Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 49. Situasi Yang Aneh


__ADS_3

" Ada apa nona Ha Yu?." Tanya Ma Guang.


" Aku hanya merasa takut jika pendekar Ma tidak kembali." Jawab gadis tersebut.


" Apa yang di takutkan?." Tanya Ma Guang lagi.


" Aku takut tidak ada lagi orang yang akan melindungi diriKu dan juga ayahKu." Jawab gadis itu.


" Tenang saja, diriMu tidak akan di ganggu oleh siapa pun, karena aku baru saja membunuh anggota sekte aliran hitam saat kembali ke kota ini." Ucap Ma Guang untuk menenangkan gadis yang sedang memeluknya.


Memang setelah Ma Guang meninggalkan mereka di penginapan, gadis itu hanya berdiam diri di dalam kamarnya.


Begitu juga dengan ayahnya.


Akhirnya gadis itu melepaskan pelukannya.


Ma Guang masih berdiri seperti biasanya.


Perasaan yang aneh muncul dari dalam tubuhnya, seperti ada getaran - getaran aneh yang dirinya rasakan.


Mereka berdua lalu memasuki kamar gadis tersebut, tetapi di dalam pikiran Ma Guang, ada banyak pertanyaan yang muncul dan masih belum mampu untuk di jawab oleh dirinya sendiri.


" Nona Ha Yu! Apakah anda bisa memeluk diriKu kembali?." Ucap Ma Guang.


Gadis itu pun hanya bisa menganggukan kepalanya menanggapi perkataan pria di sampingnya.


Ti Ha Yu kembali memeluk tubuh Ma Guang seperti yang dia lakukan sebelumnya dengan hati yang bahagia.


Berbeda dengan Ma Guang, pendekar muda itu kini sedang merasakan hal apa yang membuat munculnya sesuatu yang aneh dari dalam tubuhnya.


Akhirnya rasa yang membuat dirinya penasaran itu pun kembali terasa, Ma Guang langsung memusatkan konsentrasinya untuk mempelajari serta mengantisipasi jika ada potensi kekuatan lain yang berada di dalam tubuhnya.


Semakin Ma Guang menghirup udara melalui hidungnya, semakin meningkat rasa yang ada di dalam tubuhnya.


Memang saat Ma Guang tiba di depan pintu kamar Ti Ha Yu, gadis itu baru saja selesai membersihkan dirinya dan baru saja mengganti pakaiannya, sehingga bau harum dari tubuh gadis itu dapat membangkitkan jiwa lelaki dari Ma Guang.


Akan tetapi, karena Ma Guang belum tau dan tidak mengerti dengan apa yang dirinya rasakan serta apa penyebab munculnya suatu rasa yang asing mulai hadir dari dalam tubuhnya, sehingga pendekar muda itu menjadi penasaran dan ingin lebih mengetahuinya.


Di dalam hati Ma Guang, jika dirinya bisa membangkitkan kekuatan yang tersembunyi itu dan membuat dirinya menjadi sangat kuat. Dia akan sangat berterima kasih kepada Ti Ha Yu.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya tubuh Ma Guang terasa mulai panas serta senjata rahasia yang dirinya miliki sejak lahir itu, kini mulai bangkit seakan ingin merontah.


Akhirnya Ma Guang langsung melepaskan pelukan gadis itu, perasaannya kini mulai berganti dengan rasa malu.


" Sialan! Mengapa bur***Ku ikut berontak? Bikin malu saja." Gumam Ma Guang sambil duduk di kursi yang telah tersedia.


Perasaan Ti Ha Yu sendiri yang awalnya penuh kebahagiaan, kini mulai berganti menjadi bingung dengan sikap serta mimik muka Ma Guang yang seperti tidak terjadi sesuatu dengannya.

__ADS_1


" Apakah hal yang aku pikirkan tidak sesuai dengan apa yang pendekar Ma pikirkan?." Gumam Ti Ha Yu.


" Bagaimana keadaan nona Ha Yu untuk beberapa hari ini saat aku tinggalkan? Apakah sudah cukup tau dengan keadaan kota ini?." Tanya Ma Guang merubah situasi yang sudah terlihat canggung.


Ma Guang berpikir, gadis yang ada bersamanya saat itu, sering keluar dari kamarnya.


" Selama ini saya hanya berdiam diri terus di kamar ini, jadi saya hanya mengetahui keadaan yang saya lihat ketika kita tiba disini."


" Apa? Jadi selama ini nona Yu hanya berdiam diri di dalam kamar ini?."


" Iya pendekar Ma."


" Baiklah, kalau begitu, besok kita akan jalan - jalan untuk menikmati keindahan kota Lu ini." Ucap Ma Guang sambil tersenyum.


" Kalau begitu, saya pamit dulu." Ucap Ma Guang yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


" Saya akan pergi mengunjungi juga paman Ti Lung di kamarnya."


