
Melihat sikap patriak Tien Chou, para leluhur, Hong Mogui dan juga tetua yang menghadang kelompok Ma Guang pun menjadi sangat bingung.
Berbeda halnya dengan Hong Jiannan yang juga ikut berlutut memberi hormat kepada pria asing didepan mereka.
"Pemimpin! Mohon ampun atas penyambutan salah satu tetuaKu serta kelancanganKu!."
"Aku benar - benar tidak bisa mengenali diriMu!." Tutur Tien Chou dengan tubuh yang bergetar.
Mendengar panggilan yang diucapkan oleh patriak Tien Chou, para leluhur dengan cepat menyimaknya.
Sama halnya dengan Hong Mogui, tubuh pria itu langsung bergetar tidak menentu.
Sebab dirinya berpikir ada masalah besar apa sehingga sosok yang dia takuti itu datang ke sekte barunya tersebut.
Semuanya langsung berlutut didepan kelompok Ma Guang dan memohon ampun atas penyambutan mereka tersebut.
Sedangkan Ma Guang masih tetap tersenyum dan kagum dengan kemampuan Hong Jiannan yang bisa mengenali dirinya.
Tidak ada dari mereka yang berani menatap Ma Guang.
Seluruh wajah mereka terus menatap ketanah dan dengan cemas menanti kata - kata yang akan keluar dari mulut sosok yang berada didepan mereka itu.
"Jian'er! Bagaimana kamu bisa mengenali diriKu?." Tanya Ma Guang yang membuat seluruh orang ditempat itu menjadi bingung.
Hong Jiannan terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari Ma Guang.
Namun didalam hatinya perasaan senang bercampur dengan rasa terkejut karena panggilan Ma Guang kepadanya itu dilakukannya didepan banyak orang yang menandakan pengakuan sebagai adik didepan para petinggi sekte.
Sedangkan para leluhur dan juga tetua yang menghadang kelompok Ma Guang itu merasa sangat terkejut dengan panggilan Ma Guang kepada Hong Jiannan.
Walau pun mereka sudah mengetahui bahwa peningkatan kultivasi yang dimiliki oleh pendekar muda itu berkat sosok yang berada dipedan mereka, namun panggilan itu menggambarkan bahwa Hong Jiannan ini adalah kerabat dekatnya.
Hong Mogui juga tidak kalah terkejutnya juga dengan yang lain.
Perasaan yang sama seperti apa yang dirasakan oleh putranya juga terlintas didalam pikiran Hong Mogui.
Namun pria itu tidak berani untuk mencoba berpikir, karena sosok didepannya itu bisa mengetahui apa yang dia pikirkan.
Hong Jiannan pun menjawab pertanyaan Ma Guang.
"Hamba bisa mengetahuinya karena ada gejolak didalam diriKu! Dan itu pernah terjadi disaat hamba bertemu dengan Pemimpin waktu lalu!." Tutur Hong Jiannan yang tetap merendahkan dirinya.
"Siapa yang mengatakan bahwa posisi diriMu adalah hamba bagiku?." Tanya Ma Guang dengan nada suara yang meninggi.
Hal itu membuat semuanya menjadi sangat ketakutan.
"Mohon ampun Pelindung! Itu menurut pemikiranKu saja!." Jawab Hong Jiannan dengan nada suara yang bergetar karena disebabkan oleh tubuhnya yang gemetaran.
"Kamu bukanlah hamba atau pun sebagai bawahanKu! Tetapi kamu itu adalah adikKu! Jadi tidak sepantasnya kamu bersujud seperti itu dihadapanKu!."
"Cepat berdiri!."
Tanpa dia sadari Ma Guang kini sudah memberitahukan kepada puluhan orang yang berada ditempat itu tentang hubungannya dengan Hong Jiannan.
__ADS_1
Mendengar perkataan Ma Guang, Hong Jiannan pun langsung berkata.
"Pemimpin! Aku tidak pantas menerima hal itu! Sebab ayahKu telah mengakibatkan ayah Pemimpin tiada!."
Mendengar perkataan Hong Jiannan, Ma Guang merasa bingung apa yang harus dia katakan.
Sehingga pikirannya pun kini mendapatkan beban moral dengan kenangan masa lalu antara dirinya dengan Hong Mogui.
Setelah terdiam sejenak, Ma Guang pun kembali berkata.
"Aku sudah melupakan hal itu! Semua itu demi ibuKu dan juga demi kalian berdua yang tidak lain adalah adik - adikKu!."
"Jadi berdirilah!."
Akhirnya Hong Jiannan pun mengikuti perkataan Ma Guang untuk berdiri.
Saat pendekar muda itu berdiri, Long Wang dan juga yang lainnya langsung memberi hormat sambil menangkupkan tangan mereka.
"Hormat kepada penguasa muda!." Ucap mereka serentak yang menandakan bahwa posisi Hong Jiannan sama dengan posisi putri putri Ma Guang.
"Hong Mogui! Berdirilah!."
"Patriak Tien Chou dan semuanya! Berdirilah!."
Mendengar perintah Ma Guang, dengan cepat semuanya bangkit berdiri.
"Terima Kasih Pemimpin!." Ucap mereka serentak namun masih tidak berani menatap wajah Ma Guang.
