Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 182. Kekuatan Pusaka Tingkat Langit


__ADS_3

Setelah selesai berdebat dengan Yuan Jiali, Ma Guang langsung membuatkan senjata pusaka langit kepada gadis itu.


Pedang milik Yuan Jiali yang terbuat dari bahan yang sama dengan pedang dan tombak Ma Guang langsung di jadikan senjata pusaka langit oleh Ma Guang dengan memasukkan batu permata dan inti jiwa dari hewan spiritual.


Agar bisa di kendalikan oleh Yuan Jiali, Ma Guang memintanya untuk meneteskan sedikit darahnya ke senjata tersebut, sehingga hanya gadis itu dan Ma Guang yang bisa menggunakan pedang itu.


Setelah selesai menempah pedang itu, Ma Guang langsung memberikannya kepada gadis tersebut.


Yuan Jiali merasa sangat senang dengan apa yang di lakukan oleh Ma Guang terhadap pedang miliknya itu.


Gadis itu langsung menuju ke halaman belakang kediamannya dan mulai memainkan jurus pedang cahaya.


Namun Yuan Jiali belum menyadari dengan kekuatan senjata yang di mainkan tersebut.


Pohon - pohon di sekitar kediamannya langsung hancur dan terbakar karena terkena serangan cahaya yang bersamaan dengan api yang berwarna hitam seperti yang di miliki oleh kelabang api, sebab batu permata serta inti jiwa makhluk spiritual itu sudah menyatu dengan pedang milik Yuan Jiali.


Tidak hanya itu saja, bangunan kediaman miliknya juga ikut hancur dan terbakar.


Untung saja Ma Guang cepat bergerak dan menyelamatkan murid yang berjaga di kediaman tersebut, jika tidak, sudah di pastikan akan mengalami hal yang sama dengan bangunan kediaman tersebut.


Yuan Jiali yang melihat hal itu, langsung terkesiap karena melihat sekitarnya yang sudah hancur serta terbakar.


Perbuatannya itu langsung mengundang perhatian anggota sekte itu.


Hal itu di sebabkan karena bunyi ledakan yang di hasilkan dari serangan pedang milik Yuan Jiali sangat kuat serta api yang menyala di area tersebut sangat besar.


Para petinggi sekte dan juga para murid secara spontan langsung dengan cepat melesat kearah kediaman Yuan Jiali yang sudah hancur dan sedang terbakar.


Saat mereka tiba, mereka melihat ada dua orang murid, Ma Guang dan juga Yuan Jiali sedang berada di tempat tersebut.


Patriak Yao Han langsung melontarkan pertanyaan kepada Ma Guang.


"Guang'er! Apa yang terjadi di tempat ini? Mengapa pepohonan di sekitar serta kediaman milik nona Yuan hancur dan terbakar seperti ini?".


"Nona Yuan sedang melakukan latihan dan tidak sengaja membuat semuanya menjadi seperti ini".


"Iya patriak! Aku tidak sengaja melakukannya, maafkan aku karena membuat kalian menjadi khawatir dan panik". Sambung Yuan Jiali.


Mendengar apa yang di katakan kedua pendekar muda itu, patriak dan semua yang ada di tempat itu langsung terkesiap.

__ADS_1


"Seberapa kuat nona Yuan sehingga bisa membuat pepohonan serta kediamannya menjadi seperti ini?".


Yuan Jiali merasa malu dengan apa yang di lakukannya sehingga orang - orang di sekte itu menjadi panik.


Ma Guang pun langsung berbicara kepada patriak Yao Han dengan energi Qi untuk memberitahukan kejadian yang sebenarnya.


Patriak Yao Han langsung tersentak mendengar apa yang di sampaikan oleh Ma Guang.


Pemuda itu pun langsung melanjutkan perkataannya kepada Patriak.


"Aku juga akan memberikan tombak milikKu yang kini sudah menjadi senjata pusaka langit juga, jadi patriak harus berhati - hati juga jika berlatih nanti".


Patriak langsung menatap kearah wajah Ma Guang yang sedang tersenyum menatapnya.


Pria tua itu langsung bersemangat saat dirinya mendengar apa yang akan di berikan oleh Ma Guang kepadanya.


Setelah sudah mengetahui penyebab dari kejadian itu, para petinggi dan juga para murid sekte itu langsung kembali ketempat mereka masing - masing.


Sedangkan Yuan Jiali, Ma Guang dan juga patriak Yao Han masih tetap berada di tempat itu.


Melihat ketiga orang tersebut masih tetap tinggal di tempat itu, tetua agung dan juga tetua penegak hukum langsung menghentikan langkah keduanya untuk meninggalkan tempat itu.


"Sepertinya ada hal penting yang tidak kami berdua ketahui". Tutur Tetua Agung Xiang Zhang sambil tersenyum menatap ketiga orang tersebut.


"Iya! Aku juga merasakan seperti ada rahasia besar yang sedang di sembunyikan dari kita berdua". Sambung Tetua Penegak Hukum Zhu Li.


