
Mendengar perkataan Ma Guang, Duan Dazhong langsung sedikit terkejut dan langsung melontarkan pertanyaan kepada pemuda di depannya.
"Hubungan!? Hubungan seperti apa yang Guang'er ingin bicarakan itu!?."
Saat baru saja kata - kata keluar dari mulut Duan Dazhong, Jia Dawei sudah tiba dengan membawakan nampan yang terdapat teko dan juga cangkir di atasnya.
Wanita itu pun langsung juga bertanya dengan apa yang baru saja dia dengar itu.
"Hubungan!? Hubungan apa yang Zhong gege tanyakan itu!?."
"Begini bibi! Aku saat ini ingin membicarakan tentang hubunganKu dengan Meng'er!." Jawab Ma Guang memberitahukan kepada Jia Dawei.
Saat mendengar jawaban yang di sampaikan oleh Ma Guang, Jia Dawei langsung menyuguhkan teh untuk pemuda tersebut dan langsung duduk di samping Duan Dazhong yang duduk saling berhadapan dengan Ma Guang.
Duan Dazhong dan Jia Dawei kini sedang fokus untuk mendengarkan apa yang akan di sampaikan oleh Ma Guang.
"Paman! Bibi! Sebenarnya aku dan juga Meng'er memiliki hubungan yang lebih dari sekedar berteman atau bersahabat! Kami berdua sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih! Namun karena ada hal yang masih mengganjal di dalam hati, pikiran serta perasaanKu, sehingga hal itu baru bisa aku sampaikan kepada paman dan bibi."
"Sebelum aku masuk pada inti dari pembicaraan ini, pertama - tama saya memohon maaf terlebih dahulu kepada paman dan bibi karena baru memberitahukannya sekarang! Bukan hanya itu saja! Aku juga memohon maaf karena kesalahanKu sendiri sehingga membuat Meng'er dan juga nona Xia Jiao saling berseteru!."
"Maksudnya! Nona Xia berpemikiran seperti apa yang Guang'er sampaikan itu karena hubungan Meng'er denganMu!?." Tanya Duan Dazhong memotong penyampaian Ma Guang.
"Iya paman!." Jawab Ma Guang.
"Zhong gege! Sebenarnya hal apa itu yang kalian berdua bicarakan!?." Tanya Jia Dawei penasaran.
"Begini Wei'er! Beberapa waktu yang lalu nona Xia datang ke sekte Bambu Kuning untuk mencari Meng'er dan juga putri Zhou Lu Yun serta nona Yuan Jiali, sikap yang di tunjukkan oleh nona Xia saat itu terlihat tidak bersahabat dan penuh dengan amarah menurut apa yang di lihat oleh Chen Yufei. Dan hal itu langsung di beritahukan kepada Guang'er! Dan Guang'er yang mendapatkan informasi tersebut langsung memberitahukannya kepadaKu."
"Oh, jadi seperti itu yah!?." Tutur Jia Dawei.
"Iya bibi! Dan hal itulah yang ingin aku jelaskan kepada paman dan bibi saat ini." Sambung Ma Guang.
"Bagaimana!? Apakah aku sudah bisa melanjutkannya!?." Tanya Ma Guang.
"Iya! Silahkan di lanjutkan!." Ujar Duan Dazhong.
"Paman! Bibi! Seperti yang paman dan bibi ketahui, bahwa diriKu selama ini hanya terus memikirkan untuk meningkatkan kekuatanKu dan juga kekuatan semua orang yang dekat denganKu serta semua orang di sekte kita! Hal itulah yang membuat sehingga aku tidak bisa memahami hati, pikiran serta perasaan dari seorang wanita!."
__ADS_1
"Kini aku telah memberikan masalah kepada mereka bertiga dan salah satunya adalah Meng'er."
"MaksudMu tuan putri dan juga nona Yuan juga memiliki hubungan yang sama denganMu seprti hubunganMu dengan Meng'er!?." Tanya Jia Dawei dengan penasaran.
"Iya bibi! Itulah sehingga aku meminta maaf terlebih dahulu kepada paman dan bibi sebelum aku memberitahukan hal ini kepada paman dan bibi." Jawab Ma Guang.
"Aku ingin menyelesaikan terlebih dahulu urusanKu dengan nona Xia! Setelah selesai, aku akan kembali untuk menyelesaikan urusanKu dengan Meng'er."
"Tetapi sebelum aku menyelesaikan masalah tersebut, aku ingin menyampaikan sesuatu dan bertanya kepada paman dan bibi terlebih dahulu, sebab aku tidak mengerti dengan apa yang akan aku lakukan, apakah itu akan menyakiti hati serta perasaan orang lain atau tidak!."
"Apa yang ingin kamu sampaikan dan pertanyakan!?." Tanya Duan Dazhong.
"Begini paman, bibi! Nona Xia dan juga diriKu berasal dari desa yang sama! Dan kami berdua juga sudah tidak memiliki lagi siapa - siapa lagi. Sehingga nona Xia hanya memiliki diriKu saja! Paman! Bibi! Jika aku menikahi nona Xia, apakah aku boleh juga menikahi Meng'er!?." Tanya Ma Guang.