"Oleh karena itu tidak ada lagi hal yang harus kalian risaukan! Sebab ini adalah bagian untuk menguji sesempurna apa penyamaranKu!."
"Apakah aku dan rombonganKu tidak akan dipersilahkan memasuki sekte kalian ini?." Tanya Ma Guang sambil tersenyum.
"Ma...maafkan aku karena tidak segera mempersilahkan Pemimpin!." Tutur Tien Chou.
"Mari! Silahkan Pemimpin!." Lanjut Tien Chou.
"Patriak Tien Chou jangan terlalu sesungkan itu! Aku merasa tidak enak menerimanya!." Balas Ma Guang.
"Terima Kasih atas kebaikan Pemimpin!." Balas Tien Chou.
Mereka pun melesat terbang untuk menuju ke aula utama sekte Beruang Matahari.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka sehingga bisa tiba di aula sekte tersebut.
Saat memasuki ruangan aula utama sekte Beruang Matahari, Ma Guang langsung di persilahkan untuk duduk dikursi kebesaran sekte.
Pria itu pun menolak hal itu.
"Patriak dan para leluhur! Hal itu tidak pantas bagiKu! Sebab diriKu bukanlah penguasa dari sekte kalian!."
"Biarkan saja aku duduk di tempat ini!." Tutur Ma Guang yang sudah memilih tempat duduk bagi dirinya.
Setelah semuanya sudah duduk, Ma Guang pun berkata.
__ADS_1
"KedatanganKu kesekte ini memiliki maksud dan tujuan yang sangat penting!."
"Yang pertama! Aku ingin mengunjungi keluargaKu! Dan aku memohon kepada seluruh yang hadir didalam ruangan ini untuk merahasiakannya!."
"Yang kedua tujuan kedayanganKu ini untuk meminjam identitas sekte ini untuk digunakan sebagai pengawal pedagang yang akan pergi membawa dagangannya ke wilayah kekaisaran Zhou!."
"Apakah patriak serta para leluhur dan para tetua mengijinkannya?." Tanya Ma Guang.
"Pemimpin! Apakah ini ada sangkut pautnya dengan perang yang terjadi saat ini?." Tanya patriak Tien Chou.
"Iya! Ini sangat berkaitan erat dengan perang yang terjadi antara kekaisaran Yue Wu dan juga kekaisaran Zhou!."
"Akan tetapi tujuan utamanya adalah para makhluk surgawi yang menjadi dalang sehingga perang yang terjadi memberikan dampak kehancuran yang sangat besar bagi dunia kita ini!."
"Dan jika dibiarkan! Hal itu akan berlanjut sampai berabad - abad lamanya!."
"Karena saat ini pasukan makhluk kuno yang telah membuat teror di beberapa sungai yang menjadi jalur perdagangan untuk kekaisaran Zhou dengan wilayah luar masih belum juga menunjukan diri mereka! Sehingga aku akan memancing mereka untuk keluar dari tempat persembunyiannya!."
"Sekuat apa makhluk kuno itu?." Tanya Tien Chou.
"Kekuatan mereka saat ini sudah setara dengan kekuatan dewa sejati yaitu Dewa Biasa!." Jawab Ma Guang.
"Tetapi bagaimana bisa pemimpin bisa menghadapi kekuatan seperti itu?." Tanya patriak Tien Chou penasaran.
"Hal itu bisa aku lakukan karena kultivasiKu saat ini sudah berada di tingkat Dewa Langit!." Jawab Ma Guang membeberkan tingkat kultivasinya.
Mendengar perkataan Ma Guang, sebagai sekte ilmu bela diri yang juga menyembah sosok dewa, mereka pun segera berlutut dan bersujud menyembah Ma Guang.
"Hormat kepada Dewa Ma Guang! Hormat kepada Dewa Ma Guang! Hormat kepada Dewa Ma Guang!."
Ucap mereka menghormati Ma Guang.
Ma Guang yang mendapatkan penghormatan itu merasa sangat canggung dengat situasi tersebut.
"Sudahlah! Jangan bersikap seperti ini kepadaKu!." Ucap Ma Guang dengan perasaan yang tidak percaya karena mereka bisa menunjukkan sikap seperti itu.
Hanya Hong Mogui dan juga Hong Jiannan yang tidak melakukan hal tersebut.
Tidak ada yang berani untuk berdiri walau pun Ma Guang sudah menyuruh mereka untuk berdiri.
"Patriak Tien Chou! Aku bukanlah seorang dewa agung yang sudah ditugaskan untuk mengatur sesuatu yang ada didunia ini!."
"Sehingga aku tidak pantas untuk kalian sembah!."
"Jadi aku mohon berdirilah!."
Mendengar penjelasan Ma Guang, akhirnya mereka pun bangkit berdiri dan kembali duduk ditempat mereka masing - masing.
Namun menurut apa yang mereka ketahui dari ajaran turun temurun sekte mereka, bahwa jika seorang manusia sudah menjadi dewa, sosok manusia itu sudah bisa memanipulasi setiap makhluk hidup yang ada di dunia yang mereka tinggali.
Sehingga walau pun Ma Guang sudah berkata seperti itu, akan tetapi mereka tetap sangat menghormatinya sama seperti mereka menghormati dewa yang mereka sembah selama ini.
~Bersambung~
__ADS_1