Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 238. Tiba Di Sekte Naga Surgawi


__ADS_3

Akhirnya mereka berdua pun tiba di wilayah sekte Naga Surgawi.


Fomasi pelindung yang ada di sekte itu pun langsung terbuka saat Jiangjun dan Ma Guang memasuki wilayah sekte Naga Surgawi.


Para murid yang berpatroli di perbatasan wilayah sekte yang melihat kehadiran seekor naga sedang melintas di atas langit wilayah sekte mereka langsung mengejar naga itu.


Saat sudah berada di dekat naga itu mereka dapat melihat ada seorang pemuda yang menunggangi naga tersebut.


Lima orang murid pendekar langit awal tersebut langsung tersentak karena mereka mengenali siapa pemuda tersebut.


"Murid memberi hormat kepada pelindung!." Ucap lima orang murid tersebut sambil menangkupkan tangan dan menundukan wajah mereka.


Ma Guang pun langsung mengangkat tangan kanannya dan mengisyaratkan bahwa dirinya telah menerima hormat mereka.


Para murid pun langsung melesat terbang di depan naga tersebut untuk mendahului dan mengawal naga yang di atasnya adalah pelindung sekte.


Murid - murid di wilayah sekte yang melihat naga tersebut langsung menjadi gempar.


Para murid tersebut langsung melesat pergi untuk mengikuti arah terbang makhluk itu.


Saat sudah berada di halaman depan aula utama sekte, Jiangjun langsung mendarat di halaman tersebut.


Sekte Naga Surgawi langsung menjadi gempar karena kedatangan seekor naga tersebut.


Tidak hanya para murid saja yang langsung mengerumuni naga tersebut, melainkan para tetua serta partriak juga langsung keluar dan mendekati makhluk itu.


Saat mereka melihat Ma Guang sedang menungganginya, secara serentak semua orang yang ada langsung memberi hormat kepada Ma Guang.


"Hormat kepada pelindung sekte!."


"Hormat kalian aku terima!." Ucap Ma Guang sambil melompat turun dari atas punggung Jiangjun.


Ma Guang pun langsung berjalan dan berkata kepada sang naga.


"Jenderal Jiangjun! Ayo ikut denganKu! Aku akan memperkenalkan diriMu kepada para petinggi sekte.


Para leluhur yang mengetahui kegemparan di sekte itu langsung menyelidiki hal tersebut, dan hal yang sangat mencengangkan bagi mereka di saat mengetahui bahwa ada seekor naga di sekte mereka saat ini.


Dengan cepat semua leluhur itu langsung saling mengajak dan melesat pergi kearah naga itu berada.


Saat tiba di tempat tersebut, para tetua dan semua murid yang ada sedang memberi hormat kepada Ma Guang.


Akhirnya tiga belas leluhur itu pun langsung menangkupkan tangan mereka kepada Ma Guang.

__ADS_1


"Hormat kami kepada Pelindung sekte!." Ucap mereka serentak.


"Para leluhur! Para tetua sekalian dan juga patriak! Mari kita masuk kedalam ruangan aula utama sekte untuk membicarakan beberapa hal." Ucap Ma Guang mengajak.


Pemuda itu langsung berjalan memasuki aula utama sekte dan di ikuti oleh Jiangjun dan juga para petinggi sekte.


Setelah mereka semua sudah berada di dalam ruang aula utama sekte, Ma Guang langsung di persilahkan duduk di kursi kebesaran, namun pemuda itu tetap duduk di kursi yang berada di samping kursi kebesaran.


Patriak Yao Han langsung di persilahkan oleh Ma Guang untuk menempati tempat tersebut.


Setelah semua sudah menempati posisi masing - masing, akhirnya Ma Guang pun mulai berbicara.


"Para leluhur! Patriak! Dan juga para tetua yang ada! Pada saat ini saya ingin menyampaikan sesuatu, karena sekte kita bernama Naga Surgawi, sehingga bertepatan dengan nama tersebut, pada saat ini, di depan kalian ini adalah jenderal naga Jiangjun, yang berasal dari ras naga surgawi."


"Dan rajanya adalah adik dari inti jiwa raja naga api surgawi yang aku miliki secara tidak sengaja melalui kitab Naga Surgawi!."


"Sehingga sangat kebetulan sekali saat aku bertemu dengan mereka saat aku hendak pergi ke benua tengah."


"Dan pada saat ini, aku telah di angkat menjadi penguasa oleh mereka!."


"Karena alasan itulah sehingga aku membawa jenderal Jiangjun ke sekte kita ini untuk memperkenalkannya kepada kalian, agar kalian tahu bahwa sekte kita memiliki hubungan yang sangat erat dengan kerajaan naga laut timur yang di pimpin oleh raja naga Long Wang."


"Jenderal Jianglong! Mereka adalah para leluhur sekte! Ini adalah patriak sekte Yao Han dan mereka ini adalah para tetua sekte!." Ujar Ma Guang sambil menunjuk ke arah setiap orang yang di perkenalkannya.


Dan saat ini, aku juga akan memberikan sumber daya kepada kalian agar supaya kalian bisa meningkatkan kultivasi kalian saat ini." Ucap Ma Guang.


