
Kini Hong Jiannan dan juga Huaiying di tengah perjalanan keduanya untuk menuju ke kota Rulong, mereka berdua pun mampir sebentar di kota Yong wilayah kerajaan Qin.
Hal itu sekedar ingin menikmati suasana di kota tersebut.
Sebab kota itu terlihat sangat maju karena terlihat memiliki bangunan - bangunan yang megah.
Hong Jiannan sendiri kini sudah memiliki wawasan serta pengalaman yang luas.
Sebab dirinya juga pernah meninggalkan sekte Naga Surgawi untuk memberantas para anggota sekte aliran hitam yang membuat kekacauan di wilayah kekaisaran Zhou.
Huaiying sendiri sudah biasa bersosialisasi dengan orang lain saat dirinya sejak kecil tinggal di kota Rulong.
Pasangan muda - mudi itu dengan santainya mengantri untuk memasuki kota Yong.
Mereka pun melewati pemeriksaan yang di lakukan di gerbang kota Yong dengan lancar.
Suasana di kota Yong sangat ramai, terlihat ada beberapa penduduk kota itu mulai menawarkan jasa untuk menjadi pemandu wisata.
"Tuan, nona! Sepertinya kalian berdua adalah sepasang kekasih yang ingin menikmati keindahan kota Yong ini".
"Bagaimana jika aku yang menjadi pemandu kalian untuk mengunjungi tempat - tempat terindah di kota ini!?". Seorang pria yang berusia 30-an tahun yang berdiri di dekat sebuah kereta kuda menawarkan jasa kepada Hong Jiannan.
"Berapa bayarannya untuk pekerjaanMu itu?". Tanya Hong Jiannan.
"Dengan satu keping emas saja, itu sudah cukup bagiKu!". Jawab pria tersebut.
"Baiklah! Kalau begitu, aku akan memberiMu lima keping emas".
"Jadi kamu harus melakukan tugasMu dengan baik". Balas Hong Jiannan.
"Baik tuan! Terima kasih atas kebaikan Tuan". Ucap sang pemandu.
"Silahkan naik Tuan!". Pria itu mempersilahkan Hong Jiannan dan juga Huaiying untuk naik ke kereta kuda miliknya.
Setelah keduanya naik, kereta kuda itu pun berjalan.
"Kemana tujuan awal kita?". Tanya pria itu yang juga bertindak sebagai kusir.
"Kita cari terlebih dahulu penginapan untuk beristirahat". Jawab Hong Jiannan.
"Baik Tuan!". Balas pria itu.
"Apakah aku boleh bertanya?". Tutur Hong Jiannan.
"Silahkan Tuan! Apa yang ingin Tuan tanyakan?". Balas pria itu.
"Siapa namaMu?". Tanya Hong Jiannan.
"NamaKu adalah Zhuo Yihang". Jawab pria itu dengan jujur.
"Tuan Zhuo! Apakah kota ini aman untuk di kunjungi?".
__ADS_1
Pria itu hanya bisa diam dan tidak bisa langsung menjawab pertanyaan Hong Jiannan.
"Apakah ada yang salah dengan pertanyaanKu?".
"Tidak Tuan! Tidak ada yang salah dengan pertanyaan Tuan". Jawab pria itu.
"Terus kenapa kamu tidak segera menjawabnya?".
"Begini Tuan, sebenarnya jika kita bicara tentang keamanan kota ini, tidak bisa di pungkiri, bahwa di kota ini sering terjadi tindak kekerasan yang di lakukan oleh sekelompok orang yang menggunakan topeng".
"Tidak kekerasan apa yang mereka lakukan?". Tanya Hong Jiannan penasaran.
"Mereka sering merampok dan tidak segan - segan untuk membunuh Tuan!". Jawab Zhuo Yihang.
"Apakah mereka sering melakukan hal itu di tempat umum?".
"Iya Tuan!".
"Dan hal itu dilakukan di siang hari atau pun di malam hari".
"Bagaimana reaksi petugas keamanan kota?". Tanya Hong Jiannan penuh selidik.
"Awalnya setiap tindakan yang di lakukan oleh kelompok tersebut, selalu di tindak oleh petugas keamanan kota".
"Namun karena tingkat kultivasi kelompok itu lebih tinggi dari para petugas keamanan kota, sehingga mereka dengan mudah di kalahkan".
"Ada banyak juga para petugas keamanan yang di bunuh oleh kelompok mereka".
"Apakah tidak ada seorang pendekar yang mampu untuk menghentikan mereka?". Tanya Huaiying.