Ma Guang, Yuan Jiali dan patriak langsung tersenyum saat kedua mendengar perkataan dari kedua orang tua itu.


"Sebenarnya tidak ada hal besar yang kita sembunyikan, hanya saja situasi sebenarnya yang terjadi di tempat ini di akibatkan oleh karena pedang milik nona Yuan Jiali telah aku tingkatkan kualitasnya sehingga kini sudah menjadi senjata pusaka tingkat langit". Ungkap Ma Guang dengan santai.


Kedua tetua tingkat tinggi yang mendengar apa yang di ungkapkan oleh Ma Guang langsung terkesiap dengan wajah yang seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka berdua dengar.


Keduanya terdiam sejenak dan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata sedikit pun.


Setelah sesaat kemudian, tetua Agung Xiang Zhang langsung berbicara untuk mengakhiri keterdiamannya.


"Apakah aku tidak salah mendengar apa yang di katakan oleh Guang'er!?". Tanya tetua Agung sambil menatap ke arah Yuan Jiali.


"Iya! Hal itu memang benar adanya". Jawab Yuan Jiali membenarkan apa yang di katakan oleh Ma Guang seraya mencabut pedang itu dari sarungnya.

__ADS_1


Aura senjata pusaka tingkat langit langsung merembes keluar dari bilah pedang tersebut.


Ketiga orang yang ada di tempat itu secara bersama - sama langsung merasakan intimidasi yang kuat dari aura pedang itu.


Melihat apa yang terjadi kepada ketiga orang tua itu, Yuan Jiali langsung memasukkannya lagi pedang tersebut kedalam sarungnya.


Akhirnya tekanan intimidasi yang di rasakan oleh ketiga pria tua itu pun hilang seiring dengan tersarungnya pedang Yuan Jiali.


"Jadi saat ini kamu sudah menguasai juga teknik untuk membuat senjata tingkat tinggi?". Tanya Tetua Xiang Zhang menatap kearah Ma Guang.


"Iya tetua! Bukan itu saja, aku juga sudah menguasai ilmu alkimia dan sudah bisa membuat pil dengan kualitas tingkat tinggi, yaitu pil berwarna emas". Ungkap Ma Guang.


Ketiga orang tua itu kembali di buat terkejut lagi dengan apa yang baru di sampaikan oleh pemuda itu.


"Benar - benar sangat jenius, apa yang telah kamu kuasai itu, bisa membuat sekte kita menjadi kuat dan tidak bisa tertandingi lagi di dunia ini". Tutur patriak dengan penuh rasa keyakinan yang tinggi.


"Patriak! Sebenarnya apa yang patriak katakan itu, menurutku hal itu terlalu berlebihan, dahulunya aku juga pernah berpikir seperti apa yang patriak pikirkan".


"Aku berpikir, jika diriKu sudah menjadi seorang pendekar suci tingkat puncak, aku sudah bisa menjadi seorang pendekar yang terkuat di dunia ini, akan tetapi hal itu ternyata sangat keliru".


"Di saat diriku telah menyatu dengan kitab Naga Surgawi, aku baru menyadari bahwa tempat yang kita tinggali ini adalah sebuah benua yang memiliki aura Qi yang paling sedikit di bandingkan dengan empat benua lainnya".


"Kita ini berada di benua utara, dan di benua ini memiliki puluhan kekaisaran yang membawahi puluhan kerajaan serta ada ribuan kerajaan kecil hingga kerajaan yang besar".


"Sedangkan di empat benua lainnya, hal yang sama juga seperti dengan apa yang ada di benua kita ini, tetapi yang berbeda dari keempat benua tersebut, tingkat energi Qi disana sangat tebal, sehingga para pendekar yang ada disana memiliki kemampuan yang jauh lebih kuat di bandingkan para pendekar yang berada di benua kita ini".


"Dan hal yang sangat mengejutkan yang baru aku ketahui bahwa, kekuatan pendekar kita di wilayah kekaisaran ini adalah yang paling terlemah dari kekuatan para pendekar yang berasal dari kekaisaran yang berada di wilayah bagian barat".


Keempat orang yang mendengar apa yang di ungkapkan oleh Ma Guang menjadi diam seribu bahasa setelah mengetahui bahwa dunia yang mereka tinggali itu bukanlah sekecil seperti apa yang ada di dalam pikiran mereka.


"Jadi setinggi apa pencapaian para pendekar yang berada di empat benua lainnya?". Tanya Patriak penasaran.


"Di empat benua lainnya, benua tengah adalah benua yang memiliki energi Qi yang paling tinggi, sehingga para pendekar yang berada di benua tersebut sudah banyak yang mencapai di tingkatan sebagai sebagai pendekar dewa".


"Apa!? Seorang pendekar dewa!?".


Ucap keempat orang itu secara bersama - sama yang sangat terkejut mendengar apa yang baru di sampaikan oleh Ma Guang.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2