" Kalau begitu, aku juga akan ikut bersama pendekar Ma."


" Okey! Kalau begitu mari kita pergi bersama." Ucap Ma Guang sambil berjalan keluar dari kamar Ti Ha Yu.


Ti Ha Yu langsung mengikuti Ma Guang dari belakang.


Kedua muda mudi itu berjalan menuju ke kamar yang di tempati oleh Ti Lung.


Pria tersebut langsung membuka pintu kamarnya.


" Pendekar Ma! Ternyata anda sudah kembali!?."


" Iya! Saya baru saja kembali! Bagaimana kalau kita makan bersama? Sekalian aku akan memperkenalkan dua orang temanKu yang lain." Ucap Ma Guang.


" Baik pendekar Ma!."


" Paman! Panggil saja aku dengan sebutan Guang'er atau apa pun itu, karena aku semakin merasa tidak nyaman bila paman terus memanggilKu dengan sebutan pendekar."


" Kalau itu yang pendekar Ma...eh yang Guang'er mau, orang tua ini akan memanggil dengan sebutan Guang'er saja."


" Ayo kita pergi untuk menyapa kedua temanKu yang lain sebelum kita pergi ke lantai bawah penginapan." Ucap Ma Guang sambil melangkahkan kakinya.


Setelah tiba di depan pintu Xia Jiao, Ma Guang langsung mengetuk dan memanggil nama Xia Jiao.


Akhirnya juga tetua Sim Lan yang membukakan pintu tersebut.


Namun wanita itu sedikit kaget disaat melihat ada seorang pria yang lain juga sedang bersama - sama dengan Ma Guang.


Tetua Sim Lan langsung mematung saat melihat pria tersebut.

__ADS_1


" Kamu! Mengapa kamu bersama dengan pendekar Ma?." Ucap tetua Sim Lan sambil menunjuk ke arah Ti Lung.


Pria tua itu langsung terdiam karena bertemu dengan tetua Sim Lan.


" Apakah kalian berdua saling mengenal?." Tanya Ma Guang sambil menatap kedua orang yang saling menatap tersebut.


" Iya!." Ucap keduanya secara serentak.


" Kalau kalian saling mengenal, kenapa kesannya terlihat seperti ada sesuatu yang terjadi di antara kalian berdua!?." Ucap Ma Guang.


" Pendekar Ma! Apa ada hal penting sehingga membuat diriMu datang kesini?." Ucap tetua memotong pertanyaan Ma Guang.


" Iya! Sebenarnya maksud kedatangan kami kesini ingin mengajak tetua dan juga Xia Jiao untuk makan bersama."


" Ada apa ini?." Tanya Xia Jiao.


Gadis tersebut juga terlihat sedikit kaget karena melihat ada sosok seorang gadis cantik sedang bersama dengan Ma Guang.


" Aku ingin mengajak kalian berdua untuk makan bersama dengan kami." Ucap Ma Guang.


" Baiklah! Kalau begitu, ayo kita pergi ke lantai bawah dan makan bersama." Ucap Xia Jiao.


Tetua Sim Lan dan juga Ti Lung masih tetap dalam keadaan tidak bergerak sedikit pun dari tempat berdiri mereka masing - masing.


" Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian berdua?." Tanya Ma Guang dengan nada suara yang tegas.


Kedua orang yang merasa pertanyaan tersebut mengarah kepada mereka berdua, membuat keduanya langsung bergerak dan merubah dari posisi dan gaya berdiri semula dengan gaya dan tempat yang berbeda.


" Emmmm....emmmm."


Kedua orang itu tidak dapat berkata - kata saat pertanyaan yang di lontarkan oleh Ma Guang dengan suara yang berbeda dari sebelumnya.


Apa lagi bagi tetua Sim Lan, wanita itu sudah mengenal nada suara yang keluar dari pendekar muda itu saat dia menyaksikan Ma Guang sedang menyiksa pemimpin kelompok yang menyerangnya.


" Aku tidak suka jika ada orang yang bersama denganKu, merahasiakan sesuatu yang penting dariKu." Ucap Ma Guang lagi.


" Pendekar Ma! Mari masuk dulu kedalam, biar aku yang akan menjelaskannya." Ucap tetua Sim Lan.


Mendengar apa yang di katakan tetua Sim Lan, akhirnya ketiga orang tersebut langsung memasuki kamar yang di tempati oleh kedua wanita tersebut.


Tetua Sim Lan langsung mempersilahkan ketiga orang tersebut untuk duduk.


Ada tiga anak muda yang merasa penasaran dengan apa yang terjadi di antara Ti Lung dan tetua Sim Lan, sehingga mereka bertiga sangat tertarik untuk mengetahuinya.


Setelah mereka semua sudah duduk dengan posisi yang mengitari sebuah meja bundar, akhirnya tetua Sim Lan mulai memberanikan dirinya untuk menjelaskan apa yang terjadi di antara Ti Lung dan dirinya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2