang mengajarinya teknik Langkah Bayangan.
Su Tian dan Xia Jiao sendiri setelah memeriksa luka dalam serta luka luar Ma Guang langsung memerintahkan Yuan Jiali untuk mengumpulkan ramuan obat - obatan yang ada di sekte Bambu Kuning untuk mereka gunakan.
Sedangkan Tetua agung dan tetua penegak hukum kini sedang mengalirkan energi tenaga dalam milik mereka untuk membantu pemulihan tubuh Ma Guang yang terluka.
Memang tubuh Ma Guang bisa beregenerasi sendiri karena sudah membuka gerbang ke empat, yaitu gerbang penyembuh.
Tetapi serangan cahaya yang di lancarkan oleh lawannya Ki Kebo Pengging adalah kasus yang berbeda.
Luka yang di akibatkan oleh serangan tersebut berdampak sangat besar karena telah membuat luka dalam yang sangat serius bagi tubuh Ma Guang.
Jika luka yang di hasilkan oleh senjata tajam atau pun pukulan yang menggunakan energi tenaga dalam biasa, itu akan dengan cepat bisa sembuh.
"Apa jenis serangan yang melukainya hingga bisa seperti ini?". Tanya salah satu leluhur agung.
"Serangan lawannya seperti sebuah cahaya". Jawab tetua Ying Zhao.
"Oh, seperti itu yah!? Aku dengar dari patriak, guru Guang'er bersama saudara - saudaranya memiliki juga jurus cahaya yang bisa menghancurkan tubuh lawan Ma Guang, apakah aku bisa bertemu dengan mereka saat ini!?". Ucap sang leluhur agung.
"Bisa leluhur! Aku akan memanggil salah satu dari mereka, sebab guru Guang'er saat ini sedang meracik obat". Ucap tetua Ying Zhao.
"Akan lebih baik aku berbicara dengan gurunya, sebab dia yang mengerti tentang pengobatan". Ucap leluhur agung lagi.
"Kalau begitu, aku akan mengantarkan leluhur agung ke tempat dimana guru dari Guang'er berada....mari!". Ucap tetua Ying Zhao sambil berjalan di depan mengantarkan salah satu leluhur agung.
Leluhur agung tersebut langsung mengikuti tetua Ying Zhao dari belakang.
Saat sudah tiba di depan pintu ruangan tempat dimana Su Tian dan juga Xia Jiao berada, tetua Ying Zhao lalu mengetuk pintu dan bersuara kepada Su Tian.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat, Su Tian kemudian membukakan pintu untuk mereka berdua.
"Ada hal apa yang ingin di sampaikan oleh tetua Ying Zhao?".
Su Tian langsung melontarkan pertanyaan agar bisa mengetahui apa yang terjadi dengan Ma Guang sehingga kedua orang itu sudah menemuinya.
"Mohon maaf karena sudah mengganggu konsentrasi guru Su Tian, tetapi leluhur agung ingin berbicara hal yang penting dengan guru Su Tian".
"Mohon maaf karena mataKu ini tidak bisa mengenal leluhur agung". Ucap Su Tian sambil memberi hormat kepada pria tua di depannya.
"Hal penting apa yang membuat leluhur agung sehingga ingin berbicara dengan saya?". Tanya Su Tian.
"Begini...aku mendengar dari patriak Yao Han, anda bersama dengan ketiga saudara yang lain bisa menghancurkan tubuh lawannya Guang'er, dan itu dengan menggunakan jurus seperti cahaya yang keluar dari pedang kalian, apakah energi yang di hasilkan oleh jurus itu bisa di gunakan untuk menyembuhkan luka yang di alami oleh Guang'er?".
Su Tian langsung terdiam dan berpikir setelah mendengar perkataan dari pria paru baya di depannya.
Setelah beberapa saat Su Tian berpikir, akhirnya pria itu membuka suara untuk membuyarkan tanda tanya yang ada di dalam kedua pria di depannya.
"Energi itu memang biasa kami gunakan, tetapi itu hanya di alirkan lewat pedang yang kami gunakan dan kami belum mencobanya secara langsung ke tubuh manusia". Ucap Su Tian.
"Apakah hal itu tidak bisa di coba terlebih dahulu?". Ucap leluhur agung.
"Bagaimana jika energi itu di ubah menjadi energi penyembuh? Dan hal itu kita uji terlebih dahulu kepada hewan yang terluka...bagaimana?". Ucap leluhur agung lagi.