"Tidak ada nona!".
"Apa yang kota kami alami, di kota - kota lain serta di desa - desa juga mengalami hal yang sama". Lanjut Zhuo Yihang.
"Yang aku tahu, sepertinya anggota dari sekte - sekte aliran hitam sudah di bersihkan 10 tahun yang lalu".
"Mengapa masih ada kelompok yang melakukan tindakan seperti itu lagi?". Gumam Hong Jiannan.
"Tuan! Menurut pengalamanKu selama aku hidup, perbuatan jahat itu tidak hanya di lakukan oleh para anggota sekte aliran hitam, melainkan di lakukan oleh siapa saja yang memiliki hati yang buruk".
"Hanya saja apa yang di lakukan oleh para anggota sekte aliran hitam selalu terlihat sangat terbuka dan kejam".
"Dan setiap perbuatan itu, pasti di anggap benar oleh mereka".
"Begitu juga sebaliknya yang di lakukan oleh para pendekar dari aliran putih yang katanya selalu membela kebenaran".
"Mereka juga telah membunuh banyak orang - orang yang tidak bersalah".
"Apa maksud dari perkataanMu itu?". Tanya Hong Jiannan dengan nada suara yang meninggi.
Tangan Huaiying langsung memegang tangan Hong Jiannan sebagai isyarat untuk tidak melakukan tindakan yang berlebihan.
__ADS_1
"Maaf jika aku telah membuat tuan tersinggung! Akan tetapi apa yang aku katakan itu benar adanya, sebab aku sendiri yang mengalami hal itu".
"Di depan mataKu sendiri, para pendekar aliran putih begitu banyak membunuh anggota sekte aliran hitam, dan itu dilakukan tanpa ada keraguan sedikit pun".
"Hal itulah yang membuatKu berpikir bahwa, hati setiap manusia itu sebenarnya memiliki keinginan - keinginan yang buruk".
"Dan semuanya itu hanyalah di batasi atau di kekang oleh aturan sekte".
"Contohnya Tuan sendiri, jika tidak ada aturan sekte yang mungkin melarangMu untuk melakukan tindakan yang buruk, sudah bisa di pastikan Tuan telah melakukan hal itu kepadaKu disaat aku menyinggung Tuan".
Mendengar apa yang Zhuo Yihang katakan, Hong Jiannan pun segera mengerti maksud dari perkataan pria itu.
"Tuan Zhuo! Maafkan aku karena telah salah menilaiMu". Kata yang keluar dari mulut Hong Jiannan.
"Janganlah seperti itu Tuan, apa yang Tuan rasakan itu adalah hal yang wajar menurutKu".
"Rupanya Tuan Zhuo memiliki wawasan yang cukup luas serta perkataannya terdengar bijaksana".
"Tuan terlalu memujiKu".
"PerkataanKu itu memang sudah sepantasnya". Balas Hong Jiannan.
"Menurut Tuan Zhuo, apa tujuan mereka melakukan hal - hal yang buruk itu?". Hong Jiannan bertanya.
"MenurutKu, tujuan mereka melakukan hal itu karena mereka ingin hidup".
"Sama halnya dengan sekte - sekte aliran putih, mereka juga ingin hidup, dengan cara menerima tawaran dari orang lain untuk membantu kesulitan mereka".
"Dan apa yang mereka lakukan tentunya mendapatkan imbalan jasa berupa emas atau pun perak".
"Jadi tujuan semua manusia untuk melakukan segala hal itu hanyalah untuk hidup, sama seperti yang aku lakukan saat ini".
"Akan tetapi dengan cara yang berbeda".
Hong Jiannan dan juga Huaiying merasa wawasan mereka berdua bertambah, dengan apa yang baru saja di jelaskan oleh Zhuo Yihang.
Akhirnya mereka pun tiba di salah satu penginapan yang bangunannya terlihat mewah.
"Tuan! Kita sudah tiba di penginapan". Ujar Zhuo Yihang.
"Mari Tuan, silahkan masuk...". Lanjut pria itu.
Keduanya pun segera turun dari kereta kuda itu dan langsung di sambut oleh pelayan di penginapan itu.
Hong Jiannan pun memesan 2 kamar untuknya dan Huaiying.
Setelah memesan kamar dan melihatnya, mereka berdua pun segera melanjutkan untuk menikmati pemandangan kota Yong.
Dan Zhuo Yihang pun dengan setia mengantarkan mereka berdua.
~Bersambung~
__ADS_1