Suami istri itu langsung terdiam saat mendengar perkataan dari Ma Guang.
Mereka tidak bisa langsung memberikan jawaban kepada pemuda di depan mereka berdua itu.
Setelah beberapa saat Ma Guang menunggu jawaban dari keduanya, akhirnya Duan Dazhong berkata untuk mengakhiri keterdiaman tersebut.
"Iya! Apa yang Zhong gege katakan itu sama seperti yang bibi pikirkan." Tutur Jia Dawei menyambung perkataan suaminya.
"Apa yang paman dan bibi katakan itu akan selalu aku ingat! Tetapi aku memiliki juga permintaan kepada paman dan bibi...!."
"Apa itu!?." Ucap suami istri itu secara serentak.
"Paman! Bibi! Aku tidak memiliki pengalaman atau wawasan yang luas tentang menjalin hubungan dengan seorang wanita! Apakah aku bisa untuk sering datang menanyakan hal itu kepada paman dan bibi!?." Ucap Ma Guang sambil tersenyum malu - malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal tersebut.
Mendengar perkataan Ma Guang, Duan Dazhong dan juga Jia Dawei langsung tertawa dan Duan Dazhong langsung berkata.
"Seorang pelindung sekte yang juga adalah pendekar besar di daratan benua utara ini ternyata masih payah dalam urusan percintaan!."
Jia Dawei langsung menepuk paha suaminya untuk menghentikan kata - kata pria tersebut sambil tersenyum.
Sedangkan Ma Guang tetap tersenyum malu dan terus menggaruk kepalanya.
"Zhong gege! Jangan diteruskan! Lihat wajah Guang'er itu sudah memerah karena perkataanMu itu." Ucap Jia Dawei sambil tersenyum menggoda Ma Guang.
__ADS_1
"Bibi sudahlah! Jangan menggodaKu! Nanti aku sudah tidak ingin lagi bertanya kepada paman dan bibi kalau selalu di goda seperti ini." Ucap Ma Guang yang masih salah tingkah.
"Iya...iya...! Kamu boleh datang kepada paman dan bibi untuk membicarakan segalah hal yang tidak kamu pahami dalam suatu hubungan percintaanMu! Tetapi kamu juga harus merahasiakan hal - hal yang terlalu pribadi!." Ujar Duan Dazhong serius.
"Iya Guang'er! Benar apa yang pamanMu katakan itu, tidak semua hal yang bisa kamu ungkapkan kepada kami! Sehingga kamu hanya bisa menyampaikan tentang hal - hal yang tidak bersifat pribadi atau hal yang seharusnya di rahasiakan! Nanti pamanMu yang akan menjelaskan hal itu kepadaMu agar kamu bisa mengetahui batasan hal pribadi tersebut." Sambung Jia Dawei.
"Iya bibi! Aku akan membicarakan hal itu secara empat mata dengan paman!."
"Paman! Bibi! Terima kasih karena telah mau mendengarkan apa yang aku sampaikan!." Ucap Ma Guang sambil menangkupkan tangannya.
"Iya...iya...! Ayo di minum dahulu tehnya!." Ujar Duan Dazhong.
Ma Guang pun meraih cangkir yang ada di meja dan langsung meminumnya.
Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka tentang situasi yang terjadi di wilayah kekaisaran Zhou serta tingkat kultivasi yang sudah di capai oleh Duan Dazhong dan juga Jia Dawei.
Duan Dazhong yang penasaran dengan pencapaian Ma Guang langsung bertanya kepada pemuda tersebut.
"Guang'er! Kalau boleh paman dan bibi tahu, saat ini sudah sampai dimana pencapaian tingkat kultivasiMu!?."
"Paman! Bibi! Saat ini aku sudah menjadi pendekar dewa surgawi!."
"Apa!? Pendekar dewa surgawi!? Apakah aku tidak salah mendengarnya!?." Tutur Duan Dazhong dengan mimik muka yang seakan tidak percaya dengan apa yang baru di sampaikan oleh Ma Guang.
Sedangkan Jia Dawei juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh suaminya dan langsung berkata.
"Sangat jenius dan sangat mengerikan!."
"Iya paman! Bibi! Aku saat ini memang sudah mencapai tingkat pendekar dewa surgawi." Ucap Ma Guang lagi meyakinkan kedua orang di depannya.
"Berarti sekte kita harus merayakan hal itu!." Ujar Duan Dazhong dengan penuh rasa bahagia.
"Paman! Bibi! Biarlah hanya orang - orang terdekat denganKu saja yang mengetahui hal ini! Aku tidak ingin merayakannya! Sebab di benua tengah, jumlah pendekar surgawi juga tidak sedikit! Sehingga aku juga harus menyembunyikan hal ini kepada orang lain." Ucap Ma Guang.
Setelah beberapa sast kemudian, Ma Guang pun langsung berpamitan dengan Duan Dazhong dan juga Jia Dawei dan langsung pergi menuju ke kediaman Duan Meng.
~Bersambung~
__ADS_1