"Baiklah! Aku akan memikirkan caranya terlebih dahulu agar bisa merubah energi yang bisa menghancurkan menjadi energi cahaya yang bisa menyembuhkan...terima kasih atas petunjuk yang telah di berikan oleh leluhur agung". Ucap Su Tian sambil memberi hormat kepada pria paruh baya tersebut.
Setelah selesai berbincang dengan Su Tian, akhirnya tetua Ying Zhao dan juga leluhur agung pamit undur diri dan meninggalkan tempat itu untuk kembali ke aula kediaman Ma Guang.
Su Tian kemudian kembali memasuki ruangan tempat dirinya dan juga Xia Jiao meracik obat untuk Ma Guang.
"Jiao'er...!!! Kamu lanjutkan saja pembuatan pil itu, guru akan kembali dahulu ke kamar guru". Ucap Su Tian.
"Kenapa guru!? Apa yang mereka katakan?". Tanya Xia Jiao.
Gadis itu tidak bisa mendengar percakapan Su Tian dan dua orang lainnya karena konsentrasinya sedang terfokus dalam pembuatan pil untuk Ma Guang, sehingga dirinya tidak mendengar percakapan mereka.
"Ada hal penting yang ingin guru ketahui, setelah itu, aku dengan cepat akan kembali kesini". Ucap Su Tian.
__ADS_1
"Baiklah guru!".
Su Tian langsung bergegas menuju ke kamarnya.
Sesampai di kamarnya, Su Tian langsung membuka sebuah kotak kayu yang berbentuk bujur sangkar yang masing - masing panjang, lebar dan tingginya sekitar lima puluh senti meter.
Di dalam kotak kayu tersebut terdapat beberapa kitab yang di miliki oleh Su Tian.
Pria itu langsung meraih sebuah kitab pedang yang dia pelajari selama ini.
Setelah beberapa saat Su Tian membaca kitab tersebut, pria itu tidak bisa menemukan kegunaan jurus tersebut untuk di gunakan sebagai penyembuh.
Su Tian kembali meraih kitab pengobatan yang dia pelajari dan mulai membacanya satu persatu, namun semua itu tidak membuahkan hasil.
"Mengapa tidak ada sedikit pun petunjuk untuk menggunakan energi itu dalam penyembuhan?". Gumam Su Tian.
Pria paruh baya tersebut kini pikirannya sedang kacau memikirkan cara untuk mengolah energi pedang cahaya untuk menjadi energi penyembuh.
Namun beberapa saat kemudian, pria paruh baya itu teringat dengan kitab yang dia berikan kepada Ma Guang sehingga bisa dengan cepat meningkatkan kemampuan ilmu bela diri.
"Apakah kitab tersebut masih di simpan oleh Guang'er? Aku ingin pergi ke dalam kamarnya untuk bisa menemukan kitab tersebut". Gumam Su Tian.
Pria tua itu kembali menutup dan mengunci kotak kayu miliknya dan langsung bergegas menuju ke kamar Ma Guang.
Setibanya di kamar Ma Guang, Su Tian kembali memeriksa kondisi pendekar muda tersebut.
Setelah mengetahui kondisi Ma Guang, wajah pria tua itu langsung berubah menjadi senang.
"Tetua Xiang Zhang...!!! Tetua Zhu Li...!!! Kalian berdua saat ini sudah boleh beristirahat, sebab kelihatannya energi tenaga dalam milik kalian berdua sudah terkuras banyak". Ucap Su Tian.
Akhirnya kedua pria tua itu langsung menghentikan kegiatan mereka untuk mengalirkan energi tenaga dalam mereka ke tubuh Ma Guang.
"Apakah kondisi kesehatan Guang'er sudah lebih baik?". Tanya tetua agung.
"Iya! Kondisi kesehatannya saat ini sudah lebih baik, terima kasih atas apa yang tetua berdua lakukan kepadanya". Ucap Su Tian.
"Ahhh...guru Su Tian tidak perlu sungkan seperti itu, sudah seharusnya kami untuk melakukan hal itu, sebab Guang'er adalah orang yang sangat penting di dalam sekte kami ini, sebab dirinyalah yang membuat sekte kami bisa di segani di dunia persilatan yang ada di kekaisaran Zhou ini". Ucap tetua penegak hukum menimpali perkataan Su Tian.
__ADS_1
"Baiklah! Kalau begitu, terimalah pemberianKu ini untuk memulihkan energi tenaga dalam kedua tetua". Ucap Su Tian sambil memberikan beberapa pil kepada kedua tetua tersebut.
~Bersambung~