Mereka semua langsung merasa sangat senang dengan apa yang di berikan oleh Ma Guang kepada mereka.


Sebab sumber daya yang di berikan oleh Ma Guang sangat berharga bagi mereka.


Setelah selesai membagikan sumber daya, pemuda itu seperti sedang mencari beberapa orang, namun tidak dia temukan.


"Dimana tetua agung dan juga tetua Fei Yu!? Mengapa aku tidak melihat mereka!?." Tanya Ma Guang kepada patriak Yao Han.


Patriak pun langsung memberitahukan tentang situasi yang ada di kekaisaran Zhou tersebut.


"Pelindung! Di wilayah kekaisaran Zhou saat ini, para pendekar aliran hitam sering melakukan kejahatan terhadap para penduduk desa mau pun penduduk di kota - kota kecil, sehingga saya mengutus tetua agung Xiang Zhang dan juga tetua Fei Yu untuk memimpin tiga ratus pasukan yang terdiri dari pasukan perunggu, pasukan perak dan juga pasukan emas untuk menangani masalah tersebut." Jawab patriak Yao Han.


Sebelum Ma Guang menanyakan juga tentang keberadaan yang lainnya, patriak juga langsung memberitahukan dimana mereka berada saat itu.


Namun karena Ma Guang telah mengetahui hal tersebut, sehingga dirinya hanya mengiyahkan apa yang di sampaikan oleh patriak Yao Han.


Setelah beberapa saat mereka berbincang - bincang, Ma Guang langsung pamit undur diri untuk menemui tiga orang gadis yang saat ini sedang berkultivasi sambil meninggalkan para petinggi tersebut berbincang - bincang dengan Jiangjun.

__ADS_1


Ma Guang langsung melesat dan memasuki area wilayah terlarang sekte.


Kini dirinya telah melihat tiga orang gadis yang sedang bermeditasi.


Aura pendekar agung tingkat puncak merembes keluar dari tubuh Yuan Jiali.


Sedangkan untuk Duan Meng, aura pendekar petapa suci tingkat puncak, merembes keluar dari dalam tubuhnya.


Zhou Lu Yun sendiri kini masih berada di pendekar petapa suci awal.


Melihat peningkatan kultivasi dari ketiga gadis tersebut, Ma Guang pun langsung berpikir untuk kembali meningkatkan tingkat kultivasi ke tiganya agar menjadi kuat dan bisa melindungi diri mereka sendiri.


Ma Guang pun langsung menggunakan kekuatan jiwanya dan langsung memasuki lautan jiwa ketiga gadis tersebut sambil memberitahukan kepada mereka untuk mengakhiri kultivasi mereka itu dan akan melanjutkannya kembali dengan menyerap inti jiwa dari makhluk surgawi.


Mengetahui hal tersebut, tiga gadis tersebut langsung menghentikan kultivasi dan membuka mata mereka.


Sosok pemuda yang mereka rindukan kini telah berdiri di depan ke tiganya.


Namun di saat ketiganya ingin melepaskan kerinduan mereka, pemuda itu langsung mengeluarkan inti jiwa dari tiga phoenix api dan juga batu permatanya.


"Li'er! Ambil ini dan serap untuk menjadi inti jiwaMu sendiri, serta serap batu permata ini untuk kekuatan tubuhMu serta untuk mengisi semua ruang dantian milikMu." Ucap Ma Guang sambil memberikan inti jiwa dan batu permata raja phoenix api.


Yuan Jiali langsung meraih pemberian pemuda itu.


Sedangkan untuk Duan Meng dan Zhou Lu Yun, pemuda itu memberikan masing - masing satu inti jiwa makhluk surgawi untuk mengisi salah satu ruang dantian mereka yang belum terisi.


Dan juga memberikan inti jiwa serta batu permata dari dua phoenix api yang tersisa.


Kedua gadis itu pun langsung meraih pemberian Ma Guang itu.


Pemuda itu pun langsung memberikan petunjuk tentang bagaimana mengelola energi dari kedua benda tersebut, karena jika melakukan kesalahan sedikit pun, tubuh mereka akan diledakkan oleh energi kedua benda tersebut.


Ma Guang juga memberikan sumber daya kepada ketiga gadis tersebut untuk menopang energi mereka dalam berkultivasi.


Setelah selesai memberikan beberapa sumber daya yang berharga itu, Ma Guang pun langsung menyuruh mereka untuk berkultivasi lagi.


Wajah ketiga wanita itu langsung berubah drastis.


Yuan Jiali pun tidak tahan dengan apa yang ada di pikirannya langsung berkata.


"Sudah tiga tahun lebih kami berkultivasi dan saat ini, kami di suruh untuk berkultivasi lagi!? Terus kapan waktu kami untuk bersama denganMu!?." Ucap Yuan Jiali dengan nada suara yang emosi sambil berjalan meninggalkan tempat itu dan di ikuti oleh dua orang wanita lainnya.


Pemuda itu pun langsung menjadi bingung dengan tingkah ketiga gadis itu.

__ADS_1


Ma Guang langsung menyusul ketiganya untuk mempertanyakan tindakan mereka tersebut.


~Bersambung~


__ADS_2